BUMN manufaktur ( industri pengolahan )

Perusahaan manufaktur adalah perusahaan industri pengolahan yang mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Perusahaan manufaktur identik dengan pabrik yang mengaplikasikan mesin-mesin, peralatan, teknik rekayasa dan tenaga kerja. Istilah ini bisa digunakan untuk aktivitas manusia mulai dari kerajinan tangan sampai ke produksi dengan teknologi tinggi. Namun demikian, istilah ini lebih sering digunakan untuk dunia industri, di mana bahan baku diubah menjadi barang jadi dalam skala besar. Berikut daftar BUMN manufaktur.

BUMN manufaktur ( industri pengolahan )

No Nama Perusahaan Bidang Go Public Kode Saham
1 Batan Teknologi (Persero), PT Atom
2 Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), PT Elektronika
3 LEN Industri (Persero), PT Elektronika
4 Bio Farma (Persero), PT Farmasi
5 Indofarma (Persero) Tbk, PT Farmasi 17-Apr-2001 INAF
6 Kimia Farma (Persero) Tbk, PT Farmasi 04-Jul-2001 KAEF
7 Garam (Persero), PT Garam
8 Cambrics Primissima (Persero), PT Garment
9 Industri Sandang Nusantara (Persero), PT Garment
10 Industri Gelas (Persero), PT Gelas
11 Boma Bisma Indra (Persero), PT Gula
12 Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero), PT Kapal
13 Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), PT Kapal
14 Industri Kapal Indonesia (Persero), PT Kapal
15 PAL Indonesia (Persero), PT Kapal
16 Industri Kereta Api (Persero), PT Kereta Api
17 Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Kertas
18 Kertas Leces (Persero), PT Kertas
19 Barata Indonesia (Persero), PT Logam
20 Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Logam 10-Nop-2010 KRAS
21 Balai Pustaka (Persero), PT Media
22 Percetakan Negara Indonesia, Perum Media
23 Percetakan Uang Republik Indonesia, Perum Media
24 Pradnya Paramita (Persero), PT Media
25 Dirgantara Indonesia (Persero), PT Pesawat Terbang
26 Pupuk Indonesia Holding Company (Persero), PT Pupuk
27 Semen Baturaja (Persero) Tbk, PT Semen 28-Jun-2013 SMBR
28 Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT
d.h Semen Gresik (Persero) Tbk, PT
Semen 08-Jul-1991 SMGR
29 Semen Kupang (Persero), PT Semen
30 Dahana (Persero), PT Senjata
31 Pindad (Persero), PT Senjata

Sumber : Kementerian BUMN

Baca juga :

Definisi BUMN     Daftar BUMN go public     Daftar seluruh BUMN

Analisa saham AKRA cup with handle

Analisa saham AKRA

Analisa fundamental

Dalam analisa saham AKRA secara fundamental perlu membandingkan kinerjanya dalam beberapa tahun terakhir.  Berikut ringkasan kinerjanya menggunakan indikator utama saja (yang biasa dipakai dalam analisa formulasi CAN SLIM):

  2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
EPS (diluted) 61 67 86 83 158 124 166
Peningkatan   10% 28% -4% 91% 5%
 
Pendapatan 5,9 9,5 9,0 12,2 18,8 16,3 21,7
Peningkatan   61% -5% 36% 54% 16%
 
Laba operasi 393 620 540 461 716 608 811
Peningkatan   58% -13% -15% 55% 13%
 
Laba bersih 191 210 275 311 2332 591 788
Equity 1278 1608 1741 2386 3575 4193 4193
ROE 15% 13% 16% 13% 65% 19%
 
Hutang 2000 2918 3811 4807 4734 5598  
Equity 1278 1608 1741 2386 3575 4193
DER 1,56 1,81 2,19 2,01 1,32 1,34

A=Annualize; Q3=3rd quarter (hingga kuartal ketiga)

Catatan:

  • AKRA stock split tanggal 27 Juli 2007 dengan rasion 1:5.
  • EPS dalam rupiah. Pendapatan dalam trilyun. Laba operasi, laba bersih, hutang & equity dalam milyar
  • EPS ditahun 2011 hanya dimasukkan yang dari hasil operasi saja, tidak termasuk hasil penjualan perusahaan Sorini Corporindo Tbk

Analisa huruf C & A dalam CAN SLIM

Current quarter earning & annual earning increase.

