Berita perusahaan: KLBF, ASRI, ADHI, HRUM, BDMN, UNTR, INTA

Berita Perusahaan

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menganggarkan dana akuisisi sebesar Rp 500 miliar
sampai Rp 1 triliun tahun ini. Akuisisi dilakukan untuk mendorong pertumbuhan pendapatan
perusahaan. Perseroan akan mengakuisisi perusahaan yang bergerak di
bidang industri farmasi dan consumer goods. Anggaran akuisisi tersebut berasal dari
penjualan treasury stock perseroan sebesar 7,7% ang akan dilepas kepada investor.
Nilai dari treasury stock perseroan bisa mencapai Rp 2,2 triliun. Perseroan menargetkan
akuisisi tersebut dapat terealisasi tahun ini. (Positive)

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) telah mengakuisisi lahan seluas 75 hectare di
Bintan, Kepulauan Riau. Perseroan berencana untuk mengembangkan lahan ini untuk
proyek kawasan industri dan pergudangan. Lahan tersebut dibeli perseroan pada 2008
dengan harga sekitar Rp 22,5 miliar. Saat ini perseroan masih berupaya untuk
menambah land bank di Bintan. Dalam jangka panjang, land bank ditargetkan bisa
mencapai 250 hektare. (Positive)

PT Adhi Karya Tbk (ADHI)

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) telah menandatangani kontrak senilai Rp 4,1 triliun pada
semester I-2011 atau setara dengan 32,8% dari kontrak baru pada tahun ini sebesar
Rp 12,5 triliun. Kontrak-kontrak baru tersebut berasal dari proyek engineering, procurement
and construction pembangkit listrik, minyak dan gas, serta pembangunan
gedung dan infrastruktur lainnya. Realisasi kontrak yang dicapai pada semester I tahun
ini naik 35% dibandingkan dengan nilai kontrak semester yang sama 2010 sebesar
Rp 8,1 triliun. (Positive)

PT Harum Energy Tbk (HRUM)

PT Harum Energy Tbk (HRUM) memiliki sisa dana IPO sebesar Rp 563,3 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk keperluan peningkatan produksi batu bara.
Hingga semester I–2011 perseroan baru menggunakan Rp 434,6 miliar atau sekitar
56,4% dari total perolehan IPO sebesar Rp 997,9 miliar. Alokasi dana IPO terbesar untuk
pengembangan sahan produksi batu bara sebesar Rp 440 miliar. Saat ini dana untuk
pos pengembangan itu telah terpakai sebesar 76,2%. Alokasi dana IPO untuk
pengembangan usaha pengangkutan batu bara dan usaha pengangkutan batu bara
dan pendanaan kebutuhan modal kerja yang mencapai sekitar Rp 413,91 miliar.
(Positive)

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) akan menerbitkan saham baru (right
issue) untuk menghadapi resiko permodalan dalam ekspansi bisnis tahun ini. Rencana
tersebut telah disampaikan kepada Bapepam-LK dan BEI. Penerbitan saham baru akan
dilakukan melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu bagi pemegang saham.
Dana hasil penerbitan saham baru akan digunakan untuk memperkuat permodalan
sehingga mampu mendukung pertumbuhan kredit dan meningkatkan pangsa pasar
perseroan. (Positive)

PT United Tractors Tbk (UNTR)

PT United Tractors Tbk (UNTR) telah menghabiskan dana hasil penawaran umum
terbatas (right issue) sebesar US$ 332 juta atau sekitar 47% dari total dana US$ 700
juta ( Rp 6,07 triliun). Perseroan akan menggunakan dana right issue untuk keperluan
anak usahanya, PT Pamapersada Nusantara. Selain itu perseroan akan mengakuisisi
perusahaan pertambangan batu bara. Perseroan menghabiskan dana rights issue sebesar
US$ 122 juta untuk akuisisi. Sisa dana US$ 60 juta dipakai untuk capex
Pamapersada dan US$ 150 juta untuk membayar utang. (Positive)

PT Intraco Penta Tbk (INTA)

