Analisa saham SMGR : Pola huruf W (double bottom)

Analisa fundamental saham SMGR

Saham SMGR (Semen Gresik Tbk) Kinerja Semen Gresik dalam 5 tahun terakhir sangat kokoh dan tumbuh.  Hingga kuartal ketiga tahun 2011, EPS masih tetap tumbuh 9%.  Dengan adanya rencana Semen Gresik untuk menaikkan harga jual, memungkinkan pendapatan meningkat di tahun depan. Pendapatan (penjualan) selama 5 tahun juga selalu meningkat. Rasio laba terhadap modal (return on equity) tetap terjaga diatas 20%.  Sedangkan rasio hutang terhadap modal (dept to equity ratio) cukup rendah dan stabil.  Secara fundamental, saham SMGR sangat baik dan memiliki prospek yang terus meningkat.

  2011 2010 2009 2008 2007
  Q3 A A A A
Pertumbuhan EPS +9% +8% +33% +43% +37%
Pertumbuhan pendapatan +13% -0.3% +18% +10% +10%
Pertumbuhan laba operasi +6% +3.4% n/a n/a n/a
Return on equity (ROE) 21% 30% 33% 31% n/a
Debt to equity ratio (DER) 0.32 0.30 0.26 0.31 n/a

Analisa teknikal saham SMGR

Secara teknikal, grafik saham SMGR membentuk pola huruf W (double buttom).  Lembah kedua terbentuk karena situasi bursa secara umum yang cendrung lemah (bearish).  Namun posisi penutupan terakhir sudah mendekati harga tahanannya.  Antisipasi gerakan harga saham SMGR.  Bila sudah diperdagangkan di harga acuan belinya yaitu 10.000, dan jika perdagangan saat itu cukup ramai di saham SMGR, siap-siaplah untuk membeli.

Artikel Analisa Saham

Analisa saham HEXA (Hexindo Adiperkasa)

Analisa saham BWPT (BW Plantation)

Analisa saham SMSM (Selamat Sempurna)

Analisa saham INTP (Indocement Tunggal Prakasa)

Sudahkan tren turun bursa berakhir?

Analisa SWOT saham, properti & bisnis ril

Analisa saham CPIN (Charoen Pokhpand)

Analisa saham TBLA (Tunas Baru Lampung)

Analisa saham INTP: pola grafik huruf W (double buttom)

Analisa fundamental saham INTP

Saham INTP (Indocement Tunggal Prakasa Tbk) Kinerja Indo cement dalam 5 tahun terakhir sangat kokoh dan tumbuh.  Hingga kuartal ketiga tahun 2011, EPS masih tetap tumbuh 9%.  Pendapatan (penjualan) selama 5 tahun juga selalu meningkat. Rasio laba terhadap modal (return on equity) tetap terjaga diatas 20%.  Sedangkan rasio hutang terhadap modal (dept to equity ratio) cukup rendah dan stabil.  Secara fundamental, saham INTP sangat baik dan memiliki prospek yang terus meningkat.

  2011 2010 2009 2008 2007
  Q3 A A A A
Pertumbuhan EPS +9% +17% +57% +78% +66%
Pertumbuhan pendapatan +21% +5% +8% +34% +16%
Pertumbuhan laba operasi +7% +9% n/a n/a n/a
Return on equity (ROE) 18% 25% 26% 21% n/a
Debt to equity ratio (DER) 0.15 0.17 0.24 0.33 n/a

Analisa teknikal saham INTP

Secara teknikal, grafik saham INTP membentuk pola huruf W (double buttom).  Lembah kedua terbentuk karena situasi bursa secara umum yang cendrung lemah (bearish).  Namun posisi penutupan terakhir sudah mendekati harga tahanannya.  Antisipasi gerakan harga saham INTP.  Bila sudah diperdagangkan di harga acuan belinya yaitu 17.900, dan jika perdagangan saat itu cukup ramai di saham INTP, siap-siaplah untuk membeli.

Analisa saham BWPT (BW Plantation)

Analisa saham SMGR (Semen Gresik)

Analisa saham SMSM (Selamat Sempurna)

Analisa saham HEXA (Hexindo Adiperkasa)

Sudahkan tren turun bursa berakhir?

Analisa SWOT saham, properti & bisnis ril

Analisa saham CPIN (Charoen Pokhpand)

Analisa saham TBLA (Tunas Baru Lampung)

Sudahkah bursa saham mencapai “bottom” ?

Bursa saham . Sudahkan kejatuhannya mencapai “bottom”?

Tentu masih teringat bagaimana kejatuhan bursa saham yang dimulai bulan Oktober 2007.  Pelaku bursa saham berdarah-darah (termasuk saya hehe).  Mungkinkah kita bisa belajar dari kejadian tahun 2007 itu? Coba kita ingat kembali kejadian tahun 2007.  Terpaan di bursa saham sudah dimulai pada Juni 2007. 

Kasus macetnya kredit di sektor perumahan di Amerika Serikat yang lebih dikenal dengan Suprime Morgage mulai mencuat.  Ini membuat indeks Dow Jones dari 14.121 terjungkal sekitar 11.8% hanya dalam 2 minggu. Namun pelaku pasar keliatannya masih belum waspada dan menganggap isu Suprime Morgage hanya temporer.  Ini membuat indeks Dow Jones kembali naik selama 2 minggu kemudian dan bahkan mencapai titik tertinggi baru (new high) di 14.279. Namun efek domino dari Suprime Morgage mulai terasa.  Yang pertama terkena imbas adalah sektor keuangan yang secara langsung menyalurkan Suprime Morgage.  Ada yang bangkrut, ada yang rugi besar.  Kita bisa menyebut Bank of Amerca, Citibank, Merryl Linch, JP Morgan, Wells Fargo dan banyak lagi.  Efek domino juga berantai kepada persoalan hutang dibeberapa negara. Sebut saja Spanyol, dan Yunani.  Ini menyebabkan bursa saham benar-benar terhempas tajam selama kurun waktu hampir 1.5 tahun. Dow Jones terdiskon lebih dari 50%.  Pemerintahan Amerika Serikat dibawah Presiden George Bush sampai harus menyiapkan dana talangan (bailout) hampir 2000 milyar dollar (2 trilyun dollar) demi menenangkan situasi.

