PT Holcim Indonesia (dahulu Semen Cibinong) merupakan salah satu perusahan sektor semen yang melantai di Bursa Efek Indonesia bersama dengan Semen Indonesia (dahulu Semen Gresik) dan Indocement.
Analisa Fundamental
Annualize
2012(A)
2011(A)
2010(A)
Last Price
3,700
2,575
2,175
Share Out.
7.7 B
7.7 B
7.7 B
Market Cap.
27778.0 B
19732.0 B
16666.8 B
BALANCE SHEET
Cash
555.8 B
1127.5 B
1070.4 B
Total Asset
12168.5 B
10950.5 B
10437.2 B
S.T.Borrowing
134.6 B
341.0 B
393.7 B
L.T.Borrowing
1585.2 B
1175.7 B
1730.4 B
Total Equity
8414.8 B
7524.8 B
6822.6 B
INCOME STATEMENT
Revenue
9011.1 B
7524.0 B
5960.6 B
Gross Profit
3346.8 B
2851.5 B
2249.4 B
Operating Profit
2038.5 B
1680.0 B
1333.3 B
Net.Profit
1350.3 B
1063.2 B
828.4 B
EBITDA
2609.7 B
2301.6 B
1472.9 B
Interest Expense
182.0 B
192.4 B
232.8 B
RATIO
EPS
176.00
139.00
108.11
PER
20.60x
18.53x
20.12x
BVPS
1098.12
981.97
890.34
PBV
3.30x
2.62x
2.44x
ROA
11.10%
9.71%
7.94%
ROE
16.05%
14.13%
12.14%
EV/EBITDA
11.09
8.74
12.03
Debt/Equity
0.20
0.20
0.31
Debt/TotalCap
0.17
0.17
0.24
Debt/EBITDA
0.66
0.66
1.44
EBITDA/IntExps
14.34
11.96
6.33
Dari indikator utama, terlihat bahwa EPS, pendapatan dan laba operasi selalu meningkat cukup signifikan dari tahun ke tahun. Hanya saja ROE belum sampai melebihi angka 20% dalam tiga tahun terakhir. Meski belum mencapai 20%, ROE dari tahun ke tahun juga terlihat meningkat.
Secara keseluruhan fundamental saham SMCB cukup baik.
Analisa Teknikal
Grafik harga sagam SMCB membentuk pola menyerupai cangkir bertangkai (cup with handle). Pada pola cangkir bertangkai yang pertama, saham SMCB berhasil breakout (menembus) harga resistennya di 2850. Kenaikan berlanjut selama 7 minggu hingga mencapai harga 3900. Ini berarti saham SMCB naik hampir 37%.
Grafik harga saham SMCB – membentuk pola Cup With Handle
Namun isu tersebut hanya bertahan sementara dan setelah 19 minggu, grafik harga saham SMCB kembali membentuk pola cangkir bertangkai. Harga saham SMCB kembali mendekati harga tertinggi sebelumnya.
Konsolidasi diwilayah tangkai cangkir sudah berlangsung selama 4 minggu. Terlihat ada tanda-tanda bahwa harga akan berusaha menembus harga resisten nya di 3825. Harga 3825 sekaligus merupakan harga acuan beli (buy point).
Cermati terus pergerakan harga saham SMCB. Jika harga sudah diperdagangkan diharga 3825, dan volume perdagangan dihari itu cukup ramai, anda boleh masuk untuk membelinya.
Berikut adalah EPS (earning per share) atau laba per lembar saham dari sebagian emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilaporkan pada laporan keuangan 2012 kuartal 3.
Kenaikan EPS yang tinggi tidak otomatis perusahaan tersebut berkinerja baik. EPS harus di cross check dengan ROE dan Laba operasi.
Ilustrasi:
Perusahaan ABCD bermodal 1 trilyun. Pada tahun 2010 hampir rugi dan hanya mendapatkan laba 1 juta. Ditahun 2011 berhasil mendapatkan laba 100 juta. Jika saham beredar tahun 2010 dan 2011 adalah tetap, berarti EPS 2011 dibandingkan 2010 naik sebesar 100 kali lipat atau 10.000 %. Kelihatannya fantastis. Tetapi laba dibandingkan modal atau ROE di tahun 2011 sesungguhnya hanya 0,01%. Laba yang 100 juta hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan modalnya yang 1 trilyun. Jauh lebih baik adalah perusahaan yang mendapatkan laba 100 juta, tetapi cuma bermodal 500 juta. Sehingga ROE nya 20%.
EPS seperti ADES dan VIVA diatas dengan kenaikkannnya yang cukup fantastis bisa mengelabui anda :D. Silahkan anda download sendiri Laporan keuangan 2012 kuartal 3 untuk bisa melihat perspektif yang lebih jelas.
EPS yang negatif sudah pasti harus dibuang dari lirikan saham anda 😀
Luangkan waktu untuk mempelajari laporan keuangan demi mempertajam intuisi pemilihan saham anda.
