BRI vs BCA (analisis saham medote CAN SLIM)

Analisis saham BRI vs BCA menggunakan medote CAN SLIM. Baik bank BCA (kode saham BBCA) maupun  bank BRI (kode saham BBRI), keduanya merupakan saham blue chip. Kapitalisasi sama-sama besar. Likuiditas sama-sama tinggi.

BCA sang borjuis.  BRI sang petani.

Ungkapan diatas adalah gambaran yang ada di kepala saya di awal tahun 90-an. Zaman masih awal kuliah.

Saat melintasi kantor bank BCA, kesan yang tertangkap adalah sangat borjuis.   Penuh dengan orang-orang yang datang berjas, berdasi, pake mobil mewah.  Wah, inilah bank para high class.  Bank BCA dikala itu begitu sukses dengan fasilitas ATM-nya yang tersebar dihampir semua kota besar di Indonesia.  Saya yang bokek ( maklum, mahasiswa kan bokek 😀 ), minder mau buka rekening di bank BCA.

Disisi lain, kantor bank BRI terlihat kusam di kecamatan, dimasuki oleh orang-orang dengan pakaian sederhana. Kesan yang tertangkap adalah bank nya orang kelas bawah, para petani, para pedagang pasar. Bicara tentang ATM, boro-boro gampang mencari ATM BRI.

Well, walhasil kala itu  saya tidak membuka rekening disalah satu dari kedua bank tersebut 😀

Sekarang 2012, lebih dari 20 tahun kemudian, bagaimanakah kedua bank ini? Sebagai investor individual, anda tidak perlu terlalu jauh masuk kedalam perusahaan untuk melihat track recordnya.  Dengan membedah laporan keuangan yang dipublikasikan di website BEI, kita akan menganalisa memakai indikator utama saja.  Dan yang paling cerdik adalah menggunakan analisa CAN SLIM.

Analisa CAN SLIM saham BRI vs BCA

[tabby title=”CA”]

1. Huruf C&A – BRI vs BCA

Current quarter Earning & Annual earning increase

Laba di kuartal terakhir  & laba tahunan yang meningkat

Laba yang dimaksud bukanlah laba bersih tetapi adalah laba per lembar saham ( earning per share – EPS ).  Berikut ringkasan dari EPS bank BCA dan BRI dalam 6 tahun terakhir.

1.1 EPS

Earning Per Share

laba per lembar saham

Kita menggunakan EPS yang terdilusi untuk menghilangkan bias oleh aktifitas yang mengakibatkan jumlah saham beredar meningkat ( seperti stock split, right issue, ESOP dan lainnya ).

EPS (diluted) 2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
  BBCA 182 234 279 348 444 339 452
BBRI 196 243 298 467 623 549 732
Peningkatan EPS
  BBCA   29% 19% 25% 28% 2%
BBRI   24% 23% 56% 34% 17%

A= Annualize ( disetahunkan ) ; Q3=3rd quater ( hingga kuartal ke 3 )

Catatan:

  • BBCA stock split tanggal 28 Januari 2008 dengan rasion 1:2.  Konsekwensinya, EPS ditahun 2007 harus dibagi 2 ( terdilusi ) sehingga EPS BCA tahun 2007 yang sebelumnya 364 menjadi 182.
  • BBRI stock split tanggal 11 Januari 2011 dengan rasio 1:2.  Konsekwensinya, EPS ditahun 2010 dan tahun sebelumnya harus dibagi 2 ( terdilusi ) sehingga EPS tahun 2009 yang sebelumnya 596 menjadi 298.  Begitu juga eps tahun sebelumnya ( 2008 & 2007 ).
  • EPS diatas dalam rupiah dan sudah dibulatkan ke desimal terdekat

Dalam 6 tahun terakhir secara nilai rupiah EPS bank BRI selalu mengalahkan bank BCA.   Dari segi peningkatan EPS, bank BRI juga mengalahkan bank BCA ( kecuali di tahun 2008 BBRI sedikit lebih rendah dibanding BBCA ).  Dalam kontek EPS, bank BRI mangalahkan bank BCA.