Laba kuartal terakhir & laba tahunan meningkat

EPS dalam 6 tahun terakhir hanya sempat turun sekali ditahun 2010. Tetapi penurunan ini dapat dikembalikan dengan kenaikan yang cukup tinggi di tahun 2011.  Meski EPS tetap naik di tahun 2012, namun peningkatan mulai mengecil.  Apakah sampai akhir tahun akan tetap mirip atau akan ada perubahan drastis dalam EPS.   Bisa saja karena AKRA bergerak di sektor perdagangan besar, penjualan dalam beberapa bulan terakhir belum masuk pembukuan kuartal ketiga karena adanya penundaan pembayaran dari konsumen AKRA.  Dan jika yang terjadi seperti itu, kemungkinan besar akan ada perubahan EPS yang cukup signifikan diakhir tahun.

Meski peningkatan EPS di tahun 2012 tidak terlalu besar, namun ROE cukup tinggi sebesar 19%.  Rasio hutang cukup tinggi yang rata-rata diatas 1 kali modal. Ini mungkin bisa dimaklumi karena sektornya bergerak dibidang perdagangan besar (wholesale) sehingga hutang dagang (hutang lancar) juga besar.

Meski AKRA tidak pernah rugi dalam 6 tahun terakhir, stabilitas dari peningkatan EPS, laba operasi dan pendapatan terlalu lebar (standar deviasinya besar).

Analisa teknikal

Grafik harga saham AKRA membentuk pola cup with handle (cangkir bertangkai). Harga tertinggi baru terjadi tanggal 17 Oktober 2012 diharga 4.550.  Setelah mencapai harga tertinggi baru, harga mulai terkoreksi atau melakukan konsolidasi secara normal. Konsolidasi terjadi selama 4 minggu.

Saham AKRA – pola grafik cup with handle

Setelah konsolidasi selama 4 minggu, pada hari Jum’at (9 Nopember 2012) harga saham AKRA bergerak naik dan ditutup di buy point (harga resisten) yaitu 4.550. Volume perdagangan cukup besar. Ini berindikasi akan adanya aksi lanjutan pada beberapa hari atau beberapa minggu kedepan yang makin melambungkan harga AKRA semakin tinggi.

Mmm, tertarik juga…:D

Contoh analisis fundamental saham (BBCA vs BBRI)

Berikut contoh fundamental analisis saham antara saham bank BCA ( BBCA ) versus  saham bank BRI ( BBRI ) menggunakan metode CAN SLIM. Pada contoh fundamental analysis saham ini, kita memerlukan data laporan keuangan dari masing-masing perusahaan.

 Contoh fundamental analisis saham (BBCA vs BBRI)

Analisa CAN SLIM huruf C&A 

Current quarter earning & Annual earning increase.
Laba di kuartal terakhir  & laba tahunan yang meningkat.

Laba yang dimaksud bukanlah laba bersih tetapi adalah laba per lembar saham (earning per share – EPS).  Berikut ringkasan laporan keuangan bank BCA dan BRI dalam 6 tahun terakhir (2007-2012).

[tabby title=”EPS”]

1. EPS : earning per share (laba per lembar saham) – fundamental analisis saham

Dalam analisa fundamental saham, EPS merupakan faktor utama yang harus dilihat. Kita menggunakan EPS yang terdilusi untuk menghilangkan bias oleh aktifitas yang mengakibatkan jumlah saham beredar meningkat (seperti stock split, right issue, ESOP dan lainnya).

