Analisa CAN SLIM saham CPIN (Charoen Pokphand Tbk)

Analisis saham

Analisa saham CPIN

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (”Perseroan”) adalah penghasil pakan ternak, Day Old Chicks dan makanan olahan terbesar di Indonesia. Perseroan didirikan tahun 1972 dengan pabrik pakan ternak terbesar pertama di Jakarta untuk menghasilkan pakan ternak berkualitas.

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk  melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham CPIN. Berada satu sub sektor dengan Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), Malindo Feedmill Tbk (MAIN) dan Sierad Produce Tbk (SIPD).  Diantara keempat perusahaan ini, Charoen Pokphand merupakan perusahaan terbesar dengan total kapitalisasi saat ini (per penutupan Rabu, 19 Desember 2012) mencapai 56. 573 milyar (56,7 trilyun). Diikuti Japfa Comfeed 12.793 milyar (12,8 trilyun), Malindo Feedmill 4.238 milyar (4,2 trilyun) dan Sierad Produce 470 milyar (0,5 trilyun).

Analisa CAN SLIM saham CPIN

Huruf C & A : Current quarter earning & Annual earning increase

Laba kuartal terakhir, laba tahunan meningkat

Berikut ringkasan kinerja keuangan Charoen Pokphand Indonesia Tbk

  2009   (A) 2010   (A) 2011   (A) 2012 (Q3)
1. Peningkatan        
  a. EPS (Earning Per Shares) +538% +38% +7% +27%
  b. Penjualan (pendapatan) +10% +3,5% +19% +18%
  c. Laba operasi (laba usaha) n/a +34% +6% +20%
2. ROE (Return On Equity) 55% 50% 38% 38%
3. DER (Dept to Equity Ratio) 0,82 0,46 0,43 0,48

Catatan: ROE 2012 sudah disetahunkan (annualize).  A=Annualize ; Q3 = 3rd quarter

Huruf C : Current quarter earning

Laba kuartal terakhir

Laporan keuangan sekarang (terakhir) yang baru saja dilaporkan adalah kuartal 3 tahun 2012. EPS meningkat 27% dibandingkan dengan periode yang sama (kuartal 3 tahun 2011).  Penjualan meningkat 18% dan laba operasi meningkat 20%.   Dari 3 indikator ini, tercermin solidnya kinerja perusahaan.

ROE dalam 4 (empat) tahun terakhir sangat baik yang selalu diatas 25%.  Sedangkan rasio hutang terhadap modal stabil dibawah 0,5 kali.

Laba tahunan meningkat

Dari indikator EPS, pendapatan dan laba operasi, Charoen Pokphand Tbk  selalu berhasil menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Perusahaan yang berkembang yang memiliki pasar berkesinambungan pasti EPS, pendapatan dan laba operasinya selalu naik.

Huruf N : New management, new product, new high

Manajemen baru, produk baru, harga saham tertinggi baru

Hari ini (Rabu, 19 Desember 2012), Charoen Pokphand baru saja mencapai harga tertingginya yang baru sepanjang masa (harga sudah disesusikan dengan sebelum stock split) di 3500.

Huruf S : Supply and demand

Permintaan dan penawaran

Dalam beberapa hari terakhir, aktifitas perdagangan saham CPIN mulai ramai dan volume transaksi juga mulai meningkat. Volume meningkat dikala harga bergerak naik menunjukkan mulai menguatnya permintaa.. Sama halnya dengan perdagangan di sektor ril, harga barang naik apabila permintaan jauh melebihi penawaran (persediaan barang). Untuk bisa mencermati ini lebih lengkap, kita harus melihat grafik harga saham harian dari saham CPIN.

 

Huruf L : Leader or laggard

Pemimpin atau pecundang

Diantara 4 (empat) perusahaan yang bergerak di sektor yang sama (CPIN, JPFA, MAIN, SIPD), Charoen Pokphand memiliki kapitalisasi paling besar. Kinerja CPIN, JPFA & MAIN secara fundamental sama baiknya, hanya SIPD yang kinerja fundamentalnya buruk.

CPIN adalah pemimpin di sektornya.

