Kinerja Bank 2012

Kinerja bank 2012

Kinerja keuangan dari beberapa perusahaan bank publik (saham publik) selama tahun 2012 berdasarkan laporan keuangan tahunan 2012 yang dipublikasikan di website BEI.

a) EPS (earning per share) atau laba bersih per lembar saham

Disajikan dalam rupiah.

No Kode Nama Emiten 2012 2011 Pertumbuhan
1 BBCA Bank Central Asia (Persero) Tbk 480 444 8,1%
2 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 378 312 19,2%
3 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 778,93 628,91 23,9%
4 BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 147 123 19,5%
5 BDMN Bank Danamon Tbk 418,57 373,99 11,9%
6 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk 664,86 529,33 25,6%
7 BNGA Bank CIMB Niaga Tbk 168,44 126,77 32,9%
8 BNII Bank International Indonesia Tbk 21 12 75,0%
9 BNLI Bank Permata Tbk 150 128 17,2%
10 BTPN Bank Tabungan Pensiuanan Nasional Tbk 341 247 38,1%
11 NISP Bank OCBC NISP Tbk 116,37 106,88 8,9%

b) ROE (Return On Equity)

No Kode Nama Emiten 2012 2011
1 BBCA Bank Central Asia Tbk 23% 26%
2 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 16% 15%
3 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 29% 31%
4 BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 13% 14%
5 BDMN Bank Danamon Tbk 14% 13%
6 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk 21% 20%
7 BNGA Bank CIMB Niaga Tbk 19% 17%
8 BNII Bank International Indonesia Tbk 18% 8%
9 BNLI Bank Permata Tbk 11% 13%
10 BTPN Bank Tabungan Pensiuanan Nasional Tbk 26% 25%
11 NISP Bank OCBC NISP Tbk 10% 11%

c) Pendapatan

Disajikan dalam jutaan rupiah.

No Kode Nama Emiten 2012 2011 Pertumbuhan
1 BBCA Bank Central Asia Tbk   34.945.120   31.498.987 10,9%
2 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   31.150.328   28.293.271 10,1%
3 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk   58.000.153   53.940.323 7,5%
4 BBTN Bank Tabungan Negara  (Persero) Tbk     9.390.073     8.068.121 16,4%
5 BDMN Bank Danamon Tbk   24.658.785   22.053.693 11,8%
6 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk   60.112.759   54.304.457 10,7%
7 BNGA Bank CIMB Niaga Tbk   18.910.881   17.052.975 10,9%
8 BNII Bank International Indonesia Tbk   11.576.492   10.159.476 13,9%
9 BNLI Bank Permata Tbk   10.320.808     8.747.192 18,0%
10 BTPN Bank Tabungan Pensiuanan Nasional Tbk     9.575.777     7.656.443 25,1%
11 NISP Bank OCBC NISP Tbk     5.760.036     4.838.032 19,1%

d) Laba operasi (laba usaha)

Disajikan dalam jutaan rupiah.

No Kode Nama Emiten 2012 2011 Pertumbuhan
1 BBCA Bank Central Asia Tbk   14.255.568   13.296.775 7,2%
2 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk     8.641.023     7.242.543 19,3%
3 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk   22.682.538   17.584.230 29,0%
4 BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk     1.870.969     1.525.749 22,0%
5 BDMN Bank Danamon Tbk     6.182.854     5.174.734 19,5%
6 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk   19.625.447   16.348.933 20,0%
7 BNGA Bank CIMB Niaga Tbk     5.740.829     4.338.716 32,3%
8 BNII Bank International Indonesia Tbk     1.667.364        962.594 73,2%
9 BNLI Bank Permata Tbk     1.751.744     1.439.219 21,7%
10 BTPN Bank Tabungan Pensiuanan Nasional Tbk     2.487.158     1.795.283 38,5%
11 NISP Bank OCBC NISP Tbk     1.213.567        992.692 22,3%

e) Neraca & rugi laba (balance sheet)

Neraca & rugi laba dari masing-masing bank selengkapnya dapat anda download dibawah ini:

  1. BBNI-Neraca-Rugi-Laba-2012-audited-Bank-Negara-Indonesia
  2. BBRI-Neraca-Rugi-Laba-2012-audited-Bank-Rakyat-Indonesia
  3. BBTN-Neraca-Rugi-Laba-2012-audited-Bank-Tabungan-Negara
  4. BDMN-Neraca-Rugi-Laba-2012-audited-Bank-Danamon
  5. BMRI-Neraca-Rugi-Laba-2012-audited-Bank-Mandiri
  6. BNGA-Neraca-Rugi-Laba-2012-audited-Bank-CIMB-Niaga
  7. BNII-Neraca-Rugi-Laba-2012-audited-Bank-International-Indonesia
  8. BNLI-Neraca-Rugi-Laba-2012-audited-Bank-Permata
  9. BTPN-Neraca-Rugi-Laba-2012-audited-Bank-Tabungan-Pensiunan-Nasional
  10. NISP-Neraca-Rugi-Laba-2012-audited-Bank-OCBC-NISP

Berita Tbk: MEDC, BMRI, BBNI, BNII, KRAS, TINS, APLN,

Berita Perusahaan Tbk

PT Medco Energy Tbk (MEDC)

PT Medco Energy Tbk (MEDC) mendapat fasilitas pinjaman sebesar US$ 150 juta
dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Pinjaman ini berjangka waktu 5 tahun.
Dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan pembiayaan kembali perseroan yang
telah jatuh tempo serta kebutuhan-kebutuhan lain seperti modal kerja dan operasional
kebutuhan usaha. (Positive)

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memberikan fasilitas pembiayaan kepada PT Pelabuhan
Indonesia II sebesar Rp 11 triliun atau setara dengan US$ 1,28 miliar. Fasilitas
tersebut akan jatuh tempo pada 2014 mendatang. Dana tersebut akan digunakan untuk
pembiayaan pembangunan terminal peti kemas Kalibaru Tahap I, guna meningkatkan
kemampuan Pelabuhan Utama Tanjung Priok dalam melayani kapal-kapal peti kemas
berkapasitas besar hingga diatas 5.000, serta mengantisipasi peningkatan arus
barang perdagangan domestik dan internasional lewat pelabuhan. (Positive)

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) hanya menargetkan pertumbuhan kredit
investasi sebesar 10% pada 2011 menjadi Rp 25 triliun. Target tersebut dibawah target
keseluruhan kredit perseroan sekitar 17%-20% Pertumbuhan kredit tersebut terhambat
oleh penyerapan dana di sektor infrastruktur. Hingga semester I-2011 perseroan
mencatat kredit belum dicairkan sekitar Rp 20 triliun. Kredit yang belum dicairkan
tersebut antara lain adalah kredit di sektor konstruksi, listrik, pertambangan,
minyak dan gas dan konsumer ritel. (Negative)

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII)

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) menargetkan volume transaksi perbankan
online sebesar Rp 400 triliun hingga akhir 2011 dengan peluncuran BII Corporate
Online Banking. Saat ini, ada 15 perusahaan yang diajak bekerja sama untuk
layanan tersebut dengan nilai volume transaksi sekitar Rp 2 triliun. (Positive)

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menggandeng BUMN Tiongkok, Metallurgical Corporation
of China Ltd (MCC) CERI untuk membangun pabrik besi dengan sistem tanur
tinggi berkapasitas 1,5 juta ton setahun, Nilai proyek ini mencapai Rp 5,92 triliun. Dua
perseroan ini telah meneken kontrak pembangunan pada 29 Juli 2011. Pembangunan
pabrik tersebut dibiayai dari pinjaman dan kas internal. Perseroan juga akan mencari
pinjaman dari bank Tiongkok dengan jumlah maksimal Rp 5,09 triliun. Sisanya akan
dibiayai oleh kas internal. (Positive)

PT Timah Tbk (TINS)

