IPO saham Paramita Bangun Sarana Tbk

IPO saham Paramita Bangun Sarana

Berikut informasi ringkasan IPO saham PT. Paramita Bangun Sarana Tbk ( kode saham PBSA ). Public Expose dan Due Diligence Meeting telah dilaksanakan pada Rabu, 31 Agustus 2016.

Informasi IPO

Emiten : PARAMITA BANGUN SARANA Tbk, PT
No. Of shares issued : 300.000.000
No. Of shares offered : 300.000.000
Offered price  : Rp1.000 – Rp 1.200
Size of Issue : Rp 300 miliar – Rp 360 miliar
Nilai nominal saham per lembar  : Rp 100

Jadwal penawaran ( tentative )

Tanggal Efektif : 14-Sep-16
Masa Penawaran Awal  : 31 Agustus – 1 September 2016
Masa Penawaran  : 16 – 20 September 2016
Tanggal Penjatahan  : 22-Sep-16
Pengembalian Uang  : 26-Sep-16
Tanggal Distribusi  : 26-Sep-16
Tanggal Pencatatan  : 27-Sep-16
Tempat Pencatatan  : BEI

Profesi dan lembaga penunjang

Penjamin Pelaksana Emisi  : PT Sinarmas Sekuritas
Konsultan Hukum  : LasutLay & Pane
Akuntan Publik  : KAP Teramihardja, Pradhono & Chandra
Notaris  : Yulia, SH
Biro Administrasi Efek  : PT Sinartama Gunita

Informasi tambahan

  1. Perseroan melakukan program ESA maksimum 2% dari 26,37% jumlah saham baru yang diterbitkan.
  2. Kegiatan usaha utama Perseroan adalah:
    • konstruksi bangunan sipil (pembangunan pabrik, pembangunan infrastruktur, pembangunan jetty)
    • mekanikal (pemasangan mesin, pipa dan tangki)
    • elektrikal (pemasangan listrik)
  3. Perseroan memiliki keahlian dalam konstruksi khususnya untuk industri kelapa sawit. Hampir seluruh pelanggan Perseroan bergerak dalam bidang industri kelapa sawit.
  4. Perseroan berencana melakukan diversifikasi kegiatan usaha salah satunya pengembangan usaha fabrikasi baja, dan mulai mengikuti tender dari perusahaan non industri kelapa sawit.
  5. Per 31 Maret 2016 Perseroan melakukan pembagian dividen sebesar Rp305 miliar dan kapitalisasi laba sebesar Rp88 miliar yang berasal dari laba ditahan.

Penggunaan dana hasil IPO

  1. Sekitar 40% akan dipergunakan untuk modal kerja Perseroan (pembayaran upah, pembelian bahan baku serta biaya sub kontraktor
  2. Sekitar 35% akan dipergunakan untuk pengembangan usaha Perseroan (pengembangan usaha dalam fabrikasi baja)
  3. Sekitar 25% akan dipergunakan untuk pembelian mesin dan alat berat (excavator, bulldozer dan crane)

Kebijakan dividen

Maksimum 50% dari Laba Bersih, yang besarannya akan diputuskan melalui RUPS berdasarkan rekomendasi dari Direksi

Perubahan fraksi harga perdagangan saham

PT Bursa Efek Indonesia akan melakukan perubahan fraksi harga perdagangan saham efektif berlaku per tanggal 2 Mei 2016. Adapun perubahan fraksi harga tersebut adalah sebagai berikut :

Perubahan fraksi harga

Perubahan Fraksi Harga diberlakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00023/BEI/04-2016.

Fraksi harga sebelumnya
Kelompok Harga ( Rp ) Fraksi Harga ( Rp ) Maksimum Perubahan ( Rp )
< 500 1 20
500 ≤ Harga < 5.000 5 100
≥ 5.000 25 500

Berubah menjadi

Fraksi harga baru ( Per 2 Mei 2016 )
Kelompok Harga ( Rp ) Fraksi Harga ( Rp ) Maksimum Perubahan ( Rp )
< 200 1 20
200 ≤ Harga < 500 2 20
500 ≤ Harga < 2.000 5 50
2000 ≤ Harga < 5.000 10 100
≥ 5.000 25 250

Dibalik turunnya harga minyak mentah dunia

Kenapa harga minyak menurun begitu cepat? Kenapa sekarang? Siapa yang diuntungkan dari penurunan harga? Siapa yang rugi? Apa apa dengan OPEC? Apakah ada konspirasi untuk menjatuhkan harga minyak? Kapan harga minyak akan membaik? 

