EPS (earning per share) 2012 kuartal 3

EPS (earning per share) 2012 kuartal 3

Berikut adalah EPS (earning per share) atau laba per lembar saham dari sebagian  emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilaporkan pada laporan keuangan 2012 kuartal 3.

Kode Nama EPS Kenaikan
Saham Emiten Q3 2011 Q3 2012

Bank

BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 80 115 44%
BNGA Bank CIMB Niaga Tbk 95,1 123,42 30%
BBRI Bank Rakyat Indonesia Tbk 434,93 549,08 26%
BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 218 270 24%
BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk 393,11 476,55 21%
BDMN Bank Danamon 286,43 312,11 9%
BBCA Bank Central Asia Tbk 314 339 8%
AGRO Bank BRI Agro Tbk 7,18 6,25 -13%

Pakan ternak

MAIN Malindo Feedmill Tbk 90 158 76%
JPFA Japfa Comfeed Tbk 261 435 67%
CPIN Charoen Pokphan Tbk 118 150 27%

Media

VIVA Visi Media Asia Tbk 1586 5181 227%
MNCN Media Nusantara Citra Tbk 63 84 33%

Industri barang konsumsi

ADES Akhasa Wira International Tbk 18 109 506%
MYOR Mayora Indah Tbk 327 662 102%
ROTI Nippon Indosari Corpindo Tbk 70,83 95,5 35%
UNVR Unilever Indonesia Tbk 397 479 21%
KLBF Kalbe Farma Tbk 114 133 17%
TSPC Tempo Scan Pasific Tbk 111 122 10%
GGRM Gudang Garam Tbk 1968 1562 -21%

Insfrastruktur & utilitas

JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk 138,69 192,03 38%
PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (USD) 0,02267 0,02643 17%

Perusahaan investasi

BHIT Bhakti Investama Tbk 9,4 15,3 63%
BMTR Global Mediacom Tbk 45 63 40%

Perdagangan besar & eceran

TURI Tunas Ridean Tbk 44 56 27%
HERO Hero Supermarket Tbk 57 67 18%
AKRA AKR Corporindo Tbk 107,75 124,24 15%
TMPI Agis Tbk 0,95 1,04 9%
UNTR United Tractor Tbk 1240 1198 -3%
INTA Intraco Penta Tbk 30 20 -33%
SUGI Sugih Energy Tbk -11,3 -1,65 Rugi

Semen

SMGR Semen Gresik (Persero) Tbk 465 571 23%
SMCB Holcim Indonesia Tbk 97 119 23%

Otomotif

ASII Astra International Tbk 332 362 9%
SMSM Selamat Sempurna Tbk 103 109 6%
AUTO Astra Otopart Tbk 196 199 2%

Tambang

BIPI Benakat Petrolium Energy Tbk 0,36 0,59 64%
HRUM Harum Energy Tbk (USD) 0,04604 0,04635 1%
ITMG Indo Tambangraya Tbk (USD) 0,32 0,32 0%
PTBA Bukit Asam (Persero) Tbk 1008 953 -5%
ADRO Adaro Energy Tbk (USD) 0,01173 0,01088 -7%
KKGI Resource Alam Indonesia Tbk 345 218 -37%
GEMS Golden Energy Mines Tbk 43,78 22,67 -48%
TINS Timah (Persero) Tbk 171 73 -57%
ANTM Aneka Tambang (Persero) Tbk 163,6 65,88 -60%
INCO Vale Indonesia Tbk (USD) 0,032 0,003 -91%
DKFT Central Omega Resources Tbk 800,2 33 -96%
BRAU Berau Coal Energy Tbk (USD) 0,0032 -0,0009 Rugi

Perkebunan

AALI Astra Agro Lestari Tbk 1181,21 1061,8 -10%
LSIP London Sumatera Plantation Tbk 192 139 -28%
Lainnya
ARNA Arwana Citramulia Tbk 38 62 63%
ASGR Astra Graphia Tbk 68,26 79,41 16%

Catatan:

Kenaikan EPS yang tinggi tidak otomatis perusahaan tersebut berkinerja baik. EPS harus di cross check dengan ROE dan Laba operasi.

Ilustrasi:

Perusahaan ABCD bermodal 1 trilyun. Pada tahun 2010 hampir rugi dan hanya mendapatkan laba 1 juta. Ditahun 2011 berhasil mendapatkan laba 100 juta.  Jika saham beredar tahun 2010 dan 2011 adalah tetap, berarti EPS 2011 dibandingkan 2010 naik sebesar 100 kali lipat atau 10.000 %.  Kelihatannya fantastis. Tetapi laba dibandingkan modal atau ROE di   tahun 2011 sesungguhnya  hanya  0,01%.   Laba yang 100 juta hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan modalnya yang 1 trilyun.  Jauh lebih baik adalah perusahaan yang mendapatkan laba 100 juta, tetapi cuma bermodal 500 juta. Sehingga ROE nya 20%.