Huruf I : Institutional sponsorship

Institusi sponsor 

Institusi mana saja yang mengendalikan (berinvestasi) di saham Charoen Pokphand?. Institusi yang menjadi sponsor (memiliki porsi kepemilikan dominan) bisa bank, perusahaan asuransi atau perusahaan investasi lainnya. Saya agak kesulitan untuk bisa mendapatkan informasi tentang institusi mana saja yang berinvestasi long term di saham CPIN.   Intinya adalah, saham akan bergerak naik apabila intitusi pengendali adalah yang bertipe long term investment. Sehingga tidak akan terjadi penjualan besar-besaran dalam waktu singkat.

Huruf M : Market direction

Arah pasar

Bursa Indonesia memiliki tren yang sedang naik. Fluktuasi kecil-kecilan dari indeks menunjukkan tingkat gambling di bursa menurun.  Bursa terkeret naik oleh saham-saham yang memang memiliki kinerja bagus (setelah laporan keuangan kuartal 3 keluar).  Potensi koreksi tentu saja selalu ada. Dalam tren naik tentu ada saat turunnya.

Pergerakan IHSG
Grafik IHSG per 19 Desember 2012
Analisa teknikal – Grafik harga saham CPIN
Grafik Saham CPIN – Cup with Handle

Grafik harga saham CPIN membentuk pola cangkir bertangkai (cup with handle pattern). Landasan (cangkir) terbentuk selama 22 minggu. Lalu mengalami konsolidasi selama 4 minggu membentuk tangkai (handle).  Hari ini (19 Desember 2012) harga saham CPIN berhasil breakout (menembus) harga resistennya di 3475 dan mencapai harga tertinggi bari di 3500 meski akhirnya ditutup di 3450.

Sinyal kuat bahwa harga saham CPIN akan menguat dalam beberapa hari atau beberapa minggu ke depan.

Secara keseluruhan, saham CPIN memenuhi kriteria CAN SLIM. Saham CPIN juga memenuhi kriteria untuk saham blue chip.

Anda sudah beli? Saya sudah tadi 😀

BRI vs BCA (analisis saham medote CAN SLIM)

Analisis saham BRI vs BCA menggunakan medote CAN SLIM. Baik bank BCA (kode saham BBCA) maupun  bank BRI (kode saham BBRI), keduanya merupakan saham blue chip. Kapitalisasi sama-sama besar. Likuiditas sama-sama tinggi.

BCA sang borjuis.  BRI sang petani.

Ungkapan diatas adalah gambaran yang ada di kepala saya di awal tahun 90-an. Zaman masih awal kuliah.

Saat melintasi kantor bank BCA, kesan yang tertangkap adalah sangat borjuis.   Penuh dengan orang-orang yang datang berjas, berdasi, pake mobil mewah.  Wah, inilah bank para high class.  Bank BCA dikala itu begitu sukses dengan fasilitas ATM-nya yang tersebar dihampir semua kota besar di Indonesia.  Saya yang bokek ( maklum, mahasiswa kan bokek 😀 ), minder mau buka rekening di bank BCA.

Disisi lain, kantor bank BRI terlihat kusam di kecamatan, dimasuki oleh orang-orang dengan pakaian sederhana. Kesan yang tertangkap adalah bank nya orang kelas bawah, para petani, para pedagang pasar. Bicara tentang ATM, boro-boro gampang mencari ATM BRI.

Well, walhasil kala itu  saya tidak membuka rekening disalah satu dari kedua bank tersebut 😀

Sekarang 2012, lebih dari 20 tahun kemudian, bagaimanakah kedua bank ini? Sebagai investor individual, anda tidak perlu terlalu jauh masuk kedalam perusahaan untuk melihat track recordnya.  Dengan membedah laporan keuangan yang dipublikasikan di website BEI, kita akan menganalisa memakai indikator utama saja.  Dan yang paling cerdik adalah menggunakan analisa CAN SLIM.

Analisa CAN SLIM saham BRI vs BCA

[tabby title=”CA”]

1. Huruf C&A – BRI vs BCA

Current quarter Earning & Annual earning increase

Laba di kuartal terakhir  & laba tahunan yang meningkat

Laba yang dimaksud bukanlah laba bersih tetapi adalah laba per lembar saham ( earning per share – EPS ).  Berikut ringkasan dari EPS bank BCA dan BRI dalam 6 tahun terakhir.

1.1 EPS

Earning Per Share

laba per lembar saham

Kita menggunakan EPS yang terdilusi untuk menghilangkan bias oleh aktifitas yang mengakibatkan jumlah saham beredar meningkat ( seperti stock split, right issue, ESOP dan lainnya ).

