Berita BNII (PT Bank International Indonesia Tbk) : kinerja 2011

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 669 miliar pada 2011, naik 45% dibandingkan Rp 461 miliar pada 2010. Pertumbuhan laba bersih ini jauh melebihi rata-rata pertumbuhan laba bersih bank umum sepanjang 2011 yang tercatat hanya 31%.

Kinerja yang membaik itu didorong oleh pertumbuhan yang solid pada bisnis inti perseroan, perbaikan kualitas aset dan perbaikan seluruh operasional. Perseroan terus membukukan pertumbuhan kredit yang kuat sepanjang 2011 dengan pertumbuhan kredit konsolidasi sebesar 25%, dari Rp 53,6 triliun per Desember 2010 menjadi Rp 67,2 triliun per Desember 2011.

Berita Tbk: MEDC, BMRI, BBNI, BNII, KRAS, TINS, APLN,

Berita Perusahaan Tbk

PT Medco Energy Tbk (MEDC)

PT Medco Energy Tbk (MEDC) mendapat fasilitas pinjaman sebesar US$ 150 juta
dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Pinjaman ini berjangka waktu 5 tahun.
Dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan pembiayaan kembali perseroan yang
telah jatuh tempo serta kebutuhan-kebutuhan lain seperti modal kerja dan operasional
kebutuhan usaha. (Positive)

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memberikan fasilitas pembiayaan kepada PT Pelabuhan
Indonesia II sebesar Rp 11 triliun atau setara dengan US$ 1,28 miliar. Fasilitas
tersebut akan jatuh tempo pada 2014 mendatang. Dana tersebut akan digunakan untuk
pembiayaan pembangunan terminal peti kemas Kalibaru Tahap I, guna meningkatkan
kemampuan Pelabuhan Utama Tanjung Priok dalam melayani kapal-kapal peti kemas
berkapasitas besar hingga diatas 5.000, serta mengantisipasi peningkatan arus
barang perdagangan domestik dan internasional lewat pelabuhan. (Positive)

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) hanya menargetkan pertumbuhan kredit
investasi sebesar 10% pada 2011 menjadi Rp 25 triliun. Target tersebut dibawah target
keseluruhan kredit perseroan sekitar 17%-20% Pertumbuhan kredit tersebut terhambat
oleh penyerapan dana di sektor infrastruktur. Hingga semester I-2011 perseroan
mencatat kredit belum dicairkan sekitar Rp 20 triliun. Kredit yang belum dicairkan
tersebut antara lain adalah kredit di sektor konstruksi, listrik, pertambangan,
minyak dan gas dan konsumer ritel. (Negative)

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII)

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) menargetkan volume transaksi perbankan
online sebesar Rp 400 triliun hingga akhir 2011 dengan peluncuran BII Corporate
Online Banking. Saat ini, ada 15 perusahaan yang diajak bekerja sama untuk
layanan tersebut dengan nilai volume transaksi sekitar Rp 2 triliun. (Positive)

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menggandeng BUMN Tiongkok, Metallurgical Corporation
of China Ltd (MCC) CERI untuk membangun pabrik besi dengan sistem tanur
tinggi berkapasitas 1,5 juta ton setahun, Nilai proyek ini mencapai Rp 5,92 triliun. Dua
perseroan ini telah meneken kontrak pembangunan pada 29 Juli 2011. Pembangunan
pabrik tersebut dibiayai dari pinjaman dan kas internal. Perseroan juga akan mencari
pinjaman dari bank Tiongkok dengan jumlah maksimal Rp 5,09 triliun. Sisanya akan
dibiayai oleh kas internal. (Positive)

PT Timah Tbk (TINS)

PT Timah Tbk (TINS) telah merealisasikan capex sebanyak Rp 190 miliar atau sekitar
35% dari total capex sebanyak Rp 1,4 triliun sepanjang semester I-2011. Perseroan
menggunakan dana tersebut untuk biaya tahap awal beberapa proyek serta
pengembangan usahanya seperti penyelesaian proyek pembangunan bucket wheel
dredges (BWD) tahap pertama. Proyek ini berlokasi di Bangka-Belitung dan Riau. Alokasi
total dana untuk proyek ini sebesar Rp 480 miliar. (Positive)

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menetapkan nilai obligasi maksimum sebesar
Rp 800 miliar guna untuk menopang modal kerja pada tahun ini. Surat utang
tersebut dinamai obligasi I/2011 itu diterbitkan dalam dua seri dengan tenor masingmasing
3 tahun dan 5 tahun. Perseroan menunjuk empat penjamin emisi yakni PT
Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Securities Deutsche Bank dan PT Standard
Chatered Securities. Perseroan telah menjajaki alternatif pendanaan untuk membiayai
belanja modal senilai Rp 3 triliun pada tahun ini. Selain menerbitkan obligasi perseoan
juga akan meminjam dana dari bank guna memenuhi kebutuhan pendanaan tersebut.
(Positive)