Awal Mei 2011, Dow Jones kembali tersedak.  Berbagai isu fundamental di Amerika Serikat kembali membuat indeks Dow Jones terpuruk.  Selama lebih kurang 6 bulan, Dow Jones sudah terpental lebih dari 18%.

Kondisi penyebab kali ini mungkin berbeda. Situasi ekonomi berbagai negara juga mungkin sudah lain.  Namun perilaku pelaku bursa saham tetap sama. Eforia dikala bursa saham naik sahut menyahut.  Terbirit-birit (panik) dikala bursa saham turun drastis.  Kondisi efek domino juga terjadi disebabkan oleh margin call (permintaan injeksi dana terhadap nasabah bursa saham yang menggunakan uang pinjaman dari sekuritas)

Apapun komentar orang di bursa saham tentang situasi saat ini, grafik selalu dapat memberi perspektif cukup banyak.  Gambar diatas sengaja saya komparasikan untuk menunjukkan bahwa kemungkinan besar penurunan masih akan berlanjut.  Sejauh mana penurunan akan terjadi, biarlah bursa saham sendiri (melalui grafiknya) yang memberi tahu. Bagi yang masih berada didalam, selamat berolahraga jantung.  Bagi yang sudah diluar bursa saham (sudah menjual atau melikuidasi seluruh sahamnya), silahkan nikmati dulu tamasya anda.  Di bursa saham selalu berlaku “panas setahun di hapus oleh hujan sehari”.

Analisa saham CPIN (Charoen Pokphand) 2011

Analisa saham CPIN

Saham CPIN ( Charoen Pokphand Tbk ) merupakan saham yang berada dalam sektor industri dasar dan kimia, sub sektor pakan ternak.

Analisa saham CPIN : fundamental

  2010 2009 2008 2007 2006 2005
             
Pertumbuhan EPS 38% 538% 26% -6% 286% +~
             
Pertumbuhan Penjualan 3.50% 10% 52% 30% 15% 15%
             
Pertumbuhan Laba Operasi 34% n/a n/a n/a n/a n/a
             
ROE 50% 55% 19% n/a n/a n/a
             
DER 0.46 0.82 2.9 n/a n/a n/a

 

Pada analisa saham CPIN secara fundamental terlihat bahwa dalam 6 (enam) tahun terakhir, pertumbuhan EPS ( laba bersih per lembar saham ) CPIN sangat fenomenal. Berhasil membalikkan kerugian di tahun 2004 menjadi untung di tahun 2005.  Secara berturut-turut hingga per laporan keuangan tahun 2010 sejak tahun 2005 EPS selalu naik.  Meski sedikit mengalami penurunan di tahun di tahun 2007, secara umum menunjukkan adanya stabilitas kinerja CPIN yang selalu meningkat. Dari sisi pendapatan ( penjualan ) selama 6 tahun berturut selalu mengalami peningkatan.  Dalam laporan tahunan 2010 terlihat bahwa rasio laba terhadap modal (Return On Equity) tetap tinggi dan laba ini secara konsisten diperoleh dari operasional perusahaan, sementara rasio hutang terhadap modal (Dept to Equity Ratio) berhasil menyusut tajam.  Semua idikator diatas menunjukkan analisa saham CPIN secara fundamental berkinerja sangat kokoh.

Analisa saham CPIN : Teknikal

Analisa saham CPIN secara teknikal dapat dilakukan dengan mengamati grafik harga saham berikut :

Analisa saham CPIN – Grafik Harga Saham

Analisa saham CPIN secara teknikal menunjukkan grafik harga saham membentuk pola yang sangat umum terjadi yaitu pola grafik saham cangkir bertangkai (cup with handle).  Konsolidasi diwilayah tangkai dari cangkir sudah terjadi selama 5 minggu.  Terlihat sudah ada tanda-tanda akan adanya tarikan harga keatas (pull back).

Amati dan cermati pergerakan harga saham CPIN.  Saat harga diperdagangkan di harga acuan beli (buy point) yaitu di 2000, dan saat itu perdagangan didukung dengan volume yang cukup besar (perdagangan cukup ramai), saat itulah masuk untuk membeli.

Saham CPIN menjadi salah satu saham yang masuk kedalam daftar saham yang memenuhi kriteria CAN SLIM di 2011.

Analisis saham TBLA (Tunas Baru Lampung Tbk): Pola grafik cangkir bertangkai (cup with handle)

Analisis saham TBLA

Grafik harga saham TBLA membentuk pola cangkir bertangkai (cup with handle).  Meski pada kuartal ketiga tahun 2010, pertumbuhan harga perlembar saham (EPS) mengalami penurunan, namun dengan semakin naiknya harga komoditi CPO bisa mendongkrak laba PT Tunas Baru Lampung di tahun 2011.  

Cermati laporan keuangan tahunan yang sebentar lagi akan keluar.  Dan jika kinerja Tunas Baru Lampung semakin baik, beli saham TBLA dikala akan menembus (breakout) di harga tahanannya (resistance) yaitu di 465.

TBLA – Grafik harga mingguan

Pola grafik : Cangkir Bertangkai

Harga acuan beli : 465

Exit mobile version