EPS (diluted) 2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
  BBCA 182 234 279 348 444 339 452
BBRI 196 243 298 467 623 549 732
Peningkatan EPS
  BBCA   29% 19% 25% 28% 2%
BBRI   24% 23% 56% 34% 17%

A= Annualize ( disetahunkan ) ; Q3=3rd quater ( hingga kuartal ke 3 )

Catatan:

  • BBCA stock split tanggal 28 Januari 2008 dengan rasion 1:2.  Konsekwensinya, EPS ditahun 2007 harus dibagi 2 ( terdilusi ) sehingga EPS BCA tahun 2007 yang sebelumnya 364 menjadi 182.
  • BBRI stock split tanggal 11 Januari 2011 dengan rasio 1:2.  Konsekwensinya, EPS ditahun 2010 dan tahun sebelumnya harus dibagi 2 ( terdilusi ) sehingga EPS tahun 2009 yang sebelumnya 596 menjadi 298.  Begitu juga eps tahun sebelumnya ( 2008 & 2007 ).
  • EPS diatas dalam rupiah dan sudah dibulatkan ke desimal terdekat

Dalam 6 tahun terakhir secara nilai rupiah EPS bank BRI selalu mengalahkan bank BCA.   Dari segi peningkatan EPS, bank BRI juga mengalahkan bank BCA ( kecuali di tahun 2008 BBRI sedikit lebih rendah dibanding BBCA ).  Dalam kontek EPS, bank BRI mangalahkan bank BCA.

1.2 Pendapatan

Berikut ringkasan pendapatan bunga bank BRI vs BCA ( dalam trilyun rupiah )

Pendapatan 2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
  BBCA 16,3 19,3 22,9 20,7 24,1 19,9 26,5
BBRI 23,2 28,1 35,3 44,6 48,2 40,7 54,3
Peningkatan pendapatan
  BBCA  – 18% 19% -10% 16% 10%
BBRI  – 21% 26% 26% 8% 13%

Secara rupiah, pendapatan bank BRI selalu mengalahkan bank BCA.  Dari segi peningkatan pendapatan dari tahun ke tahun, bank BRI juga hampir selalu mengalahkan bank BCA.    Pendapatan bank BRI selalu meningkat, tidak pernah turun. Pendapatan bank BCA sempat turun di tahun 2010. Dalam hal pendapatan, bank BRI juga mengalahkan bank BCA.

1.3 Laba operasi

Berikut ringkasan laba operasi bank BRI vs BCA ( dalam trilyun rupiah )

Laba operasi 2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
  BBCA 6,3 7,7 8,5 10,4 13,3 10,0 13,3
BBRI 7,6 8,3 8,6 14,4 17,6 15,6 20,8
Peningkatan laba operasi
  BBCA  – 21% 11% 22% 28% 0%
BBRI  – 10% 3% 68% 22% 18%

Dari segi nilai rupiah, laba operasi bank BRI selalu mengalahkan bank BCA.  Pendapat kedua bank selalu meningkat dari tahun ke tahun, kecuali ditahun 2012 bank BCA menunjukkan laba operasi yang stagnan.  Dalam hal laba operasi bank BRI juga mengalahkan bank BCA.

1.4 ROE

Return On Equity  

laba dibandingkan modal

ROE didapat dengan membagi laba bersih dengan equity ( ekuitas ) atau modal.  Berikut ringkasan ROE bank BRI vs BCA ( laba bersih dan equity dalam trilyun rupiah ).

  2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
BBCA
  Laba bersih 4,5 5,8 6,8 8,5 10,8 8,2 10,9
Equity 20,4 23,3 27,9 34,1 42,0 49,2 49,2
ROE 22% 25% 24% 25% 26% 22%
BBRI
  Laba bersih  4,8 6,0 7,3 11,5 15,3 3,5 18,0
Equity 19,4 22,4 27,3 36,7 49,8 9,6 9,6
ROE 25% 27% 27% 31% 31% 30%

Kedua bank memiliki ROE yang bagus, berhasil membukukan laba bersih dengan ROE diatas 20%.  Tapi, tetap saja bank BRI memiliki pencapaian yang lebih baik dari bank BCA.  Bank BRI masih mengalahkan bank BCA dari segi ROE.

