Analisa saham CPIN (Charoen Pokphand) 2011

Analisa saham CPIN

Saham CPIN ( Charoen Pokphand Tbk ) merupakan saham yang berada dalam sektor industri dasar dan kimia, sub sektor pakan ternak.

Analisa saham CPIN : fundamental

  2010 2009 2008 2007 2006 2005
             
Pertumbuhan EPS 38% 538% 26% -6% 286% +~
             
Pertumbuhan Penjualan 3.50% 10% 52% 30% 15% 15%
             
Pertumbuhan Laba Operasi 34% n/a n/a n/a n/a n/a
             
ROE 50% 55% 19% n/a n/a n/a
             
DER 0.46 0.82 2.9 n/a n/a n/a

 

Pada analisa saham CPIN secara fundamental terlihat bahwa dalam 6 (enam) tahun terakhir, pertumbuhan EPS ( laba bersih per lembar saham ) CPIN sangat fenomenal. Berhasil membalikkan kerugian di tahun 2004 menjadi untung di tahun 2005.  Secara berturut-turut hingga per laporan keuangan tahun 2010 sejak tahun 2005 EPS selalu naik.  Meski sedikit mengalami penurunan di tahun di tahun 2007, secara umum menunjukkan adanya stabilitas kinerja CPIN yang selalu meningkat. Dari sisi pendapatan ( penjualan ) selama 6 tahun berturut selalu mengalami peningkatan.  Dalam laporan tahunan 2010 terlihat bahwa rasio laba terhadap modal (Return On Equity) tetap tinggi dan laba ini secara konsisten diperoleh dari operasional perusahaan, sementara rasio hutang terhadap modal (Dept to Equity Ratio) berhasil menyusut tajam.  Semua idikator diatas menunjukkan analisa saham CPIN secara fundamental berkinerja sangat kokoh.

Analisa saham CPIN : Teknikal

Analisa saham CPIN secara teknikal dapat dilakukan dengan mengamati grafik harga saham berikut :

Analisa saham CPIN – Grafik Harga Saham

Analisa saham CPIN secara teknikal menunjukkan grafik harga saham membentuk pola yang sangat umum terjadi yaitu pola grafik saham cangkir bertangkai (cup with handle).  Konsolidasi diwilayah tangkai dari cangkir sudah terjadi selama 5 minggu.  Terlihat sudah ada tanda-tanda akan adanya tarikan harga keatas (pull back).

Amati dan cermati pergerakan harga saham CPIN.  Saat harga diperdagangkan di harga acuan beli (buy point) yaitu di 2000, dan saat itu perdagangan didukung dengan volume yang cukup besar (perdagangan cukup ramai), saat itulah masuk untuk membeli.

Saham CPIN menjadi salah satu saham yang masuk kedalam daftar saham yang memenuhi kriteria CAN SLIM di 2011.

Laba bersih Charoen Pokphand (CPIN) 2010 naik 37%

PT Charoen Pokphand Tbk di tahun 2010 membukan kenaikan laba bersih 37% dibandingkan tahun 2009 dari 1,6 trilyun menjadi 2,2 trilyun. Perusahaan dengan kode saham CPIN ini juga membukukan kenaikan penjualan (pendapatan) sebesar 3,5% dari 14,6 trilyun menjadi 15,1 trilyun. Laba operasi juga naik 34% dari 2,1 trilyun menjadi 2,8 trilyun. Ini mengindikasikan bahwa laba bersihyang diperoleh dominan didapat dari operasional perusahaan.

Laba bersih per lembar saham (earning per share atau EPS) juga naik 37% dari Rp 98 menjadi Rp 135 per lembar saham.  Rasio laba bersih terhadap modal (return on equity atau ROE) sangat tinggi yang mencapai 50%.  Sedangkan jumlah hutang berhasil diturunkan dengan menurunnya rasio hutang terhadap modal (dept to equity ratio atau DER) menjadi 0,46 yang sebelumnya di 2009 rasio ini mencapai 0,82.

Selengkapnya : Laporan Keuangan tahunan 2010 Charoen Pokphand (CPIN)

Laporan keuangan tahunan 2010 : PT. Inti Agri Resources Tbk (IIKP) mengalami rugi bersih 2,8 milyar

PT. Inti Agri Resources Tbk  masih mengalami kerugian di tahun 2010 sebesar 2,8 milyar.  Rugi ini mengecil dibanding kerugian di tahun 2009 yang mencapai 8 milyar.  Penjualan naik 60% dari 18,7 milyar 29,8 milyar.

Perusahaan berkode saham IIKP ini secara operasional juga merugi sebesar 2,8 milyar.  Kerugian operasi ini lebih kecil dibandingkan kerugian di tahun 2009 yang mencapai 9,3 milyar.  Sedangkan laba per lembar saham (earning per share/EPS) masih negatif Rp 0,84 per lembar saham.

Laporan keuangan IIKP selengkapnya : IIKP – Laporan keuangan tahunan 2010

Laporan keuangan tahunan 2010 : PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) berhasil menaikkan laba bersih 21%

PT Adira Dinamika Multifinance Tbk berhasil membukukan kenaikan laba bersih 21% dari 1,21 trilyun menjadi 1,47 trilyun.  Namun disisi pendapatan menurun 1% dari 3,94 trilyun menjadi 3,90 trilyun.

Perusahaan dengan kode saham ADMF ini juga berhasil menaikkan laba operasi 16,5% dari 1,66 trilyun menjadi  1,93 trilyun.  Sedangkan laba per lembar saham (earning per share / EPS) naik 21% dari Rp 1.212 menjadi Rp 1.468 rupiah per lembar saham.

Laporan keuangan selengkapnya : ADMF-2010–tahunan

Laporan keuangan tahunan 2010: Bank International Indonesia (BNII) berhasil membukukan laba bersih 461 milyar

PT Bank International Indonesia Tbk akhir tahun 2010 berhasil membukukan laba bersih sebesar 461 milyar dibanding tahun 2009 yang rugi 41 milyar.  

Pencapaian ini masih lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2008 yang berhasil membukukan laba bersih sebesar 469 milyar.  Laba per lembar saham sebesar Rp 8 dibanding tahun 2009 yg negatif Rp 1.  Pendapatan bunga naik 17% dari 3,1 trilyun menjadi 3,6 trilyun.

Selengkapnya : Laporan keuangan tahunan bank BII 2010

Exit mobile version