Rating PT Bakrie Telecom Tbk ( BTEL ) turun

PT Bakrie Telecom Tbk ( BTEL )

Lembaga pemeringkat utang Fitch Ratings menurunkan outlook utang jangka panjang
PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dalam mata uang asing dan mata uang rupiah dari
stabil menjadi negatif. Peringkat utang perseroan sebelumnya berada di level B.

Outlook
negatif diberikan karena ada kemungkinan rasio utang dan rasio cakupan bunga
perseroan yang melanggar pedoman peringkat negatif Fitch, terutama jika proyeksi
pertumbuhan pendapatan yang kuat pada 2011 tidak tercapai. (Negative)

PT Bank Mandiri Tbk ( BMRI ) menang lelang

Berita PT Bank Mandiri Tbk ( BMRI )

PT Bank Mandiri Tbk ( BMRI ) menang lelang pengadaan pemberian pinjaman dalam
negeri tahun ini. Perseroan memberikan utang sebesar Rp 1 triliun ke pemerintah untuk
kegiatan Kementrian Pertahanan dan Kepolisian Republik Indonesia.

Penetapan
perseroan sebagai pemenang tender pemberian utang kepada pemerintah telah diputuskan
dalam Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu
No.S-02/PU.1/KPA/2011 yang telah dikeluarkan pada 15 Juli 2011. (Positive)

Berita PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Berita PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menargetkan pertumbuhan
kredit segmen mikro sebesar 30% di 2011. Perseroan optimistis kredit mikro tumbuh
mencapai Rp 92,3 triliun di tahun 2011 dengan pengembangan teras BRI di pasarpasar
rakyat.

Hingga Juni 2011 kucuran kredit di segmen mikro sudah mencapai Rp
78 triliun. Meningkat Rp 7 triliun dari akhir Desember 2010 yang tercatat sebesar Rp
71 triliun. Sampai saat ini jumlah total teras perseroan mencapai 972 unit, dan dibidik
mencapai 1.300 unit, dengan target tambahan 70 unit dari posisi akhir tahun 2010
sebanyak 617 unit. (Positive)

Berita perusahaan: BRMS, INTA, BTPN, ADHI, BJBR, KAEF

Berita Perusahaan

PT Bumi Resource Minerals Tbk (BRMS)

PT Bumi Resource Minerals Tbk (BRMS) telah menghabiskan Rp 1,752 triliun dana
hasil IPO periode 30 Juni 2011. Sisa dana yang dimiliki perseroan sebanyak Rp 222,67
miliar. Dana yang telah dihabiskan perseroan mayoritas digunakan untuk bayar utang
sebesar Rp 1,341 triliun. Sementara sebagian kecil dananya digunakan untuk belanja
modal dan modal kerja sebesar Rp 410,69 miliar. (Positive)

PT Intraco Penta Tbk (INTA)

PT Intraco Penta Tbk (INTA) menargetkan penjualan alat berat di semester II-
2011 hanya sebesar 500-600 unit untuk mencapai target penjualan di 2011 yang sebesar
1.293 unit. Penjualan alat berat perseroan di semester I sebanyak 755 unit atau
naik 125% dibandingkan realisasi penjualan di semester I 2010 sebanyak 335 unit.
Selain itu, perseroan telah membukukan penjualan on hand di semester I sebanyak
300 unit yang hanya tinggal menunggu pengiriman. (Positive)

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN)

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mencatatkan laba bersih sebesar
Rp 585,1 miliar pada semester I 2011 atau naik 63,03% dibandingkan periode
yang sama 2010 yang tercatat Rp 358,9 miliar. Salah satu penopang pertumbuhan
laba adalah kenaikan penyaluran kredit. Kredit perseroan ttumbuh 33% menjadi Rp
26,7 triliun pada Juni 2011 atau tumbuh 32,84% dibandingkan periode yang sama
2010 yang tercatat Rp 20,1 triliun. Kenaikan kredit perseroan yang cukup tinggi didorong
oleh pengembangan program untuk nasabag purnabakti berupa program Pensiun
Sehat dan Sejahtera (PSS) dan program Capacity to Grow (C2G) untuk nasabah
pelaku usaha mikro dan kecil. (Positive)

PT Adhi Karya Tbk (ADHI)

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan laba usaha sebesar Rp 102,6 miliar pada
semester I-2011. Laba tersebut naik 35,5% dibandingkan periode yang sama tahun
lalu Rp 75,2 miliar. Meskipun demikian, laba bersih perseroan hingga pertengahan tahun
ini turun 6,5% menjadi Rp 21,6 miliar dibandingkan periode yang sama 2010 sebesar
Rp 23,09 miliar. Tahun ini, perseroan membidik kontrak baru sebesar Rp 12,5
triliun. Dengan demikian, perseroan akan mengejar sisanya sekitar Rp 8,4 triliun pada
semester II. Adapun pendapatan perseroan hingga akhir 2011 diproyeksikan mencapai
Rp 9,1 triliun dengan laba bersih Rp 203 miliar. (Negative)

