Analisa saham HEXA (Hexindo Adiperkasa)

Analisa fundamental saham HEXA

Saham HEXA menunjukkan kinerja yang sangat baik dan kontinyu selama 5 tahun berturut-turut.  EPS (earning per share atau laba per lembar saham) selalu naik. Disisi pendapatan (penjualan) selama 5 tahun berturut-turut juga terus naik. Laba operasi juga naik yang menunjukkan bahwa kenaikan EPS ditopang oleh bisnis intinya (core business). Laba yang dihasilkan tiap tahun juga selalu diatas 20% terhadap modal.  Ini dapat dilihat dari ROE (return on equity). Sedangkan rasio hutang terhadap modal agak besar.  Rata-rata diatas 1 (satu) kali modal. Ini bisa dimaklumi karena HEXA bergerak disektor perdagangan sehingga hutang tersebut merupakan hutang usaha dan masih kategori hutang lancar.

Secara keseluruhan, kinerja saham HEXA sangat menggiurkan.

Kinerja fundamental saham HEXA (Hexindo Adiprakasa)
  2011 2010 2009 2008 2007
  Q3 A A A A
Pertumbuhan EPS +61% +44% +20% +354% +25%
Pertumbuhan Pendapatan (penjualan) +22% +57% +13% +61% +31%
Pertumbuhan laba operasi +42% +30% n/a n/a n/a
ROE (return on equity) +21% +26% +25% +42% n/a
DER (debt to equity ratio) 1.11 0.97 1.46 2.00 n/a

Catatan:

       A = Annualize (tahunan)

       Q3 = 3th quarter (kuartal 3)

Analisa teknikal saham HEXA

Secara teknikal, harga saham HEXA secara mingguan membentuk pola cangkir bertangkai (cup with handle).  Ini adalah pola yang umum terjadi untuk saham-saham tangguh.  Pola terbentuk akibat terhalangnya kenaikan saham HEXA oleh guncangan bursa regional. 

Sudah terlihat ada tanda-tanda saham HEXA berancang-ancang naik. Cermati pergerakan saham HEXA. Bila harga sudah diperdagangkan dikisaran harga acuan beli (pivot point atau buy point) yaitu di 8.800, dan bila saat itu perdangan cukup ramai (volume meingkat), siap-siap untuk membeli.

Anda bisa menjualnya bila kenaikan harga sudah 20% dari harga acuan beli.  Anda juga bisa menjual sebagian saja dan menahan sebagiannya sambil mencermati kenaikkannya.  Kadang-kadang (sering terjadi) saham tangguh  bisa naik berlipat-lipat hanya dalam waktu singkat.

Beli yuuuukkkkkk 🙂

Artikel Analisa Saham yang lain:

Analisa saham BWPT (BW Plantation)

Analisa saham SMGR (Semen Gresik)

Analisa saham SMSM (Selamat Sempurna)

Analisa saham INTP (Indocement Tunggal Prakasa)

Sudahkan tren turun bursa berakhir?

Analisa SWOT saham, properti & bisnis ril

Analisa saham CPIN (Charoen Pokhpand)

Analisa saham TBLA (Tunas Baru Lampung)

Sudahkah bursa saham mencapai “bottom” ?

Bursa saham . Sudahkan kejatuhannya mencapai “bottom”?

Tentu masih teringat bagaimana kejatuhan bursa saham yang dimulai bulan Oktober 2007.  Pelaku bursa saham berdarah-darah (termasuk saya hehe).  Mungkinkah kita bisa belajar dari kejadian tahun 2007 itu? Coba kita ingat kembali kejadian tahun 2007.  Terpaan di bursa saham sudah dimulai pada Juni 2007. 

