Sub sektor logam & sejenisnya di BEI (kode JASICA 33)

JASICA diperkenalkan pada tanggal 2 Januari 1996 adalah klasifikasi industri dari perusahaan yang menjual saham di Bursa. Klasifikasi JASICA memiliki 9 sektor. Perusahaan sub sektor logam & sejenisnya merupakan perusahaan manufaktur yaitu perusahaan industri pengolahan yang mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Perusahaan manufaktur identik dengan pabrik yang mengaplikasikan mesin-mesin, peralatan, teknik rekayasa dan tenaga kerja. Istilah ini bisa digunakan untuk aktivitas manusia mulai dari kerajinan tangan sampai ke produksi dengan teknologi tinggi. Namun demikian, istilah ini lebih sering digunakan untuk dunia industri, di mana bahan baku diubah menjadi barang jadi dalam skala besar. Berikut Daftar perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia sub sektor logam & sejenisnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ( BEI ).

Per tanggal 25 Januari 2021, Bursa Efek Indonesia menerapkan klasifikasi baru. Update dari halaman ini ada di sektor saham IDX-IC.

Sub sektor  logam & sejenisnya ( kode sektor 33 )

Perusahaan manufaktur (B), Sektor Industri Dasar dan Kimia (3), Sub sektor logam & sejenisnya (33)

NoKode
Saham
Nama
Emiten
Tanggal
IPO
Saham
Syariah
1ALKAAlaska Industrindo Tbk12-Jul-1990
2ALMIAlumindo Light Metal Industry Tbk02-Jan-1997
3BAJASaranacentral Bajatama Tbk21-Des-2011
4BTONBeton Jaya Manunggal Tbk18-Jul-2001
5CTBNCitra Turbindo Tbk28-Nop-1989
6GDSTGunawan Dianjaya Steel Tbk23-Des-2009
7GGRPGunung Raja Paksi Tbk.19 Sep 2019?
8INAIIndal Aluminium Industry Tbk05-Des-1994
9ISSPSteel Pipe Industry of Indonesia Tbk22-Feb-2013
10JKSWJakarta Kyoei Steel Work LTD Tbk06-Agu-1997

Catatan penting lainnya

Sub sektor logam diperbaharui 25-Jan-2021

Sektor Industri Dasar dan Kimia lainnya :

Link download laporan keuangan & tahunan perusahaan logam & sejenisnya

Daftar emiten selengkapnya (urut abjad)

Daftar Sektor

Sub sektor plastik & kemasan di BEI (kode JASICA 35)

JASICA diperkenalkan pada tanggal 2 Januari 1996 adalah klasifikasi industri dari perusahaan yang menjual saham di Bursa. Klasifikasi JASICA memiliki 9 sektor. Perusahaan sub sektor plastik & kemasan merupakan perusahaan manufaktur yaitu perusahaan industri pengolahan yang mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Perusahaan manufaktur identik dengan pabrik yang mengaplikasikan mesin-mesin, peralatan, teknik rekayasa dan tenaga kerja. Istilah ini bisa digunakan untuk aktivitas manusia mulai dari kerajinan tangan sampai ke produksi dengan teknologi tinggi. Namun demikian, istilah ini lebih sering digunakan untuk dunia industri, di mana bahan baku diubah menjadi barang jadi dalam skala besar. Berikut Daftar perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia sub sektor plastik & kemasan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ( BEI ).

Per tanggal 25 Januari 2021, Bursa Efek Indonesia menerapkan klasifikasi baru. Update dari halaman ini ada di sektor saham IDX-IC.

Sub sektor  plastik & kemasan ( kode sektor 35 )

Perusahaan manufaktur (B), Sektor Industri Dasar dan Kimia (3), Sub sektor plastik & kemasan (35)

NoKode
Saham
Nama
Emiten
Tanggal
IPO
Saham
Syariah
1AKKUAlam Karya Unggul Tbk01-Nop-2004
2AKPIArgha Karya Prima Industry Tbk18-Des-1992
3APLIAsiaplast Industries Tbk01-Mei-2000
4BRNABerlina Tbk06-Nop-1989
5ESIPSinergi Inti Plastindo Tbk.14 Nov 2019?
6FPNILotte Chemical Titan Tbk
d.h Titan Kimia Nusantara Tbk
d.h Fatra Polindo Nusa Industri Tbk
21-Mar-2002
7IGARChampion Pasific Indonesia Tbk
d.h Kageo Igar Jaya Tbk
05-Nop-1990
8IMPCImpack Pratama Industri Tbk17-Des-2014
9IPOLIndopoly Swakarsa Industry Tbk09-Jul-2010
10PBIDPanca Budi Idaman Tbk 13-Des-2017?
11SIMASiwani Makmur Tbk03-Jun-1994
12SMKLSatyamitra Kemas Lestari Tbk11 Jul 2019?
13TALFTunas Alfin Tbk12-Feb-2001
 relisting
01-Jan-2014
14TRSTTrias Sentosa Tbk02-Jul-1990
15YPASYana Prima Hasta Persada Tbk15-Mar-2008