1.5 DER

Dept to Equity Ratio

rasio hutang terhadap modal

Dalam industri bank, tabungan nasabah merupakan hutang bagi bank. Makin besar hutangnya mengindikasikan makin banyak simpanan nasabah di bank tersebut. Berikut ringkasan DER bank BRI vs BCA ( hutang dan equity dalam trilyun rupiah )

  2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3
BBCA
  Hutang 197,6 222,6 254,5 290,3 339,2 377,0
Equity 20,4 23,3 27,9 34,1 42,0 49,2
DER 9,66 9,56 9,14 8,51 8,07 7,66
BBRI
  Hutang   184,3   223,7   289,7   367,6   420,1   409,4
Equity     19,4     22,4     27,3     36,7     49,8     59,6
DER     9,48   10,01   10,63   10,02     8,43     6,87

Jumlah hutang bank BRI mulai lebih tinggi dari bank BCA sejak tahun 2008.   Ini mengindikasikan dana kelolaan nasabah di bank BRI makin banyak dibandingkan bank BCA.  Dalam konteks ini ( pengelolaan dana nasabah ) bank BRI mulai mengalahkan bank BCA.

Secara keseluruhan, analisa huruf C & A dalam CAN SLIM terhadap bank BCA dan bank BRI dimenangkan oleh bank BRI.

[tabby title=”N”]

2. Huruf N – BRI vs BCA

New management, New product, New high

Manajemen baru, produk baru, harga saham tertinggi baru

Harga saham bank BRI baru saja mencapai harga tertinggi baru ( new high ) di 7.850 pada tanggal 18 Oktober 2012.  Saham bank BCA masih mencoba mendekati harga tertinggi yang pernah terjadi yaitu 8.700 pada tanggal 4 Agustus 2011 ( lebih dari setahun yang lalu ).  Kemaren ( 7 Nopember 2012 ) harga saham BCA baru mampu ke 8.550. Masih dibawah harga tertinggi yang dicapai lebih dari setahun yang lalu.

Bank BCA melakukan perubahan di top management dengan mengganti direktur utama pada 12 Mei 2011. Pergantian direksi di bank BRI terjadi pada Mei 2011. Pada tahun 2013  kemungkinan juga akan terjadi pergantian di jajaran top manajemen BRI. Setiap pergantian top manajemen tentu dengan harapan bahwa manajemen baru akan terus meningkatkan perusahaan yang dipimpinnya. Bagaimana hasilnya, tertuang di laporan keuangan.

Dari segi produk perbankan, mungkin yang ditawarkan bank BCA juga ditawarkan oleh BRI. Kedua bank hampir memiliki jenis produk perbankan yang sama. Tinggal sekarang, bank yang manakah yang mampu menawarkan produknya secara inovatif sehingga menarik semakin banyak nasabah?.   Entahlah…Mari kita sama-sama gooling untuk mencari tahu 😀

[tabby title=”S”]

3. Huruf S – BRI vs BCA

Supply and demand

Permintaan dan penawaran

Kedua bank memiliki likuiditas yang tinggi di bursa.  Baru-baru ini setelah mencapai harga tertinggi baru, bank BRI sempat turun dengan volume banyak ( over supply ) diiringi dengan sedikit rumor.  Kalau secara teknikal, yang terjadi hanya tren turun akibat sentimen bursa yang meyakini harga terkoreksi ke MA 200 ( moving average 200 ).  Dan harga terendah bank BRI di 7.000 sudah mendekati MA 200.

Untuk mengetahui supply and demand dari saham kedua bank, mau tidak mau harus selalu mencermati aksi pasar melalui grafik harga saham harian.

[tabby title=”L”]

4. Huruf L – BRI vs BCA

Leader or Laggard

Pemimpin atau pecundang

Dalam 5 tahun terakhir bisa dikatakan bank BCA dan bank BRI masuk dalam top 3 pemimpin pasar (bersama dengan bank mandiri).  Ini tercermin dari likuiditas di bursa, kapitalisasi dan prosentase saham yang beredar di publik.

[tabby title=”I”]

5. Huruf I – BRI vs BCA

Institutional sponsorship

Institusi sponsor

Institusi mana saja yang berinvestasi di bank BCA dan bank BRI ?.   Saya masih kesulitan mendapatkan datanya 😀

[tabby title=”M”]

6. Huruf M – BRI vs BCA

Market direction

Arah pasar

Bursa Efek Indonesa masih mencoba bertahan dengan tren naiknya, meskipun regional (terutama dow jones) menunjukkan gejala pelemahan.