EPS (diluted) 2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
  BBCA 182 234 279 348 444 339 452
BBRI 196 243 298 467 623 549 732
Peningkatan EPS
  BBCA   29% 19% 25% 28% 2%
BBRI   24% 23% 56% 34% 17%

A= Annualize (disetahunkan) ; Q3=3rd quater (hingga kuartal ke 3) Catatan:

  • BBCA stock split tanggal 28 Januari 2008 dengan rasion 1:2.  Konsekwensinya, EPS ditahun 2007 harus dibagi 2 (terdilusi) sehingga EPS BCA tahun 2007 yang sebelumnya 364 menjadi 182.
  • BBRI stock split tanggal 11 Januari 2011 dengan rasio 1:2.  Konsekwensinya, EPS ditahun 2010 dan tahun sebelumnya harus dibagi 2 (terdilusi) sehingga EPS tahun 2009 yang sebelumnya 596 menjadi 298.  Begitu juga eps tahun sebelumnya (2008 & 2007).
  • EPS diatas dalam rupiah dan sudah dibulatkan ke desimal terdekat

Dalam 6 tahun terakhir secara nilai rupiah bank BRI selalu mengalahkan bank BCA.   Dari segi peningkatan EPS, bank BRI juga mengalahkan bank BCA (kecuali di tahun 2008 BBRI sedikit lebih rendah dibanding BBCA).  Dalam kontek EPS, bank BRI mangalahkan bank BCA.

[tabby title=”Penjualan”]

2. Pendapatan (penjualan) – Contoh Fundamental Analisis Saham

Selanjutnya dalam analisa fundamental saham, Pendapatan adalah faktor kedua yang harus diperhatikan. Kita ingin mengetahui apakah laba yang diperoleh merupakan hasil dari penjualan ( produk dan atau jasa ) perusahaan. Bisa saja pendapatan diperoleh dari hasil penjualan aset perusahaan.

Berikut ringkasan pendapatan bunga bank BCA dan bank BRI (dalam trilyun rupiah)

Pendapatan 2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
  BBCA 16,3 19,3 22,9 20,7 24,1 19,9 26,5
BBRI 23,2 28,1 35,3 44,6 48,2 40,7 54,3
Peningkatan pendapatan
  BBCA   18% 19% -10% 16% 10%
BBRI   21% 26% 26% 8% 13%

Secara rupiah, pendapatan bank BRI selalu mengalahkan bank BCA.  Dari segi peningkatan pendapatan dari tahun ke tahun, bank BRI juga hampir selalu mengalahkan bank BCA.    Pendapatan bank BRI selalu meningkat, tidak pernah turun. Pendapatan bank BCA sempat turun di tahun 2010. Dalam hal pendapatan, bank BRI juga mengalahkan bank BCA.

[tabby title=”Laba Operasi”]

3. Laba operasi – Contoh Fundamental Analisis Saham

Lalu dalam fundamental analisis saham juga kita perhatikan laba operasi.  saham Berikut ringkasan laba operasi bank BCA dan bank BRI (dalam trilyun rupiah)

Laba operasi 2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
  BBCA 6,3 7,7 8,5 10,4 13,3 10,0 13,3
BBRI 7,6 8,3 8,6 14,4 17,6 15,6 20,8
Peningkatan laba operasi
  BBCA   21% 11% 22% 28% 0%
BBRI   10% 3% 68% 22% 18%

Dari segi nilai rupiah, laba operasi bank BRI selalu mengalahkan bank BCA.  Pendapat kedua bank selalu meningkat dari tahun ke tahun, kecuali ditahun 2012 bank BCA menunjukkan laba operasi yang stagnan.  Dalam hal laba operasi bank BRI juga mengalahkan bank BCA.

[tabby title=”ROE”]

4. ROE – Return On Equity  (laba dibandingkan modal) – fundamental analisis saham

Dalam analisa fundamental saham, ROE sama penting nya dengan EPS. Kita harus tahu apakah laba yang diperoleh cukup signifikan dibanding modal perusahaan. Perusahaan bermodal 10 juta yang menghasilkan laba bersih 20 juta setahun memiliki ROE 200% (dua ratus persen). Sedangkan perusahaan (misal bank kecil ) bermodal 5 trilyun cuma memperoleh laba 50 milyar dalam setahun berarti hanya memiliki ROE 1 % (satu persen).