Sub sektor plastik & kemasan diperbaharui : 25-Jan-2021

Catatan penting lainnya untuk sub sektor plastik dan kemasan:

  • 17-Jun-2019 | SIAP (Sekawan Intipratama Tbk ) delisting dari bursa karena alasang keberlangsungan usaha (going concern). IPO tanggal 17-Okt-2008.
  • 01-Jan-2014 | TALF ( Tunas Alfin Tbk ) kembali Re-listing setelah sebelumnya sempat De-listing tanggal 01-Des-2009
  •  27-Sep-2011 | DYNA (Dynaplast Tbk) keluar dari bursa (delisting)

Contoh Produk dan Merek Plastik dan Kemasan

Argha Karya Prima Industry

ARLENE (plain film,  heat sealable film, pearlescent/white film, metallizable/metallized film, matte film, PVdC/Acrylic coated films, Oxo-biogradalbe films), ARETA.

Sektor Industri Dasar dan Kimia lainnya :

Link download laporan keuangan & tahunan perusahaan plastik & kemasan

Daftar emiten selengkapnya (urut abjad)

Daftar Sektor

Sub sektor industri barang konsumsi lainnya BEI (kode JASICA 59)

JASICA diperkenalkan pada tanggal 2 Januari 1996 adalah klasifikasi industri dari perusahaan yang menjual saham di Bursa. Klasifikasi JASICA memiliki 9 sektor. Perusahaan sub sektor industri barang konsumsi lainnya merupakan perusahaan manufaktur yaitu perusahaan industri pengolahan yang mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Perusahaan manufaktur identik dengan pabrik yang mengaplikasikan mesin-mesin, peralatan, teknik rekayasa dan tenaga kerja. Istilah ini bisa digunakan untuk aktivitas manusia mulai dari kerajinan tangan sampai ke produksi dengan teknologi tinggi. Namun demikian, istilah ini lebih sering digunakan untuk dunia industri, di mana bahan baku diubah menjadi barang jadi dalam skala besar. Berikut Daftar perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi sub sektor industri barang konsumsi lainnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ( BEI ).

Per tanggal 25 Januari 2021, Bursa Efek Indonesia menerapkan klasifikasi baru. Update dari halaman ini ada di sektor saham IDX-IC.

Sub sektor industri barang konsumsi lainnya ( kode sektor 59 )

Perusahaan manufaktur (B), Sektor Industri Barang Konsumsi (5), Sub sektor industri barang konsumsi lainnya (59)

No Kode
Saham
Nama
Emiten
Tanggal
IPO
Saham
Syariah
1  HRTA  Hartadinata Abadi Tbk  21-Jun-2017  ?

( diperbaharui  25 Januari 2021 )

Daftar emiten selengkapnya (urut abjad)

Daftar Sektor

Sektor industri dasar & kimia di BEI ( kode JASICA 3 )

JASICA diperkenalkan pada tanggal 2 Januari 1996 adalah klasifikasi industri dari perusahaan yang menjual saham di Bursa Efek Indonesia ( BEI ). Klasifikasi JASICA memiliki 9 sektor. Perusahaan sektor industri dasar dan kimia merupakan perusahaan manufaktur yaitu perusahaan industri pengolahan yang mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Perusahaan manufaktur identik dengan pabrik yang mengaplikasikan mesin-mesin, peralatan, teknik rekayasa dan tenaga kerja. Istilah ini bisa digunakan untuk aktivitas manusia mulai dari kerajinan tangan sampai ke produksi dengan teknologi tinggi. Namun demikian, istilah ini lebih sering digunakan untuk dunia industri, di mana bahan baku diubah menjadi barang jadi dalam skala besar.

Per tanggal 25 Januari 2021, Bursa Efek Indonesia menerapkan klasifikasi baru. Update dari halaman ini ada di sektor saham IDX-IC.

Sektor Industri Dasar & Kimia (kode sektor 3)

Sektor Industri dasar dan kimia ( Basic industry & chemicals ) mencakup usaha pengubahan material dasar menjadi barang setengah jadi; atau barang jadi yang masih akan diproses di sektor perekonomian selanjutnya. Industri kimia mencakup usaha pengolahan bahan-bahan terkait kimia dasar yang akan digunakan pada proses produksi selanjutnya dan industri farmasi.

