Sub sektor asuransi BEI (JASICA 84)

Daftar perusahaan jasa, sektor keuangan, sub sektor asuransi yang terdaftar sebagai perusahaan publik (emiten) di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah :

Perusahaan jasa ( C ) 
Sektor keuangan ( 8 ) 
Sub sektor asuransi ( 84 ) 

[tabby title=”1 – 10″]

No Kode
Saham
Nama
Emiten
Tanggal
IPO
Saham
Syariah
1 ABDA Asuransi Bina Dana Arta Tbk 06-Jul-1989
2 AHAP Asuransi Harta Aman Pratama Tbk 14-Sep-1990
3 AMAG Asuransi Multi Artha Guna Tbk 23-Des-2005
4 ASBI Asuransi Bintang Tbk 29-Nop-1989
5 ASDM Asuransi Dayin Mitra Tbk 15-Des-1989
6 ASJT Asuransi Jaya Tania Tbk 23-Des-2003
7 ASMI Asuransi Kresna Mitra Tbk d.h Asuransi Mitra Maparya Tbk 16-Jan-2014
8 ASRM Asuransi Ramayana Tbk 19-Mar-1990
9 JMAS Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk  18-Des-2017 ?
10 LIFE Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk. 09 Jul 2019 ?

[tabby title=”11 – 16″]

11 LPGI Lippo General Insurance Tbk 06-Sep-2005
12 MREI Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk 04-Sep-1989
13 MTWI Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk  11-Okt-2017 ?
14 PNIN Paninvest Tbk
d.h Panin Insurance Tbk
20-Sep-1983
15 TUGU Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk 28 Mei 2018
16 VINS Victoria Insurance Tbk 28-Sep-2015 ?

[tabby title=”Catatan”]

Catatan penting lainnya terkait sub sektor asuransi

[tabbyending]

( Sub sektor asuransi diperbaharui 18-Jan-2020 )

Daftar Perusahaan Asuransi Berdasarkan Kategori

  1. Perusahaan Asuransi Jiwa / Life Insurance Company
  2. Perusahaan Asuransi Umum /General Insurance Company
  3. Perusahaan Asuransi Sosial / Social Insurance Company
  4. Perusahaan Reasuransi / Reinsurance Company
  5. Perusahaan Pialang Asuransi /Insurance Brokerage Company
  6. Perusahaan Pialang Reasuransi / Reinsurance Brokerage Company
  7. Perusahaan Penilai Kerugian / Loss Adjuster Company
  8. Perusahaan Konsultan Aktuaria / Actuarial Consultant Company
  9. Perusahaan Agen Asuransi / Insurance Agency
  10. Asosiasi / Association

Sektor properti, real estat & konstruksi bangunan (JASICA 6)

JASICA diperkenalkan pada tanggal 2 Januari 1996 adalah klasifikasi industri dari perusahaan yang menjual saham di Bursa Efek Indonesia (dh. Bursa Efek Jakarta). Klasifikasi JASICA memiliki 9 sektor industri. Salah satu sektor industri tersebut adalah sektor properti, real estat & konstruksi bangunan yang merupakan  kelompok perusahaan jasa.

Sektor property, real estate & konstruksi bangunan (JASICA 6)

Perusahaan industri jasa,  sektor property dan realestate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) terdiri dari sub sektor berikut:

1. Sub sektor property & real estate

2. Sub sektor Konstruksi & Bangunan

Per tanggal 25 Januari 2021, Bursa Efek Indonesia menerapkan klasifikasi baru. Update dari halaman ini ada di sektor saham IDX-IC.