Industri minyak, setelah mengalami sejarah booming, sedang mengalami penurunan terdalam sejak tahun 1990-an.  

Perusahaan mengalami laba yang terus menurun setelah membuat rekor keuntungan dalam beberapa tahun terakhir, yang mengakibatkan mereka untuk menonaktifkan sekitar dua pertiga dari pengeboran dan memangkas tajam investasinya dalam eksplorasi dan produksi. Diperkirakan 250.000 pekerja tambang minyak telah kehilangan pekerjaan mereka. Industri pembuat peralatan pengeboran dan peralatan penunjang pengeboran lainnya juga telah jatuh tajam.

Penyebabnya adalah terjun nya harga dari satu barel minyak , yang telah terpotong sekitar lebih dari 60 persen sejak Juni 2014.

Harga sempat pulih beberapa kali tahun lalu, namun saat ini harga satu barel minyak telah tenggelam ke level terendah sejak 2004. Para eksekutif berpikir bahwa ini akan menjadi tahun terendah sebelum minyak kembali naik ke $ 90 atau $ 100 per barrel.

Dibalik turunnya harga minyak mentah dunia

Berapa harga minyak saat ini?

Minyak mentah Brent, yang merupakan patokan internasional utama, diperdagangkan pada sekitar $ 29 per barel pada hari Kamis ( 21-Jan-2016 ). 

Patokan Amerika berada di sekitar $ 30 per barel.

Kenapa harga minyak menurun begitu cepat? Kenapa sekarang?

Ini pertanyaan yang rumit, tetapi bermuara pada hukum ekonomi sederhana yaitu permintaan dan penawaran.

Produksi dalam negeri di Amerika Serikat telah hampir dua kali lipat selama beberapa tahun terakhir, yang menghalangi masuknya impor minyak. Ini membuat produsen minyak yang selama ini mengekspor ke Amerika Serikat harus mencari negara lain untuk tujuan ekspornya. Saudi, Nigeria dan Aljazair minyak yang pernah menjual minyaknya ke Amerika Serikat tiba-tiba harus bersaing untuk pasar Asia, dan produsen dipaksa untuk menjatuhkan harga. Produksi minyak dan ekspor Kanada dan Irak meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan Rusia, dengan semua masalah ekonomi mereka, tetap mengambil sikap untuk menjaga tingkat produksi.

Namun ada tanda-tanda, produksi di Amerika Serikat dan beberapa negara penghasil minyak lain menurun seiring penurunan investasi eksplorasi. Namun penurunan produksi tidak terjadi cukup cepat, terutama dengan output dari perairan lepas Teluk Meksiko dan Kanada yang terus membangun proyek-proyek dan berproduksi.

Di sisi permintaan, perekonomian Eropa dan negara-negara berkembang yang lemah serta inovasi kendaraan membuat kendaraan menjadi makin hemat energi. Jadi permintaan untuk bahan bakar sedikit tertinggal.

Harga minyak 10 tahun terakhir hingga Januari 2016

Siapa yang diuntungkan dari penurunan harga?

Di Amerika Serikat, setiap pengendara dapat memberitahu Anda bahwa harga bensin telah turun. Harga solar, minyak pemanas dan gas alam juga telah jatuh tajam.

Penurunan terbaru dalam harga energi – harga gas untuk pemakaian biasa secara nasional sekarang rata-rata di bawah $ 2 per galon, kira-kira turun sekitar 14 sen dari tahun lalu – juga tidak proporsional membantu kelompok berpenghasilan rendah, karena biaya bahan bakar memakan bagian yang lebih besar dari pendapatan yang lebih terbatas mereka.

Rumah tangga yang menggunakan minyak pemanas untuk menghangatkan rumah mereka juga melihat tabungan ( berhemat ).

Siapa yang rugi?

Yang pertama adalah negara-negara penghasil minyak. Venezuela, Nigeria, Ekuador, Brazil dan Rusia adalah beberapa negara penghalasi minyak yang menderita turbulensi ekonomi dan bahkan mungkin politik.