1.2 Pendapatan

Berikut ringkasan pendapatan bunga bank BRI vs BCA ( dalam trilyun rupiah )

Pendapatan 2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
  BBCA 16,3 19,3 22,9 20,7 24,1 19,9 26,5
BBRI 23,2 28,1 35,3 44,6 48,2 40,7 54,3
Peningkatan pendapatan
  BBCA  – 18% 19% -10% 16% 10%
BBRI  – 21% 26% 26% 8% 13%

Secara rupiah, pendapatan bank BRI selalu mengalahkan bank BCA.  Dari segi peningkatan pendapatan dari tahun ke tahun, bank BRI juga hampir selalu mengalahkan bank BCA.    Pendapatan bank BRI selalu meningkat, tidak pernah turun. Pendapatan bank BCA sempat turun di tahun 2010. Dalam hal pendapatan, bank BRI juga mengalahkan bank BCA.

1.3 Laba operasi

Berikut ringkasan laba operasi bank BRI vs BCA ( dalam trilyun rupiah )

Laba operasi 2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
  BBCA 6,3 7,7 8,5 10,4 13,3 10,0 13,3
BBRI 7,6 8,3 8,6 14,4 17,6 15,6 20,8
Peningkatan laba operasi
  BBCA  – 21% 11% 22% 28% 0%
BBRI  – 10% 3% 68% 22% 18%

Dari segi nilai rupiah, laba operasi bank BRI selalu mengalahkan bank BCA.  Pendapat kedua bank selalu meningkat dari tahun ke tahun, kecuali ditahun 2012 bank BCA menunjukkan laba operasi yang stagnan.  Dalam hal laba operasi bank BRI juga mengalahkan bank BCA.

1.4 ROE

Return On Equity  

laba dibandingkan modal

ROE didapat dengan membagi laba bersih dengan equity ( ekuitas ) atau modal.  Berikut ringkasan ROE bank BRI vs BCA ( laba bersih dan equity dalam trilyun rupiah ).

  2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
BBCA
  Laba bersih 4,5 5,8 6,8 8,5 10,8 8,2 10,9
Equity 20,4 23,3 27,9 34,1 42,0 49,2 49,2
ROE 22% 25% 24% 25% 26% 22%
BBRI
  Laba bersih  4,8 6,0 7,3 11,5 15,3 3,5 18,0
Equity 19,4 22,4 27,3 36,7 49,8 9,6 9,6
ROE 25% 27% 27% 31% 31% 30%

Kedua bank memiliki ROE yang bagus, berhasil membukukan laba bersih dengan ROE diatas 20%.  Tapi, tetap saja bank BRI memiliki pencapaian yang lebih baik dari bank BCA.  Bank BRI masih mengalahkan bank BCA dari segi ROE.

1.5 DER

Dept to Equity Ratio

rasio hutang terhadap modal

Dalam industri bank, tabungan nasabah merupakan hutang bagi bank. Makin besar hutangnya mengindikasikan makin banyak simpanan nasabah di bank tersebut. Berikut ringkasan DER bank BRI vs BCA ( hutang dan equity dalam trilyun rupiah )

  2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3
BBCA
  Hutang 197,6 222,6 254,5 290,3 339,2 377,0
Equity 20,4 23,3 27,9 34,1 42,0 49,2
DER 9,66 9,56 9,14 8,51 8,07 7,66
BBRI
  Hutang   184,3   223,7   289,7   367,6   420,1   409,4
Equity     19,4     22,4     27,3     36,7     49,8     59,6
DER     9,48   10,01   10,63   10,02     8,43     6,87

Jumlah hutang bank BRI mulai lebih tinggi dari bank BCA sejak tahun 2008.   Ini mengindikasikan dana kelolaan nasabah di bank BRI makin banyak dibandingkan bank BCA.  Dalam konteks ini ( pengelolaan dana nasabah ) bank BRI mulai mengalahkan bank BCA.

