IPO saham Forza Land Indonesia Tbk

PT Forza Land Indonesia Tbk akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia. Ringkasan penawaran IPO saham Forza Land Indonesia Tbk adalah sebagai berikut.

IPO saham Forza Land Indonesia Tbk

[tabby title=”Informasi”]

A. Informasi IPO

Jumlah saham : 312.500.000
Jumlah waran seri I : 437.500.000
Rasio :  5 : 7
Harga penawaran :  Rp 200,‐ s/d Rp 220,‐
Jumlah nilai saham : 68.750.000.000

[tabby title=”Jadwal”]

B. Jadwal penawaran ( tentatif )

Tanggal Efektif :  19 April 2017
Masa Penawaran Awal :  3‐4 April 2017
Masa Penawaran :  21, 25, dan 26 April 2017
Tanggal Penjatahan :  28 April 2017
Pengembalian Uang : 03 Mei 2017
Tanggal Pencatatan : 04 Mei 2017
Tempat Pencatatan :  Bursa Efek Indonesia

[tabby title=”Profesi & Lembaga penunjang”]

C. Profesi dan lembaga penunjang

Penjamin Pelaksana Emisi ( Lead Underwriter ) : PT SINARMAS SEKURITAS
Akuntan Publik :  Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi Sukimto & Rekan
Konsultan Hukum : Adam & CO
Notaris : Humberg Lie, SH
Penilai : KJPP Firman, Suryantoro, Sugeng Suzy Hartomo & Rekan
Biro Administrasi Efek : PT Sinartama Gunita

[tabby title=”Informasi tambahan”]

D. Informasi tambahan

  1. Perseroan dikenal sebagai pengembang properti yang berfokus pada lifestyle, concept dengan arsitektur kelas dunia dengan harga terjangkau.
  2. Perseroan saat ini menjalankan bisnisnya di Jakarta dan Bali dengan lokasi yang strategis.
  3. Perseroan terus memantau dan mengelola recurring income dan penjualan untuk memastikan arus kas yang memadai untuk kebutuhan modal Perseroan.
  4. Perseroan terus disiplin dalam mengelola utang, likuiditas dan arus kas untuk pertumbuhan masa depan perseroan.
  5. Perseroan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak‐banyaknya 437.500.000 Waran Seri I yang menyertai Saham Baru Perseroan atau sebanyak‐banyaknya 35% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham ini disampaikan. Dana yang diperoleh dari Pelaksanaan Waran Seri I seluruhnya akan digunakan untuk tambahan modal kerja Perseroan dan seluruh Entitas Anak.

[tabby title=”Dana IPO”]

E. Penggunaan dana hasil penawaran umum

  1. Sebesar kurang lebih 58.18% akan digunakan Perseroan untuk penyertaan pada PT Borneo Sarana Properti (“BSP”) sebesar 99,01% yang seluruhnya merupakan saham seri B sebanyak 250.000 saham, yaitu saham dengan nilai nominal baru yang diambil dari saham portepel BSP dengan nilai nominal sebesar Rp160.000,‐. Penyertaan yang dilakukan oleh Perseroan kepada BSP akan digunakan BSP sebesar Rp25.000.000.000,‐ untuk pembayaran hutang pokok dan bunga kepada CV Chitta Kriya Laksana dan sebesar Rp15.000.000.000,‐ untuk modal kerja di BSP. 
  2. Sebesar kurang lebih 19,40% akan digunakan Perseroan untuk melakukan pelunasan utang pokok dan bunga kepada Chitta Kriya Laksana dimana berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp13.335.916.000,‐.
  3. Sebesar kurang lebih 8,11% akan digunakan Perseroan untuk melakukan pelunasan utang pokok dan bunga kepada PT Pratama Maju Jaya dimana berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp5.579.005.829,‐.
  4. Sisanya akan digunakan Perseroan untuk modal kerja.

[tabby title=”Dividen”]

F. Kebijakan dividen

Perseroan merencanakan untuk membagikan dividen kas sebanyak‐banyaknya 20% dari laba bersih konsolidasi Perseroan mulai tahun buku 2017

[tabbyending]

Merger saham CTRA, CTRS, CTRP menjadi CTRA

 Tiga perusahaan properti melakukan penggabungan usaha atau merger. sebagaimana diumumkan oleh KSEI yaitu : 

  1. Ciputra Development Tbk ( CTRA ),
  2. Ciputra Property Tbk ( CTRP) dan
  3. Ciputra Surya Tbk ( CTRS )

Saham CTRA, CTRS dan  CTRP melakukan merger menjadi saham CTRA. Merger CTRS, CTRP kedalam CTRA dilakukan dengan faktor konversi berikut :

Pemegang Saham Konversi ke Saham CTRA 
CTRS   1  :  2.13
CTRP   1  :  0.55

Dengan adanya Merger tersebut maka saham CTRS dan CTRP sudah tidak ada lagi di bursa atau delisting dari bursa. Penghapusan saham CTRS dan CTRP di Bursa Saham Indonesia efektif hari ini Kamis, 19 Januari 2017.

