Saham SMGR adalah saham dari perusahan semen yang selalu membukukan pertumbuhan laba dari tahun ke tahun. Pada kuartal pertama tahun 2012 laba semen gresik juga masih terus naik dibanding periode yang sama tahun 2011.
Kinerja keuangan Semen Gresik 2012 kuartal 1
Berikut ringkasan kinerja dari Semen Gresik berdasarkan laporan keuangan kuartal 1 tahun 2012:
Saham SMGR merupakan saham sektor semen pertama (dibandingkan INTP dan SMCB) yang berhasil menciptakan harga tertinggi baru (new high) di 12.950. Setelah breakout (menembus harga resisten) di harga 10.000 dalam pola double buttom, Semen Gresik bergerak naik mencapai harga tertinggi baru di 12.950 selama 6 minggu (naik hampir 30%). Pergerakan saham SMGR kemudian terhenti dan mengalami koreksi dan konsolidasi membentuk landasan baru (pola baru). Landasan baru yang terbentuk tepat diatas landasan pertama (pola pertama atau 1st base). Landasan pertama (1st base) berupa pola double buttom (pola huruf W) dan landasan kedua (2nd base) membentuk pola cup with handle (cangkir bertangkai).
Tangkai (handle) sudah mengalami konsolidasi selama 5 minggu. Pada penutupan Jum‘at kemaren (4 Mei 2012) harga saham SMGR ditutup di 12.150. Ada tanda-tanda pullback untuk mencoba menembus harga resisten (buy point atau harga acuan beli) di 12650.
Cermati pergerakan saham SMGR dan apabila harga sudah diperdagangkan di 12650 dan volume saat itu meningkat (perdagangan ramai) anda boleh masuk untuk membelinya. Jika berhasil breakout, tren harga akan cendrung bergerak ke kisaran 15.000 (berdasarkan tren grafik).
Salim Ivomas merupakan saham yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia. Anak perusahaan Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang bergerak di sektor perkebunan ini IPO tanggal 9 Juni 2011. Sebelum IPO, pada tanggal 8 Desember 2010, Perusahaan mengakuisisi 42.111.000 saham LSIP (PT London Sumatera Plantation Tbk) dari IndoAgri (pemegang saham pengendali tidak langsung Perusahaan), yang mewakili 3,08% dari jumlah modal saham beredar LSIP, dengan harga keseluruhan sebesar Rp488.488.000.000, sehingga kepemilikan Perusahaan Salim Ivomas pada LSIP meningkat dari 56,40% menjadi 59,48%.
Analisa saham SIMP (PT Salim Ivomas Pratama Tbk)
Per laporan keuangan 31 Desember 2011, pemegang saham Salim Ivomas adalah :
Data laporan keuangan menunjukkan kinerja Salim Ivomas yang solid. EPS meningkat 49% sementara rasio hutang menyusut jauh.
Analisa Teknikal
Secara teknikal, pergerakan harga saham SIMP membentuk pola grafik cangkir bertangkai (cup with handle). Konsolidasi diwilayah tangkai sudah terjadi selama 9 minggu.
Dari grafik diatas terlihat sudah ada tanda-tanda saham SIMP akan menembus harga resistennya (buy point atau pivot point) yaitu diharga 1450, namun karena situasi bursa yang melemah cukup tajam membuat ancang-ancang breakout (menembus harga resisten) menjadi tertunda.
Cermati pergerakan harga saham SIMP. Jika sudah diperdagangkan diharga buy point dan volume perdagangan saat itu meningkat diatas 50% dari volume rata-rata (perhatikan grafik untuk memudahkan pencermatan), saat itu anda boleh siap-siap masuk untuk membeli. Tidak ada larangan untuk membeli dibawah harga acuan beli (buy point) namun pergerakan harga yang cepat adalah saat menembus buy point (pergerakan menuju buy point semakin smooth semakin baik karena semakin bisa untuk diantisipasi).