PT Intraco Penta Tbk (INTA) berencana untuk menerbitkan surat utang jangka
panjang menengah (Medium Term Note) senilai Rp 200 miliar pada kuartal III-2011.
Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk membiayai modal kerja anak usahanya
di sektor pembiayaan yaitu PT Intan Baruprana Finance (IBF) Setelah menerbitkan
MTN, setelah itu perseroan akan mengeluarkan right issue dengan nilai yang besar.
Perseroan akan menggunakan dana hasil right issue untuk mengakuisisi perusahaan
tambang batu bara. (Positive)

Berita perusahaan BBCA, PTBA, STAR, ELTY, BMRI, TINS, ANTM,

Berita perusahaan

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan melakukan subdebt sebanyak Rp 2 triliun apabila CAR perseroan turun mencapai 13%. Penurunan CAR ini akan terjadi apabila pertumbuhan kredit pada semester dua melebihi target. Sekarang CAR perseroan ber-jumlah 14,7%. Target perseroan pada 2011 ini sebanyak Rp 30 triliun. Namun apabila kredit melonjak sampai Rp 40 triliun sampai akhir tahun ini, maka CAR perseroan akan tergerus. (Neutral)

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA)

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) memprediksi memperoleh penda-patan untuk semester I/2011 sebesar Rp 5 triliun atau naik sekitar 30-35% dari pe-riode yang sama tahun 2010. Hal tersebut diakibatkan oleh naiknya volume penjualan batubara perseroan menjadi 6,5 juta ton dibandingkan dengan semester I/2010 yang sebesar 4,5 juta ton. Perseroan optimis pendapatan perseroan akan melebihi target sebesar Rp 11 triliun. Laba bersih untuk tahun 2011 diprediksi sebesar Rp 3 triliun atau naik 49,25% dibandingkan dengan tahun 2010. (Positive)

PT Star Petrochem Tbk (STAR)

PT Star Petrochem Tbk (STAR) menargetkan pendapatan naik 244,14% pada tahun 2011 menjadi Rp 382 miliar. Sedangkan pada tahun 2010 pendapatan perseroan hanya sebesar Rp 111 miliar. Laba bersih diprediksi akan mengalami peningkatan se-besar 286,11% menjadi Rp 13,9 miliar. (Positive)

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY)

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) memprediksi pendapatan semester I/2011 akan mengalami kenaikan sebesar 30% menjadi Rp 700 miliar dibandingkan dengan periode yang sama 2010. Kontribusi terbesar pendapatan perseroan berasal dari sek-tor city property dan landed residential. (Positive)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) telah berhasil membukukan outstanding kredit revitalisasi perkebunan senilai Rp 6 triliun sampai dengan akhir bulan Mei 2011. Untuk tahun ini batas kredit reviltalisasi perkebunan mencapai Rp 9 triliun. (Positive)

PT Timah Tbk (TINS)

PT Timah Tbk (TINS) memprediksi pertumbuhan kinerja usahanya dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal tersebut didukung dengan adanya kenaikan harga jual rata-rata sebesar 31,58% menjadi US$ 25.000 dibandingkan den-gan US$ 19.000 sebelumnya. Namun volume penjualan perseroan mengalami penu-runan dari 19.000 ton pada semester I/2010 menjadi 18.000 pada semester I/2011. Dengan demikian, diprediksi pendapatan perseroan mencapai US$ 450 juta atau naik 2,03% dibandingkan dengan periode semester I/2010 yang sebesar US$ 441,06 juta. (Positive)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan segera menunjuk konsorsium bank dan bank investasi yang akan mencarikan pembiayaan sebesar US$ 1 miliar. Pembiayaan terse-but ditujukan salah satunya untuk membiayai proyek feronikel di Buli, Halmahera Timur, Maluku Utara. Perseroan saat ini sedang menyeleksi 27 bank dan investasi as-ing dan lokal. Perseroan bekerjasama dengan PT Perusahaan Listrik Negara dan PT Hutama Karya dalam pengerjaan proyek bernilai US$ 1,4 miliar tersebut. (Positive)

Berita perusahaan ANTM, ASRI, BTEL, KRAS, MYOR, SMRA, UNSP, UNTR

Berita Perusahaan

PT United Tractors Tbk (UNTR)

PT United Tractors Tbk (UNTR) melalui anak usahanya PT Tuah Turangga Agung
kembali melakukan akuisisi tambang yaitu PT Duta Sejahtera, perusahaan tambang di
Kalimantan Tengah. Akuisisi tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan penjualan
batu bara di masa mendatang. Dengan mengakuisisi Duta Sejahtera, perseroan mendapat
opsi untuk membeli 60% saham PT Duta Nurcahta. Nilai investasi tersebut
berasal dari tambahan modal yang diberlikan perseroan terhadap anak usahanya sebesar
US$ 100 juta. Dana tersebut berasal dari hasil penawaran umum terbatas dengan
rights issue sebesar Rp 6 triliun.

