2 Langkah Cara Beli Saham BRI (Online & Offline)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang populer dengan singkatan BRI merupakan salah satu perusahaan BUMN yang juga sebagai perusahaan publik atau perusahaan terbuka. BRI terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak 10 Nopember 2003 dengan kode saham BBRI. Saham BBRI merupakan salah satu saham blue chip dengan likuiditas perdagangan yang tinggi. Bagaimana cara beli saham BRI ? Berikut akan dijelaskan 2 langkah cara beli saham BRI secara detil.

2 Langkah Cara Beli Saham BRI (Online & Offline)

Pastikan bahwa persiapan dan syarat-syarat berikut terpenuhi:

  • Punya KTP (sudah berumur 18 tahun keatas)
  • Sudah punya rekening bank.
  • Sudah memiliki NPWP

1. Buat Akun Saham

Langkah pertama cara beli saham BRI adalah dengan membuat Akun Saham. Dimana kita bisa membuat Akun Saham. Kita dapat membuat akun saham di salah satu perusahan broker saham ( perusahaan sekuritas atau perusahaan pialang saham). Berikut beberapa daftar broker saham yang bisa anda pertimbangkan untuk membuat akun saham:

  • BRI Danareksa Sekuritas
  • BCA Sekuritas
  • BNI Sekuritas
  • Mandiri Sekuritas
  • Sinarmas Sekuritas

Daftar broker saham selengkapnya bisa klik disini.

1.1 Buat Akun Saham Secara Offline

Untuk membuat akun saham secara offline adalah dengan mendatangi salah satu kantor cabang dari perusahaan sekuritas yang ada di kota anda. Ini sangat mirip dengan membuat rekening tabungan di bank.

Pastikan anda membawa KTP, buku tabungan dari salah satu rekening bank anda (rekening bank ini akan di-link kan dengan akun saham anda) dan kartu NPWP. Setelah selesai anda membuat akun saham, maka anda akan diberi nomor akun saham oleh perusahaan broker saham tersebut. Nomor akun itulah sebagai kunci identitas semua pembeli dan penjual saham yang terlibat di Bursa Efek Indonesia. Setelah memiliki akun saham, maka anda sekarang disebut sebagai investor saham.

1.2 Buat Akun Saham secara online

Perusahaan broker saham juga menyediakan fasilitas untuk membuat akun saham secara online. Berikut link ke situs online dari beberapa perusahaan  broker saham untuk membuat akun saham. Berikut daftar lengkap link pembukaan akun saham.

Pembukaan Akun Saham Online

No   Perusahaan Efek Link Pembukaan Rekening
1  PT Ajaib Sekuritas Indonesia Registrasi
2  PT BCA Sekuritas Registrasi
3  PT BNI Sekuritas Registrasi
4  PT BRI Danareksa Sekuritas Registrasi
5  PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Registrasi
6  PT Ekuator Swarna Sekuritas Registrasi
7  PT Indo Capital Sekuritas Registrasi
8  PT Indo Premier Sekuritas Registrasi
9  PT Jasa Utama Capital Sekuritas Registrasi
10  PT Stockbit Sekuritas Digital Registrasi
11  PT Mandiri Sekuritas Registrasi
12  PT Minna Padi Investama Sekuritas Registrasi
13  PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia  Registrasi
14  PT Mega Capital Sekuritas Registrasi
15  PT MNC Sekuritas Registrasi
16  PT NH Korindo Sekuritas Registrasi
17  PT Panin Sekuritas Tbk Registrasi
18  PT Phillip Sekuritas Indonesia Registrasi
19  PT Profindo Sekuritas Registrasi
20  PT Phintraco Sekuritas Registrasi
21  PT Reliance Sekuritas Indonesia Registrasi
22  PT RHB Sekuritas Indonesia Registrasi
23  PT Sinarmas Sekuritas Registrasi
24  PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk Registrasi
25  PT Valbury Sekuritas Indonesia Registrasi
26  PT Ciptadana Sekuritas Registrasi
27  PT Lotus Andalan Sekuritas Registrasi
28  PT Maybank Kim Eng Sekuritas Registrasi
29  PT Sucor Sekuritas Registrasi
30  PT Samuel Sekuritas Indonesia Registrasi
31  PT Pilarmas Investindo Sekuritas Registrasi
32  PT Kiwoom Sekuritas Indonesia Registrasi
33  PT OCBC Sekuritas Indonesia Registrasi
34  PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia Registrasi
35  PT Paramitra Alfa Sekuritas Registrasi
36  PT Wanteg Sekuritas   Registrasi
37  PT Nilai Inti Sekuritas   Registrasi
38  PT KAF Sekuritas Indonesia   Registrasi
39  PT Panca Global Sekuritas Registrasi
40  PT Semesta Indovest Sekuritas Registrasi
41  PT Trust Sekuritas Registrasi
42  PT Surya Fajar Sekuritas Registrasi
43  PT Yulie Sekuritas Indonesia Registrasi
44  PT Yuanta Sekuritas Indonesia  Registrasi
45  PT Webull Sekuritas Indonesia  Registrasi

Ikuti petunjuk disitus online dari masing-masing perusahaan broker saham tersebut.

