Analisis saham IRRA 2021 (metode CAN SLIM)

PT Itama Ranoraya Tbk (kode saham IRRA) adalah perusahaan publik di bidang kesehatan yang bergerak mengedepankan peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi sejak awal tahun 2000. PT Itama Ranoraya Tbk menjadi penyedia layanan kesehatan yang bermitra dengan prinsipal kesehatan terkemuka baik lokal maupun internasional seperti Oneject, Abbott, Terumo, HMD, BD (Becton, Dickinson and Company). IRRA melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 15 Oktober 2019 dan dikelompokkkan kedalam industri Penyedia & Distribusi Perlengkapan Kesehatan.Untuk memprediksi bagaimana pergerakan harga saham IRRA kedepan, kita akan lakukan analisis saham IRRA dengan motode  CAN SLIM.

Analisis saham IRRA motode CAN SLIM

Current quarter earning (laba kuartal sekarang) – Analisis CAN SLIM saham IRRA

Dalam analisis CAN SLIM saham IRRA yang pertama dilakukan adalah menganalisis poin-poin penting dilaporan keuangan kwartal terakhir. Berikut data keuangan kwartal terakhir yang sudah dipublikasikan(kuartal 3 tahun 2021)

Data keuangan Year To Date (YTD)

  30-Sep-2021
(YTD)
30-Sep-2020
(YTD)
Pertumbuhan
(YTD)
Pendapatan (milyar) (BEI)
Total revenues
1086,3 141,1 + 670%
Laba operasi (milyar) (BEI)
Operating income
116,5 11,4 + 922%
Laba bersih (milyar) (BEI)
Net income
84,9 9,0 843%
Laba per lembar saham (BEI)
Diluted Normalized EPS
53 6 783%

Data keuangan per kwartal 2021 vs 2020

  Q4 Q3 Q2 Q1
Pendapatan (milyar) (Reuters)
Total revenues
  521,1
61,7
+752%
337,0
52,7
+539%
228,2
26,7
+755%
Laba operasi (milyar) (Reuters)
Operating income
  48,8
7,6
+542%
41,5
2,4
+1.629%
26,2
1,4
+1.771%
Laba bersih (milyar) (Reuters)
Net income
  34,1
5,2
+556%
30,0
1,5
+1.900%
20,8
2,2
+845%
Laba per lembar saham (Reuters)
Diluted Normalized EPS
  19
4
+375%
20
1
+1.900%
14
1
+1.300%

Rasio-rasio keuangan

  • Return On Asset (Annual) : 14,06 %
  • Return On Average Equity (TTM) : 19,24%
  • Return On Investment (TTM) : 32,07 %

Sumber data : BEI &  Reuters

Annual Earning Increase (laba tahunan meningkat) – Analisis saham IRRA

Selanjutnya, dalam analisis CAN SLIM saham IRRA, kita lakukan analisis terhadap laporan keuangan tahunan perusahaan. Berikut data keuangan tahunan dari 2016-2020.

  2020 2019 2018 2017 2016
Pendapatan (milyar)
Total revenues
563,9 281,8 265,6 225,2 13,0
Pertumbuhan + 100% + 6% + 18% + 1632%
Laba operasi (milyar)
Operating income
78,2 43,4 43,1 36,0 1,1
Pertumbuhan + 80% + 0,7% + 20% + 3172%
Laba bersih (milyar)
Net income
60,5 33,2 32,3 24,0 0,7
Pertumbuhan + 82% + 3% + 35% + 3329%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
39,79 26,21 26,88 19,98 0,59
Pertumbuhan + 52% – 3% + 35% + 3286%

Sumber data : Reuters

New management, new product, new high (manajemen baru, produk baru, harga tertinggi baru)

Tanggal 23 Juni 2021 PT Itama Ranoraya Tbk menyampaikan fakta material bahwa PT Itama Ranoraya akan masuk ke segmen ritel. Berikut hal yang diuraikan dalam penyampaian informasi fakta material tersebut:

PT. Itama Ranoraya Tbk optimis target pertumbuhan tahun ini  sebesar 80%-100% bisa kembali diraih. Optimisme ini didukung oleh hasil performa perseroan dalam bulan pertama tahun ini (5M2021). Periode 5M2021, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp331,0 miliar atau tumbuh 366% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp71,02 miliar. Produk in vitro berupa antigen test masih penyumbang terbesar penjualan perseroan. Diikuti produk Abbott lainnya seperti Reagen dan Mesin plasma yaitu Terumo. Di semester I tahun ini, penjualan didominasi oleh segmen ritel (NonAPBN/APBD), dan ini yang membuat pertumbuhan naik signifikan.

Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk Heru Firdausi Syarif menjelaskan bahwa, sebelumnya pelanggan perseroan mayoritas adalah institusi pemerintah seperti untuk program imunisasi, pengadaan peralatan medis di rumah sakit – rumah sakit Pemerintah, sehingga membuat perolehan pendapatan secara kuartalan terdistribusi di kuartal III dan IV. Tahun ini, perseroan mulai memperkuat segmen ritel atau nonPemerintah untuk semakin memperbesar pangsa pasar produknya, dan diversivikasi segmen pelanggan yang lebih solid. “Tahun sebelumnya, porsi penjualan dari order pemerintah sangat besar dan masuknya di buku kuartal III dan IV. Sejak kuartal IV tahun lalu kami mulai masuk ke pelanggan Non-APBN/APBD baik swasta maupun ritel termasuk membuka kerjasama dengan layanan kesehatan sebagai chenel distribusi produk kami. Ini yang membuat lonjakan perolehan penjualan kami di semester I ini. Segmen swasta dan ritel relatif merata secara kuartalan, berbeda dengan segmen Pemerintah yang biasanya mulai terlihat di kuartal III dan puncaknya kuartal IV”, ungkap Heru.

Kenaikan yang cepat untuk segmen ritel juga dikarenakan produk peseroan seperti Swab Antigen Test yang kini menjadi convenience goods yang dikonsumsi secara reguler. Dan ditambah dengan status produk Swab Antigent Test perseroan dengan merk Panbio sebagai produk rekomendasi WHO karena akurasi hasilnya. Pada awal pekan lalu, Perseroan telah melakukan kerjasama melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan PT Kimia Farma Diagnostik yang merupakan anak usaha dari PT Kimia Farma Apotek yang memiliki jaringan 422 klinik dan 73 Laboratorium untuk penyediaan alat test Swab Antigent Test Panbio. Dengan kerjasama tersebut IRRA menargetkan tambahan penjualan 300.000 unit Panbio per bulannya.

Kategori segmen ritel yang menjadi target perseroan termasuk rumah sakit dan klinik-klinik laboratorium swasta dan jasa layanan kesehatan eHealth Services. Direktur Pemasaran PT Itama Ranoraya Hendry Hermen mengungkapkan tahun ini Perseroan menambah cukup signifikan SDM terutama bagian penjualan untuk masuk ke segmen ritel, masuknya perseroan di segmen ritel akan semakin lengkap dengan tambahan produk baru perseroan yaitu Avimac yang merupakan imunomodulator untuk peningkat imun tubuh. “Avimac sudah mulai berkontribusi di penjualan kuartal III dan di awal, kami targetkan bisa terjual 150.000 botol, dengan kontribusi terhadap pendapatan mencapai 4%-5% di tahun ini”, ungkap Hendry.

“Kami optimis tahun ini , bisa kembali membukukan pertumbuhan seperti tahun lalu , apalagi jika melihat performa kami di semester I tahun ini yang ditopang segmen Ritel. Di semester II , selain dari instansi pemerintah, kami akan terus mengoptimalkan segmen ritel baik melalui penjualan secara langsung maupun melalui kerjasama-kerjasama seperti yang telah kami lakukan dengan PT Kimia Farma Diagnostika. Jadi tahun depan selain pertumbuhan organik, pertumbuhan dari ekspansi inorgaik sudah bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan perseroan, sehingga perseroan bisa menjaga ritme pertumbuhannya tetap tinggi” Tutup Heru

Pola Grafik – Analisis Saham IRRA

Harga tertinggi saham IRRA adalah 4390 yang terjadi pada tanggal 13 Januari 2021. Harga saham kemudian mengalami pelemahan. Setelah konsolidasi sekitar 10 bulan, harga mulai naik kembali dan membentuk pola saucer with handle. Buy point atau resistance point ada di 2190.

Grafik harga mingguan saham IRRA 2021 – pola Saucer with handle

Saat ini harga melemah sedikit dalam proses membentuk handle. Bersiap-siap beli (buy) bila harga bergerak menuju  buy point ( ada yang menyebut pivot point adanya juga yang menyebut dengan resisten) di 2190. Jika harga saham IRRA berhasil menembus buy point alias berhasil breakout, maka besar kemungkinan harga saham IRRA akan melejit ke harga tertinggi baru, melampaui  4390.

Supply and demand (penawaran dan permintaan)

Sejak 21 Juni 2021, perdagangan saham IRRA mulai ramai dan volume transaksi meningkat. Pergerakan naik turun harga saham cukup lebar dan ditutup dengan harga yang naik tinggi pada 2 1 Juli 2021. Ini menandakan permintaan atau minat investor untuk membeli saham IRRA meningkat drastis.