ROE didapat dengan membagi laba bersih dengan equity (ekuitas) atau modal.  Berikut ringkasannya (laba bersih dan equity dalam trilyun rupiah).

  2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
BBCA
  Laba bersih 4,5 5,8 6,8 8,5 10,8 8,2 10,9
Equity 20,4 23,3 27,9 34,1 42,0 49,2 49,2
ROE 22% 25% 24% 25% 26% 22%
BBRI
  Laba bersih        4,8        6,0        7,3     11,5     15,3     3,5    18,0
Equity     19,4     22,4     27,3     36,7     49,8     9,6     9,6
ROE 25% 27% 27% 31% 31% 30%

Kedua bank memiliki ROE yang bagus, berhasil membukukan laba bersih dengan ROE diatas 20%.  Tapi, tetap saja bank BRI memiliki pencapaian yang lebih baik dari bank BCA.  Bank BRI masih mengalahkan bank BCA dari segi ROE.

[tabby title=”DER”]

5. DER – Dept to Equity Ratio (rasio hutang terhadap modal) – fundamental analisis saham

Yang juga tidak boleh dilupakan dalam analisa fundamental saham adalah kondisi hutang perusahaan. Perusahaan yang terlalu banyak hutang akan mengeluarkan terlalu banyak biaya bunga. Ini membawa kondisi perusahaan keambang kebangkrutan.

Dalam industri bank, tabungan nasabah merupakan hutang bagi bank. Makin besar hutangnya mengindikasikan makin banyak simpanan nasabah di bank tersebut. Berikut ringkasannya (hutang dan equity dalam trilyun rupiah)

  2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3
BBCA
  Hutang 197,6 222,6 254,5 290,3 339,2 377,0
Equity 20,4 23,3 27,9 34,1 42,0 49,2
DER 9,66 9,56 9,14 8,51 8,07 7,66
BBRI
  Hutang   184,3   223,7   289,7   367,6   420,1   409,4
Equity     19,4     22,4     27,3     36,7     49,8     59,6
DER     9,48   10,01   10,63   10,02     8,43     6,87

Jumlah hutang bank BRI mulai lebih tinggi dari bank BCA sejak tahun 2008.   Ini mengindikasikan dana kelolaan nasabah di bank BRI makin banyak dibandingkan bank BCA.  Dalam konteks ini (pengelolaan dana nasabah) bank BRI mulai mengalahkan bank BCA.

[tabbyending]

Secara keseluruhan fundamental analisis saham ( berdasarkan analisa huruf C & A dalam CAN SLIM ), kinerja bank BCA versus bank BRI dimenangkan oleh bank BRI. Fundamental analisis saham BCA vs BRI selengkapnya bisa dilihat di BBCA vs BBRI.

Contoh fundamental analysis saham lainnya dapat dilihat dihalaman Analisis Saham.

BRI vs BCA (analisis saham medote CAN SLIM)

Analisis saham BRI vs BCA menggunakan medote CAN SLIM. Baik bank BCA (kode saham BBCA) maupun  bank BRI (kode saham BBRI), keduanya merupakan saham blue chip. Kapitalisasi sama-sama besar. Likuiditas sama-sama tinggi.

BCA sang borjuis.  BRI sang petani.

Ungkapan diatas adalah gambaran yang ada di kepala saya di awal tahun 90-an. Zaman masih awal kuliah.

Saat melintasi kantor bank BCA, kesan yang tertangkap adalah sangat borjuis.   Penuh dengan orang-orang yang datang berjas, berdasi, pake mobil mewah.  Wah, inilah bank para high class.  Bank BCA dikala itu begitu sukses dengan fasilitas ATM-nya yang tersebar dihampir semua kota besar di Indonesia.  Saya yang bokek ( maklum, mahasiswa kan bokek 😀 ), minder mau buka rekening di bank BCA.