2. Beli Saham BRI

Langkah pertama cara beli saham BRI adalah dengan membeli saham BRI itu sendiri. Cara beli saham BRI juga bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu secara offline dan secara online. Sebelum membeli, anda harus menyetor dana yang cukup terlebih dahulu ke rekening RDN  (Rekening Dana Nasabah). RDN ini dibuatkan oleh broker saham sewaktu anda membuat akun saham.

2.1 Cara beli saham BRI secara offline

Ini bisa dilakukan dengan menghubungi petugas di kantor broker saham tempat akun saham dibuat. Bisa datang ke kantornya lalu memberikan perintah beli saham BRI (kode saham BBRI). Bisa juga dengan memberikan perintah melalui komunikasi telpon ke petugas di kantor broker saham.

2.2 Cara beli saham BRI secara online

Pembelian saham BRI secara online bisa dilakukan melalui aplikasi saham online yang disediakan oleh broker saham tempat akun saham dibuat. Masing-masing broker saham memiliki aplikasi trading online sendiri-sendiri. Berikut beberapa contoh aplikasi saham online dari broker saham:

  • Aplikasi BRIGHTS milik BRI Danareksa Sekuritas
  • Aplikasi BEST milik BCA Sekuritas
  • Aplikasi BIONS milik BNI Sekuritas
  • Aplikasi MOST milik Mandiri Sekuritas
  • Aplikasi SIMINVEST milik Sinarmas Sekuritas

Demikian langkah cara membeli saham BRI. Selamat berinvestasi saham.

Laba bank BRI (BBRI) tahunan 2012 naik 24%

Laba bank BRI

Sepanjang tahun 2012 laba bank BRI (laba per lembar saham) naik sebesar 24% dibandingkan periode yang sama tahun 2011. Ini sekaligus mempertahankan kinerja yang terus naik dalam 5 tahun terakhir.  Selengkapnya rangkuman kinerja keuangan Bank BRI dengan kode saham BBRI dapat dilihat di tabel berikut.

  2012 2011 Kenaikan
EPS (dalam rupiah) 778,93 628,91 24%
Laba bersih (dalam jutaan rupiah) 18.681.350 15.296.501 22%
Laba operasi (dalam jutaan rupiah) 22.682.538 17.584.230 29%
Pendapatan (dalam jutaan rupiah) 44.873.498 40.203.051 12%
 
ROE (Return On Equity) 29% 31%  
DER (Dept to Equity Ratio) 7,50 8,43  
 
Aset (dalam jutaan rupiah) 551.336.790 469.899.284 17%
Ekuitas (dalam jutaan rupiah) 64.881.779 49.820.329 30%
Liabilitas (dalam jutaan rupiah) 486.455.011 420.078.955 16%

Neraca dan rugi laba tahunan 2012 dapat di-download dibawah ini.

BBRI-LKT-Desember-2012-Neraca-Rugi-Laba

Laporan keuangan tahunan lengkap dapat di-download dibawah ini.

BBRI_LKT_Des_2012

Perbandingan antara BRI dan BCA dapat anda lihat pada link berikut :

Bank BRI versus Bank BCA

Analisa saham BRI: pola cup with handle

Analisa saham BRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk)

Analisa Fundamental

Bank BRI adalah bank pemerintah (BUMN) yang paling memiliki stabilitas kinerja paling baik dalam 5 tahun terakhir.

  2011 2010 2009 2008 2007
  A A A A A
Pertumbuhan EPS +34% +56% +23% +23% +13%
Pertumbuhan pendapatan +8% +43% +28% +21% +10%
Pertumbuhan laba operasi +22% +68% n/a n/a n/a
Return on equity (ROE) 31% 31% 27% 27% n/a
Debt to equity ratio (DER) 8.43 10.02 10.63 10.20 n/a

EPS (earning per share) selalu naik diatas 20%, kecuali tahun 2007.

Pendapatan juga selalu naik.

Peningkatan EPS juga diikuti pertubuhan laba operasi yang menunjukkan secara dominan laba yang diperoleh merupakan hasil dari operasi utama perusahaan.