Leader or laggard (pemimpin atau pecundang)

Saham IRRA berada di sektor Penyedia & Distribusi Perlengkapan Kesehatan  sendirian. Tidak ada pembanding perusahaan yang satu sektor industri dengan IRRA.

Tingkat likuiditasnya dibursa cukup tinggi sehingga saham IRRA cocok sebagai saham untuk investasi untuk tipikal investing (menahan saham cukup lama) dan juga cocok untuk tipikal trading.

Institutional sponsorship (institusi pemegang saham mayoritas)

Berdasarkan data dari Biro Administrasi Efek per tanggal 23 Juni 2021, kepemilikan saham IRRA adalah:

Nama Jenis Jumlah Persentase
DR. Tjandra Yoga Aditama
Komisaris 
Kurang dari 5% 0 0%
Dodi Nurzani
Direksi
Kurang dari 5% 0 0%
Nanan Meinanta
Komisaris
Kurang dari 5% 0 0%
Heru Firdausi Syarif
Direksi
Kurang dari 5% 0 0%
Pratoto Satno Raharjo
Direksi
Kurang dari 5% 0 0%
Hendry Herman
Direksi
Kurang dari 5% 0 0%
PT Global Dinamika
Pengendali
Lebih dari 5% 1.116.000.000 69,75%
PT Neumedik Jaya Lebih dari 5% 84.000.000 5,25%
Saham Treasury Lebih dari 5% 100.000.000 6,25%
Masyarakat Kurang dari 5% 300.000.000 18,75%

Terlihat bahwa top manajemen (direktur dan komisaris) tidak memiliki kepelikan di saham IRRA.

Market direction (arah pasar) – Analisis saham IRRA

Indeks Dow Jones

Untuk mencermati arah pasar, yang pertama perlu dicermati pergerakan indeks Dow Jones. Saat ini pasar Amerika masih bergerak dengan tren bullish.

Grafik indeks Dow Jones per 7 Desember 2021

IHSG

Grafik IHSG per 2021-12-07

IHSG menunjukkan tren sideways.

Tetap fokuskan investasi  anda pada saham dari perusahaan yang memiliki kinerja bagus. Hindari melakukan kesalahan investor saham yang sangak klasik.

Analisis saham PRDA 2021 (metode CAN SLIM)

PRDA adalah kode saham dari PT Prodia Widyahusada Tbk.  yang mulai melantai di bursa IDX dengan IPO pada tanggal 07-Des-2016. PRDA berada di sektor Penyedia Jasa Kesehatan (F121). Prodia menjadi Laboratorium Klinik terbaik dan terbesar di Indonesia seperti sekarang ini serta menjadi pusat rujukan nasional. Untuk memprediksi bagaimana pergerakan harga saham PRDA kedepan, kita akan lakukan analisis saham PRDA dengan motode  CAN SLIM.

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Andi Widjaja beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp 1,22 triliun. Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 269 outlet, termasuk di 127 kota di 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).

Analisis saham PRDA motode CAN SLIM

Current quarter earning (laba kuartal sekarang) – Analisis CAN SLIM saham PRDA

Dalam analisis CAN SLIM saham PRDA yang pertama dilakukan adalah menganalisis poin-poin penting dilaporan keuangan kwartal terakhir. Berikut data keuangan kwartal terakhir yang sudah dipublikasikan(kuartal 3 tahun 2021)

  30-Sep-21 30-Sep-20 Pertumbuhan
Pendapatan (milyar)
Total revenues
1.990,6 1.202,1 + 66%
Laba operasi (milyar)
Operating income
626,1 122,3 + 412%
Laba bersih (milyar)
Net income
511,1 122,3 + 318%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
545,16 130,43 + 318%
  • Return On Asset (Annual) : 12,67 % (Reuters)
  • Return On (YTD) : 45 % (BEI)
  • Return On Investment (TTM) : 30,65 % (Reuters)

Sumber data : BEIReuters

Annual Earning Increase (laba tahunan meningkat) – Analisis saham PRDA

Selanjutnya, dalam analisis CAN SLIM saham PRDA, kita lakukan analisis terhadap laporan keuangan tahunan perusahaan. Berikut data keuangan tahunan dari 2016-2020.

