Berita AKR Corporindo Tbk (AKRA)

Berita AKR Corporindo Tbk (AKRA)

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) memproyeksikan penjualan batu bara perseroan tahun ini mencapai 1,5 juta yang bersasal dari produksi tahun ini dan persediaan tahun lalu. Perseroan mengatakan tambang batu bara perseroan berproduksi sejak Agustus 2011 dan hingga akhir tahun lalu menghasilkan 300 ribu-500 ribu ton. Perseroan melakukan penjualan pada Desember dan hanya sebagian kecil sisanya disimpan di stockpile. Tahun ini perseroan menargetkan produksi batu bara 1 juta-1,2 juta ton.

Dengan demikian,  penjualan ditargetkan mencapai 1,5 juta ton. Perseroan mengalokasikan Rp 80 miliar-Rp 90 miliar untuk mengembangkan tambang batu bara, mencakup pembangunan hauling road dan pelabuhan. Alokasi tersebut merupakan bagian belanja modal tahun ini sebesar Rp 1,3 triliun. Belanja modal dibiayai dari kas dan bawaan (carry over) tahun lalu sebesar US$ 77 juta. Perseroan menargetkan pendapatan tahun ini tumbuh 20-25% menjadi Rp 22 triliun-Rp 23,4 triliun dari tahun lalu Rp 18,7 triliun.

Berita Intraco Penta Tbk (INTA)

Berita Intraco Penta Tbk (INTA)

PT Intraco Penta Tbk (INTA) mendapatkan principal alat berat baru yaitu Sinotruk.
Melalui anak usahanya bernama PT Intraco Penta Wahana, perseroan akan memasarkan
alat berat produksi perusahaan asal China. Tahun ini, perseroan berniat untuk menjual
650 unit Sinotruk. Pasar yang dituju adalah pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.
Sepanjang tahun 2011, perseroan berhasil menjual alat berat sebanyak 1.580
unit. Jumlah tersebut naik 89,22% dari penjualan alat berat tahun 2010 sebesar 835 unit.

Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan kenaikan penjualan alat berat 30%.
Salah satu strateginya adalah dengan membuka cabang penjualan baru. Di tahun 2012,
perseroan berencana membangun lima cabang penjualan baru di Sulawesi dan Maluku.
Kebutuhan investasi untuk pembangunan tiap cabang adalah sebesar US$ 3 juta. Total
kebutuhan investasi bagi pembangunan lima cabang mencapai US$ 15 juta. Perseroan
akan menutup kebutuhan ini dari kas internal.

Berita Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

Berita Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

Kredit yang belum ditarik (undisbursed loan)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat total komitmen kredit
yang belum ditarik (undisbursed loan) di segmen korporasi sekitar Rp 6-7 triliun hingga
2011. Dari total nilai tersebut, mayoritas berasal dari kredit korporasi. Sedangkan dari
segmen lainnya tidak mengalami masalah dalam penarikan kredit. Tahun ini, perseroan
telah menandatangani sejumlah komitmen kredit baru. Hingga 2011, pertumbuhan kredit
korporasi telah mencapai target yaitu 18%. Untuk menopang pertumbuhan kredit tahun
ini, perseroan berencana untuk menambah modal melalui penerbitan obligasi subordinasi
untuk penambahan modal tier 2. Kondisi modal perseroan untuk tier 1 masih cukup baik,
karena perseroan melakukan penawaran saham terbatas sebesar Rp 10,4 triliun pada Desember
2010.

Obligasi

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akan menerbitkan obligasi subordinasi senilai
US$ 200-US$ 500 juta per semester II tahun ini. Dana yang berasal dari surat utang itu
akan digunakan untuk menambah cadangan berdenominasi dolar AS. Selain untuk salah
satu pertimbangan penerbitan surat utang berdenominasi dolar AS adalah untuk melihat
peringkat perseroan terkait dengan surat utang tersebut. Perseroan berencana menggunakan
dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi subordinasi itu untuk kredit berdenominasi
dolar AS. Selain itu dana obligasi juga akan digunakan untuk mengakuisisi bank
ataupun lembaga keuangan lainnya. Sejauh ini, perseroan mulai menginventarisasi sejumlah
bank dengan aset di atas Rp 15 triliun yang fokus pada bisnis mikro.

Berita UNTR (PT United Tractor Tbk)

PT United Tractors Tbk (UNTR) sepanjang tahun lalu membukukan pejualan batu bara 4,48 juta ton, naik 47% dibandingkan 2010 sebanyak 3,05 juta ton.

Menigkatnya penjualan ditopang kontribusi tambang PT Tuah Turangga Agung yang tahun ini berproduksi penuh. Desember 2011, penjualan batu bara perseroan tumbuh 19,6% (year-on-year) menjadi 500 ribu ton dari 418 ribu ton dan naik 9,4% dibandingkan bukan sebelumnya 457 ribu ton.

Berita TINS (PT Timah Tbk)

PT Timah Tbk (TINS) akan investasi pengembangan industri hilir tahun ini senilai Rp500 miliar. Pendanaan bersumber dari kas internal dan eksternal. Pengembangan pabrik tin solder untuk elektronik dan tin chemical untuk plastik sesuai dengan rencana perseroan untuk meningkatkan hilirisasi produk bijih dan logam timah menjadi produk turunan.

Produk turunan timah dinilai mampu memberikan nilai tambah lebih besar. Biaya pengembangan hilirisasi timah akan dialokasikanya dalam belanja modal. Pendanaan belanja modal bersumber dari kas internal dan eksternal. Perseroan akan menyiapkan belanja modal tahun ini sebesar Rp 2 triliun.

Exit mobile version