Berita perusahaan : BNII, AKRA, WIKA, ICBP, BWPT, ADRO, SGRO,

Berita Perusahaan

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII)

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) telah menyalurkan kredit ke segmen
small medium enterprises (SME) dan komersial kurang lebih sebesar Rp 22 triliun
hingga Juni 2011 atau hampir mencapai target akhir tahun 2011. Perseroan menargetkan
penyaluran kredit ke segmen small medium enterprises dan komersial tumbuh
minimal 20% atau sebesar Rp 3,78 triliun menjadi Rp 22,68 triliun pada 2011 dari sebelumnya
Rp 18,9 triliun pada 2011. Salah satu pendorong tingginya penyaluran
kredit ke sektor small medium enterprises dan komersial adalah penyaluran dengan
skema supply chain management. (Positive)

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) hingga Juni 2011 masih menyisakan 44,86% atau
sekitar Rp 238,49 miliar dari dana right issue Rp 531,52 miliar yang dilakukan Januari
2010. Pos anggaran yang belum banyak digunakan adalah pembangunan tangki dan
fasilitas dermaga baru sebesar Rp 68,5 miliar atau sekitar 22,3% dari alokasi dana Rp
307 miliar. Dana tersebut merupakan bagian dari belanja modal. (Positive)

PT Wijaya Karya TbK (WIKA)

PT Wijaya Karya TbK (WIKA) dan PT Pertamina (Persero) siap menggandeng produsen
aspal buton untuk meningkatkan kapasitas produksi sehingga mampu memenuhi
kebutuhan pasar dalam negeri. Selama ini utilitas aspal buton masih rendah
yaitu sebesar 25 ribu-30 ribu ton dari kebutuhan aspal nasional sebesar 1,2 juta ton
per tahun. (Positive)

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

Dana hasil IPO PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) telah terserap sebesar
67% atau Rp 4,06 triliun hingga semester I-2011. Realisasi penggunaan dana IPO
itu ditujukan untuk pelunasan utang dan belanja modal perseroan. Sisa dana sebesar
Rp 2,02 triliun akan dipakai untuk membiayai belanja modal perseroan terutama guna
penambahan kapasitas produksi. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal
sebesar Rp 1,8 triliun untuk menambah kapasitas produksi divisi dairy dan divisi mi
instan. (Positive)

PT BW Plantation Tbk (BWPT)

Produksi CPO PT BW Plantation Tbk (BWPT) naik 54% menjadi 59,638 ton di semester
I dibandingkan periode yang sama tahun lalu 38,662 ton. Kenaikan produksi di
periode itu didorong pertumbuhan luas areal tanaman menghasilkan sebesar 4,393 ha
yang merupakan hasil penanaman di tahun 2007. Selain kenaikan produksi CPO , produksi
tandan buah segar juga tumbuh 50% menjadi 250.573 ton dari periode yang
sama tahun lalu 168.185 ton. (Positive)

PT Adaro Energy Tbk (ADRO)

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan meningkatkan kapasitas pelabuhan muat kelanis,
Kalimantan Tengah menjadi 80 juta per tahun dari sebelumnya 55 juta ton per
tahun. Proyek tersebut diperkirakan menelan dana US$ 100 juta dan ditargetkan tuntas
pada semester II-2012. Ekspansi Pelabuhan Kelanis sejalan dengan rencana
penambahan kapasitas produksi menjadi 80 juta ton pada 2012. Tahun lalu, produksi
batubara ini mencapai 42,2 juta ton. (Positive)

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO)

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) telah merealisasikan belanja modal (capex) sebesar
Rp 99 miliar hingga 31 Maret 2011. Penggunaan dana tersebut hanya sekitar 9,9%
dari total capex tahun ini Rp 1 triliun. Perseroan telah menggunakan dana tersebut
untuk aset perkebunan, aset tetap dan pembiayaan usaha sagu yang masung masing
50%, 25%,dan 25%. Perseroan akan memanfaatkan pinjaman bank dan kas internal
untuk membiayai capex dengan komposisi 65% dan 35%. Perseroan tengah menjajaki
pinjaman jangka panjang dari beberapa bank lokal antai lain BNI dan BRI. Selain itu,
perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman bank yang belum terpakai yaitu dari Bank
Mandiri. (Positive)

Laporan keuangan tahunan 2010: Bank International Indonesia (BNII) berhasil membukukan laba bersih 461 milyar

PT Bank International Indonesia Tbk akhir tahun 2010 berhasil membukukan laba bersih sebesar 461 milyar dibanding tahun 2009 yang rugi 41 milyar.  

Pencapaian ini masih lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2008 yang berhasil membukukan laba bersih sebesar 469 milyar.  Laba per lembar saham sebesar Rp 8 dibanding tahun 2009 yg negatif Rp 1.  Pendapatan bunga naik 17% dari 3,1 trilyun menjadi 3,6 trilyun.

Selengkapnya : Laporan keuangan tahunan bank BII 2010

Exit mobile version