  2020 2019 2018 2017 2016
Pendapatan (milyar)
Total revenues
1873,4 1744,3 1599,8 1466,0 1358,7
Pertumbuhan + 7% + 9% + 9% + 8%
Laba operasi (milyar)
Operating income
301,8 216,1 179,9 149,8 129,6
Pertumbuhan + 40% + 20% + 20% + 16%
Laba bersih (milyar)
Net income
268,7 210,3 175,5 150,8 88,1
Pertumbuhan + 28% + 20% + 16% + 71%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
286,7 225,8 187,5 160,5 115,9
Pertumbuhan + 27% + 20% + 17% + 38%

Sumber data : Reuters

New management, new product, new high (manajemen baru, produk baru, harga tertinggi baru)

RUPS  Prodia Widyahusada Tbk pada tanggal 8 April 2021 menetapkan beberapa keputusan. Perusahaan melakukan sedikit perubahan susunan direksi dan komisaris. Yang diganti adalah Komisaris independen dan Direktur independen.

Setelah IPO, Prodia Widyahusada melakukan terobosan dan pengembangan sebagaimana disebutkan di Milestone Prodia yaitu :

Pola Grafik – Analisis Saham PRDA

Harga tertinggi saham PRDA adalah 9225 yang terjadi pada tanggal 12 Juli 2021. Pola grafik harga yang terbentuk menyerupai huruf W atau lebih dikenal dengan pola Double Buttom. Saat ini harga berfluktuatif naik secara pelan-pelan untuk berusaha menembus buy point ( ada yang menyebut pivot point adanya juga yang menyebut dengan resisten) di 7650. Jika harga saham PRDA berhasil menembus buy point alias berhasil breakout, maka besar kemungkinan harga saham PRDA akan melejit ke harga tertinggi baru, melampaui  9225.

Grafik mingguan harga saham PRDA – Pola Grafik  Double Buttom

Supply and demand (penawaran dan permintaan)

Permintaan tertinggi terjadi pada 12 Maret 2021 dimana volume perdagangan sangat tinggi dan harga bergerak naik.. Ini menandakan ada akumulasi dalam partai besar.

Leader or laggard (pemimpin atau pecundang)

Saham PRDA bukanlah pemimpin dalam artian penggerak pasar karena kapitalisasinya kecil dan saham yang beredar di masyarakat saat ini hanya dikisaran 4%. Pemegang dominan saham PRDA adalah PT Prodia Utama 57% dan Bio Majesty Pte Ltd (Singapore) 18%. Namun untuk perusahaan sejenis yang berada didalam satu sektor,  PRDA adalah leader.

Tingkat likuiditasnya dibursa agak kurang sehingga saham PRDA lebih cocok sebagai saham untuk investasi untuk tipikal investing (menahan saham cukup lama) dan kurang cocok untuk tipikal trading.

Institutional sponsorship (institusi pemegang saham mayoritas)

Berdasarkan data dari Biro Administrasi Efek per tanggal 5 November 2021, kepemilikan saham PRDA adalah:

Nama Jenis Jumlah Persentase
Andi Wijaya
Komisaris Utama
Kurang dari 5% 0 0%
Gunawan Prawiro Soeharto
Komisaris
Kurang dari 5% 0 0%
Endang Wahjuningtyas Hoyaranda Komisaris Kurang dari 5% 0 0%
Kemal Imam Santoso Komisaris Independen Kurang dari 5% 0 0%
Keri Lestari Dandan Komisaris Independen Kurang dari 5% 0 0%
Dewi Muliaty Direktur Utama Kurang dari 5% 0 0%
Liana Kuswanti Direktur Kurang dari 5% 0 0%
Indriyanti Rafi Sukmawati Direktur Kurang dari 5% 0 0%
Andri Hidayat
Direktur
Kurang dari 5% 0 0%
Ida Zuraida Direktur Independen Kurang dari 5% 400 0,0000427%
Masyarakat Kurang dari 5% 38.709.900 4,13%
Yayasan Kurang dari 5% 1.034.200 0,11%
Dana Pensiun Kurang dari 5% 9.794.150 1,04%
Asuransi Kurang dari 5% 10.039.400 1,07%
PT Prodia Utama Lebih dari 5% 534.375.000 57%
Bio Majesty Pte Ltd (Singapore) Lebih dari 5% 168.750.000 18%

Terlihat bahwa top manajemen (direktur dan komisaris) hampir tidak memiliki kepelikan di saham PRDA.

Market direction (arah pasar) – Analisis saham PRDA

Indeks Dow Jones

Untuk mencermati arah pasar, yang pertama perlu dicermati pergerakan indeks Dow Jones. Saat ini pasar Amerika masih bergerak dengan tren bullish.

Grafik Indeks Dow Jones per punutupan 8 Nov 2021

IHSG

IHSG menunjukkan tren sideways.

Grafik IHSG per penutupan9 Nov 2021

Tetap fokuskan investasi  anda pada saham dari perusahaan yang memiliki kinerja bagus. Hindari melakukan kesalahan investor saham yang sangak klasik.