Silahkan klik link di masing-masing sub sektor untuk melihat daftar perusahaannya.

No Kode Sektor JASICA Nama Sektor JASICA
1 31 Semen
(Cement)
2 32 Keramik, Porselen & Kaca
(Ceramics, Glass, Porcelain)
3 33 Logam & Sejenisnya
(Metal & Allied Product)
4 34 Kimia
(Chemicals)
5 35 Plastik & Kemasan
(Plastics & Packaging)
6 36 Pakan Ternak
(Animal Feed)
7 37 Kayu & Pengolahannya
(Wood Industries)
8 38 Kertas & Bubur Kertas
(Pulp & Paper)
9 39 Industri Dasar dan Kimia lainnya
(Others)

Sektor saham klasifikasi JESICA selengkapnya

Analisis saham JTPE metode CAN SLIM 2021

JTPE adalah kode saham dari PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. Saham JTPE terdaftar di BEI dalam kelompok sub sektor saham advertising, printing dan media. Perusahaan berdiri tahun 1990, bergerak dalam penyediaan solusi percetakan sekuriti baik dokumen ,label dan hologram, teknologi kartu yaitu kartu pembayaran, kartu sekuriti, kartu reguler dan Biro Personalisasi, percetakan komersial berupa dokumen bisnis, promoplus, gameplus, dan label premium serta penyediaan teknologi informasi. Pada tahun 2010, Perusahaan membuka lokasi baru untuk divisi kartu sekuriti dan telah memperoleh sertifikasi MasterCard untuk vendor kartu dan chip embedder serta sertifikasi VISA sebagai pemanufaktur kartu dan chip embedder yang telah memenuhi standar VISA. Ditahun 2018, Perusahaan memperoleh berbagai sertifikasi, di antaranya ISO 14298:2013 dari INTERGRAF dalam hal pengoperasian manajemen proses security printing, sertifikat lisensi dari JCB untuk pemanufaktur dalam hal manufaktur kartu dan chip embedding pada produk kartu Perusahaan, serta otorisasi fasilitas dan barang dagangan dari PT Walt Disney Indonesia. Di tahun 2019, Toppan Printing, perusahaan raksasa US $ 15 miliar Jepang, melalui Toppan Gravity masuk sebagai pemegang saham terbesar kedua dan akan secara aktif bermitra di berbagai lini usaha Perusahaan. Untuk memprediksi bagaimana pergerakan harga saham JTPE di tahun 2021, kita akan lakukan analisis saham JTPE menggunakan metode CAN SLIM.

Analisis saham JTPE metode CAN SLIM

Current quarter earning (laba kwartal sekarang) – Analisis saham JTPE

Dalam analisis saham JTPE metode CAN SLIM yang pertama dilakukan adalah menganalisis poin-poin penting dilaporan keuangan kwartal terakhir. Berikut data keuangan kwartal terakhir yang sudah dipublikasikan(kwartal 3 tahun 2020)

30-Sep-20 30-Sep-19 Pertumbuhan
Pendapatan (milyar)
Total revenues
452,7 277,2 + 63%
Laba operasi (milyar)
Operating income
77,8 51,3 + 52%
Laba bersih (milyar)
Net income
50,7 27,3 + 85%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
29,58 15,98 + 85%

Return On Assets (Annual) : 16.29%
Return On Equity (TTM) :  12.99%
Return On Average Equity (Annual) :  25.69%
Return On Average Equity (TTM) :  24.28%
Return On Investment (Annual) :  26.45%
Return On Investment (TTM) : 23.98%
Return On Average Assets (5Y) :  10.71%
Return On Average Equity (5Y) :  19.9%
Return On Investment (5Y) : 18.99%

Sumber data : Reuters

Annual Earning Increase (laba tahunan meningkat) – Analisis saham JTPE

Selanjutnya, dalam analisis saham JTPE metode CAN SLIM kita analisis laporan keuangan tahunan perusahaan. Berikut data keuangan tahunan dari 2016-2019.