Daftar semua emiten (urut abjad) Daftar semua Sektor di BEI

Berita Tbk : IMAS, UNTR, BKSL, GJTL, BUMI, ANTM, HMSP

Berita Perusahaan Tbk

PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS)

Saham PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) dibeli kembali oleh PT Tritunggal
Intipermata (TIP) sebanyak 4,78 juta saham. Pembelian dilakukan pada harga
Rp 12 ribu per saham, sehingga nilainya mencapai Rp 57,3 miliar. Pembelian dilakukan
pada 29 Juli 2011. Tujuan dari pembelian tersebut adalah sebagai investasi
jangka panjang. TIP tidak mengeksekusi haknya saat perseroan melakukan HMETD.
Perseroan mendapatkan dana sebesar Rp 2,76 triliun dari hasil right issue. Dananya
digunakan untuk membayar utang dan memperkuat divisi bisnis otomotif dan pembiayaan.
(Positive)

PT United Tractors Tbk (UNTR)

PT United Tractors Tbk (UNTR) menaikkan target penjualan alat berat tahun ini
menjadi 8000 unit yang dari sebelumnya sebanyak 7.500 unit. Hal ini diiringi oleh
tingginya realisasi penjualan sampai semester I-2011 yang naik 59% menjadi 4.333
unit. Divisi alat berat menyumbangkan 51% dari total pendapatan konsolidasi perseroan
selama semester I-2011 sebesar Rp 18,08 triliun. Laba bersih perseroan melonjak
33% menjadi Rp 2,54 triliun. (Positive)

PT Sentul City Tbk (BKSL)

PT Sentul City Tbk (BKSL) berencana untuk melepas 10% saham tanpa hak memesan
efek terlebih dahulu. Perseroan segera menerbitkan 2,85 miliar saham baru seri C.
Harga pelaksanaanya Rp 117 per saham. Dari penerbitan saham baru ini, perseroan
akan mendapatkan dana sebesar Rp 333,91 miliar. Penerbitan saham baru akan dilaksanakan
pada 11 Agustus 2011. Dana tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi
perusahaan properti terafilisiasi PT Aftanesia Raya. Perseroan akan membeli saham
pendiri dan saham baru Aftanesia Raya. Perseroan mengalokasikan dana Rp 276,81
miliar untuk membeli saham baru dan sebesar Rp 2 miliar untuk membeli saham
pendiri Aftanesia, dan sisanya Rp 55,1 miliar akan dipakai untuk modal kerja dan
pengembangan usaha. (Positive)

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) berpeluang memasok 4.000 ban original equipment
(OE) kepada produsen mobil asal Malaysia, Proton per bulan sampai Januari 2012. Pasokan
akan berlangsung mulai November 2011. Perseroan optimis dapat mencapai
target penjualan sebesar 25% tahun ini, dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 9,85 triliun.
Ini disebabkan karena 80% dari kenaikan harga bahan baku dapat dialihkan
kepada konsumen. Pada semester I-2011, perseroan telah menaikkan harga jual 10%
dan rencananya perseroan masih akan menaikkan harga jual pada semester II.
(Positive)

PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengestimasikan penjualan semester I 2011 naik
30% menjadi US$ 2,76 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 2,13
miliar. Pertumbuhan seiring kenaikan harga jual rata-rata batu bara. Harga jual ratarata
meningkat 36% YoY dari US$ 67 per ton menjadi US$ 91 per ton pada tahun ini.
Dengan kenaikan harga jual tersebut laba bersih perseroan diperkirakan meningkat
signifikan dari semester I-2010 yang mencapai US$ 134,57 juta. (Positive)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) telah merealisasikan capex sebesar Rp 75,2 miliar
untuk kegiatan eksplorasi sepanjang semester I 2011. Fokus kegiatan eksplorasi pada
komoditas nikel, emas, bauksit, dan batu bara. (Positive)

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP)

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) menurunkan nilai goodwill sebesar
79% menjadi Rp 49 miliar per kuartal II-2011 dari Rp 237 miliar pada kuartal I-2011.
Penurunan itu terjadi seiring ditutupnya operasional Sampoerna Joo Lan Sdn Bhd,
anak usahanya di Malaysia yang 100% sahamnya dimiliki oleh perseroan. (Negative)

Berita Tbk : PTPP, MYOR, BBCA, AALI, ANTM, JSMR, INTA,

Berita Perusahaan Tbk

PT PP Tbk (PTPP)