Analisis saham ARNA 2021 (metode CAN SLIM)

ARNA adalah kode saham dari PT Arwana Citramulia Tbk.  yang mulai melantai di bursa IDX dengan IPO pada tanggal 17-Jul-2001. ARNA berada di sektor Produk dan Perlengkapan Bangunan. PT Arwana Citramulia Tbk (Arwana) adalah perusahaan publik yang tercatat di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Arwana Citramulia Tbk memproduksi ubin keramik dengan biaya yang kompetitif untuk melayani segmen pasar bawah dan menengah secara nasional. Produk Arwana Citramulia Tbk  dijual dengan merek ‘Arwana’, nama merek yang menandakan kualitas dan keterjangkauan. Pada tahun 2011, lini produk baru dengan kualitas yang lebih baik diperkenalkan untuk menangkap segmen pasar menengah ke atas, yang dipasarkan dengan merek ‘UNO’. Untuk memprediksi bagaimana pergerakan harga saham ARNA kedepan, kita akan lakukan analisis saham ARNA dengan motode  CAN SLIM.

Analisis saham ARNA motode CAN SLIM

Current quarter earning (laba kuartal sekarang)

Dalam analisis saham ARNA dengan metode  CAN SLIM, yang pertama dilakukan adalah menganalisis poin-poin penting dilaporan keuangan kwartal terakhir. Berikut data keuangan kwartal terakhir yang sudah dipublikasikan(kuartal 1 tahun 2021)

  31-Mar-21 31-Mar-20 Pertumbuhan
Pendapatan (milyar)
Total revenues
662,4 583,6 + 14%
Laba operasi (milyar)
Operating income
151,4 83,9 + 80%
Laba bersih (milyar)
Net income
118,3 65,7 + 80%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
16,06 8,93 + 80%
  • Return On Asset (Annual) : 17,31 %
  • Return On Average Equity (TTM) : 33,45%
  • Return On Investment (TTM) : 31,54 %

Sumber data : Reuters

Annual Earning Increase (laba tahunan meningkat)

Selanjutnya, dalam analisis  saham ARNA metode CAN SLIM, kita lakukan analisis terhadap laporan keuangan tahunan perusahaan. Berikut data keuangan tahunan dari 2016-2020.

  2020 2019 2018 2017 2016
Pendapatan (milyar)
Total revenues
2211,7 2151,8 1971,5 1733,0 1512,0
Pertumbuhan + 3% + 9% + 14% + 15%
Laba operasi (milyar)
Operating income
420,1 289,5 222,2 186,7 143,0
Pertumbuhan + 45% + 30% + 19% + 31%
Laba bersih (milyar)
Net income
323,0 215,5 156,6 120,8 90,5
Pertumbuhan + 50% + 38% + 30% + 33%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
44,31 29,33 21,24 16,43 12,31
Pertumbuhan + 51% + 38% + 29% + 33%

Sumber data : Reuters

Data EPS dari Annual Report

EPS ARNA 2006-2020

Berikut adalah data EPS dari Annual Report yang disediakan di website Arwana. EPS tersebut adalah angka sesuai dengan yang tertera di annual report Arwana.

EPS ARNA 2006-2020
EPS ARNA 2006-2020 setelah penyesuaian stocksplit

ARNA melakukan pemecahan saham (stocksplit) pada tanggal 28 Juni 2013 dengan rasio 1:4. Untuk membandingkan kinerja operasional Arwana  dari tahun ke tahun maka EPS tahun 2012 dan sebelumnya kita bagi dengan 4.

EPS ARNA 2006-2020 setelah penyesuaian stocksplit 1:4 di tahun 2013

New management, new product, new high (manajemen baru, produk baru, harga tertinggi baru)

RUPS  Arwana Citramulia Tbk pada tanggal 8 Maret 2021 menetapkan beberapa keputusan. Perusahaan tidak melakukan perubahan sususnan Direksi maupun susunan Komisaris.