EPS seperti ADES dan VIVA  diatas dengan kenaikkannnya yang cukup  fantastis bisa mengelabui anda :D.  Silahkan anda download sendiri Laporan keuangan 2012 kuartal 3 untuk bisa melihat perspektif yang lebih jelas.

EPS yang negatif sudah pasti harus dibuang dari lirikan saham anda 😀

Luangkan waktu untuk mempelajari laporan keuangan demi mempertajam intuisi pemilihan saham anda.

Analisa saham MAIN (Malindo Feedmill Tbk)

PT Malindo Feedmill Tbkdidirikan pada tahun 1997 dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2006 dengan kode saham MAIN. Perusahaan memproduksi dan menjual pakan ternak, khususnya:

  • Pakan ayam broiler peternak,
  • Pakan brolier lapisan,
  • Lapisan pakan peternak dan
  • Anak Ayam Hari Komersial (DOC).

Kelompok ini juga berinvestasi pada anak perusahaan yang memproduksi dan memasarkan:

  • Parent stock DOC,
  • DOC Komersial dan
  • Ayam broiler.

Anak perusahaan Malindo Feedmill diantaranya:

  • PT Bibit Indonesia,
  • PT Prima Fajar,
  • PT Leong Ayamsatu Primadona,
  • PT Mutu Indonesia.

Analisa saham PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN)

A. Analisa Fundamental Malindo

Malindo satu sektor dengan Charoen Pokphan (CPIN), Japfa Comfeed (JPFA) dan Sierad Produce (SIPD).

Kapitalisasi saham Malindo per 1 Oktober 2012 mencapai 2,58 trilyun (lihat Kapitalitasi pasar 2012) . Saham yang beredar dipublik (per laporan keuangan kuartal 2) mencapai 40,9 % atau 1,06 trilyun. Kapitalisasi sebesar ini cukup untuk membuat harga saham Malindo tidak dimanipulasi pasar.

Dari laporan keuangan (yang dipublikasikan di website Bursa Efek Indonesia) bisa terlihat kinerja cemerlang dari Malindo dalam 3 tahun terakhir.

  2010 2011 2012
Kuartal 1 Kuartal 2
1. Prosentase peningkatan :        
  a. EPS (Earning Per Share) 138% 14% 133% 137%
  b. Pendapatan 9% 29% 16% 30%
  c. Laba operasi 96% 20% 121% 127%
2. ROE (Return On Equity) 70% 49% 58% 65%
3. DER (Dept to Equity Ratio)              2,75           2,15           1,75           1,96

Catatan: ROE kuartal 1 & 2 2012 sudah disetahunkan (annualized)

 Semua indikator penting menunjukkan kinerja Malindo stabil  dan solid.

Rasio hutang cukup besar, namun hutang lebih banyak bersifat jangka pendek yaitu berupa hutang usaha (mencapai lebih dari 50% dari keseluruhan hutang)

Dengan kinerja seperti ini, harga saham Malindo tidak akan membutuhkan rumor untuk bergerak naik. 😀

B. Analisa Teknikal Malindo

B1. Harga saham Malindo 2006 – Okt 2012

Sejak muncul di bursa tahun 2006 hingga tahun 2011, grafik harga saham Malindo bergerak dalam kerangka yang relatif tetap. Namun setelah perusahaan menambah permodalan dengan melakukan right issue  tanpa HMTD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) 31 Maret 2011, harga saham Malindo mulai melambung drastis.

Grafik harga saham Malindo (MAIN) 2006 – Okt 2012

B2. Pola Base on Top of base

Baru-baru ini (25 Juni 2012) saham Malindo berhasil menembus harga resistennya (breakout) di 1400 dan ditutup di hari itu di 1410. Pola grafik harga saham saat itu adalah pola cup with handle.  Setelah breakout, harga terus bergerak dalam 4 minggu mencapai tertinggi 1790.  Ini berarti naik 28% dari harga resisten (buy point).

Setelah itu, saham Malindo mengalami konsolidasi normal dan seiring juga dengan pelemahan bursa secara umum sehingga membentuk pola baru. Pola baru ini berada tepat diatas pola yang pertama. Pola pertama yang berbentuk cup with handle menjadi landasan pertama (base 1) dan pola baru yang terbentuk menjadi landasan kedua (base 2).

Pola grafik harga saham Malindo (MAIN) – Pola Base on Top of Base

Tren harga sudah mengindikasikan pergerakan harga saham Malindo akan mendekati harga tertinggi sebelumnya yaitu 1790.   Ada beberapa skenario yang mungkin terjadi bila harga sudah berada dikisaran 1790 (buy point atau harga resisten) :

