ANTM sedang siap-saip lepas dari wilayah konsolidasi yang terbentuk lebih dari setahun. Pola grafik huruf W (double buttom), didukung dengan tren naik harga nikel di London Metal Exchange dan peningkatan laba bersih di kwartal 1 dan kwartal 2 tahun 2010, menjadikan ANTM sangat layak untuk dibeli. Cermati pergerakan harga ANTM, dan bila diperdagangankan di kisaran harga 2625 dengan transaksi cukup tinggi, siap-siap membeli ANTM.
Analisa INCO sejalan dengan kenaikan harga nikel
Seiring meningkatkan harga komodoti secara umum, harga nikel di London Metal Exchange juga mengalami tren naik. Kuartal 1 dan kuartal 2 tahun 2010, INCO berhasil menaikkan EPS nya sangat signifikan.
Analisa secara grafik, tren harga INCO setelah mengalami 2 kali koreksi, perlahan sedang berusaha keluar dari area konsolidasi. Pola grafis huruf W (double buttom) yang terbentuk selama lebih dari setahun, cukup memberi ruang bagi INCO untuk lepas dari area konsolidasi.
Cermati pergerakan harga INCO, dan bila diperdagangkan diangka acuan beli 5200, dan volume perdagangan hari itu cukup ramai, siap-siap membeli.
Harga komoditi timah di London Metal Exhange mendekati harga tertinggi sebelumnya.
Komoditi timah di bursa London Metal Exchange hampir kembali ke harga tertinggi yang pernah dicapai ditahun 2008. Kenaikan harga timah ini sejalan dengan laba bersih yang dibukukan oleh PT Timah Tbk (TINS) di kwartal I dan kwartal 2 tahun 2010.
Jika tren harga timah mencapai harga tertinggi baru, siap-siap mengoleksi saham TINS.
Laporan keuangan PT INCO Indonesia Tbk kuartal 2 (semester 1) tahun 2010 : laba bersih melesat 541%
PT INCO Indonesia Tbk di kwartal ke 2 (semester I) tahun 2010 berhasil membukukan laba bersih sebesar USD 218,8 Juta, meningkat 541% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2009 yaitu USD 34,6 Juta. Peningkatan laba bersih ini ditunjang oleh meningkatnya pendapatan perusahaan sebesar 124% dari USD 276,4 Juta menjadi USD 619,2 Juta. Laba usaha meningkat 815% dari USD 32,4 Juta menjadi USD 293,6 Juta.
Laporan keuangan selengkapnya : INCO-2010–Q2
Siap-siap membeli LSIP : Analisa Saham London Sumatera Plantation (LSIP)
