Analisa saham ASRI (Alam Sutera Reality Tbk)

Analisa saham ASRI

PT Alam Sutera Reality Tbk adalah salah satu emiten di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham ASRI. Berada dalam sub-sektor property & realestate. Mulai melantai di bursa (IPO) pada tanggal 18 Desember 2007. Bisnis Alam Sutera Reality terdiri dari pengadaan perumahan, pengadaan sarana properi komersil dan gedung perkantoran.

Analisa Fundamental saham ASRI

Berikuta tabel dari kinerja keuangan Alam Sutera Reality dalam 3 (tiga) tahun terakhir.

  ANLZ 2012 [09] 2012 [12] 2011 [12] 2010
Last Price 600 600 600 305
Share Out. 19.6 B 19.6 B 19.6 B 17.9 B
Market Cap. 11789.6 B 11789.6 B 11789.6 B 5448.2 B
BALANCE SHEET
Cash 1751.1 B 1751.1 B 844.9 B 732.4 B
Total Asset 10251.8 B 10251.8 B 6007.5 B 4588.0 B
S.T.Borrowing 218.9 B 218.9 B 554.2 B 669.2 B
L.T.Borrowing 1989.8 B 1989.8 B 0.0 B 0.0 B
Total Equity 4298.8 B 4114.1 B 2738.0 B 2208.3 B
INCOME STATEMENT
Revenue 2291.7 B 1718.7 B 1381.0 B 765.2 B
Gross Profit 1435.8 B 1076.9 B 814.4 B 416.2 B
Operating Profit 1219.7 B 914.8 B 693.6 B 343.1 B
Net.Profit 985.1 B 738.9 B 601.7 B 290.5 B
EBITDA 1219.7 B 914.8 B 697.1 B 346.3 B
Interest Expense 161.2 B 120.9 B 65.1 B 32.3 B
RATIO
EPS 50.13 37.60 33.68 16.26
PER 11.97x 15.96x 17.81x 18.76x
BVPS 218.77 209.37 139.34 123.62
PBV 2.74x 2.87x 4.31x 2.47x
ROA 9.61% 7.21% 10.01% 6.33%
ROE 22.92% 17.96% 21.97% 13.15%
EV/EBITDA 10.04 13.39 16.50 15.55
Debt/Equity 0.51 0.54 0.20 0.30
Debt/TotalCap 0.34 0.35 0.17 0.23
Debt/EBITDA 1.81 2.41 0.80 1.93
EBITDA/IntExps 7.57 7.57 10.71 10.72

Dari tabel diatas :

  1. Kenaikan EPS tahun 2011 dibandingkan 2010 mencapai 101%. Di tahun  2012 EPS masih mengalami kenaikan yang cukup signifikan sebesar 33,3%.
  2. Kenaikan pendapatan (revenue) tahun 2011 dibandingkan 2010 sebesar 80,5%.  Ditahun 2012 juga masih naik sekitar 66%.
  3. Laba operasi (operating profit) ditahun 2011 naik 102% dibandingkan tahun 2010. Sedangkan ditahun 2012 naik 80%.
  4. ROE cukup baik dimana ditahun 2011 dan 2012 (annualize) berada diatas 20%.
  5. DER cukup rendah yang hanya sekitar 0,5 kali modal

Secara fundamental, Alam Sutera Reality cukup baik.

Analisa Teknikal saham ASRI

Berikut grafik pergerakan harga saham ASRI dalam 1 (satu) tahun terakhir.

Grafik harga saham ASRI – pola Cup with Handle

Harga saham ASRI mencapai harga tertinggi pada 3 April 2012 yaitu 650. Harga saham kemudian mengalami koreksi. Koreksi dan konsolidasi harga berlangsung selama 35 Minggu sehingga membentuk landasan (base) yang berbentuk cangkir (cup).  Dalam beberapa kasus, saham bisa saja langsung menembus harga tertinggi sebelumnya (biasa juga disebut sebagai resistance point atau buy point). Saham ASRI berusaha mencapai harga tertinggi yang pernah dicapai sebelumnya, namun hanya mampu hingga 640 saja dan kemudian melemah. Pelemahan  ini yang telah berlangsung 4 minggu membentuk tangkai dari pola cangkir tersebut.  Dan secara sempurna pola grafik harga saham ASRI membentuk cangkir bertangkai (cup with handle). Buy point ada diharga 640.

Cermati pergerakan saham ASRI di bursa. Jika harga saham mulai bergerak naik, dan saat perdagangan ramai harga bergerak ke 640, siap-siap untuk membeli.  Akankah saham ASRI mampu breakout. Mari kita tunggu.

Mau ikutan? Yuk mareeeee…. 😀

 

Alam Sutera Realty ( ASRI ) bukukan penjualan properti Rp 1,016 triliun

Berita PT Alam Sutera Realty Tbk ( ASRI )

PT Alam Sutera Realty Tbk ( ASRI ) membukukan penjualan unit properti sebesar
Rp 1,016 triliun di semester I-2011. Hal tersebut ditopang oleh pemasaran produkproduk
properti bak residensial maupun komersial. Khusus untuk Juni, perseroan
memperoleh penjualan unit properti sekitar Rp 164 miliar.