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) hingga Juni
2011 membukukan peningkatan volume usaha atau aset sebesar 21,34% menjadi Rp
47,73 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pencapain aset usaha perseroan
telah mendekati target aset setahun penuh 2011 perseroan yang dicanangkan
sebesar Rp 50 triliun. Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dari
tabunga, giro dan deposito meningkat 8,71% dari Rp 32,07 triliun pada 2010 menjadi
Rp 34,86 triliun pada Juni 2011. (Positive)

PT Kimia Farma Tbk (KAEF)

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan menambah kepemilikan saham di anak usahanya
yaitu PT Sinkona Indonesia Lestari hingga diatas 50% dari saat ini sebesar 15%.
Perseroan menganggarkan dana Rp 20 miliar–Rp 25 miliar untuk menambah saham di
anak usahanya tersebut. (Positive)

Berita perusahaan : BNII, AKRA, WIKA, ICBP, BWPT, ADRO, SGRO,

Berita Perusahaan

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII)

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) telah menyalurkan kredit ke segmen
small medium enterprises (SME) dan komersial kurang lebih sebesar Rp 22 triliun
hingga Juni 2011 atau hampir mencapai target akhir tahun 2011. Perseroan menargetkan
penyaluran kredit ke segmen small medium enterprises dan komersial tumbuh
minimal 20% atau sebesar Rp 3,78 triliun menjadi Rp 22,68 triliun pada 2011 dari sebelumnya
Rp 18,9 triliun pada 2011. Salah satu pendorong tingginya penyaluran
kredit ke sektor small medium enterprises dan komersial adalah penyaluran dengan
skema supply chain management. (Positive)

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) hingga Juni 2011 masih menyisakan 44,86% atau
sekitar Rp 238,49 miliar dari dana right issue Rp 531,52 miliar yang dilakukan Januari
2010. Pos anggaran yang belum banyak digunakan adalah pembangunan tangki dan
fasilitas dermaga baru sebesar Rp 68,5 miliar atau sekitar 22,3% dari alokasi dana Rp
307 miliar. Dana tersebut merupakan bagian dari belanja modal. (Positive)

PT Wijaya Karya TbK (WIKA)

PT Wijaya Karya TbK (WIKA) dan PT Pertamina (Persero) siap menggandeng produsen
aspal buton untuk meningkatkan kapasitas produksi sehingga mampu memenuhi
kebutuhan pasar dalam negeri. Selama ini utilitas aspal buton masih rendah
yaitu sebesar 25 ribu-30 ribu ton dari kebutuhan aspal nasional sebesar 1,2 juta ton
per tahun. (Positive)

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

Dana hasil IPO PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) telah terserap sebesar
67% atau Rp 4,06 triliun hingga semester I-2011. Realisasi penggunaan dana IPO
itu ditujukan untuk pelunasan utang dan belanja modal perseroan. Sisa dana sebesar
Rp 2,02 triliun akan dipakai untuk membiayai belanja modal perseroan terutama guna
penambahan kapasitas produksi. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal
sebesar Rp 1,8 triliun untuk menambah kapasitas produksi divisi dairy dan divisi mi
instan. (Positive)

PT BW Plantation Tbk (BWPT)

Produksi CPO PT BW Plantation Tbk (BWPT) naik 54% menjadi 59,638 ton di semester
I dibandingkan periode yang sama tahun lalu 38,662 ton. Kenaikan produksi di
periode itu didorong pertumbuhan luas areal tanaman menghasilkan sebesar 4,393 ha
yang merupakan hasil penanaman di tahun 2007. Selain kenaikan produksi CPO , produksi
tandan buah segar juga tumbuh 50% menjadi 250.573 ton dari periode yang
sama tahun lalu 168.185 ton. (Positive)

PT Adaro Energy Tbk (ADRO)

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan meningkatkan kapasitas pelabuhan muat kelanis,
Kalimantan Tengah menjadi 80 juta per tahun dari sebelumnya 55 juta ton per
tahun. Proyek tersebut diperkirakan menelan dana US$ 100 juta dan ditargetkan tuntas
pada semester II-2012. Ekspansi Pelabuhan Kelanis sejalan dengan rencana
penambahan kapasitas produksi menjadi 80 juta ton pada 2012. Tahun lalu, produksi
batubara ini mencapai 42,2 juta ton. (Positive)

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO)

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) telah merealisasikan belanja modal (capex) sebesar
Rp 99 miliar hingga 31 Maret 2011. Penggunaan dana tersebut hanya sekitar 9,9%
dari total capex tahun ini Rp 1 triliun. Perseroan telah menggunakan dana tersebut
untuk aset perkebunan, aset tetap dan pembiayaan usaha sagu yang masung masing
50%, 25%,dan 25%. Perseroan akan memanfaatkan pinjaman bank dan kas internal
untuk membiayai capex dengan komposisi 65% dan 35%. Perseroan tengah menjajaki
pinjaman jangka panjang dari beberapa bank lokal antai lain BNI dan BRI. Selain itu,
perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman bank yang belum terpakai yaitu dari Bank
Mandiri. (Positive)

Exit mobile version