Individual tren dari saham bank BCA dan bank BRI dapat dicermati dari grafik harga saham berikut:

Grafik harga saham bank BCA 2012
Grafik harga saham bank BRI 2012

Pada kedua grafik, terlihat bahwa fluktuasi saham bank sangat rentan dengan isu-isu finansial. Perubahan suku bunga, kebijakan bank sentral Amerika (FED) kebijakan Bank Indonesia.

Bagi trader, bermain di kedua bank cukup aman, karena historisnya masih mampu mencapai harga tertingginya (jika nyangkut, anda tahan masih mampu balik).  Bagi investor yang bermain long, pilihan yang lebih baik (berdasarkan fakta kinerja keuangan diatas) adalah bank BRI.

[tabbyending]

Tinjauan terakhir

Dari analisa CAN SLIM diatas dan dengan melihat ke laporan keuangan 2012 kuartal ketiga, bank BRI masuk kategori saham CAN SLIM, sedangkan bank BCA sudah kurang memenuhi kriteria saham CAN SLIM.  Akankah di laporan keuangan akhir tahun 2012 bank BCA akan recovery dan kembali mencetak rekor pertumbuhan laba yang signifikan? Kita tunggu saja

Bicara masalah ekspektasi, outlook dan lain-lainnya yang bersifat masa depan (belum terjadi), bisa dibumbui dengan opini dan kepentingan.   Kinerja yang terlihat di laporan keuangan adalah fakta.

Mana pilihan anda?  Saya pilih saham BBRI aja lah 😀

Lihat juga :

Download laporan keuangan BRI

Download laporan keuangan BCA

Analisis CAN SLIM saham JSMR (Jasa Marga tbk)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk merupakan pemain utama dalam hal konstruksi jalan tol di Indonesia.

Analisa CAN SLIM saham JSMR

Huruf C & A : Current quarter earning & Annual earning increase

Laba kuartal terakhir, laba tahunan meningkat

Berikut ringkasan kinerja keuangan Jasa Marga Tbk

  2009   (A) 2010   (A) 2011   (A) 2012 (Q3)
1. Peningkatan        
  a. EPS (Earning Per Shares) +41% +20% +12% +38%
  b. Penjualan (pendapatan) +10% +19% +13% +38%
  c. Laba operasi (laba usaha) +10% +31% +15% +30%
2. ROE (Return On Equity) 14% 15% 14% 18%
3. DER (Dept to Equity Ratio) 1,25 1,45 1,32 1,13

Catatan: ROE 2012 sudah disetahunkan (annualize).  A=Annualize ; Q3 = 3rd quarter

Huruf C : Current quarter earning

Laba kuartal terakhir

Laporan keuangan sekarang (terakhir) yang baru saja dilaporkan adalah kuartal 3 tahun 2012. EPS meningkat 38% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011. Penjualan juga meningkat 38%. Laba usaha meningkat 30%.  Dari sini dapat disimpulkan bahwa laba secara dominan diperoleh dari hasil operasi perusahaan (perbedaan peningkatan laba usaha dengan peningkatan EPS tidak terlalu jauh).

Dibandingkan dengan modal (equity), laba yang diperoleh cukup tinggi dimana ROE mencapai 18%. Namun ini masih dibawah nilai patokan yang dipakai Saham OK (Saham OK mematok ROE minimal 25%).  Namun ROE ini masih jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan suku bunga bank maupun return dari obligasi.

Rasio hutang terhadap modal (Dept to Equity Ratio) sebesar 1,13 kali dari modal yang dimiliki.  Rasio hutang ini termasuk besar.  Sebagai pembanding, Unilever (UNVR) memiliki DER dibawah 0,5 kali.  Tapi saya belum pernah tahu bahwa Jasa Marga pernah wanprestasi dalam membayar hutang.  Jadi kita bisa simpulkan bahwa meskipun DER Jasa Marga cukup tinggi, namun masuk kategori lancar alias Jasa Marga sanggup membayar hutang-hutangnya.