Dampak dari sanksi Barat menyebabkan produksi Iran turun sekitar satu juta barel per hari dalam beberapa tahun terakhir dan memblokir Iran untuk mengimpor dari negara barat tarhadap keperluan peralatan ladang minyak berteknologi terbaru. Dengan sanksi yang sekarang sudah dicabut, pemerintah Iran telah meminta industri minyak untuk membuka keran produksi.

Di Amerika Serikat, Alaska, North Dakota, Texas, Oklahoma dan Louisiana menghadapi tantangan ekonomi.

Chevron, Royal Dutch Shell dan BP telah mengumumkan pemotongan gaji mereka untuk menyimpan uang tunai, padahal mereka berada dalam kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan banyak produsen minyak dan gas independen yang lebih kecil yang menebas dividen dan menjual aset mereka karena menderita kerugian bersih. Perusahaan lainnya telah memangkas dividen mereka.

Sekitar 40 perusahaan di Amerika Utara telah pergi ke perlindungan kebangkrutan.

Produksi minyak dunia secara umum telah meningkat sejak tahun 1996 menjadi lebih dari 80 juta barel per hari, dari 63 juta. Ketika permintaan tidak sejalan dengan produksi, berimbas pada harga; itulah penyebab utama lonjakan harga pada tahun 2011 dan akhirnya terjungkal tajam pada tahun 2015. Kredit: The New York Times

Apa apa dengan OPEC ?

Faktor utama dalam penurunan harga yang tajam, kata analis, adalah keengganan terus OPEC, kartel produsen minyak, untuk campur tangan untuk menstabilkan pasar yang secara luas sudah dipandang sebagai kelebihan pasokan.

Iran, Venezuela, Ekuador dan Aljazair telah menekan kartel untuk memangkas produksi untuk mangangkat harga, tapi Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan sekutu Teluk lainnya menolak untuk melakukannya. Pada saat yang sama, Irak sebenarnya memompa lebih banyak minyak, dan Iran sepertinya akan menjadi eksportir utama lagi.

Para pejabat Saudi mengatakan bahwa jika mereka memotong produksi dan harga naik, mereka akan kehilangan pangsa pasar dan hanya menguntungkan pesaing mereka. Mereka mengatakan mereka malah ingin harga minyak jatuh lebih rendah, tetapi beberapa analis minyak berpikir mereka hanya menggertak.

Jika harga tetap rendah satu tahun lagi atau lebih, Raja Salman yang baru dimahkotai  mungkin merasa sulit untuk membujuk anggota OPEC lainnya untuk tetap tenang menghadapi tekanan keuangan. Dana Moneter Internasional memperkirakan bahwa pendapatan dari Arab Saudi dan sekutu Teluk Persia akan tergelincir sebesar $ 300 miliar per tahun ini.

Apakah ada konspirasi untuk menjatuhkan harga minyak?

Ada sejumlah teori konspirasi beredar. Bahkan beberapa eksekutif minyak diam-diam mencatat bahwa Saudi ingin menyakiti Rusia dan Iran, dan begitu juga dengan Amerika Serikat – motivasi cukup untuk menyakiti kedua negara penghasil minyak ( Rusia & Iran ) dengan menekan turun harga minyak. Menjatuhkan harga minyak di tahun 1980-an itu membantu menurunkan Uni Soviet, setelah semua.

Tapi tidak ada bukti untuk mendukung teori konspirasi. Sementara itu Arab Saudi dan Amerika Serikat sesekali selalu berkoordinasi dengan lancar. Dan pemerintahan Obama dengan susah payah memposisikan diri untuk mengkoordinasikan pengeboran oleh ratusan perusahaan minyak agar perusahaan tetap untung, demi memberi jawaban pada para pemegang sahamnya.

Kapan harga minyak akan membaik?

Tidak dalam waktu dekat. Produksi minyak tidak menurun cukup cepat di Amerika Serikat dan negara-negara lain, meskipun itu bisa mulai berubah tahun ini.

Permintaan untuk bahan bakar pulih di beberapa negara, dan itu bisa membantu harga minyak mentah pulih pada setahun atau dua tahun ke depan. Saat ini hanya sedikit ( bahkan tidak sama sekali )  penambahan kapasisi produksi untuk cadangan yang paling tidak membantu melindungi pasar terhadap krisis di negara penghasil minyak.