Secara keseluruhan, analisa huruf C & A dalam CAN SLIM terhadap bank BCA dan bank BRI dimenangkan oleh bank BRI.

[tabby title=”N”]

2. Huruf N – BRI vs BCA

New management, New product, New high

Manajemen baru, produk baru, harga saham tertinggi baru

Harga saham bank BRI baru saja mencapai harga tertinggi baru ( new high ) di 7.850 pada tanggal 18 Oktober 2012.  Saham bank BCA masih mencoba mendekati harga tertinggi yang pernah terjadi yaitu 8.700 pada tanggal 4 Agustus 2011 ( lebih dari setahun yang lalu ).  Kemaren ( 7 Nopember 2012 ) harga saham BCA baru mampu ke 8.550. Masih dibawah harga tertinggi yang dicapai lebih dari setahun yang lalu.

Bank BCA melakukan perubahan di top management dengan mengganti direktur utama pada 12 Mei 2011. Pergantian direksi di bank BRI terjadi pada Mei 2011. Pada tahun 2013  kemungkinan juga akan terjadi pergantian di jajaran top manajemen BRI. Setiap pergantian top manajemen tentu dengan harapan bahwa manajemen baru akan terus meningkatkan perusahaan yang dipimpinnya. Bagaimana hasilnya, tertuang di laporan keuangan.

Dari segi produk perbankan, mungkin yang ditawarkan bank BCA juga ditawarkan oleh BRI. Kedua bank hampir memiliki jenis produk perbankan yang sama. Tinggal sekarang, bank yang manakah yang mampu menawarkan produknya secara inovatif sehingga menarik semakin banyak nasabah?.   Entahlah…Mari kita sama-sama gooling untuk mencari tahu 😀

[tabby title=”S”]

3. Huruf S – BRI vs BCA

Supply and demand

Permintaan dan penawaran

Kedua bank memiliki likuiditas yang tinggi di bursa.  Baru-baru ini setelah mencapai harga tertinggi baru, bank BRI sempat turun dengan volume banyak ( over supply ) diiringi dengan sedikit rumor.  Kalau secara teknikal, yang terjadi hanya tren turun akibat sentimen bursa yang meyakini harga terkoreksi ke MA 200 ( moving average 200 ).  Dan harga terendah bank BRI di 7.000 sudah mendekati MA 200.

Untuk mengetahui supply and demand dari saham kedua bank, mau tidak mau harus selalu mencermati aksi pasar melalui grafik harga saham harian.

[tabby title=”L”]

4. Huruf L – BRI vs BCA

Leader or Laggard

Pemimpin atau pecundang

Dalam 5 tahun terakhir bisa dikatakan bank BCA dan bank BRI masuk dalam top 3 pemimpin pasar (bersama dengan bank mandiri).  Ini tercermin dari likuiditas di bursa, kapitalisasi dan prosentase saham yang beredar di publik.

[tabby title=”I”]

5. Huruf I – BRI vs BCA

Institutional sponsorship

Institusi sponsor

Institusi mana saja yang berinvestasi di bank BCA dan bank BRI ?.   Saya masih kesulitan mendapatkan datanya 😀

[tabby title=”M”]

6. Huruf M – BRI vs BCA

Market direction

Arah pasar

Bursa Efek Indonesa masih mencoba bertahan dengan tren naiknya, meskipun regional (terutama dow jones) menunjukkan gejala pelemahan.

Individual tren dari saham bank BCA dan bank BRI dapat dicermati dari grafik harga saham berikut:

Grafik harga saham bank BCA 2012
Grafik harga saham bank BRI 2012

Pada kedua grafik, terlihat bahwa fluktuasi saham bank sangat rentan dengan isu-isu finansial. Perubahan suku bunga, kebijakan bank sentral Amerika (FED) kebijakan Bank Indonesia.