Disisi lain, kantor bank BRI terlihat kusam di kecamatan, dimasuki oleh orang-orang dengan pakaian sederhana. Kesan yang tertangkap adalah bank nya orang kelas bawah, para petani, para pedagang pasar. Bicara tentang ATM, boro-boro gampang mencari ATM BRI.

Well, walhasil kala itu  saya tidak membuka rekening disalah satu dari kedua bank tersebut 😀

Sekarang 2012, lebih dari 20 tahun kemudian, bagaimanakah kedua bank ini? Sebagai investor individual, anda tidak perlu terlalu jauh masuk kedalam perusahaan untuk melihat track recordnya.  Dengan membedah laporan keuangan yang dipublikasikan di website BEI, kita akan menganalisa memakai indikator utama saja.  Dan yang paling cerdik adalah menggunakan analisa CAN SLIM.

Analisa CAN SLIM saham BRI vs BCA

[tabby title=”CA”]

1. Huruf C&A – BRI vs BCA

Current quarter Earning & Annual earning increase

Laba di kuartal terakhir  & laba tahunan yang meningkat

Laba yang dimaksud bukanlah laba bersih tetapi adalah laba per lembar saham ( earning per share – EPS ).  Berikut ringkasan dari EPS bank BCA dan BRI dalam 6 tahun terakhir.

1.1 EPS

Earning Per Share

laba per lembar saham

Kita menggunakan EPS yang terdilusi untuk menghilangkan bias oleh aktifitas yang mengakibatkan jumlah saham beredar meningkat ( seperti stock split, right issue, ESOP dan lainnya ).

EPS (diluted) 2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
  BBCA 182 234 279 348 444 339 452
BBRI 196 243 298 467 623 549 732
Peningkatan EPS
  BBCA   29% 19% 25% 28% 2%
BBRI   24% 23% 56% 34% 17%

A= Annualize ( disetahunkan ) ; Q3=3rd quater ( hingga kuartal ke 3 )

Catatan:

  • BBCA stock split tanggal 28 Januari 2008 dengan rasion 1:2.  Konsekwensinya, EPS ditahun 2007 harus dibagi 2 ( terdilusi ) sehingga EPS BCA tahun 2007 yang sebelumnya 364 menjadi 182.
  • BBRI stock split tanggal 11 Januari 2011 dengan rasio 1:2.  Konsekwensinya, EPS ditahun 2010 dan tahun sebelumnya harus dibagi 2 ( terdilusi ) sehingga EPS tahun 2009 yang sebelumnya 596 menjadi 298.  Begitu juga eps tahun sebelumnya ( 2008 & 2007 ).
  • EPS diatas dalam rupiah dan sudah dibulatkan ke desimal terdekat

Dalam 6 tahun terakhir secara nilai rupiah EPS bank BRI selalu mengalahkan bank BCA.   Dari segi peningkatan EPS, bank BRI juga mengalahkan bank BCA ( kecuali di tahun 2008 BBRI sedikit lebih rendah dibanding BBCA ).  Dalam kontek EPS, bank BRI mangalahkan bank BCA.

1.2 Pendapatan

Berikut ringkasan pendapatan bunga bank BRI vs BCA ( dalam trilyun rupiah )

Pendapatan 2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
  BBCA 16,3 19,3 22,9 20,7 24,1 19,9 26,5
BBRI 23,2 28,1 35,3 44,6 48,2 40,7 54,3
Peningkatan pendapatan
  BBCA  – 18% 19% -10% 16% 10%
BBRI  – 21% 26% 26% 8% 13%

Secara rupiah, pendapatan bank BRI selalu mengalahkan bank BCA.  Dari segi peningkatan pendapatan dari tahun ke tahun, bank BRI juga hampir selalu mengalahkan bank BCA.    Pendapatan bank BRI selalu meningkat, tidak pernah turun. Pendapatan bank BCA sempat turun di tahun 2010. Dalam hal pendapatan, bank BRI juga mengalahkan bank BCA.

