Berita Tbk : MEDC, LPKR, BTPN, ADMF, ROTI, TBIG, MYOR, SIMP,

Berita Perusahaan Tbk

PT Medco Energi International Tbk (MEDC)

PT Medco Energi International Tbk (MEDC) membukukan laba bersih sebesar US$
19,9 juta pada semester I-2011. Laba tersebut naik 64,7% dibandingkan periode yang
sama tahun lalu yaitu sebesar Rp 12,1 juta. Kenaikan laba bersih tersebut ditopang
oleh peningkatan penjualan minyak dan gas bersih. Hingga Juni, produksi migas perusahaan
itu rata-rata mencapai 56,5 MBOEPD dibandingkan periode yang sama 2010
sebanyak 55,5 MBOEPD. Harga jual rata-rata juga naik dari US$ 80,5 per barel menjadi
US$ 113,2 per barel. (Positive)

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencetak laba bersih sebesar Rp 298 miliar pada
semester I-2011, melonjak 35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 221
miliar. Hal itu terjadi seiring naiknya pendapatan sebesar 29% menjadi Rp 1,88 triliun
dari sebelumnya Rp 1,46 triliun. (Positive)

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN)

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) menjajaki penerbitan obligasi
lanjutan pada semester II-2011. Saat ini perseroan masih mengantongi izin untuk
menerbitkan obligasi sebesar Rp 2 triliun. Obligasi tersebut akan diterbitkan secara
bertahap pada 2011 dan 2012. Dana obligasi tersebut akan digunakan untuk mendukung
ekspansi kredit perseroan. Pada 2011, perseroan menargetkan pertumbuhan
kredit mencapai sekitar 25%-30% dibandingkan tahun lalu. (Positive)

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF)

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) membukukan nilai pembiayaan baru
sebesar Rp 14,8 triliun pada semester I-2011, atau meningkat 34% dibandingkan periode
yang sama tahun lalu. Jumlah unit yang dibiayai tersebut sebanyak 933 ribu unit
atau tumbuh 24%. Peningkatan pembiayaan itu diiringi dengan terjaganya rasio utang
bermasalah perseroan pada tingkat 1,4%. (Positive)

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI)

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp
51,66 miliar pada semester I-2011. Laba bersih tersebut meningkat 25,9% dibandingkan
periode yang sama tahun lalu Rp 41,02 miliar. Peningkatan laba bersih didorong
pertumbuhan penjualan, kenaikan pendapatan operasi lain serta penurunan biaya
keuangan. Kenaikan penjualan pada semester I 2011 perseroan mencapai Rp 366,32
miliar atau meningkat 27,6% dibandingkan semester I tahun lalu Rp 287 miliar.
(Positive)

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membukukan kenaikan pendapatan
sebesar 57% menjadi Rp 440 miliar pada semester-I 2011 dengan pertumbuhan laba
bersih sebesar 55% menjadi Rp 247 miliar. Kenaikan pendapatan ini didorong kenaikan
penyewaan menara sepanjang semester I. (Positive)

PT Mayora Indah Tbk (MYOR)

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) berencana untuk menerbitkan obligasi Rp 300 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dana hingga Rp 950 miliar.
Kebutuhan dana tersebut ditujukan bagi penambahan gerai dan pelunasan utang
jatuh tempo. Perseroan akan mencari dana dari pinjaman sindikasi bank hingga Rp
650 miliar dan sisanya Rp 300 miliar melalui obligasi. (Positive)

PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP)

Indofood Agri Resources Ltd (Indoagri) merestrukturisasi kepemilikan sahamnya pada
PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Indoagri mengambil alih secara langsung
72% saham perseroan senilai Rp 12,52 triliun dari Indofood Oil & Fats Pte Ltd.
(Positive)

Laba bersih Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik tipis 0,2%

BUMN energi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) ditahun 2010 memperoleh laba bersih 6,24 trilyun, naik tipis 0,2% dibanding perolehan laba bersih yang diperoleh di tahun 2009 yaitu 6,23 trilyun.  Emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham PGAS ini sesengguhnya memperoleh pendapatan yang naik 9,7 % dari 18 trilyun menjadin 19,8 trilyun.  Laba usaha atau laba operasi juga naik signifikan 17,7 % dari 7,68 trilyun menjadi 9,04. Namun laba per lembar saham atau earning per share (EPS) justru mengalami penurunan sebesar 1,9% dari Rp 262 menjadi Rp 257 per lembar saham.

