Analisa saham INTP: pola grafik double buttom with handle

Analisa saham INTP (PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk)

Analisa fundamental saham INTP

Laporan keuangan tahunan 2011 Indocement saat analisa ini dibuat masih belum keluar. Namun berdasarkan kinerja sebelumnya selama 5 tahun terakhir sangat kokoh dan tumbuh dengan baik.

  2011 2010 2009 2008 2007
  Q3 A A A A
Pertumbuhan EPS +9% +17% +57% +78% +66%
Pertumbuhan pendapatan +21% +5% +8% +34% +16%
Pertumbuhan laba operasi +7% +9% n/a n/a n/a
Return on equity (ROE) 18% 25% 26% 21% n/a
Debt to equity ratio (DER) 0.15 0.17 0.24 0.33 n/a

Hingga kuartal ketiga tahun 2011, EPS masih tetap tumbuh 9%.

Pendapatan (penjualan) selama 5 tahun juga selalu meningkat.

Rasio laba terhadap modal (return on equity) tetap terjaga diatas 20% kecuali di tahun 2011 yang hanya 18% (namun masih ada satu kuartal yang belum masuk dalam laporan).

Sedangkan rasio hutang terhadap modal (dept to equity ratio) cukup rendah dan stabil. Rendahnya DER ini akan membuat beban bunga (disisi pengeluaran) akan semakin kecil.

Secara bisnis, hanya ada 3 perusahaan semen yang dominan di Indonesia. 2 lainnya adalah Semen Gresik (beserta anak perusahaan nya Semen Padang), dan Semen Holcim. Pangsa pasar semen domestik saja sudah sangat besar bagi ketiga produsen semen ini.

Secara fundamental, saham INTP sangat baik dan memiliki prospek yang terus meningkat. Dari indikator utama ini, saham INTP tetap masuk sebagai salah satu Saham CAN SLIM 2012.

Analisa teknikal saham INTP

Pada analisa teknikal sebelumnya (12 Nopember 2011) , grafik saham INTP membentuk pola huruf W (double buttom).  Lembah kedua terbentuk karena situasi bursa secara umum yang cendrung lemah (bearish).

Meski sudah sempah menembus resisten di 17.900 dan naik hingga 19.050, saham INTP kembali terkoreksi sehingga terbentuk pola baru menjadi pola huruf W bertangkai (double buttom with handle).  Pola double buttom with handle lebih jarang terjadi dibanding double buttom.

Bagi yang sudah membeli pada siklus sebelumnya (saat breakout di 17.900) dan masih menahannya hingga sekarang, anda tinggal bersabar sedikit lagi untuk bisa menuai keuntungan anda.  Bagi yang sedang tidak memiliki saham INTP, anda boleh siap-siap mengantisipasi pergerakan naiknya.

90% investor akan takut membeli pada harga tinggi seperti ini, namun saham tangguh (saham berfundamental baik dan tumbuh) selalu tambah naik dan naik sehingga tercipta harga tertinggi baru lagi (new high).

Beli yuuukkkk 😀

 

Analisa saham INTP: pola grafik huruf W (double buttom)

Analisa fundamental saham INTP

Saham INTP (Indocement Tunggal Prakasa Tbk) Kinerja Indo cement dalam 5 tahun terakhir sangat kokoh dan tumbuh.  Hingga kuartal ketiga tahun 2011, EPS masih tetap tumbuh 9%.  Pendapatan (penjualan) selama 5 tahun juga selalu meningkat. Rasio laba terhadap modal (return on equity) tetap terjaga diatas 20%.  Sedangkan rasio hutang terhadap modal (dept to equity ratio) cukup rendah dan stabil.  Secara fundamental, saham INTP sangat baik dan memiliki prospek yang terus meningkat.

  2011 2010 2009 2008 2007
  Q3 A A A A
Pertumbuhan EPS +9% +17% +57% +78% +66%
Pertumbuhan pendapatan +21% +5% +8% +34% +16%
Pertumbuhan laba operasi +7% +9% n/a n/a n/a
Return on equity (ROE) 18% 25% 26% 21% n/a
Debt to equity ratio (DER) 0.15 0.17 0.24 0.33 n/a

Analisa teknikal saham INTP

Secara teknikal, grafik saham INTP membentuk pola huruf W (double buttom).  Lembah kedua terbentuk karena situasi bursa secara umum yang cendrung lemah (bearish).  Namun posisi penutupan terakhir sudah mendekati harga tahanannya.  Antisipasi gerakan harga saham INTP.  Bila sudah diperdagangkan di harga acuan belinya yaitu 17.900, dan jika perdagangan saat itu cukup ramai di saham INTP, siap-siaplah untuk membeli.

Analisa saham BWPT (BW Plantation)

Analisa saham SMGR (Semen Gresik)

Analisa saham SMSM (Selamat Sempurna)

Analisa saham HEXA (Hexindo Adiperkasa)

Sudahkan tren turun bursa berakhir?

Analisa SWOT saham, properti & bisnis ril

Analisa saham CPIN (Charoen Pokhpand)

Analisa saham TBLA (Tunas Baru Lampung)

Exit mobile version