Deviden 2011

Deviden 2011
Ticker 	Status 	DPS (IDR) 	Cum Date 	Ex Date 	Recording 	Payment 	 
BYAN 	 	80 	24-Juni-2011 	27-Juni-2011 	30-Juni-2011 	13-Juli-2011 	 
KLBF 	 	70 	27-Juni-2011 	28-Juni-2011 	01-Juni-2011 	13-Juli-2011 	 
BISI 	 	10 	27-Juni-2011 	28-Juni-2011 	01-Juni-2011 	14-Juli-2011 	 
KRAS 	 	6 	27-Juni-2011 	28-Juni-2011 	01-Juni-2011 	15-Juli-2011 	 
SMRA 	 	10 	28-Juni-2011 	30-Juni-2011 	04-Juli-2011 	18-Juli-2011 	 
SGRO 	 	108 	30-Juni-2011 	01-Juli-2011 	05-Juli-2011 	18-Juli-2011 	 
ASRI 	 	4,03 	01-Juli-2011 	04-Juli-2011 	06-Juli-2011 	20-Juli-2011 	 
ELSA 	 	2,66 	01-Juli-2011 	04-Juli-2011 	06-Juli-2011 	20-Juli-2011 	 
BSDE 	 	6 	05-Juli-2011 	06-Juli-2011 	08-Juli-2011 	22-Juli-2011 	 
ADHI 	 	32,3493 	04-Juli-2011 	05-Juli-2011 	07-Juli-2011 	20-Juli-2011 
	 
BSDE 	 	6 	05-Juli-2011 	06-Juli-2011 	08-Juli-2011 	22-Juli-2011 	 
ANTM 	 	70,71 	06-Juli-2011 	07-Juli-2011 	11-Juli-2011 	25-Juli-2011 	 
JSMR 	 	105,69 	06-Juli-2011 	07-Juli-2011 	11-Juli-2011 	25-Juli-2011 	 
KAEF 	 	4.995 	07-Juli-2011 	08-Juli-2011 	12-Juli-2011 	26-Juli-2011 	 
CTRP 	 	7 	11-Juli-2011 	12-Juli-2011 	14-Juli-2011 	28-Juli-2011 	 
CTRS 	 	13 	11-Juli-2011 	12-Juli-2011 	14-Juli-2011 	28-Juli-2011 	 
INDY 	 	26 	12-Juli-2011 	13-Juli-2011 	15-Juli--2011 	29-Juli-2011 	 
MYOR 	 	130 	13-Juli-2011 	14-Juli-2011 	18-Juli-2011 	01-Agustus-2011	 
BRAU 	 	3,55 	14-Juli-2011 	15-Juli-2011 	19-Juli-2011 	02-Agustus-2011	 
GDYR 	 	250 	14-Juli-2011 	15-Juli-2011 	19-Juli-2011 	02-Agustus-2011	 
PGAS 	 	144.24 	19-Juli-2011 	20-Juli-2011 	22-Juli-2011 	04-Agustus-2011	 
ISAT 	 	59.55 	19-Juli-2011 	20-Juli-2011 	22-Juli-2011 	05-Agustus-2011	 
GGRM 	 	880 	25-Juli-2011 	26-Juli-2011 	28-Juli-2011 	08-Agustus-2011	 
BUMI 	 	41,78 	27-Juli-2011 	28-Juli-2011 	01-Agustus-2011 15-Agustus-2011

Berita perusahaan BBCA, PTBA, STAR, ELTY, BMRI, TINS, ANTM,

Berita perusahaan

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan melakukan subdebt sebanyak Rp 2 triliun apabila CAR perseroan turun mencapai 13%. Penurunan CAR ini akan terjadi apabila pertumbuhan kredit pada semester dua melebihi target. Sekarang CAR perseroan ber-jumlah 14,7%. Target perseroan pada 2011 ini sebanyak Rp 30 triliun. Namun apabila kredit melonjak sampai Rp 40 triliun sampai akhir tahun ini, maka CAR perseroan akan tergerus. (Neutral)

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA)

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) memprediksi memperoleh penda-patan untuk semester I/2011 sebesar Rp 5 triliun atau naik sekitar 30-35% dari pe-riode yang sama tahun 2010. Hal tersebut diakibatkan oleh naiknya volume penjualan batubara perseroan menjadi 6,5 juta ton dibandingkan dengan semester I/2010 yang sebesar 4,5 juta ton. Perseroan optimis pendapatan perseroan akan melebihi target sebesar Rp 11 triliun. Laba bersih untuk tahun 2011 diprediksi sebesar Rp 3 triliun atau naik 49,25% dibandingkan dengan tahun 2010. (Positive)