Setelah IPO, Arwana Citramulia Tbk  melakukan terobosan dan pengembangan sebagaimana disebutkan di Milestone Arwana yaitu :

  • Sejak mulai beroperasi pada tahun 1995, sepenuhnya mengembangkan keahlian kami dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan desain kreatif. Portofolio produk Arwana Citramulia Tbk  sangat beragam meliputi motif seperti Timbul, Mewah, Marmer, Polos, Granitas, Rustic, Strata dan Kayu, dan ukuran seperti 20×20, 20×25, 25×25, 25×40, 25×50, 40×40 dan 50x50cm.
  • PT Primagraha Keramindo (PGK) sebagai anak perusahaan Arwana dan distributor tunggal produk Arwana dan UNO. PGK terhubung dengan jaringan luas 46 sub-distributor yang tersebar di hampir setiap kota besar dan kecil di Indonesia, dan lebih dari 25 ribu gerai ritel di seluruh tanah air. Kecakapan pemasaran dan distribusi ini dikombinasikan dengan layanan purna jual yang sangat baik memungkinkan kehadiran yang kuat bagi perusahaan di pasar regional di seluruh kepulauan Indonesia.
  • memperoleh beberapa sertifikasi industri yang dikeluarkan oleh lembaga nasional maupun organisasi regional dan internasional untuk standardisasi, antara lain Proper Hijau dan SNI (Indonesia), SIRIM (regional) dan ISO (internasional)
  • Arwana mengoperasikan lima pabrik yang berlokasi di lima lokasi berbeda. Plant I dan Plant II, masing-masing di Tangerang dan Serang, melayani pasar domestik di Indonesia bagian barat. Plant III yang berlokasi di Gresik sebagian besar melayani konsumen di Indonesia bagian timur, sedangkan Plant IV di Ogan Ilir melayani pasar di Pulau Sumatera. Fasilitas produksi terbaru kami adalah Pabrik V yang berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur, yang mulai beroperasi pada awal tahun 2016. Pabrik V ditujukan untuk memproduksi ubin dinding. Pada 2018, Arwana memiliki total kapasitas terpasang 57,37 juta meter persegi per tahun dengan rencana ekspansi lebih lanjut di tahun-tahun mendatang.
  • Pada tahun 2011, Arwana memiliki lini produk baru dengan kualitas yang lebih baik diperkenalkan untuk menangkap segmen pasar menengah ke atas, yang dipasarkan dengan merek ‘UNO’.
  • Pada tahun 2018, setelah melayani pasar Indonesia selama lebih dari dua dekade, Arwana terus dapat mempertahankan pertumbuhan yang stabil dan berkomitmen untuk terus meningkatkan pencapaian kami. Pertumbuhan Arwana selama bertahun-tahun dapat dikaitkan dengan semangat untuk berinovasi, dan fleksibilitas dalam mengadopsi teknologi terbaru, termasuk metode ilmiah dan teknis terbaru yang berkontribusi pada pelestarian lingkungan, atau juga disebut sebagai ‘teknologi hijau’.
  • Arwana merupakan perusahaan sadar lingkungan yang telah dianugerahi Penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian Indonesia selama tujuh tahun berturut-turut dari 2011 hingga 2017. Arwana juga merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi ISO 14001 untuk sistem manajemen lingkungannya. Pabrik Arwana dibangun secara khusus dan beroperasi memprioritaskan keberlanjutan.
  •  

Pola Grafik

Harga tertinggi saham ARNA terjadi pada 27 April 2014 yaitu 1030 (setelah disesuaikan dengan stock split) . Saham ARNA kemudian mengalami masa konsolidasi yang cukup panjang selama lebih kurang 6 tahun.  Tahun 2020 harga saham ARNA sudah mulai bangkit dan mencapai harga tertinggi dalam fase kenaikan ini di harga 790.

Grafik harga saham ARNA (mingguan) – pola Double Buttom

Pada tanggal  11 Juni 2021 harga saham ARNA ditutup di 770. Pola grafik harga yang terbentuk menyerupai huruf W atau lebih dikenal dengan pola Double Buttom. Saat ini harga berfluktuatif naik secara pelan-pelan untuk berusaha menembus buy point ( ada yang menyebut pivot point adanya juga yang menyebut dengan resisten) di 785. Jika harga saham ARNA berhasil menembus buy point alias berhasil breakout, maka besar kemungkinan harga saham  ARNA akan melejit ke harga tertinggi baru.

Supply and demand (penawaran dan permintaan)

Kalau dilihat dari grafik, sudah terlihat ada peningkatan volume sembari harga bergerak naik.

Leader or laggard (pemimpin atau pecundang)

Saham ARNA berada di papan utama dan merupakan pemimpin di industri ubin keramik.  Tingkat likuiditasnya dibursa agak kurang sehingga saham ARNA agak kurang sehingga lebih cocok sebagai saham untuk investasi untuk tipikal investing (menahan saham cukup lama) dan kurang cocok untuk tipikal trading.