Bagi trader, bermain di kedua bank cukup aman, karena historisnya masih mampu mencapai harga tertingginya (jika nyangkut, anda tahan masih mampu balik).  Bagi investor yang bermain long, pilihan yang lebih baik (berdasarkan fakta kinerja keuangan diatas) adalah bank BRI.

[tabbyending]

Tinjauan terakhir

Dari analisa CAN SLIM diatas dan dengan melihat ke laporan keuangan 2012 kuartal ketiga, bank BRI masuk kategori saham CAN SLIM, sedangkan bank BCA sudah kurang memenuhi kriteria saham CAN SLIM.  Akankah di laporan keuangan akhir tahun 2012 bank BCA akan recovery dan kembali mencetak rekor pertumbuhan laba yang signifikan? Kita tunggu saja

Bicara masalah ekspektasi, outlook dan lain-lainnya yang bersifat masa depan (belum terjadi), bisa dibumbui dengan opini dan kepentingan.   Kinerja yang terlihat di laporan keuangan adalah fakta.

Mana pilihan anda?  Saya pilih saham BBRI aja lah 😀

Lihat juga :

Download laporan keuangan BRI

Download laporan keuangan BCA

Analisa saham BRI: pola cup with handle

Analisa saham BRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk)

Analisa Fundamental

Bank BRI adalah bank pemerintah (BUMN) yang paling memiliki stabilitas kinerja paling baik dalam 5 tahun terakhir.

  2011 2010 2009 2008 2007
  A A A A A
Pertumbuhan EPS +34% +56% +23% +23% +13%
Pertumbuhan pendapatan +8% +43% +28% +21% +10%
Pertumbuhan laba operasi +22% +68% n/a n/a n/a
Return on equity (ROE) 31% 31% 27% 27% n/a
Debt to equity ratio (DER) 8.43 10.02 10.63 10.20 n/a

EPS (earning per share) selalu naik diatas 20%, kecuali tahun 2007.

Pendapatan juga selalu naik.

Peningkatan EPS juga diikuti pertubuhan laba operasi yang menunjukkan secara dominan laba yang diperoleh merupakan hasil dari operasi utama perusahaan.

Return on equity ratio (rasio keuntungan bersih terhadap modal) juga selalu tinggi.

Disisi hutang, bisa dimaklumi kalau sektor bank memiliki ration yang tinggi.  Makin tinggi justru makin baik yang mengindikasikan tingkat kepercayaan masyarakat untuk menyimpan uangnya di bank yang bersangkutan.

 

Analisa Teknikal

Secara teknikal, grafik harga saham BRI membentuk pola cangkir bertangkai (cup with handle)

Konsolidasi di wilayah tangkai sudah berlangsung selama 5 minggu. Cermati pergerakan harga saham BRI.  Bila sudah diperdagangkan dikisaran harga acuan beli (buy point atau pivot point) yaitu di 7250 dan jika pada saat itu perdagangan saham BRI di bursa cukup ramai (diatas 50% dari volume rata-rata hariannya) siap-siaplah untuk membeli.

Keberhasilan berakout (menembus harga acuan beli / harga resisten) sangat tergantung dari pergerakan harga menuju ke harga acuan beli. Semakin smooth (fluktuasi harga tidak terlalu besar) pergerakan harga menuju harga acuan beli, semakin besar potensi anda untuk bisa mengantisipasi untuk membeli dan juga semakin besar tingkat keberhasilan breakout.

Tetap cermati dan siapkan uang tunai anda.

Beli yukkkkk !!! 😀

Berita Tbk : AUTO, SMRA, SMGR, ASII, CPIN, ENRG, ASRI, KLBF, BMRI, BBCA, BBRI

Berita Perusahaan Tbk

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO)

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) membukukan laba bersih Rp 524,94 miliar di semester pertama tahun ini, Laba tersebut turun 12,9% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 602,38 miliar. Turunnya laba akibat tingginya beban usaha. Pendapatan usaha perseroan naik 17% menjadi Rp 3,56 triliun di paruh pertama tahun ini dari Rp 3,05 triliun di tahun sebelumnya. Namun, beban usaha yang naik lebih tinggi menjadi sebesar Rp 2,96 triliun dari sebelumnya Rp 2,49 triliun. (Negative)