PT PP Tbk (PTPP) membukukan laba bersih sebesar Rp 44,98 miliar pada semester
I-2011. Laba tersebut melonjak 78,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu
sebesar Rp 25,2 miliar. Kenaikan laba bersih perseroan seiring dengan peningkatan
laba usaha sebesar 71,1% dari Rp 89,03 miliar menjadi Rp 152,4 miliar. Adapun pendapatan
perusahaan pada semester I-2011, mencapai Rp 1,67 triliun atau naik 23,7%
dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,35 triliun. Pertumbuhan
kinerja perseroan ditopang oleh keberhasilan perseroan menjalankan efisiensi biaya
pelaksanaan proyek hingga 1%. Hingga Juli 2011, perseroan berhasil membukukan
kontrak baru sebesar Rp 12 triliun hingga kuartal III-2011. Perseroan optimis pendapatan
tahun ini dapat mencapai Rp 8,4 triliun, melonjak 90,9% dibandingkan periode
yang sama 2010 sebesar Rp 4,4 triliun. (Positive)

PT Mayora Indah Tbk (MYOR)

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) akan mencairkan fasilitas pinjaman sebesar Rp 500
miliar pada semester II-2011 dari total fasilitas pinjaman sebesar Rp 950 miliar.
Bunga pinjaman mengacu pada LIBOR ditambah 1,5%-2%. Pinjaman itu berasal dari
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebesar Rp 300 miliar, Mizuho Bank sebesar Rp 300
miliar, dan ANZ Bank sebesar Rp 350 miliar. Jatuh temponya hingga 2018. Dana
tersebut akan dipakai untuk membiayai capex tahun ini sebesar Rp 700 miliar. Pencairan
pinjaman dibagi dalam dua tahap yaitu Rp 200 miliar pada semester I dan Rp
500 miliar pada semester II tahun ini. Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan
sebesar Rp 8,6 triliun meningkat 19,4% dibandingkan 2010 senilai Rp 7,2 triliun. Laba
bersih diproyeksi naik 4,3% menjadi Rp 505,3 miliar. (Positive)

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) telah mengucurkan dana Rp 800 miliar sepanjang
semester I-2011. Dana tersebut merupakan bagian dari capex tahun ini sebesar Rp
1,5 triliun. Dana tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur, pabrik baru dan
perawatan kebun kelapa sawit. Sampai semester I, penggunaan dana capex mencapai
53,3%. Perseroan menghabiskan 25% dari capex yaitu sebesar Rp 800 miliar untuk
membangun infrastruktur. Sedangkan pembangunan pabrik baru dan replacement
pabrik lama 30% dan perawatan kebun 45%. (Positive)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kemungkinan untuk menerbitkan obligasi berdominasi
rupiah yang setara dengan US$ 350 juta pada akhir tahun ini dan mencari project
financing senilai US$ 650 juta untuk membiayai proyek feronikel di Buli, Halmahera
Timur, Maluku Utara. Proyek tersebut diperkirakan memiliki kapasitas produksi 27.000
ton Ni per tahun dan beroperasi secara komersial pada semester II/2014. (Positive)

PT Jasa Marga Tbk (JSMR)

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) siap mengucurkan dana sebesar Rp 288 miliar untuk
mengerjakan proyek tol Serangan– Tanjong Benoa di Bali sepanjang 11.5 Km. Pengerjaan
fisik rencananya akan mulai pada Oktober 2012. Total investasi proyek ini mencapai
Rp 1,6 triliun. Sebanyak 70% investasi dibiayai dari pinjaman bank, sementara
30% dari ekuitas konsorsium. (Positive)

PT Intraco Penta Tbk (INTA)

PT Intraco Penta Tbk (INTA) di semester I-2011 telah mendapatkan pemesanan
438 unit alat berat. Perseroan memastikan dapat menjual 1.175 unit alat berat.
Perseroan hampir mencapai target penjualan di tahun ini sekitar 1.200 unit. Dengan
demikian, saat ini perseroan telah memastikan penjualan sekitar 91% dari target
2011. Nilai penjualan tersebut mencapai US$ 216 juta. (Positive)