Institutional sponsorship (institusi pemegang saham mayoritas)

Berdasarkan data dari Biro Administrasi Efek per tanggal 31  Mei 2021, kepemilikan saham ARNA adalah:

Nama Jenis Jumlah Persentase
PT Suprakreasi Eradinamik Lebih dari  5% 1.034.146.200 14,09%
Tandean Rustandy
Direktur Utama
Lebih dari  5% 2.739.979.400 37,32%
Masyarakat (domestik) Kurang dari 5% 1.011.380.182 13,78%
Masyarakat (asing) Kurang dari 5% 2.555.925.194 34,82%

Terlihat bahwa top manajemen (direktur utama) memiliki lebih dari 37% saham ARNA. Dari sisi masyarakat ( memiliki kurang dari 5%) lebih banyak dibeli ileh asing.

Market direction (arah pasar)

Indeks Dow Jones

Untuk mencermati arah pasar, yang pertama perlu dicermati pergerakan indeks Dow Jones. Saat ini pasar Amerika masih bergerak dengan tren bullish.

Dow Jones-2021-06-10

IHSG

IHSG menunjukkan tren bearish.

Tetap fokuskan investasi  anda pada saham dari perusahaan yang memiliki kinerja bagus. Hindari melakukan kesalahan investor saham yang sangak klasik.

Analisis saham JTPE metode CAN SLIM 2021

JTPE adalah kode saham dari PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. Saham JTPE terdaftar di BEI dalam kelompok sub sektor saham advertising, printing dan media. Perusahaan berdiri tahun 1990, bergerak dalam penyediaan solusi percetakan sekuriti baik dokumen ,label dan hologram, teknologi kartu yaitu kartu pembayaran, kartu sekuriti, kartu reguler dan Biro Personalisasi, percetakan komersial berupa dokumen bisnis, promoplus, gameplus, dan label premium serta penyediaan teknologi informasi. Pada tahun 2010, Perusahaan membuka lokasi baru untuk divisi kartu sekuriti dan telah memperoleh sertifikasi MasterCard untuk vendor kartu dan chip embedder serta sertifikasi VISA sebagai pemanufaktur kartu dan chip embedder yang telah memenuhi standar VISA. Ditahun 2018, Perusahaan memperoleh berbagai sertifikasi, di antaranya ISO 14298:2013 dari INTERGRAF dalam hal pengoperasian manajemen proses security printing, sertifikat lisensi dari JCB untuk pemanufaktur dalam hal manufaktur kartu dan chip embedding pada produk kartu Perusahaan, serta otorisasi fasilitas dan barang dagangan dari PT Walt Disney Indonesia. Di tahun 2019, Toppan Printing, perusahaan raksasa US $ 15 miliar Jepang, melalui Toppan Gravity masuk sebagai pemegang saham terbesar kedua dan akan secara aktif bermitra di berbagai lini usaha Perusahaan. Untuk memprediksi bagaimana pergerakan harga saham JTPE di tahun 2021, kita akan lakukan analisis saham JTPE menggunakan metode CAN SLIM.

Analisis saham JTPE metode CAN SLIM

Current quarter earning (laba kwartal sekarang) – Analisis saham JTPE

Dalam analisis saham JTPE metode CAN SLIM yang pertama dilakukan adalah menganalisis poin-poin penting dilaporan keuangan kwartal terakhir. Berikut data keuangan kwartal terakhir yang sudah dipublikasikan(kwartal 3 tahun 2020)

30-Sep-20 30-Sep-19 Pertumbuhan
Pendapatan (milyar)
Total revenues
452,7 277,2 + 63%
Laba operasi (milyar)
Operating income
77,8 51,3 + 52%
Laba bersih (milyar)
Net income
50,7 27,3 + 85%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
29,58 15,98 + 85%

Return On Assets (Annual) : 16.29%
Return On Equity (TTM) :  12.99%
Return On Average Equity (Annual) :  25.69%
Return On Average Equity (TTM) :  24.28%
Return On Investment (Annual) :  26.45%
Return On Investment (TTM) : 23.98%
Return On Average Assets (5Y) :  10.71%
Return On Average Equity (5Y) :  19.9%
Return On Investment (5Y) : 18.99%

Sumber data : Reuters

Annual Earning Increase (laba tahunan meningkat) – Analisis saham JTPE

Selanjutnya, dalam analisis saham JTPE metode CAN SLIM kita analisis laporan keuangan tahunan perusahaan. Berikut data keuangan tahunan dari 2016-2019.

