Analisa saham AKRA cup with handle

Analisa saham AKRA

Analisa fundamental

Dalam analisa saham AKRA secara fundamental perlu membandingkan kinerjanya dalam beberapa tahun terakhir.  Berikut ringkasan kinerjanya menggunakan indikator utama saja (yang biasa dipakai dalam analisa formulasi CAN SLIM):

  2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
EPS (diluted) 61 67 86 83 158 124 166
Peningkatan   10% 28% -4% 91% 5%
 
Pendapatan 5,9 9,5 9,0 12,2 18,8 16,3 21,7
Peningkatan   61% -5% 36% 54% 16%
 
Laba operasi 393 620 540 461 716 608 811
Peningkatan   58% -13% -15% 55% 13%
 
Laba bersih 191 210 275 311 2332 591 788
Equity 1278 1608 1741 2386 3575 4193 4193
ROE 15% 13% 16% 13% 65% 19%
 
Hutang 2000 2918 3811 4807 4734 5598  
Equity 1278 1608 1741 2386 3575 4193
DER 1,56 1,81 2,19 2,01 1,32 1,34

A=Annualize; Q3=3rd quarter (hingga kuartal ketiga)

Catatan:

  • AKRA stock split tanggal 27 Juli 2007 dengan rasion 1:5.
  • EPS dalam rupiah. Pendapatan dalam trilyun. Laba operasi, laba bersih, hutang & equity dalam milyar
  • EPS ditahun 2011 hanya dimasukkan yang dari hasil operasi saja, tidak termasuk hasil penjualan perusahaan Sorini Corporindo Tbk

Analisa huruf C & A dalam CAN SLIM

Current quarter earning & annual earning increase.

Laba kuartal terakhir & laba tahunan meningkat

EPS dalam 6 tahun terakhir hanya sempat turun sekali ditahun 2010. Tetapi penurunan ini dapat dikembalikan dengan kenaikan yang cukup tinggi di tahun 2011.  Meski EPS tetap naik di tahun 2012, namun peningkatan mulai mengecil.  Apakah sampai akhir tahun akan tetap mirip atau akan ada perubahan drastis dalam EPS.   Bisa saja karena AKRA bergerak di sektor perdagangan besar, penjualan dalam beberapa bulan terakhir belum masuk pembukuan kuartal ketiga karena adanya penundaan pembayaran dari konsumen AKRA.  Dan jika yang terjadi seperti itu, kemungkinan besar akan ada perubahan EPS yang cukup signifikan diakhir tahun.

Meski peningkatan EPS di tahun 2012 tidak terlalu besar, namun ROE cukup tinggi sebesar 19%.  Rasio hutang cukup tinggi yang rata-rata diatas 1 kali modal. Ini mungkin bisa dimaklumi karena sektornya bergerak dibidang perdagangan besar (wholesale) sehingga hutang dagang (hutang lancar) juga besar.

Meski AKRA tidak pernah rugi dalam 6 tahun terakhir, stabilitas dari peningkatan EPS, laba operasi dan pendapatan terlalu lebar (standar deviasinya besar).

Analisa teknikal

Grafik harga saham AKRA membentuk pola cup with handle (cangkir bertangkai). Harga tertinggi baru terjadi tanggal 17 Oktober 2012 diharga 4.550.  Setelah mencapai harga tertinggi baru, harga mulai terkoreksi atau melakukan konsolidasi secara normal. Konsolidasi terjadi selama 4 minggu.

Saham AKRA – pola grafik cup with handle

Setelah konsolidasi selama 4 minggu, pada hari Jum’at (9 Nopember 2012) harga saham AKRA bergerak naik dan ditutup di buy point (harga resisten) yaitu 4.550. Volume perdagangan cukup besar. Ini berindikasi akan adanya aksi lanjutan pada beberapa hari atau beberapa minggu kedepan yang makin melambungkan harga AKRA semakin tinggi.

Mmm, tertarik juga…:D

Berita AKR Corporindo Tbk (AKRA)

Berita AKR Corporindo Tbk (AKRA)

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) memproyeksikan penjualan batu bara perseroan tahun ini mencapai 1,5 juta yang bersasal dari produksi tahun ini dan persediaan tahun lalu. Perseroan mengatakan tambang batu bara perseroan berproduksi sejak Agustus 2011 dan hingga akhir tahun lalu menghasilkan 300 ribu-500 ribu ton. Perseroan melakukan penjualan pada Desember dan hanya sebagian kecil sisanya disimpan di stockpile. Tahun ini perseroan menargetkan produksi batu bara 1 juta-1,2 juta ton.

Dengan demikian,  penjualan ditargetkan mencapai 1,5 juta ton. Perseroan mengalokasikan Rp 80 miliar-Rp 90 miliar untuk mengembangkan tambang batu bara, mencakup pembangunan hauling road dan pelabuhan. Alokasi tersebut merupakan bagian belanja modal tahun ini sebesar Rp 1,3 triliun. Belanja modal dibiayai dari kas dan bawaan (carry over) tahun lalu sebesar US$ 77 juta. Perseroan menargetkan pendapatan tahun ini tumbuh 20-25% menjadi Rp 22 triliun-Rp 23,4 triliun dari tahun lalu Rp 18,7 triliun.

Pendapatan AKR ( AKRA ) 2011 kuartal 2 naik 73,5%

Berita PT AKR Corporindo Tbk ( AKRA )

PT AKR Corporindo Tbk ( AKRA ) membukukan pendapatan semester I-2011 sebesar
Rp 9,06 triliun, naik 73,5% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,22 triliun.
Kenaikan pendapatan tersebut ditopang dengan naiknya penjualan bahan bakar
minyak kepada pihak ketiga sebesar 118% dari Rp 3,3 triliun menjadi Rp 7,2 triliun.