Sejarah harga minyak booming dan meledak diikuti oleh kejadian kebalikannya yang kurang lebih sama.

Top kapitalisasi pasar 2015 : Sampoerna geser BCA

Top kapitalisasi pasar 2015

Pada akhir perdagangan saham di tahun 2015 yaitu pada penutupan perdagangan tanggal 30 Desember 2015, H.M Sampoerna Tbk ( kode saham HMSP ) berhasil menggeser kedudukan Bank Central Asia Tbk ( kode saham BBCA ) sebagai pemimpin top kapitalisasi pasar 2015. Akhir tahun 2014, BCA menjadi pemimpinnya.

Berikut 10 besar yang memimpin kapitalisasi pasar :

No Kode
Saham
Nama Emiten Harga
Penutupan
( Rupiah )
Saham
Beredar
( Lembar )
Kapitalisasi
Pasar
( Rupiah )
1 HMSP H.M. Sampoerna Tbk. 94.000 4.652.723.076 437.355.969.144.000
2 BBCA Bank Central Asia Tbk. 13.300 24.408.459.120 324.632.506.296.000
3 TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) 3.105 100.799.996.400 312.983.988.822.000
4 UNVR Unilever Indonesia Tbk. 37.000 7.630.000.000 282.310.000.000.000
5 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 11.425 24.422.470.380 279.026.724.091.500
6 ASII Astra International Tbk. 6.000 40.483.553.140 242.901.318.840.000
7 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk. 9.250 23.099.999.999 213.674.999.990.750
8 GGRM Gudang Garam Tbk. 55.000 1.924.088.000 105.824.840.000.000
9 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 4.990 18.462.169.893 92.126.227.766.070
10 INTP Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. 22.325 3.681.231.699 82.183.497.680.175

Dari tabel diatas :

  • BUMN menjadi pemimpin kapitalisasi yaitu TLKM, BBRI, BMRI, BBNI dengan total kapitalisai 897.811.940.670.320 atau setara dengan 18,4% dari total kapitalisasi yang sebesar 4.872.701.656.217.230.
  • 4 bank sebagai pemimpin kapitalisasi yaitu BBCA, BBRI, BMRI, BBNI dengan total kapitalisasi 909.460.458.144.320 atau setara 18,7% dari total kapitalisasi pasar.

Daftar selengkapnya dari kapitalisasi pasar ditahun 2015 dapat dilihat di :

Untuk perbandingan, kapitalisasi pasar di tahun 2014 dapat dilihat di :

BRI Bank Terbaik Indonesia 2015 – Asiamoney

Bank Terbaik Indonesia 2015

Bank BRI kembali mendapatkan penghargaan sebagai Bank Terbaik Indonesia 2015. Penghargaa ini diberikan oleh Asiamoney Magazine pada Asiamoney Domestic Bank Awards yang dirilis pada bulan Juni 2015.  Berikut  daftar Best Domestic Bank di kawasan Asia 2015 :

Country  Best Domestic Bank  Best Equity House  Best Debt House 
Australia ANZ  Macquarie ANZ
China ICBC CITIC Securities CITIC Securities
Hong Kong HSBC HSBC HSBC
India Axis Bank Kotak Mahindra Bank Axis Bank
Indonesia Bank Rakyat Indonesia Danareksa Sekuritas Indo Premier Securities
Japan MUFG Nomura Mizuho
Malaysia Public Bank Maybank CIMB
Pakistan Habib Bank Ltd Elixir Securities JS Global
Philippines BDO Unibank Metropolitan Bank and Trust Co BDO Unibank
Singapore DBS DBS DBS
South Korea Shinhan Bank NH Investment & Securities KB Financial Group
Taiwan E.Sun Bank Fubon Securities Yuanta Securities
Thailand Siam Commercial Bank Bualuang Securities PCL Siam Commercial Bank
Vietnam Vietcombank

Tahun 2015 dibandingkan  tahun 2014 untuk negara Indonesia :

Year Best Domestic Bank  Best Equity House  Best Debt House 
2015 Bank Rakyat Indonesia Danareksa Sekuritas Indo Premier Securities
2014 Bank Rakyat Indonesia Mandiri Sekuritas Mandiri Sekuritas

 

Exit mobile version