PT Star Petrochem Tbk (STAR)

PT Star Petrochem Tbk (STAR) menargetkan pendapatan naik 244,14% pada tahun 2011 menjadi Rp 382 miliar. Sedangkan pada tahun 2010 pendapatan perseroan hanya sebesar Rp 111 miliar. Laba bersih diprediksi akan mengalami peningkatan se-besar 286,11% menjadi Rp 13,9 miliar. (Positive)

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY)

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) memprediksi pendapatan semester I/2011 akan mengalami kenaikan sebesar 30% menjadi Rp 700 miliar dibandingkan dengan periode yang sama 2010. Kontribusi terbesar pendapatan perseroan berasal dari sek-tor city property dan landed residential. (Positive)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) telah berhasil membukukan outstanding kredit revitalisasi perkebunan senilai Rp 6 triliun sampai dengan akhir bulan Mei 2011. Untuk tahun ini batas kredit reviltalisasi perkebunan mencapai Rp 9 triliun. (Positive)

PT Timah Tbk (TINS)

PT Timah Tbk (TINS) memprediksi pertumbuhan kinerja usahanya dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal tersebut didukung dengan adanya kenaikan harga jual rata-rata sebesar 31,58% menjadi US$ 25.000 dibandingkan den-gan US$ 19.000 sebelumnya. Namun volume penjualan perseroan mengalami penu-runan dari 19.000 ton pada semester I/2010 menjadi 18.000 pada semester I/2011. Dengan demikian, diprediksi pendapatan perseroan mencapai US$ 450 juta atau naik 2,03% dibandingkan dengan periode semester I/2010 yang sebesar US$ 441,06 juta. (Positive)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan segera menunjuk konsorsium bank dan bank investasi yang akan mencarikan pembiayaan sebesar US$ 1 miliar. Pembiayaan terse-but ditujukan salah satunya untuk membiayai proyek feronikel di Buli, Halmahera Timur, Maluku Utara. Perseroan saat ini sedang menyeleksi 27 bank dan investasi as-ing dan lokal. Perseroan bekerjasama dengan PT Perusahaan Listrik Negara dan PT Hutama Karya dalam pengerjaan proyek bernilai US$ 1,4 miliar tersebut. (Positive)

Berita perusahaan ANTM, ASRI, BTEL, KRAS, MYOR, SMRA, UNSP, UNTR

Berita Perusahaan

PT United Tractors Tbk (UNTR)

PT United Tractors Tbk (UNTR) melalui anak usahanya PT Tuah Turangga Agung
kembali melakukan akuisisi tambang yaitu PT Duta Sejahtera, perusahaan tambang di
Kalimantan Tengah. Akuisisi tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan penjualan
batu bara di masa mendatang. Dengan mengakuisisi Duta Sejahtera, perseroan mendapat
opsi untuk membeli 60% saham PT Duta Nurcahta. Nilai investasi tersebut
berasal dari tambahan modal yang diberlikan perseroan terhadap anak usahanya sebesar
US$ 100 juta. Dana tersebut berasal dari hasil penawaran umum terbatas dengan
rights issue sebesar Rp 6 triliun.

PT Indonesia Coal Resources

PT Indonesia Coal Resources, anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menargetkan
produksi batu bara tambang Sarolangun, Jambi mencapai 100 ribu ton per bulan
mulai Agustus 2011. Peningkatan produksi itu melalui pembukaan satu tambang
terbuka, sehingga tambang produksi yang dioperasikan menjadi dua. Saat ini, ratarata
produksi tambang Sarolangun yang diakuisisi perseroan awal 2011 baru mencapai
sekitar 50 ribu ton per bulan.

PT Mayora Indah Tbk (MYOR)

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menargetkan penjualan ekspor mencapai Rp 2,58
triliun tahun ini, meningkat 18% dibanding 2010 sebesar Rp 2,19 triliun. Peningkatan
ini didorong pertumbuhan permintaan di pasar ekspor. Dengan peningkatan penjualan
ekspor, perseroan menargetkan pendapatan konsolidasi hingga akhir 2011 mencapai
Rp 8,63 triliun, meningkat 19,5% dibandingkan tahun lalu.

PT Bakrie Connectivity

PT Bakrie Connectivity, anak usaha PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), mulai menjual
layanan video streaming dalam paket modem AHA-MyTV karena permintaan layanan
video streaming di Indonesia meningkat. Perseroan menargetkan menjual 200 ribu
model AHA–MyTV hingga akhir tahun sehingga total pengguna model AHA dan AHAMyTV
mencapai 400 ribu per tahun.