Perubahan auto rejection perdagangan saham

PT Bursa Efek Indonesia telah mengeluarkan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00113/BEI/12-2016 perihal Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas pada tanggal 13 Desember 2016;

Ketentuan mengenai Auto Rejection dalam Lampiran Keputusan ini diatur sebagai berikut:

Rentang Harga Saat ini Baru
Batas Atas Batas Bawah Batas Atas Batas Bawah
Rp50 – Rp200 35% 10% 35% 35%
Rp200 – Rp5.000 25% 10% 25% 25%
> Rp5.000 20% 10% 20% 20%

Keputusan ini efektif diberlakukan mulai tanggal 3 Januari 2017

Pengujian Sistem (Mock Trading) akan dilaksanakan pada hari Sabtu 17 Desember 2016.

Forbes : 6 Perusahaan Publik Terbesar di Indonesia 2016

Forbes 2000 the world biggest companies memuat 2000 daftar perusahaan publik terbesar di dunia. Rangking ini dibuat berdasarkan penjualan, keuntungan, aset yang dimiliki dan market value.

Untuk edisi tahun 2016 yang dirilis 25 Mei 2016, ada 6 perusahaan publik Indonesia masuk ke dalam daftar tersebut. 

Berikut daftar ke 6 perusahaan publik terbesar Indonesia 2016 versi Forbes.

Perusahaan Publik Terbesar di Indonesia 2016

  Perusahaan Rank Penjualan Profit Asset Nilai pasar
1. Bank Rakyat Indonesia #429 $7.1 B $1.9 B $63.7 B $20.4 B
2. Bank Mandiri #462 $7.5 B $1.5 B $66 B $17.6 B
3. Bank Central Asia #620 $4.4 B $1.3 B $43.1 B $24.5 B
4. Telekom Indonesia #659 $7.8 B $1.2 B $13.3 B $27.4 B
5. Bank Negara Indonesia #1063 $3.6 B $680 M $38.4 B $6.9 B
6. Gudang Garam #1387 $5.3 B $480 M $4.6 B $9.8 B

Dari keenam perusahaan publik diatas :

☑ 4 perusahaan merupakan BUMN yaitu BRI, Mandiri, BNI, Telkom.

☑ 4 perusahaan merupakan perbankan yaitu BRI, Mandiri, BCA, BNI.

☑ 1 perusahaan di sub sektor  telekomunikasi yaitu Telkom.

☑ 1 perusahaan di sub sektor rokok yaitu Gudang Garam. 

Pada tahun 2015 ada 7 perusahaan publik Indonesia yang masuk rangking Forbes 2000 the world biggest companies. Perusahaan Gas Negara ( PGN ) keluar dari Forbes 2000 the world biggest companies. Dengan kata lain, Perusahaan Gas Negara memiliki ranking diatas 2000.

Berikut perbandingan ranking tahun 2016 dan 2015 :

Perusahaan No Ranking  Ranking  No
2016 2015
Bank Rakyat Indonesia 1 # 429 # 457 1
Bank Mandiri 2 # 462 # 490 2
Bank Central Asia 3 # 620 # 630 3
Telekom Indonesia 4 # 659 # 783 4
Bank Negara Indonesia 5 # 1063 # 927 5
Gudang Garam 6 # 1387 # 1679 7
PGN 7 # 1542 6

Dari keempat perusahaan perbankan ( BRI, Mandiri, BCA, BNI ), 3 diantaranya ( BRI, Mandiri, BCA) mendapat ranking yang membaik ( angka ranking mengecil ). Hanya 1 yang rangkingnya memburuk yaitu BNI. 

Go private dan delisting Sorini tunjuk Bahana Securities

Perdagangan saham PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk dengan kode saham SOBI telah dihentikan di Bursa Efek Indonesia sejak tanggal 15 Agustus 2016 ( PENGUMUMAN IDX – Suspensi Perdagangan Saham SOBI ). Hal ini dikarenakan Sorini berencana untuk melakukan penghapusan pencatatan atas saham-sahamnya dari Bursa Efek Indonesia ( delisting ) dan merubah statusnya menjadi perusahaan tertutup ( go private ). Transaksi go private dan delisting Sorini menunggu persetujuan dari rapat umum pemegang saham ( RUPS ) yang akan segera diadakan.

Sorini telah menunjuk Bahana Securities sebagai penasehat keuangan untuk transaksi delisting dan go private ini. Para pemegang saham Sorini ( kode saham SOBI ) yang ingin bertanya atau minta informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Info go private dan delisting Sorini

PT Bahana Securities

Graha Niaga 19th floor
Jl. Jenderal Sudirman kav 58
Jakarta Selatan, JK 12190

Telpon : 021-250508 ext. 3137
sugeng.riyanto@bahana.co.id
Attn.: Sugeng Riyanto – Custody and Settlement

PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk

Wisma 46 Kota BNI lantai 26
Jl. Jenderal Sudirman kav 1
Jakarta Pusat, JK 10220

Telpon : 021-29240100
Edwin_Rosadi@cargill.com
U.p : Edwin Rosadi, Corporate Secretary

Exit mobile version