PT Timah Tbk (TINS) telah merealisasikan capex sebanyak Rp 190 miliar atau sekitar
35% dari total capex sebanyak Rp 1,4 triliun sepanjang semester I-2011. Perseroan
menggunakan dana tersebut untuk biaya tahap awal beberapa proyek serta
pengembangan usahanya seperti penyelesaian proyek pembangunan bucket wheel
dredges (BWD) tahap pertama. Proyek ini berlokasi di Bangka-Belitung dan Riau. Alokasi
total dana untuk proyek ini sebesar Rp 480 miliar. (Positive)

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menetapkan nilai obligasi maksimum sebesar
Rp 800 miliar guna untuk menopang modal kerja pada tahun ini. Surat utang
tersebut dinamai obligasi I/2011 itu diterbitkan dalam dua seri dengan tenor masingmasing
3 tahun dan 5 tahun. Perseroan menunjuk empat penjamin emisi yakni PT
Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Securities Deutsche Bank dan PT Standard
Chatered Securities. Perseroan telah menjajaki alternatif pendanaan untuk membiayai
belanja modal senilai Rp 3 triliun pada tahun ini. Selain menerbitkan obligasi perseoan
juga akan meminjam dana dari bank guna memenuhi kebutuhan pendanaan tersebut.
(Positive)

Laba bersih 2011 Bank BNI ( BBNI) kuartal 2 naik 41%

Berita PT Bank Negara Indonesia Tbk ( BBNI )

PT Bank Negara Indonesia Tbk ( BBNI ) membukukan kenaikan laba bersih sebesar
41% menjadi Rp 2,73 triliun di semester I tahun ini, dibandingkan tahun lalu pada periode
yang sama sebesar Rp 1,93 triliun.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh tumbuhnya
pendapatan bunga sebesar 5%, peningkatan non bunga sebesar 6% dan peningkatan
efisiensi yang ditandai dengan penurunan biaya operasional sebesar 2%.
Hingga akhir Juni 2011, kredit yang telah disalurkan oleh perseroan tumbuh 21%
menjadi Rp 152,90 triliun dari tahun sebelumnya pada periode yang sama sebesar Rp
126,23 triliun. (Positive)

Bank BNI ( BBNI ) salurkan KPR Rp 14,79 triliun.

Berita PT Bank Negara Indonesia Tbk ( BBNI )

PT Bank Negara Indonesia Tbk ( BBNI ) sampai Juni 2011 telah menyalurkan Kredit
Kepemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp 14,79 triliun. Pencapaian ini meningkat 48%
dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 9,96 triliun.

Melalui produk KPR Griya,
penyaluran kredit ini mencapai 66% dari total kredit konsumsi BNI yang telah mencapai
Rp 22,35 triliun. (Positive)

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) raih keuntungan bersih 461 milyar

PT Bank Negara Indonesia Tbk berhasil memperoleh keuntungan bersih sebesar 461 milyar selama tahun 2010.  Berbeda dengan tahun 2009 yang merugi sebesar 41 milyar.  Namun laba bersih yang dicapai di tahun 2010 masih sedikit lebih rendah dibandingkan dengan laba bersih yang diperoleh ditahun 2008 yaitu sebesar 469 milyar.  BUMN dengan kode saham BBNI ini selama tahun 2010 menghasilkan pendapatan sebesar 3,6 trilyun atau naik sebesar 17% dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh di tahun 2009 yang hanya 3.1 trilyun.

Laba operasional naik drastis menjadi 767 milyar dibandingkan dengan tahun 2009 yang hanya 37 milyar.  Laba operasi ditahun 2010 ini juga masih lebih tinggi dibandingkan dengan perolehan tahun 2008 yang sebesar 395 milyar.  Laba perlembar saham (earning per share atau EPS) juga positif menjadi Rp 8 per lembar saham.  Sedangkan di tahun 2009 laba per lembar saham negatif Rp 1 per lembar saham.  Rasio laba bersih terhadap modal (ROE : Return On Equity) hanya 6.4%.  Sedangkan rasio hutang terhadap modal (DER : Dept to equity ratio) sebesar 9.40 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : Laporan tahunan Bank BNI 2010

 

Exit mobile version