Huruf A : Annual earning increase

Laba tahunan meningkat

Dari indikator EPS, pendapatan dan laba operasi, Jasa Marga selalu berhasil menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Perusahaan yang berkembang yang memiliki pasar berkesinambungan pasti EPS, pendapatan dan laba operasinya selalu naik.

Huruf N : New management, new product, new high

Manajemen baru, produk baru, harga saham tertinggi baru

Harga saham Jasa Marga baru saja mencapai harga tertingginya diharga 6000 pada tanggal 27 Agustus 2012.

Manajemen puncak Jasa Marga baru saja diganti di akhir Januari 2012.  Penggantian manajemen ini tentu tidak lain bertujuan untuk semakin meningkatkan kinerja perusahaan Jasa Marga.

Produk baru yang diharapkan dari Jasa Marga tentunya terbangunnya beberapa ruas jalan tol baru.  Ditahun-tahun mendatang ada beberapa ruas jalan tol yang akan digarap oleh Jasa Marga , diantaranya :

(anda bisa cari sendiri berita-berita tentang jalan tol baru yang akan digarap Jasa Marga melalui Googling)

Huruf S : Supply and demand

Permintaan dan penawaran

Sama halnya dengan perdagangan di sektor ril, harga barang naik apabila permintaan jauh melebihi penawaran (persediaan barang). Harga saham pun dipengaruhi oleh hukum permintaan dan penawaran.  Cermati bila ada permintaan yang makin meningkat di saham JSMR.  Ini bisa diketahui dengan melihat volume transaksi harian melalui grafik.

Huruf L : Leader or laggard

Pemimpin atau pecundang

Jasa Marga berada satu sub sektor dengan Cipta Marga Nusaphala Persada (CMNP).  Jasa Marga adalah pemimpinnya (leader).

Huruf I : Institutional sponsorship

Institusi sponsor 

Institusi mana saja yang mengendalikan (berinvestasi) di saham Jasa Marga?. Salah satunya adalah PT Jamsostek (Persero) yang memiliki (berinvestasi) di saham JSMR sebesar 1,49%. Beberapa institusi lain tentunya bisa bank, perusahaan asuransi atau perusahaan investasi lainnya. Saya agak kesulitan untuk bisa mendapatkan informasi tentang institusi apa saja selain Jamsostek yang sedang memiliki saham JSMR.   Tetapi intinya adalah, saham akan bergerak naik apabila intitusi pengendali adalah yang bertipe longterm investment. Sehingga tidak akan terjadi penjualan besar-besaran dalam waktu singkat.  Dan Jamsostek adalah tipikal yang long term investment (gak mungkin lah Jamsostek berinvestasi di saham gorengan :D).

Huruf M : Market direction

Arah pasar

Bursa Indonesia memiliki tren yang sedang naik. Fluktuasi kecil-kecilan dari indeks menunjukkan tingkat gambling di bursa menurun.  Bursa terkeret naik oleh saham-saham yang memang memiliki kinerja bagus (setelah laporan keuangan kuartal 3 keluar).  Potensi koreksi tentu saja selalu ada. Dalam tren naik tentu ada saat turunnya.

Grafik IHSG per 30 Oktober 2012

 Dari grafik harga saham JSMR berikut, terlihat sebuah pola yang mendatar (lebih dikenal juga dengan istilah Flat Base Pattern).

Grafik harga saham JSMR : pola datar (flat base pattern)

Pola pergerakan harga mulai mendatar sejak 20 Juli 2012.  Tren mendatar sudah berlangsung selama lebih kurang 16 minggu. Pada perdagangan kemaren (30 Oktober 2012) saham JSMR mulai sedikit naik namun volume transaksi masih tipis (demand masih kecil). Dengan keluarnya laporan dari kuartal 3 yang cukup baik, memungkinkan saham JSMR kembali mampu breakout (menembus) harga resistennya di 6000.

Cermati perdagangan harga saham JSMR.  Jika saat diperdagangkan diharga resisten atau buy point yaitu 6000, dan jika volume perdagangan cukup ramai, boleh siap-siap untuk membeli.  Sebagaimana normalnya, saham-saham dengan fundamental bagus dan breakout dari sebuah pola grafik akan cendrung makin naik mencapai 20% (atau lebih) dalam beberapa minggu (kadang hanya dalam beberapa hari).