2019 2018 2017 2016 2015
Pendapatan (milyar)
Total revenues
1438,2 1269,8 1233,5 1115,7 984,5
Pertumbuhan + 13% + 3% + 11 + 13%
Laba operasi (milyar)
Operating income
256,2 185,9 145,7 127,0 117,7
Pertumbuhan + 38% + 28% + 15% + 8%
Laba bersih (milyar)
Net income
168,0 112,3 77,5 77,7 62,8
Pertumbuhan + 50% + 45% – 0,2% + 24%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
98,1 57,39 45,25 45,09 36,77
Pertumbuhan + 71% + 27% + 0,4% + 23%

Sumber data : Reuters

New management, new product, new high (manajemen baru, produk baru, harga tertinggi baru)

Harga tertinggi saham JTPE terjadi pada tanggal 29 Juli 2019 yaitu menjapai harga Rp 1050 per lembar saham.Harga kemudian terkoreksi dan meluncur turun. Penurunan harga saham juga diperparah oleh adanya Corona. Namun saat ini harga saham JTPE sudah bergerak naik kembali mendekati harga tertingginya.

Penggunaan kartu smartcard untuk transaksi non tunai di Indonesia masih rendah. Ini merupakan potensi pasar yang cukup besar bagi produk-produk Jasuindo Tiga Perkasa Tbk.

Pola Grafik – Analisis saham JTPE

Pada tanggal 30 Desember 2020 kemaren harga saham JTPE ditutup di 1010. Pola grafik harga yang terbentuk menyerupai huruf W atau Double bottom. Saat ini harga sudah hampir menembur  buy point ( ada yang menyebut pivot point adanya juga yang menyebut dengan resisten) di 1015. Jika harga saham JTPE berhasil menembus buy point alias berhasil breakout, maka besar kemungkinan harga saham JTPE akan melejit ke harga tertinggi baru, melampaui 1050.

Analisis saham JTPE metode CAN SLIM 2021 – double bottom

Supply and demand (penawaran dan permintaan)

Dalam beberap bulan terakhir, dengan mengamati grafik harian terlihat bahwa volume perdagangan saham JTPE semakin besar dan harga bergerak naik. Ini mengindikasikan bahwa permintaan (minat) investor akan saham JTPE semakin meningkat.

Analisis saham JTPE metode CAN SLIM 2021 – supply and demand

Leader or laggard (pemimpin atau pecundang)

Jika dilihat sektor usaha yang dijalankan oleh Jasuindo Tiga Perkasa Tbk maka emiten ini termasuk pemimpin di sektornya. Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) pada tanggal 2 Apri 2018 melalui anak perusahaannya bahkan mengakuisisi 55% saham anak perusahaan Jasuindo Tiga Perkasa Tbk yaitu PT Cardsindo Tiga Perkasa (Cardsindo). Beritanya disini.

Institutional sponsorship (institusi pemegang saham mayoritas)

Pemegang saham JTPE saat ini (per penutupan bursa tanggal 30 Desember 2020) adalah sebagai berikut :

Nama Jenis Jumlah Persentase
PT. JASUINDO MULTI INVESTAMA Lebih dari 5% 782.397.500 45.67%
TOPPAN GRAVITY LIMITED Lebih dari 5% 342.602.500 20%
OEI, ALLAN WIBISONO
Direktur Utama
Kurang dari 5% 12.500.000 0.73%
YONGKY WIJAYA
Komisaris Utama
Kurang dari 5% 75.000.000 4.38%
OEI, MELINDA POERWANTO Kurang dari 5% 37.500.000 2.19%
MASYARAKAT Kurang dari 5% 463.012.500 27.03%

Sumber data : BEI per 30 Desember 2020

Institusi yang memiliki saham JTPE yang dominan saat ini adalah PT. JASUINDO MULTI INVESTAMA dan perusahaan Jepang TOPPAN GRAVITY LIMITED.

Suatu pertanda baik bahwa Direktur Utama dan Komisaris Utama juga memegang saham JTPE dalam porsi yang sangat signifikan.  Total saham yang dipegang oleh manajemen puncak (Direktur Utama dan Komisaris Utama) adalah adalah  5,11%. Jika manajemen puncak berani menguasai porsi saham yang cukup besar, maka ini mengindikasikan bahwa kinerja Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. dimasa mendatang akan semakin bagus (jika tidak, mereka pasti sudah melepas sahamnya karena mereka tahu lebih dulu kinerja perusahaan saat ini dan prospek kedepan)

Market direction (arah pasar) – Analisis saham JTPE

Indeks Dow Jones

Untuk mencermati arah pasar, yang pertama perlu dicermati pergerakan indeks Dow Jones. Saat ini pasar Amerika masih bergerak dengan tren bullish.

Dow Jones-2020-12-30

IHSG

IHSG juga menunjukkan tren bullish.

IHSG-2020-12-30

Tetap fokuskan investasi  anda pada saham dari perusahaan yang memiliki kinerja bagus. Hindari melakukan kesalahan investor saham yang sangak klasik.

Exit mobile version