Seringkali media memberitakan EPS yang menyesatkan dari suatu laporan keuangan perusahaan. EPS (earning per share) atau laba per lembar saham merupakan hal terpenting dalam analisis fundamental saham untuk mengukur kinerja perusahaan. Untuk menganalisa fundamental saham, EPS ada diposisi pertama yang harus dilihat. Untung dan rugi perusahaan langsung tercermin dalam EPS. Nilainya negatif berarti perusahaan rugi, kalau nilainya positif berarti perusahaan untung. Saya akan langsung mengabaikan saham yang EPS nya negatif. Pertanyaan yang muncul adalah berapa sesungguhnya EPS perusahaan?
EPS yang menyesatkan (Basic EPS versus Diluted EPS)
EPS (earning per share) atau laba per lembar saham merupakan hal terpenting dalam analisa fundamental untuk mengukur kinerja perusahaan.
Analisa dalam blog ini sesungguhnya adalah cerminan saham-saham apa saja yang saya beli (saya beli saham berdasarkan analisa saya sendiri). Dalam beberapa analisa yang saya buat, saya ada yang keliru dalam menggunakan EPS. Ada sistem yang memberikan data fundamental perusahaan. Namun sistem itu sendiri ternyata kadang tidak akurat. Hal yang paling baik adalah dengan langsung membaca SOFT COPY laporan keuangan (butuh kerja ekstra) yang dipublikasikan oleh tiap-tiap perusahaan publik yang bisa di download di website BEI.
Menghitung EPS rumusnya hanya pembagian sederhana :
EPS = laba bersih / jumlah saham beredar
Pertanyaannya adalah, berapa sesungguhnya saham yang beredar???.
Total saham beredar
Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya perubahan jumlah saham beredar dibandingkan saat perusahaan tersebut dibentuk. Berikut aksi koporasi (cooporate action) yang menyebabkan total saham beredar bertambah :
Awal. Ini merupakan jumlah saham beredar pertama kali perusahaan dibentuk melalui akte notaris.
IPO (initial publik offering). Ini adalah saat pertama kali perusahaan menjual (menerbitkan saham baru) di bursa saham.
Right issue. Ini adalah aksi perusahaan dengan menerbitkan saham baru (setelah perusahaan melantai di bursa) untuk tujuan menambah permodalan perusahaan.
ESOP (Employee Stock Ownership Plan). Ini merupakan bentuk bonus yang dibagikan perusahaan kepada karyawan.
Warrant. Warrant merupakan suatu opsi kepemilikan yang bisa ditukar menjadi saham. Biasanya saat melakukan right issue, perusahaan penerbit memberikan bonus berupa warrant bagi yang mau menebus HMETD (hak memesan efek terlebih dahulu) dari right issue tersebut.
Convertible bond. Ini adalah jenis hutang yang memungkinkan ditukar menjadi saham saat hutang jatuh tempo.
EPS yang menyesatkan dilaporkan media dan yang tertulis dilaporan keuangan
Media sangat cepat memberitakan EPS perusahaan. Namun sang penulis belum tentu benar-benar memahami tentang EPS. Kadang pemberitaan juga memiliki maksud terselubung (mengelabui). Belum pernah saya membaca atau mendengar media menyebutkan EPS basic atau EPS diluted. Hanya diberitakan EPS saja. Disinilah letak masalah yang “bisa menyesatkan”.
Ilustrasi
Misalkan diawal tahun 2011 saham perusahaan yang beredar adalah 1.000.000.000 (satu milyar) lembar.
Lalu pada tanggal 1 Desember 2011 perusahaan melakukan right issue dengan menerbitkan 5.000.000.000 (lima milyar) lembar saham baru.
Di tahun 2012 perusahaan melaporkan bahwa laba bersih yang diperoleh selama tahun 2011 adalah Rp 700.000.000.000 (tujuh ratus milyar rupiah).
Berapakah EPS perusahaan tersebut???
Dalam laporan keuangan yang dilaporkan perusahaan publik ada yang hanya menyebutkan :
Laba per saham dasar (Basic earning per share)
Ada juga perusahaan publik yang menyebutkan sekaligus:
Laba per saham dasar (Basic earning per share) dan
Laba per saham terdilusi (diluted earning per share)
A. Laba per saham dasar (basic earning per share)
Laba per saham dasar dari ilustrasi diatas adalah membagi laba bersih dengan rata-rata tertimbang (weighted average) dari jumlah saham beredar.