Kasus macetnya kredit di sektor perumahan di Amerika Serikat yang lebih dikenal dengan Suprime Morgage mulai mencuat.  Ini membuat indeks Dow Jones dari 14.121 terjungkal sekitar 11.8% hanya dalam 2 minggu. Namun pelaku pasar keliatannya masih belum waspada dan menganggap isu Suprime Morgage hanya temporer.  Ini membuat indeks Dow Jones kembali naik selama 2 minggu kemudian dan bahkan mencapai titik tertinggi baru (new high) di 14.279. Namun efek domino dari Suprime Morgage mulai terasa.  Yang pertama terkena imbas adalah sektor keuangan yang secara langsung menyalurkan Suprime Morgage.  Ada yang bangkrut, ada yang rugi besar.  Kita bisa menyebut Bank of Amerca, Citibank, Merryl Linch, JP Morgan, Wells Fargo dan banyak lagi.  Efek domino juga berantai kepada persoalan hutang dibeberapa negara. Sebut saja Spanyol, dan Yunani.  Ini menyebabkan bursa saham benar-benar terhempas tajam selama kurun waktu hampir 1.5 tahun. Dow Jones terdiskon lebih dari 50%.  Pemerintahan Amerika Serikat dibawah Presiden George Bush sampai harus menyiapkan dana talangan (bailout) hampir 2000 milyar dollar (2 trilyun dollar) demi menenangkan situasi.

Awal Mei 2011, Dow Jones kembali tersedak.  Berbagai isu fundamental di Amerika Serikat kembali membuat indeks Dow Jones terpuruk.  Selama lebih kurang 6 bulan, Dow Jones sudah terpental lebih dari 18%.

Kondisi penyebab kali ini mungkin berbeda. Situasi ekonomi berbagai negara juga mungkin sudah lain.  Namun perilaku pelaku bursa saham tetap sama. Eforia dikala bursa saham naik sahut menyahut.  Terbirit-birit (panik) dikala bursa saham turun drastis.  Kondisi efek domino juga terjadi disebabkan oleh margin call (permintaan injeksi dana terhadap nasabah bursa saham yang menggunakan uang pinjaman dari sekuritas)

Apapun komentar orang di bursa saham tentang situasi saat ini, grafik selalu dapat memberi perspektif cukup banyak.  Gambar diatas sengaja saya komparasikan untuk menunjukkan bahwa kemungkinan besar penurunan masih akan berlanjut.  Sejauh mana penurunan akan terjadi, biarlah bursa saham sendiri (melalui grafiknya) yang memberi tahu. Bagi yang masih berada didalam, selamat berolahraga jantung.  Bagi yang sudah diluar bursa saham (sudah menjual atau melikuidasi seluruh sahamnya), silahkan nikmati dulu tamasya anda.  Di bursa saham selalu berlaku “panas setahun di hapus oleh hujan sehari”.

Laba bersih Bakrieland ( ELTY ) 2011 kuartal 2 naik 100,2%

Berita PT Bakrieland Development Tbk ( ELTY )

PT Bakrieland Development Tbk ( ELTY ) membukukan laba bersih semester I-2011
sebesar Rp 126,1 miliar atau naik 100,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu
sebesar Rp 63 miliar.

Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan laba
usaha sebesar 102% dari Rp 81,3 miliar menjadi Rp 164,2 miliar. Laba kotor juga
meningkat sebesar 65,5% dari Rp 238,3 miliar menjadi Rp 394,4 miliar. (Positive)

Dana kelolaan kustodian Bank BRI ( BBRI )

Berita PT Bank Rakyat Indonesia Tbk ( BBRI )

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk ( BBRI ) membukukan dana kelolaan kustodian
mencapai Rp 34,7 triliun. Dana tersebut tumbuh diatas 100% dibandingkan tiga tahun
terakhir pada 2008 senilai Rp 13,5 triliun.

Kustodian perseroan juga didukung oleh sistem
teknologi informasi yang andal untuk pengadministrasian surat beharga nasabah
dan SDM professional yang ahli dan berpengalaman dalam bidangnya. (Positive)

Laba bersih 2011 kuartal 2 Bukit Asam ( PTBA ) naik 78,91%

PT Bukit Asam (Persero) Tbk ( PTBA )


PT Bukit Asam (Persero) Tbk ( PTBA ) berhasil membukukan laba bersih semester I
-2011 sebesar Rp 1,61 triliun. Laba bersih tersebut naik 78,91% dari tahun sebelumnya
dengan periode yang sama sejumlah Rp 901 miliar.

Kenaikan laba bersih tersebut
ditopang oleh naiknya penjualan sebesar 34,92% menjadi Rp 5,119 triliun dibandingkan
tahun sebelumnya dengan periode yang sama sebesar Rp 3,794 triliun. (Positive)

Exit mobile version