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menggunakan 28% atau Rp 729,6 miliar dana hasil
IPO yang berjumlah Rp 2,59 triliun. Perseroan menggunakan dana tersebut untuk
meningkatkan modal kerja sebesar Rp 627,5 miliar dan pematangan lahan untuk joint
venture dengan PT Posco sebesar Rp 102,1 miliar. Sisa hasil penawaran umum saham
perdana sebesar Rp 1,86 triliun masih belum digunakan.

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menargetkan pendapatan sebesar Rp 2 triliun
pada 2011 atau naik 20% dibandingkan tahun lalu Rp 1,7 triliun. Kenaikan pendapatan
tersebut ditopang oleh pengoperasian Summarecon Mal Serpong (SMS) tahap II
pada Oktober 2011 dan sejumlah proyek di Kelapa Gading dan Bekasi. Proyek SMS II
menghabiskan dana sebesar Rp 400 miliar. Perseroan mendapat pinjaman Rp 350 miliar
dari BCA dan sisanya dari kas internal. Proyek SMS II dan SMB menyerap sebagian
besar capex tahun ini Rp 1,5 triliun. Capex dibiayai dari kas internal dan pinjaman
bank.

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP)

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) resmi merestrukturisasi sisa utang
Domba Mas sebesar US$ 210 juta kepada sejumlah kreditor. Restrukturisasi tersebut
diatur dalam amendment agreement pada 21 Juni 2011. Aksi tersebut akan menurunkan
rasio utang terhadap modal yang saat ini mencapa1 kali.

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) berencana untuk menerbitkan obligasi akhir
kuartal III-2011. Nilai emisi surat utang tersebut diperkirakan sekitar Rp 1 triliun.
Perseroan tengah memproses pemeringkatan obligasi di Fitch Ratings dan Standard &
Poor’s (S&P). Perseroan menggunakan laporan keuangan kuartal I-2011. Dana hasil
penerbitan obligasi akan digunakan untuk membiayai akuisisi lahan.

Bank Indonesia

Bank Indonesia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 6,3%-
6,8% dari semula 6,1%-6,6% seiring dengan peningkatan ekspor dan investasi.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sumber berimbang seiring dengan peningkatan
kinterja investasi dan ekspor yang solid.

Laporan keuangan tahunan 2010 : PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berhasil menaikkan laba bersih 179%

PT Aneka Tambang Tbk atau yang disingkat ANTAM berhasil menghasilkan laba bersih yang melonjak 179% di tahun 2010 dibanding pencapaian tahun 2009.  Laba bersih 2010 mencapai 1,7 trilyun, sedangkan ditahun 2009 hanya sebesar 604 milyar.  Namun perusahaan tambang nikel dan emas milik BUMN yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham ANTM ini hanya mampu menaikkan penjualan sebesar 0,38% dari 8,71 trilyun menjadi 8,74 trilyun.  

Ini mengindikasikan tingkat produksi yang tidak terlalu banyak meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.  Namun karena harga jual komoditi dari hasil tambang yang semakin naik, membuat laba operasi atau laba usaha ANTAM naik signifikan 232% dari 588 milyar menjadi 1,95 trilyun.  Laba per lembar saham atau earning per share (EPS) sejalan dengan laba bersih yang juga naik   179% dari Rp 63,46 menjadi Rp 176,77 per lembar saham.  Rasio laba bersih terhadap modal atau return on equity (ROE) ditahun 2010 sebesar 18%, melonjak dibandingkan ROE tahun 2009 yang hanya 7%.  Sementara rasio hutang terhadap modal atau dep to equity ration (DER) sebesar 0,29 kali, meningkat dibandingkan di tahun 2009 yang hanya 0,21 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : Laporan keuangan tahunan ANTAM 2010

Laporan Keuangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kuartal 3 tahun 2010 – Laba bersih meroket 225%

PT Aneka Tambang TBK (ANTM) berhasil menghasilkan laba bersih 950,5 Milyar, meroket 225% dibanding periode yang sama tahun 2009 yang hanya memperoleh laba bersih seberasr 292,7 Milyar.  EPS naik menjadi Rp 99,8 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 30,7.  Penjualan mengalami penurunan 10% dari 6,3 Trilyun menjadi 5,7 Trilyun.  Sedangkan laba usaha naik 734% dari 337 Milyar menjadi 1,27 Trilyun.

Laporan keuangan selengkapnya : ANTM_2010__Q3

Exit mobile version