1.3 Laba operasi

Berikut ringkasan laba operasi bank BRI vs BCA ( dalam trilyun rupiah )

Laba operasi 2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
  BBCA 6,3 7,7 8,5 10,4 13,3 10,0 13,3
BBRI 7,6 8,3 8,6 14,4 17,6 15,6 20,8
Peningkatan laba operasi
  BBCA  – 21% 11% 22% 28% 0%
BBRI  – 10% 3% 68% 22% 18%

Dari segi nilai rupiah, laba operasi bank BRI selalu mengalahkan bank BCA.  Pendapat kedua bank selalu meningkat dari tahun ke tahun, kecuali ditahun 2012 bank BCA menunjukkan laba operasi yang stagnan.  Dalam hal laba operasi bank BRI juga mengalahkan bank BCA.

1.4 ROE

Return On Equity  

laba dibandingkan modal

ROE didapat dengan membagi laba bersih dengan equity ( ekuitas ) atau modal.  Berikut ringkasan ROE bank BRI vs BCA ( laba bersih dan equity dalam trilyun rupiah ).

  2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
BBCA
  Laba bersih 4,5 5,8 6,8 8,5 10,8 8,2 10,9
Equity 20,4 23,3 27,9 34,1 42,0 49,2 49,2
ROE 22% 25% 24% 25% 26% 22%
BBRI
  Laba bersih  4,8 6,0 7,3 11,5 15,3 3,5 18,0
Equity 19,4 22,4 27,3 36,7 49,8 9,6 9,6
ROE 25% 27% 27% 31% 31% 30%

Kedua bank memiliki ROE yang bagus, berhasil membukukan laba bersih dengan ROE diatas 20%.  Tapi, tetap saja bank BRI memiliki pencapaian yang lebih baik dari bank BCA.  Bank BRI masih mengalahkan bank BCA dari segi ROE.

1.5 DER

Dept to Equity Ratio

rasio hutang terhadap modal

Dalam industri bank, tabungan nasabah merupakan hutang bagi bank. Makin besar hutangnya mengindikasikan makin banyak simpanan nasabah di bank tersebut. Berikut ringkasan DER bank BRI vs BCA ( hutang dan equity dalam trilyun rupiah )

  2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3
BBCA
  Hutang 197,6 222,6 254,5 290,3 339,2 377,0
Equity 20,4 23,3 27,9 34,1 42,0 49,2
DER 9,66 9,56 9,14 8,51 8,07 7,66
BBRI
  Hutang   184,3   223,7   289,7   367,6   420,1   409,4
Equity     19,4     22,4     27,3     36,7     49,8     59,6
DER     9,48   10,01   10,63   10,02     8,43     6,87

Jumlah hutang bank BRI mulai lebih tinggi dari bank BCA sejak tahun 2008.   Ini mengindikasikan dana kelolaan nasabah di bank BRI makin banyak dibandingkan bank BCA.  Dalam konteks ini ( pengelolaan dana nasabah ) bank BRI mulai mengalahkan bank BCA.

Secara keseluruhan, analisa huruf C & A dalam CAN SLIM terhadap bank BCA dan bank BRI dimenangkan oleh bank BRI.

[tabby title=”N”]

2. Huruf N – BRI vs BCA

New management, New product, New high

Manajemen baru, produk baru, harga saham tertinggi baru

Harga saham bank BRI baru saja mencapai harga tertinggi baru ( new high ) di 7.850 pada tanggal 18 Oktober 2012.  Saham bank BCA masih mencoba mendekati harga tertinggi yang pernah terjadi yaitu 8.700 pada tanggal 4 Agustus 2011 ( lebih dari setahun yang lalu ).  Kemaren ( 7 Nopember 2012 ) harga saham BCA baru mampu ke 8.550. Masih dibawah harga tertinggi yang dicapai lebih dari setahun yang lalu.