Anda berminat? Sama dooong…. 😀

 

 

Analisa saham MAIN (Malindo Feedmill Tbk)

PT Malindo Feedmill Tbkdidirikan pada tahun 1997 dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2006 dengan kode saham MAIN. Perusahaan memproduksi dan menjual pakan ternak, khususnya:

  • Pakan ayam broiler peternak,
  • Pakan brolier lapisan,
  • Lapisan pakan peternak dan
  • Anak Ayam Hari Komersial (DOC).

Kelompok ini juga berinvestasi pada anak perusahaan yang memproduksi dan memasarkan:

  • Parent stock DOC,
  • DOC Komersial dan
  • Ayam broiler.

Anak perusahaan Malindo Feedmill diantaranya:

  • PT Bibit Indonesia,
  • PT Prima Fajar,
  • PT Leong Ayamsatu Primadona,
  • PT Mutu Indonesia.

Analisa saham PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN)

A. Analisa Fundamental Malindo

Malindo satu sektor dengan Charoen Pokphan (CPIN), Japfa Comfeed (JPFA) dan Sierad Produce (SIPD).

Kapitalisasi saham Malindo per 1 Oktober 2012 mencapai 2,58 trilyun (lihat Kapitalitasi pasar 2012) . Saham yang beredar dipublik (per laporan keuangan kuartal 2) mencapai 40,9 % atau 1,06 trilyun. Kapitalisasi sebesar ini cukup untuk membuat harga saham Malindo tidak dimanipulasi pasar.

Dari laporan keuangan (yang dipublikasikan di website Bursa Efek Indonesia) bisa terlihat kinerja cemerlang dari Malindo dalam 3 tahun terakhir.

  2010 2011 2012
Kuartal 1 Kuartal 2
1. Prosentase peningkatan :        
  a. EPS (Earning Per Share) 138% 14% 133% 137%
  b. Pendapatan 9% 29% 16% 30%
  c. Laba operasi 96% 20% 121% 127%
2. ROE (Return On Equity) 70% 49% 58% 65%
3. DER (Dept to Equity Ratio)              2,75           2,15           1,75           1,96

Catatan: ROE kuartal 1 & 2 2012 sudah disetahunkan (annualized)

 Semua indikator penting menunjukkan kinerja Malindo stabil  dan solid.

Rasio hutang cukup besar, namun hutang lebih banyak bersifat jangka pendek yaitu berupa hutang usaha (mencapai lebih dari 50% dari keseluruhan hutang)

Dengan kinerja seperti ini, harga saham Malindo tidak akan membutuhkan rumor untuk bergerak naik. 😀

B. Analisa Teknikal Malindo

B1. Harga saham Malindo 2006 – Okt 2012

Sejak muncul di bursa tahun 2006 hingga tahun 2011, grafik harga saham Malindo bergerak dalam kerangka yang relatif tetap. Namun setelah perusahaan menambah permodalan dengan melakukan right issue  tanpa HMTD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) 31 Maret 2011, harga saham Malindo mulai melambung drastis.

Grafik harga saham Malindo (MAIN) 2006 – Okt 2012

B2. Pola Base on Top of base

Baru-baru ini (25 Juni 2012) saham Malindo berhasil menembus harga resistennya (breakout) di 1400 dan ditutup di hari itu di 1410. Pola grafik harga saham saat itu adalah pola cup with handle.  Setelah breakout, harga terus bergerak dalam 4 minggu mencapai tertinggi 1790.  Ini berarti naik 28% dari harga resisten (buy point).

Setelah itu, saham Malindo mengalami konsolidasi normal dan seiring juga dengan pelemahan bursa secara umum sehingga membentuk pola baru. Pola baru ini berada tepat diatas pola yang pertama. Pola pertama yang berbentuk cup with handle menjadi landasan pertama (base 1) dan pola baru yang terbentuk menjadi landasan kedua (base 2).