PT Indonesia Coal Resources

PT Indonesia Coal Resources, anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menargetkan
produksi batu bara tambang Sarolangun, Jambi mencapai 100 ribu ton per bulan
mulai Agustus 2011. Peningkatan produksi itu melalui pembukaan satu tambang
terbuka, sehingga tambang produksi yang dioperasikan menjadi dua. Saat ini, ratarata
produksi tambang Sarolangun yang diakuisisi perseroan awal 2011 baru mencapai
sekitar 50 ribu ton per bulan.

PT Mayora Indah Tbk (MYOR)

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menargetkan penjualan ekspor mencapai Rp 2,58
triliun tahun ini, meningkat 18% dibanding 2010 sebesar Rp 2,19 triliun. Peningkatan
ini didorong pertumbuhan permintaan di pasar ekspor. Dengan peningkatan penjualan
ekspor, perseroan menargetkan pendapatan konsolidasi hingga akhir 2011 mencapai
Rp 8,63 triliun, meningkat 19,5% dibandingkan tahun lalu.

PT Bakrie Connectivity

PT Bakrie Connectivity, anak usaha PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), mulai menjual
layanan video streaming dalam paket modem AHA-MyTV karena permintaan layanan
video streaming di Indonesia meningkat. Perseroan menargetkan menjual 200 ribu
model AHA–MyTV hingga akhir tahun sehingga total pengguna model AHA dan AHAMyTV
mencapai 400 ribu per tahun.

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menggunakan 28% atau Rp 729,6 miliar dana hasil
IPO yang berjumlah Rp 2,59 triliun. Perseroan menggunakan dana tersebut untuk
meningkatkan modal kerja sebesar Rp 627,5 miliar dan pematangan lahan untuk joint
venture dengan PT Posco sebesar Rp 102,1 miliar. Sisa hasil penawaran umum saham
perdana sebesar Rp 1,86 triliun masih belum digunakan.

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menargetkan pendapatan sebesar Rp 2 triliun
pada 2011 atau naik 20% dibandingkan tahun lalu Rp 1,7 triliun. Kenaikan pendapatan
tersebut ditopang oleh pengoperasian Summarecon Mal Serpong (SMS) tahap II
pada Oktober 2011 dan sejumlah proyek di Kelapa Gading dan Bekasi. Proyek SMS II
menghabiskan dana sebesar Rp 400 miliar. Perseroan mendapat pinjaman Rp 350 miliar
dari BCA dan sisanya dari kas internal. Proyek SMS II dan SMB menyerap sebagian
besar capex tahun ini Rp 1,5 triliun. Capex dibiayai dari kas internal dan pinjaman
bank.

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP)

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) resmi merestrukturisasi sisa utang
Domba Mas sebesar US$ 210 juta kepada sejumlah kreditor. Restrukturisasi tersebut
diatur dalam amendment agreement pada 21 Juni 2011. Aksi tersebut akan menurunkan
rasio utang terhadap modal yang saat ini mencapa1 kali.

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) berencana untuk menerbitkan obligasi akhir
kuartal III-2011. Nilai emisi surat utang tersebut diperkirakan sekitar Rp 1 triliun.
Perseroan tengah memproses pemeringkatan obligasi di Fitch Ratings dan Standard &
Poor’s (S&P). Perseroan menggunakan laporan keuangan kuartal I-2011. Dana hasil
penerbitan obligasi akan digunakan untuk membiayai akuisisi lahan.

Bank Indonesia

Bank Indonesia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 6,3%-
6,8% dari semula 6,1%-6,6% seiring dengan peningkatan ekspor dan investasi.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sumber berimbang seiring dengan peningkatan
kinterja investasi dan ekspor yang solid.

Exit mobile version