Berita Tbk : MEDC, LPKR, BTPN, ADMF, ROTI, TBIG, MYOR, SIMP,

Berita Perusahaan Tbk

PT Medco Energi International Tbk (MEDC)

PT Medco Energi International Tbk (MEDC) membukukan laba bersih sebesar US$
19,9 juta pada semester I-2011. Laba tersebut naik 64,7% dibandingkan periode yang
sama tahun lalu yaitu sebesar Rp 12,1 juta. Kenaikan laba bersih tersebut ditopang
oleh peningkatan penjualan minyak dan gas bersih. Hingga Juni, produksi migas perusahaan
itu rata-rata mencapai 56,5 MBOEPD dibandingkan periode yang sama 2010
sebanyak 55,5 MBOEPD. Harga jual rata-rata juga naik dari US$ 80,5 per barel menjadi
US$ 113,2 per barel. (Positive)

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencetak laba bersih sebesar Rp 298 miliar pada
semester I-2011, melonjak 35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 221
miliar. Hal itu terjadi seiring naiknya pendapatan sebesar 29% menjadi Rp 1,88 triliun
dari sebelumnya Rp 1,46 triliun. (Positive)

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN)

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) menjajaki penerbitan obligasi
lanjutan pada semester II-2011. Saat ini perseroan masih mengantongi izin untuk
menerbitkan obligasi sebesar Rp 2 triliun. Obligasi tersebut akan diterbitkan secara
bertahap pada 2011 dan 2012. Dana obligasi tersebut akan digunakan untuk mendukung
ekspansi kredit perseroan. Pada 2011, perseroan menargetkan pertumbuhan
kredit mencapai sekitar 25%-30% dibandingkan tahun lalu. (Positive)

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF)

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) membukukan nilai pembiayaan baru
sebesar Rp 14,8 triliun pada semester I-2011, atau meningkat 34% dibandingkan periode
yang sama tahun lalu. Jumlah unit yang dibiayai tersebut sebanyak 933 ribu unit
atau tumbuh 24%. Peningkatan pembiayaan itu diiringi dengan terjaganya rasio utang
bermasalah perseroan pada tingkat 1,4%. (Positive)

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI)

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp
51,66 miliar pada semester I-2011. Laba bersih tersebut meningkat 25,9% dibandingkan
periode yang sama tahun lalu Rp 41,02 miliar. Peningkatan laba bersih didorong
pertumbuhan penjualan, kenaikan pendapatan operasi lain serta penurunan biaya
keuangan. Kenaikan penjualan pada semester I 2011 perseroan mencapai Rp 366,32
miliar atau meningkat 27,6% dibandingkan semester I tahun lalu Rp 287 miliar.
(Positive)

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membukukan kenaikan pendapatan
sebesar 57% menjadi Rp 440 miliar pada semester-I 2011 dengan pertumbuhan laba
bersih sebesar 55% menjadi Rp 247 miliar. Kenaikan pendapatan ini didorong kenaikan
penyewaan menara sepanjang semester I. (Positive)

PT Mayora Indah Tbk (MYOR)

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) berencana untuk menerbitkan obligasi Rp 300 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dana hingga Rp 950 miliar.
Kebutuhan dana tersebut ditujukan bagi penambahan gerai dan pelunasan utang
jatuh tempo. Perseroan akan mencari dana dari pinjaman sindikasi bank hingga Rp
650 miliar dan sisanya Rp 300 miliar melalui obligasi. (Positive)

PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP)

Indofood Agri Resources Ltd (Indoagri) merestrukturisasi kepemilikan sahamnya pada
PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Indoagri mengambil alih secara langsung
72% saham perseroan senilai Rp 12,52 triliun dari Indofood Oil & Fats Pte Ltd.
(Positive)

Exit mobile version