Saham grup Astra vs Bakrie

Saham grup Astra dibandingkan saham grup Bakrie.

Astra vs Bakrie. Saham di Bursa Efek Indonesia mencapai puncaknya (harga tertinggi) saat buble (harga menggelembung akibat eforia) sekitar tahun 2007 dan 2008. Lalu tahun 2009 semua saham merosot tajam akibat krisis di Amerika Serikat yang dikenal dengan Suprime Morgage. Tidak peduli saham yang dianggap paling tangguh sekalipun tetap terjungkal.  Setelah situasi mereda, pelan namun pasti mulai terlihat mana yang kembali bergerak mencapai harga tertingginya di tahun 2007 & 2008 dan bergerak makin tinggi, dan mana yang malah makin turun.  Situasi 2009 akhirnya menyaring (secara alami) mana sebenarnya saham yang naik karena perusahaannya memang baik (secara finasial dan pertumbuhan) dan mana yang naik hanya sekedar faktor rumor.

Tabel berikut akan memperlihatkan harga tertinggi (beserta tanggal kejadiannya) dari saham-saham grup Astra vs Bakrie dibandingkan dengan harganya saat ini (per penutupan tanggal 24-09-2012)

Astra vs Bakrie

Saham Grup Astra

    Harga
    Tertinggi 24-Sep-12 Sisa
1 UNTR 02-Apr-12    
  United Tractor                 33.400          21.350 64%
2 AALI 26-Feb-08    
  Astra Agro Lestari                 35.300          21.450 61%
3 ASGR 25-Apr-12    
  Astra Graphia                  1.640            1.410 86%
4 ASII 20-Jan-12    
  Astra International                  7.965            7.350 92%
5 AUTO 18-Jul-12    
  Astra Autopart                  4.350            3.825 88%

Catatan saham grup Astra:

  • 4 saham Astra yaitu ASII, UNTR, ASGR dan AUTO mencapai harga tertinggi baru (melebihi harga tertinggi yang pernah dicapai di tahun 2007 & 2008).  Hanya AALI yang masih dibawah harga tertinggi tahun 2008.

Saham Grup Bakrie

    Harga
    Tertinggi 24-Sep-12 Sisa
1 BUMI 10-Jun-08    
  Bumi Resources                  8.750              680 8%
2 UNSP 15-Jan-08    
  Bakrie Sumatera Plantation                  2.950              133 5%
3 ELTY 27-Feb-08    
  Bakrieland Development                     700                52 7%
4 BNBR 18-Feb-08    
  Bakrie & Brothers                     750                50 7%
5 ENRG 27-Des-07    
  Energi Megapersada                  1.540                84 5%
6 BTEL 18-Okt-07    
  Bakrie Telecom                     495                74 15%
7 DEWA 18-Okt-07    
  Darma Henwa                     820                50 6%

Catatan saham grup Bakrie:

  • Semua saham dalam grup bakrie tidak pernah balik atau mendekati harga tertinggi yang pernah dicapai tahun 2007 & 2008.
  • Saham lain yang terindikasi masuk dalam grup Bakrie adalah BORN (Borneo Lumbung Energi & Metal tbk) dan VIVA (Visi Media Asia tbk)

Secara visual maksud dari tabel diatas bisa digambarkan oleh grafik berikut:

Bagi yang berasumsi “saham yang turun ditahan saja, pasti akan balik” perlu segera membuang asumsi itu 😀

Laba bersih Bakrieland ( ELTY ) 2011 kuartal 2 naik 100,2%

Berita PT Bakrieland Development Tbk ( ELTY )

PT Bakrieland Development Tbk ( ELTY ) membukukan laba bersih semester I-2011
sebesar Rp 126,1 miliar atau naik 100,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu
sebesar Rp 63 miliar.

Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan laba
usaha sebesar 102% dari Rp 81,3 miliar menjadi Rp 164,2 miliar. Laba kotor juga
meningkat sebesar 65,5% dari Rp 238,3 miliar menjadi Rp 394,4 miliar. (Positive)

Berita perusahaan BBCA, PTBA, STAR, ELTY, BMRI, TINS, ANTM,

Berita perusahaan

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan melakukan subdebt sebanyak Rp 2 triliun apabila CAR perseroan turun mencapai 13%. Penurunan CAR ini akan terjadi apabila pertumbuhan kredit pada semester dua melebihi target. Sekarang CAR perseroan ber-jumlah 14,7%. Target perseroan pada 2011 ini sebanyak Rp 30 triliun. Namun apabila kredit melonjak sampai Rp 40 triliun sampai akhir tahun ini, maka CAR perseroan akan tergerus. (Neutral)

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA)

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) memprediksi memperoleh penda-patan untuk semester I/2011 sebesar Rp 5 triliun atau naik sekitar 30-35% dari pe-riode yang sama tahun 2010. Hal tersebut diakibatkan oleh naiknya volume penjualan batubara perseroan menjadi 6,5 juta ton dibandingkan dengan semester I/2010 yang sebesar 4,5 juta ton. Perseroan optimis pendapatan perseroan akan melebihi target sebesar Rp 11 triliun. Laba bersih untuk tahun 2011 diprediksi sebesar Rp 3 triliun atau naik 49,25% dibandingkan dengan tahun 2010. (Positive)

PT Star Petrochem Tbk (STAR)

PT Star Petrochem Tbk (STAR) menargetkan pendapatan naik 244,14% pada tahun 2011 menjadi Rp 382 miliar. Sedangkan pada tahun 2010 pendapatan perseroan hanya sebesar Rp 111 miliar. Laba bersih diprediksi akan mengalami peningkatan se-besar 286,11% menjadi Rp 13,9 miliar. (Positive)

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY)

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) memprediksi pendapatan semester I/2011 akan mengalami kenaikan sebesar 30% menjadi Rp 700 miliar dibandingkan dengan periode yang sama 2010. Kontribusi terbesar pendapatan perseroan berasal dari sek-tor city property dan landed residential. (Positive)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) telah berhasil membukukan outstanding kredit revitalisasi perkebunan senilai Rp 6 triliun sampai dengan akhir bulan Mei 2011. Untuk tahun ini batas kredit reviltalisasi perkebunan mencapai Rp 9 triliun. (Positive)

PT Timah Tbk (TINS)

PT Timah Tbk (TINS) memprediksi pertumbuhan kinerja usahanya dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal tersebut didukung dengan adanya kenaikan harga jual rata-rata sebesar 31,58% menjadi US$ 25.000 dibandingkan den-gan US$ 19.000 sebelumnya. Namun volume penjualan perseroan mengalami penu-runan dari 19.000 ton pada semester I/2010 menjadi 18.000 pada semester I/2011. Dengan demikian, diprediksi pendapatan perseroan mencapai US$ 450 juta atau naik 2,03% dibandingkan dengan periode semester I/2010 yang sebesar US$ 441,06 juta. (Positive)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan segera menunjuk konsorsium bank dan bank investasi yang akan mencarikan pembiayaan sebesar US$ 1 miliar. Pembiayaan terse-but ditujukan salah satunya untuk membiayai proyek feronikel di Buli, Halmahera Timur, Maluku Utara. Perseroan saat ini sedang menyeleksi 27 bank dan investasi as-ing dan lokal. Perseroan bekerjasama dengan PT Perusahaan Listrik Negara dan PT Hutama Karya dalam pengerjaan proyek bernilai US$ 1,4 miliar tersebut. (Positive)

Exit mobile version