Namun, kenaikan pendapatan diiringi peningkatan beban pokok pendapatan sebesar
80,2% dari Rp 4,77 triliun pada semester I tahun lalu menjadi Rp 8,6 triliun. Hingga
Juni 2011 perseroan masih menyisakan 44,86% atau sekitar Rp 238,49 miliar dari
dana right issue Rp 531,52 miliar yang dilakukan pada Januari 2011. Perseroan juga
kaan membagikan dividen interim II untuk tahun buku 2011 sebesar Rp 764,3 miliar
atau Rp 200 per saham. (Positive)

Berita perusahaan : BNII, AKRA, WIKA, ICBP, BWPT, ADRO, SGRO,

Berita Perusahaan

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII)

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) telah menyalurkan kredit ke segmen
small medium enterprises (SME) dan komersial kurang lebih sebesar Rp 22 triliun
hingga Juni 2011 atau hampir mencapai target akhir tahun 2011. Perseroan menargetkan
penyaluran kredit ke segmen small medium enterprises dan komersial tumbuh
minimal 20% atau sebesar Rp 3,78 triliun menjadi Rp 22,68 triliun pada 2011 dari sebelumnya
Rp 18,9 triliun pada 2011. Salah satu pendorong tingginya penyaluran
kredit ke sektor small medium enterprises dan komersial adalah penyaluran dengan
skema supply chain management. (Positive)

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) hingga Juni 2011 masih menyisakan 44,86% atau
sekitar Rp 238,49 miliar dari dana right issue Rp 531,52 miliar yang dilakukan Januari
2010. Pos anggaran yang belum banyak digunakan adalah pembangunan tangki dan
fasilitas dermaga baru sebesar Rp 68,5 miliar atau sekitar 22,3% dari alokasi dana Rp
307 miliar. Dana tersebut merupakan bagian dari belanja modal. (Positive)

PT Wijaya Karya TbK (WIKA)

PT Wijaya Karya TbK (WIKA) dan PT Pertamina (Persero) siap menggandeng produsen
aspal buton untuk meningkatkan kapasitas produksi sehingga mampu memenuhi
kebutuhan pasar dalam negeri. Selama ini utilitas aspal buton masih rendah
yaitu sebesar 25 ribu-30 ribu ton dari kebutuhan aspal nasional sebesar 1,2 juta ton
per tahun. (Positive)

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

Dana hasil IPO PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) telah terserap sebesar
67% atau Rp 4,06 triliun hingga semester I-2011. Realisasi penggunaan dana IPO
itu ditujukan untuk pelunasan utang dan belanja modal perseroan. Sisa dana sebesar
Rp 2,02 triliun akan dipakai untuk membiayai belanja modal perseroan terutama guna
penambahan kapasitas produksi. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal
sebesar Rp 1,8 triliun untuk menambah kapasitas produksi divisi dairy dan divisi mi
instan. (Positive)

PT BW Plantation Tbk (BWPT)

Produksi CPO PT BW Plantation Tbk (BWPT) naik 54% menjadi 59,638 ton di semester
I dibandingkan periode yang sama tahun lalu 38,662 ton. Kenaikan produksi di
periode itu didorong pertumbuhan luas areal tanaman menghasilkan sebesar 4,393 ha
yang merupakan hasil penanaman di tahun 2007. Selain kenaikan produksi CPO , produksi
tandan buah segar juga tumbuh 50% menjadi 250.573 ton dari periode yang
sama tahun lalu 168.185 ton. (Positive)

PT Adaro Energy Tbk (ADRO)

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan meningkatkan kapasitas pelabuhan muat kelanis,
Kalimantan Tengah menjadi 80 juta per tahun dari sebelumnya 55 juta ton per
tahun. Proyek tersebut diperkirakan menelan dana US$ 100 juta dan ditargetkan tuntas
pada semester II-2012. Ekspansi Pelabuhan Kelanis sejalan dengan rencana
penambahan kapasitas produksi menjadi 80 juta ton pada 2012. Tahun lalu, produksi
batubara ini mencapai 42,2 juta ton. (Positive)

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO)

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) telah merealisasikan belanja modal (capex) sebesar
Rp 99 miliar hingga 31 Maret 2011. Penggunaan dana tersebut hanya sekitar 9,9%
dari total capex tahun ini Rp 1 triliun. Perseroan telah menggunakan dana tersebut
untuk aset perkebunan, aset tetap dan pembiayaan usaha sagu yang masung masing
50%, 25%,dan 25%. Perseroan akan memanfaatkan pinjaman bank dan kas internal
untuk membiayai capex dengan komposisi 65% dan 35%. Perseroan tengah menjajaki
pinjaman jangka panjang dari beberapa bank lokal antai lain BNI dan BRI. Selain itu,
perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman bank yang belum terpakai yaitu dari Bank
Mandiri. (Positive)

Laporan Keuangan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) kuartal 3 tahun 2010 – Laba bersih naik 15%

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) berhasil membukukan kenaikan laba bersih dari 191,8 Milyar menjadi 225,3 Milyar atau naik sekitar 15%, namun EPS turun dari Rp 61,38 menjadi Rp 61,29 per lembar.  Pendapatan naik 35% dari 6,3 Trilyun menjadi 8,5 Trilyun. Betolak belakang dengan pendapatan, laba usaha justru merosot 25% dari 426,5 Milyar menjadi 320,3 Milyar.

Laporan keuangan selengkapnya : AKRA_2010__Q3

Exit mobile version