Laporan keuangan tahunan 2010: PT Indika Energy Tbk (INDY), laba bersih naik tipis 6,5%

Laba bersih PT Indika Energy di tahun 2010 mengalami kenaikan tipis sebesar 6.5% dibandingkan dengan periode tahun 2009.  Tahun 2009 laba bersihnya sebesar 725,7 milyar, sedangkan di tahun 2010 mencapai 772,7 milyar. Perusahaan yang bergerak dibidang jasa konstruksi dan tambang batubara  ini secara pendapatan (penjualan)  naik drastis sebesar 41 % dari 2,2 trilyun menjadi 3,5 trilyun.

Tingginya beban pokok penjualan dan beban operasional  menyebabkan perusahaan ini mengalami penurunan laba operasi (laba usaha) sebesar 135% alias merugi.  Tahun 2009 laba usaha sebesar 191,5 milyar sedangkan di tahun 2010 merugi sebesar 65,7 milyar.  Perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham INDY,  mendapatkan keuntungan besar di anak-anak perusahaannya sehingga menyebabkan laba bersih tetap naik.   Laba per lembar saham atau earning per share (EPS) naik 6,5% dari Rp 139 menjadi Rp 148 per lembar saham.  Rasio laba bersih terhadap modal atau return on equity (ROE) sebesar 14,2%.  Sedangkan rasio hutang terhadap modal atau dept to equity ratio (DER) sedikit lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2009.  Tahun 2009 DER sebesar 1,19 kali, sedangkan di tahun 2010 menjadi 1,11 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : INDY-2010–tahunan-laporan-keuangan

Laba bersih PT Timah Tbk (TINS) 2010 meroket 201%

PT Timah Tbk (TINS)  kembali berhasil membukukan kenaikan laba bersih yang fantastis di 2010.  Naik 201% dari 313,7 milyar di tahun 2009 menjadi 947,9 milyar di tahun 2010.  Penjualan (pendapatan) juga naik 8,16% dari 7,7 trilyun menjadi 8,3 trilyun.  Sedangkan laba operasi (laba usaha) meroket 90,28%.  Laba bersih per lembar saham atau earning per share (EPS) juga meroket sejalan dengan kenaikan laba bersih.  EPS naik 203% dari Rp 62 menjadi Rp 188 per lembar saham.

Perusahaan BUMN yang bergerak di sektor tambang timah ini juga membukukan rasion laba bersih terhadap modal atau return on equity yang mengesankan yaitu 23%.  Sedangkan hutang semakin berkurang dengan rasio hutang terhadap modal atau dept to equity ratio (DER) menjadi 0,40 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : TINS-2010-tahunan-laporan-keuangan

Laporan keuangan tahunan 2010 : Laba bersih PT Elnusa Tbk (ELSA) menukik 86%

PT Elnusa Tbk mengalami kemerosotan laba bersih yang sangat tajam dikurun waktu 2010.  Laba bersih turun sebesar 86% menjadi 63,9 milyar dibanding dengan laba bersih yang diperoleh di tahun 2009 yang sebesar 466,2 milyar.  Meski pandapatan naik 15% dari 3,7 trilyun menjadi 4,2 trilyun, namun tidak mampu menaikkan laba operasi.  Laba operasi turun 52% dari 276,3 milyar menjadi 134,1 milyar. 

Perusahaan BUMN yang bergerak di sektor pertambangan minyak ini hanya memperoleh laba per lembar saham (EPS) Rp 9 per lembar saham, atau turun 86% dibanding EPS yang dicapai di tahun 2009 yang sebesar Rp 65 per lembar saham.  Emiten berkode ELSA ini juga mengalami penurunan laba bersih terhadap modal (ROE : return on equity) yang hanya 3%, jauh dibawah pencapaian ditahun 2009 yang mencapai 24%.  Sementara rasio hutang terhadap modal (DER: dept to equity ratio) meningkat menjadi 0.90 kali, naik hampir dua kali lipat dibanding rasio hutang ditahun 2009 yang hanya 0,59 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : ELSA-Laporan Keuangan 2010

Laba bersih Bukit Asam (PTBA) 2010 anjlok 26,36%

PT Bukit Asam Tbk  mengalami kemerosotan laba bersih sebesar 26,36% dari 2,73 trilyun di tahun 2009 menjadi 2,01 trilyun ditahun 2010.  Penjualan juga merosot 11,6% dari 8,95 trilyun menjadi 7,91 trilyun.  Sedangkan laba usaha (laba operasi) anjlok 35,06% dari 3,55 trilyun menjadi 2,3 trilyun.  Sejalan dengan penurunan laba bersih, laba per lembar saham atau earning per share (EPS) juga merosot 26,35% dari Rp 1184 menjadi Rp 882 per lembar saham.

Namun, perusahaan BUMN di sektor tambang batubara yang melantai di bursa saham Indonesia dengan kode saham PTBA ini masih membukukan rasio laba bersih terhadap modal atau return on equity yang tetap tinggi yaitu 31,55%.  Sedangkan rasio hutang terhadp modal atau dept to equity ration (DER) sebesar 0,37 kali.

Laporan keuangan selengkapnya: PTBA-2010-tahunan-laporan-keuangan

Laba bersih Harum Energy (HRUM) 2010 naik 7,43%

PT Harum Energy Tbk hanya cetak kenaikan laba bersih 7,43 % dari 767 milyar di tahun 2009 menjadi 824 milyar di tahun 2010.  Laba bersih per lembar saham atau earning per share (EPS) juga naik 5,35% dari Rp 306,99 menjadi Rp 323,41per lembar saham. 

Namun perusaahan yang bergerak di sektor tambang batubara ini dengan kode saham HRUM ini justru mengalami penurunan penjualan (pendapatan) 2,52% dari 4,6 trilyun menjadi 4,49 trilyun.  Laba usaha (laba operasi) juga mengalami penurunan 6,5% dari 1,22 trilyun menjadi 1,14 trilyun.

Meski laba bersih naik tipis, rasio laba bersih terhadap modal atau retun on equity (ROE) masih cukup tinggi yaitu sebesar 35,84%.  Sedangkan rasio hutang terhadap modal atau dept to equity ration (DER) sebesar 0,51 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : Laporan keuangan tahunan 2010 Harum Energy (HRUM)

Exit mobile version