Pola grafik harga saham Malindo (MAIN) – Pola Base on Top of Base

Tren harga sudah mengindikasikan pergerakan harga saham Malindo akan mendekati harga tertinggi sebelumnya yaitu 1790.   Ada beberapa skenario yang mungkin terjadi bila harga sudah berada dikisaran 1790 (buy point atau harga resisten) :

  1. Permintaan sangat kuat mengalahkan situasi bursa secara umum. Ini akan membuat harga saham Malindo melambung melewati resistennya (membentuk pola cup saja tanpa handle) dan dalam beberapa minggu akan mencoba mencapai harga tertinggi baru sekitar 20% (atau lebih) dari 1790.
  2. Bursa secara umum melemah dan permintaan kurang kuat.  Ini akan mengakibatkan investor manahan diri untuk membeli dan harga akan mengalami konsolidasi.  Pola yang akan terbentuk kemungkinan besar menjadi cup with handle pula.
  3. Bursa secara umum melemah drastis. Ini akan mengakibatkan investor panik dan cendrung terjadi sell off. Bila saham Malindo ikut terseret drastis, maka harga akan cendrung kembali melemah ke suppotnya yaitu 1400. Nantinya pola baru akan terbentuk menyerupai huruf W (doble buttom).
  4. Bursa hancur-hancuran (seperti di tahun 2008 & 2009). Entahlah…..harga entah turun ke berapa 😀

 Anda berminat dengan saham Malindo?. Beli yuukkkk 😀

Stay cool and be realistic

Sudahkah bursa saham mencapai “bottom” ?

Bursa saham . Sudahkan kejatuhannya mencapai “bottom”?

Tentu masih teringat bagaimana kejatuhan bursa saham yang dimulai bulan Oktober 2007.  Pelaku bursa saham berdarah-darah (termasuk saya hehe).  Mungkinkah kita bisa belajar dari kejadian tahun 2007 itu? Coba kita ingat kembali kejadian tahun 2007.  Terpaan di bursa saham sudah dimulai pada Juni 2007. 

Kasus macetnya kredit di sektor perumahan di Amerika Serikat yang lebih dikenal dengan Suprime Morgage mulai mencuat.  Ini membuat indeks Dow Jones dari 14.121 terjungkal sekitar 11.8% hanya dalam 2 minggu. Namun pelaku pasar keliatannya masih belum waspada dan menganggap isu Suprime Morgage hanya temporer.  Ini membuat indeks Dow Jones kembali naik selama 2 minggu kemudian dan bahkan mencapai titik tertinggi baru (new high) di 14.279. Namun efek domino dari Suprime Morgage mulai terasa.  Yang pertama terkena imbas adalah sektor keuangan yang secara langsung menyalurkan Suprime Morgage.  Ada yang bangkrut, ada yang rugi besar.  Kita bisa menyebut Bank of Amerca, Citibank, Merryl Linch, JP Morgan, Wells Fargo dan banyak lagi.  Efek domino juga berantai kepada persoalan hutang dibeberapa negara. Sebut saja Spanyol, dan Yunani.  Ini menyebabkan bursa saham benar-benar terhempas tajam selama kurun waktu hampir 1.5 tahun. Dow Jones terdiskon lebih dari 50%.  Pemerintahan Amerika Serikat dibawah Presiden George Bush sampai harus menyiapkan dana talangan (bailout) hampir 2000 milyar dollar (2 trilyun dollar) demi menenangkan situasi.

Awal Mei 2011, Dow Jones kembali tersedak.  Berbagai isu fundamental di Amerika Serikat kembali membuat indeks Dow Jones terpuruk.  Selama lebih kurang 6 bulan, Dow Jones sudah terpental lebih dari 18%.

Kondisi penyebab kali ini mungkin berbeda. Situasi ekonomi berbagai negara juga mungkin sudah lain.  Namun perilaku pelaku bursa saham tetap sama. Eforia dikala bursa saham naik sahut menyahut.  Terbirit-birit (panik) dikala bursa saham turun drastis.  Kondisi efek domino juga terjadi disebabkan oleh margin call (permintaan injeksi dana terhadap nasabah bursa saham yang menggunakan uang pinjaman dari sekuritas)

Apapun komentar orang di bursa saham tentang situasi saat ini, grafik selalu dapat memberi perspektif cukup banyak.  Gambar diatas sengaja saya komparasikan untuk menunjukkan bahwa kemungkinan besar penurunan masih akan berlanjut.  Sejauh mana penurunan akan terjadi, biarlah bursa saham sendiri (melalui grafiknya) yang memberi tahu. Bagi yang masih berada didalam, selamat berolahraga jantung.  Bagi yang sudah diluar bursa saham (sudah menjual atau melikuidasi seluruh sahamnya), silahkan nikmati dulu tamasya anda.  Di bursa saham selalu berlaku “panas setahun di hapus oleh hujan sehari”.

Exit mobile version