Pendapatan disumbang dari penjualan cluster terbaru perseroan yang baru saja diluncurkan pertengahan April lalu. Perseroan tengah mengembangkan mega proyek Superblok Alam Sutera dengan target
pendapatan Rp 1,7 triliun tahun ini. Proyek tersebut merupakan bentuk usaha
perseroan untuk meningkatkan pendapatan berkelanjutan dari sektor sewa.
(Positive)

Alam Sutera Realty ( ASRI ) pertimbangkan terbitkan obligasi

Berita PT Alam Sutera Realty Tbk ( ASRI )

PT Alam Sutera Realty Tbk ( ASRI ) mempertimbangkan untuk menerbitkan obligasi
pada tahun ini sebesar Rp 1,1 triliun dalam denominasi dolar.

Aksi tersebut dipicu oleh
bunga yang lebih rendah dan prosedur yang relatif mudah dibandingkan dengan penerbitan
obligasi rupiah. Hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi
lahan di Bali dan Jakarta. (Positive)

Berita perusahaan: KLBF, ASRI, ADHI, HRUM, BDMN, UNTR, INTA

Berita Perusahaan

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menganggarkan dana akuisisi sebesar Rp 500 miliar
sampai Rp 1 triliun tahun ini. Akuisisi dilakukan untuk mendorong pertumbuhan pendapatan
perusahaan. Perseroan akan mengakuisisi perusahaan yang bergerak di
bidang industri farmasi dan consumer goods. Anggaran akuisisi tersebut berasal dari
penjualan treasury stock perseroan sebesar 7,7% ang akan dilepas kepada investor.
Nilai dari treasury stock perseroan bisa mencapai Rp 2,2 triliun. Perseroan menargetkan
akuisisi tersebut dapat terealisasi tahun ini. (Positive)

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) telah mengakuisisi lahan seluas 75 hectare di
Bintan, Kepulauan Riau. Perseroan berencana untuk mengembangkan lahan ini untuk
proyek kawasan industri dan pergudangan. Lahan tersebut dibeli perseroan pada 2008
dengan harga sekitar Rp 22,5 miliar. Saat ini perseroan masih berupaya untuk
menambah land bank di Bintan. Dalam jangka panjang, land bank ditargetkan bisa
mencapai 250 hektare. (Positive)

PT Adhi Karya Tbk (ADHI)

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) telah menandatangani kontrak senilai Rp 4,1 triliun pada
semester I-2011 atau setara dengan 32,8% dari kontrak baru pada tahun ini sebesar
Rp 12,5 triliun. Kontrak-kontrak baru tersebut berasal dari proyek engineering, procurement
and construction pembangkit listrik, minyak dan gas, serta pembangunan
gedung dan infrastruktur lainnya. Realisasi kontrak yang dicapai pada semester I tahun
ini naik 35% dibandingkan dengan nilai kontrak semester yang sama 2010 sebesar
Rp 8,1 triliun. (Positive)

PT Harum Energy Tbk (HRUM)

PT Harum Energy Tbk (HRUM) memiliki sisa dana IPO sebesar Rp 563,3 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk keperluan peningkatan produksi batu bara.
Hingga semester I–2011 perseroan baru menggunakan Rp 434,6 miliar atau sekitar
56,4% dari total perolehan IPO sebesar Rp 997,9 miliar. Alokasi dana IPO terbesar untuk
pengembangan sahan produksi batu bara sebesar Rp 440 miliar. Saat ini dana untuk
pos pengembangan itu telah terpakai sebesar 76,2%. Alokasi dana IPO untuk
pengembangan usaha pengangkutan batu bara dan usaha pengangkutan batu bara
dan pendanaan kebutuhan modal kerja yang mencapai sekitar Rp 413,91 miliar.
(Positive)

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) akan menerbitkan saham baru (right
issue) untuk menghadapi resiko permodalan dalam ekspansi bisnis tahun ini. Rencana
tersebut telah disampaikan kepada Bapepam-LK dan BEI. Penerbitan saham baru akan
dilakukan melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu bagi pemegang saham.
Dana hasil penerbitan saham baru akan digunakan untuk memperkuat permodalan
sehingga mampu mendukung pertumbuhan kredit dan meningkatkan pangsa pasar
perseroan. (Positive)

PT United Tractors Tbk (UNTR)

PT United Tractors Tbk (UNTR) telah menghabiskan dana hasil penawaran umum
terbatas (right issue) sebesar US$ 332 juta atau sekitar 47% dari total dana US$ 700
juta ( Rp 6,07 triliun). Perseroan akan menggunakan dana right issue untuk keperluan
anak usahanya, PT Pamapersada Nusantara. Selain itu perseroan akan mengakuisisi
perusahaan pertambangan batu bara. Perseroan menghabiskan dana rights issue sebesar
US$ 122 juta untuk akuisisi. Sisa dana US$ 60 juta dipakai untuk capex
Pamapersada dan US$ 150 juta untuk membayar utang. (Positive)

PT Intraco Penta Tbk (INTA)

PT Intraco Penta Tbk (INTA) berencana untuk menerbitkan surat utang jangka
panjang menengah (Medium Term Note) senilai Rp 200 miliar pada kuartal III-2011.
Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk membiayai modal kerja anak usahanya
di sektor pembiayaan yaitu PT Intan Baruprana Finance (IBF) Setelah menerbitkan
MTN, setelah itu perseroan akan mengeluarkan right issue dengan nilai yang besar.
Perseroan akan menggunakan dana hasil right issue untuk mengakuisisi perusahaan
tambang batu bara. (Positive)

Exit mobile version