PT BW Plantation Tbk (BWPT) menargetkan produksi CPO pada tahun ini 130,812 ton, naik 25% dari total produksi yang diestimasi tahun lalu 104,650 ton. Target tersebut telah menyesuaikan dengan rencana perseroan memperbesar kapasitas produksi seiring dengan beroperasinya pabrik baru. Perseroan telah membangun pabrik kelapa sawit di Kalimantan Timur, tepatnya di Desa Senyiur dengan kapasitas produksi minyak sawit mentah 60 ton per jam.
Pengoperasian Pabrik BWPT
PT BW Plantation Tbk (BWPT) juga akan mengoperasikan pabrik yang dibangun sejak tahun lalu berkapasitas 30 ton per jam di Kalimantan Tengah pada kuartal I/2012, dimana pabrik ini menghabiskan dana sekitar Rp 60 miliar.
Kinerja selama tiga tahun terakhir (hingga kuartal ketiga 2011) menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. EPS selalu tumbuh, dan tahun 2011 tumbuh drastis sebesar 65%. Disisi penjualan (pendapatan) juga selalu mengalami kenaikkan. Laba operasi juga naik seiring dengan kenaikkan EPS. Ini menunjukkan bahwa laba yang didapatkan merupakan hasil dari bisnis intinya (core business). Return on equity (ROE) cukup baik, meski tahun ini belum mencapai 20%. Sedangkan disisi rasio hutang terhadap modal (debt to equity ratio) cendrung mengalami kenaikan (yang baik adalah mengalami penurunan sehingga beban bunga menjadi kecil).
Secara keseluruhan fundamental saham BWPT cukup baik.
Analisa Teknikal Saham BWPT
Saham BWPT membentuk grafik teknikal berpola huruf W (double buttom). Pola terbentuk selama hampir 11 bulan. Sudah terlihat ada tanda-tanda akan menembus harga resistennya (break out)
Cermati pergerakan harga saham BWPT. Bila sudah diperdagangkan dikisaran harga acuan beli (buy point / pivot point / harga resisten), dan saat itu perdagangan cukup ramai, siap-siap untuk membeli. Anda bisa menjualnya setelah kenaikan harga 20% dari pivot point. Anda juga bisa menahannya sambil terus memantau pergerakan harganya.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencetak laba sebesar Rp 2,068 triliun di semester
pertama tahun ini. Laba tersebut naik 16,9% dari tahun sebelumnya pada periode
yang sama sebesar Rp 1,769 triliun. Perseroan juga membukukan pertumbuhan
penjualan bersih menjadi Rp 11,464 triliun di semester pertama tahun 2011 dibandingkan
tahun sebelumnya sebesar Rp 9,922 triliun. Perseroan juga mencatat kenaikan
laba usaha dari Rp 2,361 triliun pada periode enam bulan pertama di 2010 menjadi Rp
3,163 triliun di tahun ini. (Positive)
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA)
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) memberikan fasilitas pembiayaan lebih dari Rp
100 miliar kepada Sungai Budi Group. Pembiayaan tersebut akan digunakan untuk
supplier-supplier dari anak usaha Sungai Budi Grup Pada tahun ini perseroan menargetkan
pembiayaan kredit korporasi mencapai 20%. Saat ini, setengah dari target telah
tercapai. (Positive)
PT BW Plantation Tbk (BWPT)
PT BW Plantation Tbk (BWPT) sepanjang semester I mencatat kenaikan pendapatan
sebesar 73% menjadi Rp 476,95 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar
Rp 275,67 miliar. Kenaikan volume penjualan dan harga jual CPO menjadi faktor
penopang pertumbuhan pendapatan itu. Perseroan juga mencatat pertumbuhan laba
bersih sebesar 99,4% menjadi Rp 170,55 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar
Rp 85,55 miliar. (Positive)
PT Indosat Tbk (ISAT)
Lembaga pemeringkat utang Fitch Ratings meningkatkan outlook utang jangka panjang
dalam mata uang rupiah PT Indosat Tbk (ISAT) dari stabil menjadi positif. Peringkat
utangnya sendiri berada pada level BBB-. Sementara peringkat utang jangka
panjang dalam mata uang asing tetap BBB– dengan outlook stabil. Perubahan outlook
tersebut mencerminkan profil kredit perseroan yang membaik selama tahun lalu dan
terus mengalami perbaikan pada tahun ini. (Positive)
PT Astra Otoparts Tbk (AUTO)
PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) diberikan pinjaman oleh tiga bank sebanyak Rp 430
miliar. Ketiga bank tersebut adalah Bank OCBC NISP (Rp 200 miliar), Bank Mizuho Indonesia
(Rp 200 miliar), dan Bank Internasional Indonesia (BII) (Rp 30 miliar). Pinjaman
itu digunakan untuk membiayai capex tahun ini sebesar Rp 1,1 triliun. Tenor tiga
pinjaman itu mencapai 1-3 tahun dan bunganya mencapai BI rate plus 5%. Sebanyak
60% capex dibiayai dari pinjaman bank, sementara sisanya dari kas internal. Perseroan
membutuhkan tambahan pinjaman sekitar Rp 230 miliar untuk menutup pendanaan
capex. (Positive)
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengucurkan dana sebesar RP 800 miliar
sepanjang semester I-2011. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan Summarecon
Mal Serpong (SMS) tahap II, Summarecon Mal Bekasi (SMB) tahap I dan
akuisisi lahan di Bandung, Jawa Barat. Dana ekspansi tersebut merupakan bagian dari
capex tahun ini sebesar Rp 1,5 triliun. Hingga semester I, perseroan sudah memakai
53% dari dana capex. Hingga semester I-2011, pendapatan perseroan mencapai Rp
938 miliar, naik 39% dibandingkan periode yang sama 2010 senilai Rp 677 miliar.
Peningkatan pendapatan ditopang oleh unit bisnis property development dan property
investement. (Positive)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) hingga akhir Juni 2011 telah
merealisasikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 31,39 triliun. Pencapaian
ini bertambah Rp 8,67 triliun atau tumbuh 38,16% dibandingkan akhir tahun
lalu Rp 22,72 triliun. Dalam enam bulan ke depan perseroan tinggal menyalurkan KUR
baru sebesar Rp 1,33 triliun untuk memenuhi target yang ditetapkan pemerintah.
(Positive)
PT BW Plantation Tbk ( BWPT ) mencatat laba bersih Rp 170,552 miliar sepanjang
semester I-2011. Laba perseroan naik 99,35% dibandingkan periode yang sama tahun
lalu, dimana laba per saham juga meningkat menjadi Rp 42,25 dari periode sebelumnya
Rp 21,19.
Peningkatan laba terdorong oleh pendapatan usaha perseroan yang
tumbuh signifikan. Pendapatan perseroan tercatat Rp 476,947 miliar, naik 73,01%
dari periode sebelumnya Rp 275,673 miliar. (Positive)