Bisnis riil, Deposito, Bursa saham dan Properti

Dikala berbagai sektor bisnis mengalami kelesuan, pilihan mana yang akan anda ambil?
Membangun bisnis di sektor riil butuh nafas panjang. Besar kemungkinan anda akan gagal dilangkah pertama. Apakah anda masih memiliki dana untuk langkah berikutnya? Kalau dana masih ada, apakah anda punya cukup nyali untuk memulai yang berikutnya?. Bisnis perlu mencoba-coba (try and error). Thomas Alfa Edison tidak pernah berhenti mencoba, dan dia berhasil menciptakan bola lampu listrik pada percobaan yang ke 1.100 lebih.

Sektor properti biasanya terkendala dengan modal investasi awal yang besar. Meski berbagai sektor bisnis lesu, tetap ada segelintir bisnis yang menggeliat, yang kalau kita terjun langsung membangun bisnis itu, rasanya tidak mungkin karena butuh investasi besar (seperti tambang, perkebunan dan energi yang
merupakan pemimpin pasar di Bursa Indonesia). Strategi yang paling mudah adalah ikut share (dengan membeli sahamnya di bursa) pada sektor bisnis yang masih tetap berkembang dan menggeliat. Anda cukup memiliki sebagian dari bisnis yang masih menggeliat itu sesuai dengan dana investasi yang anda mampu.

Misalkan anda punya dana mengendap (istilahnya uang dingin, uang yang tidak dipakai) sebanyak Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah). Pilihan mana yang mungkin anda lakukan?

  1. Diinvestasikan di properti. Dengan dana sejumlah itu, tidak mungkin masuk ke sektor properti.
  2. Deposito. Ini bisa anda lakukan. Namun bunga yang dihasilkan dari deposito selalu kalah oleh tingkat inflasi.
  3. Membangun bisnis riil. Mungkin saja ada beberapa alternatif bisnis riil yang bisa anda mulai dengan dana sebanyak itu. Namun apakah anda pernah terjun dalam bisnis sebelumnya? Apakah anda cukup waktu untuk menjalankannya (terutama bagi yang memiliki pekerjaan tetap).
  4. Membeli saham. Ada lebih dari 400 macam saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. 10% diantaranya bisa menjadi target anda untuk anda miliki sahamnya. Sekarang ini, anda dapat memulai berinvestasi di bursa saham dengan dana pembukaan rekening awal Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah).

Dan share bisa sedikit bisa banyak sesuai dana investasi yang dimiliki.

Memilih saham mirip dengan membuka usaha yang bagaimana

Memilih saham

Memilih saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

 Jika anda hendak memulai suatu usaha tentunya anda akan bersusah payah diawal untuk melakukan persiapan sebelum usaha dibuka. Anda perlu menentukan apa yang hendak anda jual (barang atau jasa). Anda perlu melakukan survei lokasi tempat usaha anda. Anda membuat kalkulasi-kalkulasi biaya yang dibutuhkan. Dan mungkin masih ada hal-hal lain yang perlu anda persiapkan sebelum usaha dibuka. Kalau anda tidak mau bersusah payah membuat persiapan, harga yang anda bayar terlalu mahal. Bisa jadi usaha anda langsung macet di bulan pertama.

Dalam memilih saham tidak berbeda dengan ilustrasi diatas. Anda perlu membuat persiapan dengan memilah-milah saham-saham yang layak menjadi target beli anda dan membuang (tidak perlu diperhatikan) saham-saham yang tidak termasuk dalam daftar beli anda. Anda perlu menggali informasi terhadap perusahaan yang bersangkutan. Anda perlu menganalisa fundamental dari perusahaan yang hendak anda beli sahamnya. Anda juga perlu mencermati grafik pergerakan harga untuk menentukan kapan saat anda akan membelinya. Meskipun anda yakin bahwa saham yang anda pilih memiliki fundamental yang baik, kalau sedang berada dalam situasi bursa yang secara umum turun (Bearish) akan tetap membuat anda rugi besar.