2019 2018 2017 2016 2015
Pendapatan (milyar)
Total revenues
1438,2 1269,8 1233,5 1115,7 984,5
Pertumbuhan + 13% + 3% + 11 + 13%
Laba operasi (milyar)
Operating income
256,2 185,9 145,7 127,0 117,7
Pertumbuhan + 38% + 28% + 15% + 8%
Laba bersih (milyar)
Net income
168,0 112,3 77,5 77,7 62,8
Pertumbuhan + 50% + 45% – 0,2% + 24%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
98,1 57,39 45,25 45,09 36,77
Pertumbuhan + 71% + 27% + 0,4% + 23%

Sumber data : Reuters

New management, new product, new high (manajemen baru, produk baru, harga tertinggi baru)

Harga tertinggi saham JTPE terjadi pada tanggal 29 Juli 2019 yaitu menjapai harga Rp 1050 per lembar saham.Harga kemudian terkoreksi dan meluncur turun. Penurunan harga saham juga diperparah oleh adanya Corona. Namun saat ini harga saham JTPE sudah bergerak naik kembali mendekati harga tertingginya.

Penggunaan kartu smartcard untuk transaksi non tunai di Indonesia masih rendah. Ini merupakan potensi pasar yang cukup besar bagi produk-produk Jasuindo Tiga Perkasa Tbk.

Pola Grafik – Analisis saham JTPE

Pada tanggal 30 Desember 2020 kemaren harga saham JTPE ditutup di 1010. Pola grafik harga yang terbentuk menyerupai huruf W atau Double bottom. Saat ini harga sudah hampir menembur  buy point ( ada yang menyebut pivot point adanya juga yang menyebut dengan resisten) di 1015. Jika harga saham JTPE berhasil menembus buy point alias berhasil breakout, maka besar kemungkinan harga saham JTPE akan melejit ke harga tertinggi baru, melampaui 1050.

Analisis saham JTPE metode CAN SLIM 2021 – double bottom

Supply and demand (penawaran dan permintaan)

Dalam beberap bulan terakhir, dengan mengamati grafik harian terlihat bahwa volume perdagangan saham JTPE semakin besar dan harga bergerak naik. Ini mengindikasikan bahwa permintaan (minat) investor akan saham JTPE semakin meningkat.

Analisis saham JTPE metode CAN SLIM 2021 – supply and demand

Leader or laggard (pemimpin atau pecundang)

Jika dilihat sektor usaha yang dijalankan oleh Jasuindo Tiga Perkasa Tbk maka emiten ini termasuk pemimpin di sektornya. Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) pada tanggal 2 Apri 2018 melalui anak perusahaannya bahkan mengakuisisi 55% saham anak perusahaan Jasuindo Tiga Perkasa Tbk yaitu PT Cardsindo Tiga Perkasa (Cardsindo). Beritanya disini.

Institutional sponsorship (institusi pemegang saham mayoritas)

Pemegang saham JTPE saat ini (per penutupan bursa tanggal 30 Desember 2020) adalah sebagai berikut :

Nama Jenis Jumlah Persentase
PT. JASUINDO MULTI INVESTAMA Lebih dari 5% 782.397.500 45.67%
TOPPAN GRAVITY LIMITED Lebih dari 5% 342.602.500 20%
OEI, ALLAN WIBISONO
Direktur Utama
Kurang dari 5% 12.500.000 0.73%
YONGKY WIJAYA
Komisaris Utama
Kurang dari 5% 75.000.000 4.38%
OEI, MELINDA POERWANTO Kurang dari 5% 37.500.000 2.19%
MASYARAKAT Kurang dari 5% 463.012.500 27.03%

Sumber data : BEI per 30 Desember 2020

Institusi yang memiliki saham JTPE yang dominan saat ini adalah PT. JASUINDO MULTI INVESTAMA dan perusahaan Jepang TOPPAN GRAVITY LIMITED.

Suatu pertanda baik bahwa Direktur Utama dan Komisaris Utama juga memegang saham JTPE dalam porsi yang sangat signifikan.  Total saham yang dipegang oleh manajemen puncak (Direktur Utama dan Komisaris Utama) adalah adalah  5,11%. Jika manajemen puncak berani menguasai porsi saham yang cukup besar, maka ini mengindikasikan bahwa kinerja Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. dimasa mendatang akan semakin bagus (jika tidak, mereka pasti sudah melepas sahamnya karena mereka tahu lebih dulu kinerja perusahaan saat ini dan prospek kedepan)

Market direction (arah pasar) – Analisis saham JTPE

Indeks Dow Jones

Untuk mencermati arah pasar, yang pertama perlu dicermati pergerakan indeks Dow Jones. Saat ini pasar Amerika masih bergerak dengan tren bullish.

Dow Jones-2020-12-30

IHSG

IHSG juga menunjukkan tren bullish.

IHSG-2020-12-30

Tetap fokuskan investasi  anda pada saham dari perusahaan yang memiliki kinerja bagus. Hindari melakukan kesalahan investor saham yang sangak klasik.

Exit mobile version