Bank BCA melakukan perubahan di top management dengan mengganti direktur utama pada 12 Mei 2011. Pergantian direksi di bank BRI terjadi pada Mei 2011. Pada tahun 2013  kemungkinan juga akan terjadi pergantian di jajaran top manajemen BRI. Setiap pergantian top manajemen tentu dengan harapan bahwa manajemen baru akan terus meningkatkan perusahaan yang dipimpinnya. Bagaimana hasilnya, tertuang di laporan keuangan.

Dari segi produk perbankan, mungkin yang ditawarkan bank BCA juga ditawarkan oleh BRI. Kedua bank hampir memiliki jenis produk perbankan yang sama. Tinggal sekarang, bank yang manakah yang mampu menawarkan produknya secara inovatif sehingga menarik semakin banyak nasabah?.   Entahlah…Mari kita sama-sama gooling untuk mencari tahu 😀

[tabby title=”S”]

3. Huruf S – BRI vs BCA

Supply and demand

Permintaan dan penawaran

Kedua bank memiliki likuiditas yang tinggi di bursa.  Baru-baru ini setelah mencapai harga tertinggi baru, bank BRI sempat turun dengan volume banyak ( over supply ) diiringi dengan sedikit rumor.  Kalau secara teknikal, yang terjadi hanya tren turun akibat sentimen bursa yang meyakini harga terkoreksi ke MA 200 ( moving average 200 ).  Dan harga terendah bank BRI di 7.000 sudah mendekati MA 200.

Untuk mengetahui supply and demand dari saham kedua bank, mau tidak mau harus selalu mencermati aksi pasar melalui grafik harga saham harian.

[tabby title=”L”]

4. Huruf L – BRI vs BCA

Leader or Laggard

Pemimpin atau pecundang

Dalam 5 tahun terakhir bisa dikatakan bank BCA dan bank BRI masuk dalam top 3 pemimpin pasar (bersama dengan bank mandiri).  Ini tercermin dari likuiditas di bursa, kapitalisasi dan prosentase saham yang beredar di publik.

[tabby title=”I”]

5. Huruf I – BRI vs BCA

Institutional sponsorship

Institusi sponsor

Institusi mana saja yang berinvestasi di bank BCA dan bank BRI ?.   Saya masih kesulitan mendapatkan datanya 😀

[tabby title=”M”]

6. Huruf M – BRI vs BCA

Market direction

Arah pasar

Bursa Efek Indonesa masih mencoba bertahan dengan tren naiknya, meskipun regional (terutama dow jones) menunjukkan gejala pelemahan.

Individual tren dari saham bank BCA dan bank BRI dapat dicermati dari grafik harga saham berikut:

Grafik harga saham bank BCA 2012
Grafik harga saham bank BRI 2012

Pada kedua grafik, terlihat bahwa fluktuasi saham bank sangat rentan dengan isu-isu finansial. Perubahan suku bunga, kebijakan bank sentral Amerika (FED) kebijakan Bank Indonesia.

Bagi trader, bermain di kedua bank cukup aman, karena historisnya masih mampu mencapai harga tertingginya (jika nyangkut, anda tahan masih mampu balik).  Bagi investor yang bermain long, pilihan yang lebih baik (berdasarkan fakta kinerja keuangan diatas) adalah bank BRI.

[tabbyending]

Tinjauan terakhir

Dari analisa CAN SLIM diatas dan dengan melihat ke laporan keuangan 2012 kuartal ketiga, bank BRI masuk kategori saham CAN SLIM, sedangkan bank BCA sudah kurang memenuhi kriteria saham CAN SLIM.  Akankah di laporan keuangan akhir tahun 2012 bank BCA akan recovery dan kembali mencetak rekor pertumbuhan laba yang signifikan? Kita tunggu saja

Bicara masalah ekspektasi, outlook dan lain-lainnya yang bersifat masa depan (belum terjadi), bisa dibumbui dengan opini dan kepentingan.   Kinerja yang terlihat di laporan keuangan adalah fakta.

Mana pilihan anda?  Saya pilih saham BBRI aja lah 😀

Lihat juga :

Download laporan keuangan BRI

Download laporan keuangan BCA

Exit mobile version