Anda memerlukan analisa fundamental dan analisa teknikal sekaligus untuk berhasil meraup keuntungan yang besar dan menjadi Investor Sukses.

Apa itu analisa teknikal ?

Orang-orang yang bertansaksi mengandalkan analisa teknikal (Investor Teknis) melakukan pengamatan tentang fluktuasi harga yang terlihat digrafik. Mereka cendrung membeli berdasarkan harga dan sentimen pasar, mirip orang-orang yang belanja mencari barang obralan dan diskon.

Membeli saham ini yang murah, saham itu yang murah kemudian setelah membeli lalu bertanya-tanya “kenapa tadi saya membelinya?”

Investor yang murni mengandalkan analisa teknikal tidak peduli pada internal perusahaan (rencana-rencana perusahaan)

Perilaku seperti ini yang membuat banyak orang merasa terlalu riskan untuk membeli saham karena anda akan takut melihat fluktuasi harga mengikuti emosi pasar. Mungkin 80% pelaku bursa saat ini bertransaksi dengan cara seperti ini. Charles Dow yang terkenal dengan Dow-Jones adalah seorang yang bertransaksi mengandalkan analisa teknikal. Salah satu pemain bursa terbaik yang mengandalkan analisa teknikal mungkin bisa kita sebut George Soros

Lebih jauh tentang bagaimana membuat analisa teknikal berdasarkan grafik fluktuasi harga saham akan dijelaskan pada bagian Menjadi Investor yang Sukses

Apa itu analisa fundamental ?

Orang yang bertransaksi mengandalkan analisa fundamental (Investor Fundamental) mencermati dan meneliti laporan-laporan keuangan setiap perusahaan sebelum membeli sahamnya.Mempertimbangkan prospek ekonomi umum maupun industri khusus dimana perusahaan itu berkiprah. Mengevaluasi kekuatan dan potensi perusahaan itu demi kesuksesan dimasa mendatang. Mengkaji sejarah ekonomi dan industri perusahaan itu. Warren Buffet telah diakui sebagai salah satu investor fundamental terbaik

Lebih jauh tentang bagaimana membuat suatu rumusan-rumusan terhadap fundamental perusahaan dalam memilih saham akan dijelaskan pada bagian Menjadi Investor.

Artikel terkait :

Laporan keuangan : Laba PT Mayora Indah Tbk (MYOR) di kwartal 2 tahun 2010 terus meningkat

Kinerja PT Mayora Indah Tbk terus tumbuh dalam 5 tahun terakhir.  Pada kwartal 2 tahun 2010 berdasarkan laporan keuangan yang dirilis masih terus menunjukkan pertumbuhan yang mencengangkan.

– Penjualan meningkat 38% dari Rp 2.4 trilyun menjadi Rp 3.3 trilyun

– Laba usaha naik 25% dari Rp 282 Milyar menjadi Rp 353 Milyar

– Laba bersih melonjak 29% dari Rp 163 Milyar menjadi Rp 211 Milyar

– EPS tumbuh 30% dari Rp 213 menjadi Rp 276  per lembar saham

Selengkapnya : PDF(MYOR_2010__Q2)

Laporan keuangan : Kinerja HEXA semester 1 tahun 2010 melesat fantastis

Laporan keuangan HEXA (PT Hexindo Adiperkasa Tbk) periode semester 1 tahun 2010 menunjukan hasil yang fantastis.

–  Angka Penjualan meroket 132% dari USD 53,2 juta menjadi USD 123,5 juta

–  Laba usaha meningkat 152% dari USD12,7 juta menjadi USD 21,8 juta

–  Laba bersih naik 119% dari USD 4.2 juta menjadi USD 9.2 juta

–  EPS melonjak 120% dari USD 0,005 menjadi USD 0,011

Selengkapnya : Soft Copy (PDF) – Laporan Keuangan HEXA_2010 Kwartal 2

Exit mobile version