Saham awal : 1 milyar lembar selama 365 hari (1 Januari 2011 hingga 31 Desember 2011)
Saham right issue : 5 milyar lembar selama 31 hari (1 Desember 2011 hingga 31 Desember 2011)
Total rata-rata saham beredar: = [ ( 1 milyar x 365) + (5 milyar x 31) ] / [365+31] = 520 milyar / 396 = 1.313.131.313
Sehingga kita akan dapatkan Laba Per Saham Dasar : = 700.000.000.000 / 1.313.131.313 =Rp 533,08
B. Laba per saham terdilusi (diluted earning per share)
Jumlah saham beredar secara faktual adalah dengan menjumlahkan seluruh saham tanpa memandang berapa lama saham itu diterbitkan. Secara fakta, per 31 Desember 2011 jumlah saham yang beredar adalah 1 milyar lembar ditambah 5 milyar lembar sehingga total menjadi 6 milyar lembar.
Sehingga laba per saham terdilusi: = 700.000.000.000 / 6.000.000.000 = Rp 117
Ada perbedaan yang sangat mencolok dalam angka EPS antara basic dengan diluted. Pada masa tahun-tahun berikutnya eps tentunya akan dihitung dengan keseluruhan jumlah saham beredar tesebut (karena keduanya akan sama-sama dihitung berumur 365 hari). Basic EPS mungkin berguna bagi manajemen perusahaan dalam mengukur kinerja nya tahun itu, tetapi bagi anda investor analisa yang benar adalah menggunakan diluted EPS demi mengantisipasi kinerja perusahaan diwaktu mendatang karena bagaimanpun laba akan dibagi untuk seluruh kepemilikan saham.
Seandainya pada tahun sebelumnya ditahun 2010 perusahaan maleporkan EPS (basic maupun diluted) sebesar Rp 150 (seratus lima puluh rupiah) anda akan tercengang dengan kenaikan fantastis dari EPS yang diberitakan di media :
Perbandingan fundamental saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), Bank Danamon (BDMN) dan Bank Negara Indonesia (BBNI).
FUNDAMENTAL
BBRI
BBCA
BMRI
BDMN
BBNI
Sales Growth*
7.90%
-18.50%
11.20%
17.10%
13.90%
Gr.Profit Growth*
48151.1 B
16836.7 B
37730.0 B
16882.5 B
20691.8 B
Op.Profit Margin**
37.30%
83.40%
44.60%
34.20%
57.40%
Net.Profit Margin**
0.3
0.6
0.3
0.2
0.3
Market Cap.
172178.4 B
194047.3 B
161700.0 B
59779.4 B
72002.5 B
PER***
11.2x
17.9x
13.2x
16.6x
12.5x
BVPS***
2038.1
1720.8
2712.3
2722.8
2043.8
PBV***
3.5x
4.6x
2.6x
2.3x
1.9x
ROA***
2.60%
2.80%
2.20%
2.40%
1.90%
ROE***
30.30%
25.80%
19.50%
12.90%
15.40%
Debt/Equity**
0.3
0.1
0.4
0.8
0.3
EV/EBITDA**
10
13.5
10.5
13.6
6.4
Dengan pertumbuhan laba serta tingginya ROE, Bank BRI (BBRI) masih murah dibanding yang lainnya.
PT Delta Dunia makmur masih mengalami kinerja yang buruk di tahun 2011. Perusahaan masih mengalami rugi bersih sebesar 352,5 milyar rupiah. Kerugian juga terjadi ditahun 2010 dan 2009. Praktis secara beruntun selama 3 (tiga) tahun berturut-turut mengalami kerugian.
Dari sisi asset, sekilas terlihat asset bertambah. Namun jangan tertipu, asset meningkat karena hutang yang semakin membengkak (kalau kita berhutang, hutang akan masuk ke asset sehingga asset bertambah).