Return on equity ratio (rasio keuntungan bersih terhadap modal) juga selalu tinggi.

Disisi hutang, bisa dimaklumi kalau sektor bank memiliki ration yang tinggi.  Makin tinggi justru makin baik yang mengindikasikan tingkat kepercayaan masyarakat untuk menyimpan uangnya di bank yang bersangkutan.

 

Analisa Teknikal

Secara teknikal, grafik harga saham BRI membentuk pola cangkir bertangkai (cup with handle)

Konsolidasi di wilayah tangkai sudah berlangsung selama 5 minggu. Cermati pergerakan harga saham BRI.  Bila sudah diperdagangkan dikisaran harga acuan beli (buy point atau pivot point) yaitu di 7250 dan jika pada saat itu perdagangan saham BRI di bursa cukup ramai (diatas 50% dari volume rata-rata hariannya) siap-siaplah untuk membeli.

Keberhasilan berakout (menembus harga acuan beli / harga resisten) sangat tergantung dari pergerakan harga menuju ke harga acuan beli. Semakin smooth (fluktuasi harga tidak terlalu besar) pergerakan harga menuju harga acuan beli, semakin besar potensi anda untuk bisa mengantisipasi untuk membeli dan juga semakin besar tingkat keberhasilan breakout.

Tetap cermati dan siapkan uang tunai anda.

Beli yukkkkk !!! 😀

Berita Tbk : AUTO, SMRA, SMGR, ASII, CPIN, ENRG, ASRI, KLBF, BMRI, BBCA, BBRI

Berita Perusahaan Tbk

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO)

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) membukukan laba bersih Rp 524,94 miliar di semester pertama tahun ini, Laba tersebut turun 12,9% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 602,38 miliar. Turunnya laba akibat tingginya beban usaha. Pendapatan usaha perseroan naik 17% menjadi Rp 3,56 triliun di paruh pertama tahun ini dari Rp 3,05 triliun di tahun sebelumnya. Namun, beban usaha yang naik lebih tinggi menjadi sebesar Rp 2,96 triliun dari sebelumnya Rp 2,49 triliun. (Negative)

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatat kenaikan laba bersih sebesar 52,5% di semester pertama tahun ini. Perseroan meraih laba bersih senilai Rp 155,349 miliar, dibandingkan laba periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 101,844 miliar. Kenaikan laba ditopang pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 38,5% menjadi Rp 938,579 miliar di akhir Juni tahun ini. Laba perseroan juga ditopang dengan tambahan pemasukan dari pendapatan bunga. (Positive)

PT Semen Gresik Tbk (SMGR)

PT Semen Gresik Tbk (SMGR) mencatat laba sebesar Rp 1,897 triliun di semester I -2011 atau naik 15,67% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,64 triliun. Kenaikan laba tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan . Pendapatan perseroan hingga Juni 2011 tercatat Rp 7,605 triliun naik 14,17% dari periode yang sama tahun lalu Rp 6,661 triliun. (Positive)

PT Astra International Tbk (ASII)

PT Astra International Tbk (ASII) mencetak laba bersih Rp 8,5 triliun pada semester I-2011, melonjak 33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 6,4 triliun. Kenaikan itu ditopang oleh naiknya pendapatan hingga 24% menjadi Rp 76,2 triliun. (Positive)

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) berhasil mencetak laba bersih perseroan
sebesar Rp 1,256 triliun semester I-2011. Laba bersih perseroan tersebut naik
33,20% dibandingkan laba tahun sebelumnya pada periode yang sama sebesar Rp
943 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan sebesar
26,27% menjadi Rp 8,781 triliun. (Positive)

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar
58% pada semester I-2011 menjadi Rp 865,5 miliar, dibandingkan periode yang
sama tahun lalu sebesar Rp 543,4 miliar. Kenaikan tersebut ditopang oleh peningkatan
produksi minyak dan gas. (Positive)

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) berhasil mencatat laba bersih semester I-2011
sebesar Rp 289 miliar. Laba bersih tersebut naik 133,06% dibandingkan periode yang
sama tahun sebelumnya sebesar Rp 124 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut ditopang
oleh kenaikan penjualan sebesar 78,3% menjadi Rp 706 miliar. (Positive)

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memberikan laba bersih sebesar Rp 675 miliar pada
semester I-2011 atau naik 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 572
miliar. Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh efisiensi yang terbukti dapat mengimbangi
kenaikan harga bahan baku. (Positive)

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 6,3 triliun.
Laba bersih tersebut naik 56,7% YoY. Kenaikan laba bersih tersebut disebabkan kenaikan
kredit 26,9% menjadi Rp 26,7 triliun. (Positive)