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatat kenaikan laba bersih sebesar 52,5% di semester pertama tahun ini. Perseroan meraih laba bersih senilai Rp 155,349 miliar, dibandingkan laba periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 101,844 miliar. Kenaikan laba ditopang pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 38,5% menjadi Rp 938,579 miliar di akhir Juni tahun ini. Laba perseroan juga ditopang dengan tambahan pemasukan dari pendapatan bunga. (Positive)

PT Semen Gresik Tbk (SMGR)

PT Semen Gresik Tbk (SMGR) mencatat laba sebesar Rp 1,897 triliun di semester I -2011 atau naik 15,67% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,64 triliun. Kenaikan laba tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan . Pendapatan perseroan hingga Juni 2011 tercatat Rp 7,605 triliun naik 14,17% dari periode yang sama tahun lalu Rp 6,661 triliun. (Positive)

PT Astra International Tbk (ASII)

PT Astra International Tbk (ASII) mencetak laba bersih Rp 8,5 triliun pada semester I-2011, melonjak 33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 6,4 triliun. Kenaikan itu ditopang oleh naiknya pendapatan hingga 24% menjadi Rp 76,2 triliun. (Positive)

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) berhasil mencetak laba bersih perseroan
sebesar Rp 1,256 triliun semester I-2011. Laba bersih perseroan tersebut naik
33,20% dibandingkan laba tahun sebelumnya pada periode yang sama sebesar Rp
943 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan sebesar
26,27% menjadi Rp 8,781 triliun. (Positive)

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar
58% pada semester I-2011 menjadi Rp 865,5 miliar, dibandingkan periode yang
sama tahun lalu sebesar Rp 543,4 miliar. Kenaikan tersebut ditopang oleh peningkatan
produksi minyak dan gas. (Positive)

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) berhasil mencatat laba bersih semester I-2011
sebesar Rp 289 miliar. Laba bersih tersebut naik 133,06% dibandingkan periode yang
sama tahun sebelumnya sebesar Rp 124 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut ditopang
oleh kenaikan penjualan sebesar 78,3% menjadi Rp 706 miliar. (Positive)

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memberikan laba bersih sebesar Rp 675 miliar pada
semester I-2011 atau naik 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 572
miliar. Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh efisiensi yang terbukti dapat mengimbangi
kenaikan harga bahan baku. (Positive)

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 6,3 triliun.
Laba bersih tersebut naik 56,7% YoY. Kenaikan laba bersih tersebut disebabkan kenaikan
kredit 26,9% menjadi Rp 26,7 triliun. (Positive)

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih sebesar Rp 4,8 triliun
per Juni 2011 atau naik 20,4% dari Rp 3,98 triliun tahun lalu. (Positive)

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membukukan laba bersih sebesar Rp 6,8
triliun. Laba bersih tersebut naik 58% YoY. Laba tersebut didukung oleh kenaikan pendapatan
bunga bersih sebesar 23,3%. (Positive)

Berita tbk : UNVR, BNGA, BWPT, ISAT, AUTO, SMRA, BBRI

Berita Perusahaan Tbk

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencetak laba sebesar Rp 2,068 triliun di semester
pertama tahun ini. Laba tersebut naik 16,9% dari tahun sebelumnya pada periode
yang sama sebesar Rp 1,769 triliun. Perseroan juga membukukan pertumbuhan
penjualan bersih menjadi Rp 11,464 triliun di semester pertama tahun 2011 dibandingkan
tahun sebelumnya sebesar Rp 9,922 triliun. Perseroan juga mencatat kenaikan
laba usaha dari Rp 2,361 triliun pada periode enam bulan pertama di 2010 menjadi Rp
3,163 triliun di tahun ini. (Positive)

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA)