Rasio laba bersih terhadap modal atau return on equity (ROE) masih cukup tinggi yaitu 45%, meski agak turun dibandingkan dengan tahun 2009 yang mencapai 59%.   Rasio hutang terhadap modal atau dept to equity ratio (DER) pun membaik menjadi 1,31 kali dibandingkan dengan tahun 2009 yang 1,65 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : PGAS – Laporan keuangan tahunan 2010

Laporan keuangan tahunan 2010: PT Indika Energy Tbk (INDY), laba bersih naik tipis 6,5%

Laba bersih PT Indika Energy di tahun 2010 mengalami kenaikan tipis sebesar 6.5% dibandingkan dengan periode tahun 2009.  Tahun 2009 laba bersihnya sebesar 725,7 milyar, sedangkan di tahun 2010 mencapai 772,7 milyar. Perusahaan yang bergerak dibidang jasa konstruksi dan tambang batubara  ini secara pendapatan (penjualan)  naik drastis sebesar 41 % dari 2,2 trilyun menjadi 3,5 trilyun.

Tingginya beban pokok penjualan dan beban operasional  menyebabkan perusahaan ini mengalami penurunan laba operasi (laba usaha) sebesar 135% alias merugi.  Tahun 2009 laba usaha sebesar 191,5 milyar sedangkan di tahun 2010 merugi sebesar 65,7 milyar.  Perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham INDY,  mendapatkan keuntungan besar di anak-anak perusahaannya sehingga menyebabkan laba bersih tetap naik.   Laba per lembar saham atau earning per share (EPS) naik 6,5% dari Rp 139 menjadi Rp 148 per lembar saham.  Rasio laba bersih terhadap modal atau return on equity (ROE) sebesar 14,2%.  Sedangkan rasio hutang terhadap modal atau dept to equity ratio (DER) sedikit lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2009.  Tahun 2009 DER sebesar 1,19 kali, sedangkan di tahun 2010 menjadi 1,11 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : INDY-2010–tahunan-laporan-keuangan

Laba operasi Borneo (BORN) 2010 melesat 1971%

PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk membukukan kenaikan laba bersih yang sangat signifikan.  Tahun 2009 merugi sebesar 99,8 milyar, sedangkan tahun 2010 berhasil untung 348,8 milyar.  Perusahaan yang melantai di bursa saham Indonesia dengan kode saham BORN merupakan pendatang baru yang baru IPO tahun 2010.  Penjualan (pendapatan) naik drastis 1269%.  Sedangkan laba operasi juga naik drastis 1971%.

Hanya saja laba bersih ini tidak teralu signifikan jika dibandingkan dengan ekuitas perusahaan.  Rasio laba bersih terhadap modal atau return on equity (ROE) hanya 5,91%.  Laba bersih per lembar saham atau earning per share (EPS) juga berhasil positif sejalan dengan laba bersih menjadi Rp 61 per lembar saham dibanding tahun 2009 yag negatif Rp 80 per lembar saham.  Sedangkan rasio hutang terhadap modal atau dept to equity ratio (DER) sebesar 0,30 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : BORN-2010-tahunan-laporan-keuangan

Laba bersih 2010 ITMG merosot 39%

 

 

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mengalami penurunan laba bersih yang drastis sebesar 39%. Laba bersih di tahun 2010 hanya 204 milyar, jauh dibawah perolehan tahun 2009 yang mencapai 336 milyar.  Dari sisi penjualan, perusahaan tambang batubara ini sedikit mengalami kenaikan sebesar 10,6% dari 1,5 trilyun menjadi 1,7 trilyun.

Laba usaha juga turun 16% dari 436 milyar menjadi 363 milyar.  Sementara laba per lembar saham (eps; earning per share) merorot 40% dari USD 0,30 menjadi USD 0,18 per lembar saham.  Meski laba bersih menurun, pencapain laba ini dibandingkan modal perusahaan masih termasuk tinggi.  Rasio laba terhadap modal (ROE; return on equity) 28%.  Sementara rasio hutang terhadap modal (DER; dept to equity ratio) sebesar 0,43 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : Laporan keuangan tahunan ITMG 2010

Exit mobile version