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih sebesar Rp 4,8 triliun
per Juni 2011 atau naik 20,4% dari Rp 3,98 triliun tahun lalu. (Positive)

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membukukan laba bersih sebesar Rp 6,8
triliun. Laba bersih tersebut naik 58% YoY. Laba tersebut didukung oleh kenaikan pendapatan
bunga bersih sebesar 23,3%. (Positive)

Berita tbk : UNVR, BNGA, BWPT, ISAT, AUTO, SMRA, BBRI

Berita Perusahaan Tbk

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencetak laba sebesar Rp 2,068 triliun di semester
pertama tahun ini. Laba tersebut naik 16,9% dari tahun sebelumnya pada periode
yang sama sebesar Rp 1,769 triliun. Perseroan juga membukukan pertumbuhan
penjualan bersih menjadi Rp 11,464 triliun di semester pertama tahun 2011 dibandingkan
tahun sebelumnya sebesar Rp 9,922 triliun. Perseroan juga mencatat kenaikan
laba usaha dari Rp 2,361 triliun pada periode enam bulan pertama di 2010 menjadi Rp
3,163 triliun di tahun ini. (Positive)

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA)

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) memberikan fasilitas pembiayaan lebih dari Rp
100 miliar kepada Sungai Budi Group. Pembiayaan tersebut akan digunakan untuk
supplier-supplier dari anak usaha Sungai Budi Grup Pada tahun ini perseroan menargetkan
pembiayaan kredit korporasi mencapai 20%. Saat ini, setengah dari target telah
tercapai. (Positive)

PT BW Plantation Tbk (BWPT)

PT BW Plantation Tbk (BWPT) sepanjang semester I mencatat kenaikan pendapatan
sebesar 73% menjadi Rp 476,95 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar
Rp 275,67 miliar. Kenaikan volume penjualan dan harga jual CPO menjadi faktor
penopang pertumbuhan pendapatan itu. Perseroan juga mencatat pertumbuhan laba
bersih sebesar 99,4% menjadi Rp 170,55 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar
Rp 85,55 miliar. (Positive)

PT Indosat Tbk (ISAT)

Lembaga pemeringkat utang Fitch Ratings meningkatkan outlook utang jangka panjang
dalam mata uang rupiah PT Indosat Tbk (ISAT) dari stabil menjadi positif. Peringkat
utangnya sendiri berada pada level BBB-. Sementara peringkat utang jangka
panjang dalam mata uang asing tetap BBB– dengan outlook stabil. Perubahan outlook
tersebut mencerminkan profil kredit perseroan yang membaik selama tahun lalu dan
terus mengalami perbaikan pada tahun ini. (Positive)

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO)

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) diberikan pinjaman oleh tiga bank sebanyak Rp 430
miliar. Ketiga bank tersebut adalah Bank OCBC NISP (Rp 200 miliar), Bank Mizuho Indonesia
(Rp 200 miliar), dan Bank Internasional Indonesia (BII) (Rp 30 miliar). Pinjaman
itu digunakan untuk membiayai capex tahun ini sebesar Rp 1,1 triliun. Tenor tiga
pinjaman itu mencapai 1-3 tahun dan bunganya mencapai BI rate plus 5%. Sebanyak
60% capex dibiayai dari pinjaman bank, sementara sisanya dari kas internal. Perseroan
membutuhkan tambahan pinjaman sekitar Rp 230 miliar untuk menutup pendanaan
capex. (Positive)

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengucurkan dana sebesar RP 800 miliar
sepanjang semester I-2011. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan Summarecon
Mal Serpong (SMS) tahap II, Summarecon Mal Bekasi (SMB) tahap I dan
akuisisi lahan di Bandung, Jawa Barat. Dana ekspansi tersebut merupakan bagian dari
capex tahun ini sebesar Rp 1,5 triliun. Hingga semester I, perseroan sudah memakai
53% dari dana capex. Hingga semester I-2011, pendapatan perseroan mencapai Rp
938 miliar, naik 39% dibandingkan periode yang sama 2010 senilai Rp 677 miliar.
Peningkatan pendapatan ditopang oleh unit bisnis property development dan property
investement. (Positive)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) hingga akhir Juni 2011 telah
merealisasikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 31,39 triliun. Pencapaian
ini bertambah Rp 8,67 triliun atau tumbuh 38,16% dibandingkan akhir tahun
lalu Rp 22,72 triliun. Dalam enam bulan ke depan perseroan tinggal menyalurkan KUR
baru sebesar Rp 1,33 triliun untuk memenuhi target yang ditetapkan pemerintah.
(Positive)

Exit mobile version