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) memberikan fasilitas pembiayaan lebih dari Rp
100 miliar kepada Sungai Budi Group. Pembiayaan tersebut akan digunakan untuk
supplier-supplier dari anak usaha Sungai Budi Grup Pada tahun ini perseroan menargetkan
pembiayaan kredit korporasi mencapai 20%. Saat ini, setengah dari target telah
tercapai. (Positive)

PT BW Plantation Tbk (BWPT)

PT BW Plantation Tbk (BWPT) sepanjang semester I mencatat kenaikan pendapatan
sebesar 73% menjadi Rp 476,95 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar
Rp 275,67 miliar. Kenaikan volume penjualan dan harga jual CPO menjadi faktor
penopang pertumbuhan pendapatan itu. Perseroan juga mencatat pertumbuhan laba
bersih sebesar 99,4% menjadi Rp 170,55 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar
Rp 85,55 miliar. (Positive)

PT Indosat Tbk (ISAT)

Lembaga pemeringkat utang Fitch Ratings meningkatkan outlook utang jangka panjang
dalam mata uang rupiah PT Indosat Tbk (ISAT) dari stabil menjadi positif. Peringkat
utangnya sendiri berada pada level BBB-. Sementara peringkat utang jangka
panjang dalam mata uang asing tetap BBB– dengan outlook stabil. Perubahan outlook
tersebut mencerminkan profil kredit perseroan yang membaik selama tahun lalu dan
terus mengalami perbaikan pada tahun ini. (Positive)

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO)

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) diberikan pinjaman oleh tiga bank sebanyak Rp 430
miliar. Ketiga bank tersebut adalah Bank OCBC NISP (Rp 200 miliar), Bank Mizuho Indonesia
(Rp 200 miliar), dan Bank Internasional Indonesia (BII) (Rp 30 miliar). Pinjaman
itu digunakan untuk membiayai capex tahun ini sebesar Rp 1,1 triliun. Tenor tiga
pinjaman itu mencapai 1-3 tahun dan bunganya mencapai BI rate plus 5%. Sebanyak
60% capex dibiayai dari pinjaman bank, sementara sisanya dari kas internal. Perseroan
membutuhkan tambahan pinjaman sekitar Rp 230 miliar untuk menutup pendanaan
capex. (Positive)

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengucurkan dana sebesar RP 800 miliar
sepanjang semester I-2011. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan Summarecon
Mal Serpong (SMS) tahap II, Summarecon Mal Bekasi (SMB) tahap I dan
akuisisi lahan di Bandung, Jawa Barat. Dana ekspansi tersebut merupakan bagian dari
capex tahun ini sebesar Rp 1,5 triliun. Hingga semester I, perseroan sudah memakai
53% dari dana capex. Hingga semester I-2011, pendapatan perseroan mencapai Rp
938 miliar, naik 39% dibandingkan periode yang sama 2010 senilai Rp 677 miliar.
Peningkatan pendapatan ditopang oleh unit bisnis property development dan property
investement. (Positive)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) hingga akhir Juni 2011 telah
merealisasikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 31,39 triliun. Pencapaian
ini bertambah Rp 8,67 triliun atau tumbuh 38,16% dibandingkan akhir tahun
lalu Rp 22,72 triliun. Dalam enam bulan ke depan perseroan tinggal menyalurkan KUR
baru sebesar Rp 1,33 triliun untuk memenuhi target yang ditetapkan pemerintah.
(Positive)

Dana kelolaan kustodian Bank BRI ( BBRI )

Berita PT Bank Rakyat Indonesia Tbk ( BBRI )

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk ( BBRI ) membukukan dana kelolaan kustodian
mencapai Rp 34,7 triliun. Dana tersebut tumbuh diatas 100% dibandingkan tiga tahun
terakhir pada 2008 senilai Rp 13,5 triliun.

Kustodian perseroan juga didukung oleh sistem
teknologi informasi yang andal untuk pengadministrasian surat beharga nasabah
dan SDM professional yang ahli dan berpengalaman dalam bidangnya. (Positive)

Exit mobile version