  1. Permintaan sangat kuat mengalahkan situasi bursa secara umum. Ini akan membuat harga saham Malindo melambung melewati resistennya (membentuk pola cup saja tanpa handle) dan dalam beberapa minggu akan mencoba mencapai harga tertinggi baru sekitar 20% (atau lebih) dari 1790.
  2. Bursa secara umum melemah dan permintaan kurang kuat.  Ini akan mengakibatkan investor manahan diri untuk membeli dan harga akan mengalami konsolidasi.  Pola yang akan terbentuk kemungkinan besar menjadi cup with handle pula.
  3. Bursa secara umum melemah drastis. Ini akan mengakibatkan investor panik dan cendrung terjadi sell off. Bila saham Malindo ikut terseret drastis, maka harga akan cendrung kembali melemah ke suppotnya yaitu 1400. Nantinya pola baru akan terbentuk menyerupai huruf W (doble buttom).
  4. Bursa hancur-hancuran (seperti di tahun 2008 & 2009). Entahlah…..harga entah turun ke berapa 😀

 Anda berminat dengan saham Malindo?. Beli yuukkkk 😀

Stay cool and be realistic

Berita AKR Corporindo Tbk (AKRA)

Berita AKR Corporindo Tbk (AKRA)

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) memproyeksikan penjualan batu bara perseroan tahun ini mencapai 1,5 juta yang bersasal dari produksi tahun ini dan persediaan tahun lalu. Perseroan mengatakan tambang batu bara perseroan berproduksi sejak Agustus 2011 dan hingga akhir tahun lalu menghasilkan 300 ribu-500 ribu ton. Perseroan melakukan penjualan pada Desember dan hanya sebagian kecil sisanya disimpan di stockpile. Tahun ini perseroan menargetkan produksi batu bara 1 juta-1,2 juta ton.

Dengan demikian,  penjualan ditargetkan mencapai 1,5 juta ton. Perseroan mengalokasikan Rp 80 miliar-Rp 90 miliar untuk mengembangkan tambang batu bara, mencakup pembangunan hauling road dan pelabuhan. Alokasi tersebut merupakan bagian belanja modal tahun ini sebesar Rp 1,3 triliun. Belanja modal dibiayai dari kas dan bawaan (carry over) tahun lalu sebesar US$ 77 juta. Perseroan menargetkan pendapatan tahun ini tumbuh 20-25% menjadi Rp 22 triliun-Rp 23,4 triliun dari tahun lalu Rp 18,7 triliun.

Berita Intraco Penta Tbk (INTA)

Berita Intraco Penta Tbk (INTA)

PT Intraco Penta Tbk (INTA) mendapatkan principal alat berat baru yaitu Sinotruk.
Melalui anak usahanya bernama PT Intraco Penta Wahana, perseroan akan memasarkan
alat berat produksi perusahaan asal China. Tahun ini, perseroan berniat untuk menjual
650 unit Sinotruk. Pasar yang dituju adalah pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.
Sepanjang tahun 2011, perseroan berhasil menjual alat berat sebanyak 1.580
unit. Jumlah tersebut naik 89,22% dari penjualan alat berat tahun 2010 sebesar 835 unit.

Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan kenaikan penjualan alat berat 30%.
Salah satu strateginya adalah dengan membuka cabang penjualan baru. Di tahun 2012,
perseroan berencana membangun lima cabang penjualan baru di Sulawesi dan Maluku.
Kebutuhan investasi untuk pembangunan tiap cabang adalah sebesar US$ 3 juta. Total
kebutuhan investasi bagi pembangunan lima cabang mencapai US$ 15 juta. Perseroan
akan menutup kebutuhan ini dari kas internal.

Berita Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

Berita Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

Kredit yang belum ditarik (undisbursed loan)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat total komitmen kredit
yang belum ditarik (undisbursed loan) di segmen korporasi sekitar Rp 6-7 triliun hingga
2011. Dari total nilai tersebut, mayoritas berasal dari kredit korporasi. Sedangkan dari
segmen lainnya tidak mengalami masalah dalam penarikan kredit. Tahun ini, perseroan
telah menandatangani sejumlah komitmen kredit baru. Hingga 2011, pertumbuhan kredit
korporasi telah mencapai target yaitu 18%. Untuk menopang pertumbuhan kredit tahun
ini, perseroan berencana untuk menambah modal melalui penerbitan obligasi subordinasi
untuk penambahan modal tier 2. Kondisi modal perseroan untuk tier 1 masih cukup baik,
karena perseroan melakukan penawaran saham terbatas sebesar Rp 10,4 triliun pada Desember
2010.

Obligasi

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akan menerbitkan obligasi subordinasi senilai
US$ 200-US$ 500 juta per semester II tahun ini. Dana yang berasal dari surat utang itu
akan digunakan untuk menambah cadangan berdenominasi dolar AS. Selain untuk salah
satu pertimbangan penerbitan surat utang berdenominasi dolar AS adalah untuk melihat
peringkat perseroan terkait dengan surat utang tersebut. Perseroan berencana menggunakan
dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi subordinasi itu untuk kredit berdenominasi
dolar AS. Selain itu dana obligasi juga akan digunakan untuk mengakuisisi bank
ataupun lembaga keuangan lainnya. Sejauh ini, perseroan mulai menginventarisasi sejumlah
bank dengan aset di atas Rp 15 triliun yang fokus pada bisnis mikro.

Exit mobile version