Indo Tambang Raya merupakan salah satu perusahaan sektor tambang batubara yang selalu berhasil mempertahankan pertumbuhan kinerja finansialnya dari tahun ke tahun. Untuk perusahaan yang berada sesama satu sektor batubara perusahaan ini per tanggal 1 Oktober 2012 berkapitalisasi pasar mencapai 46.6 trilyun, berada diperingkat kedua dibawah Adaro yang mencapai 47,3 trilyun (lihat Kapitalisasi pasar 2012). Secara keseluruhan kapitalisasi ITMG berada diperingkat ke 19.
Kinerja 2012 semester 1
Berdasarkan laporan keuangan kuartal kedua tahun 2012 (semester 1), kinerja Indo Tambang Raya tetap cemerlang.
Penjualan bersih naik 24% dari USD 970.312.000 menjadi USD 1.204.358.000
Laba operasi naik 20% dari USD 273.686.000 menjadi USD 329.503.000
EPS (earning per share –> laba per lembar saham) naik 22% dari USD 0,18 menjadi USD 0,22
ROE (return on equity –> keuntungan per tahun dibandingkan modal) sangat baik yang mencapai 24%
DER (dept to equity ratio –> rasio hutang terhadap modal) berada di 0.48 kali.
ITMG merupakan 3 besar perusahaan sektor batubara bersama Adaro (ADRO) dan Perusahaan Tambang Bukit Asam (PTBA).
Grafik tren harga saham
Dari pergerakan harga saham, Indo Tambang Raya mencapai harga tertinggi pada 4 Januari 2011 pada harga puncak 57.950. Seiring pelemahan bursa, harga saham ITMG pun ikut terkoreksi dan mengalami tren turun (bearish) selama lebih dari 1,5 tahun.
Pada posisi penutupan kemaren (2 Oktober 2012) harga berada diatas garis tren turun seperti yang terlihat pada grafik diatas. Dalam beberapa minggu kedepan, tren harga cenderung akan terus naik mencoba mendekati harga tertinggi sebelumnya 57.950. Berapa lama akan dicapai tetap tergantung situasi bursa secara umum. Disamping itu, jadwal publikasi laporan kuartal ketiga (mungkin pertengahan oktober sudah ada yang muncul) sangat mempengaruhi keputusan investor untuk memborong lebih dulu atau menahan diri sambil menunggu laporan keuangan.
Meski saham yang anda target merupakan saham OK dari perusahaan tangguh, tetap waspadai situasi bursa regional yang bisa seketika membalikkan tren. Stay cool 😀
Seringkali media memberitakan EPS yang menyesatkan dari suatu laporan keuangan perusahaan. EPS (earning per share) atau laba per lembar saham merupakan hal terpenting dalam analisis fundamental saham untuk mengukur kinerja perusahaan. Untuk menganalisa fundamental saham, EPS ada diposisi pertama yang harus dilihat. Untung dan rugi perusahaan langsung tercermin dalam EPS. Nilainya negatif berarti perusahaan rugi, kalau nilainya positif berarti perusahaan untung. Saya akan langsung mengabaikan saham yang EPS nya negatif. Pertanyaan yang muncul adalah berapa sesungguhnya EPS perusahaan?
EPS yang menyesatkan (Basic EPS versus Diluted EPS)
EPS (earning per share) atau laba per lembar saham merupakan hal terpenting dalam analisa fundamental untuk mengukur kinerja perusahaan.
Analisa dalam blog ini sesungguhnya adalah cerminan saham-saham apa saja yang saya beli (saya beli saham berdasarkan analisa saya sendiri). Dalam beberapa analisa yang saya buat, saya ada yang keliru dalam menggunakan EPS. Ada sistem yang memberikan data fundamental perusahaan. Namun sistem itu sendiri ternyata kadang tidak akurat. Hal yang paling baik adalah dengan langsung membaca SOFT COPY laporan keuangan (butuh kerja ekstra) yang dipublikasikan oleh tiap-tiap perusahaan publik yang bisa di download di website BEI.
Menghitung EPS rumusnya hanya pembagian sederhana :
EPS = laba bersih / jumlah saham beredar
Pertanyaannya adalah, berapa sesungguhnya saham yang beredar???.
Total saham beredar
Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya perubahan jumlah saham beredar dibandingkan saat perusahaan tersebut dibentuk. Berikut aksi koporasi (cooporate action) yang menyebabkan total saham beredar bertambah :
Awal. Ini merupakan jumlah saham beredar pertama kali perusahaan dibentuk melalui akte notaris.
IPO (initial publik offering). Ini adalah saat pertama kali perusahaan menjual (menerbitkan saham baru) di bursa saham.
Right issue. Ini adalah aksi perusahaan dengan menerbitkan saham baru (setelah perusahaan melantai di bursa) untuk tujuan menambah permodalan perusahaan.
ESOP (Employee Stock Ownership Plan). Ini merupakan bentuk bonus yang dibagikan perusahaan kepada karyawan.
Warrant. Warrant merupakan suatu opsi kepemilikan yang bisa ditukar menjadi saham. Biasanya saat melakukan right issue, perusahaan penerbit memberikan bonus berupa warrant bagi yang mau menebus HMETD (hak memesan efek terlebih dahulu) dari right issue tersebut.
Convertible bond. Ini adalah jenis hutang yang memungkinkan ditukar menjadi saham saat hutang jatuh tempo.
EPS yang menyesatkan dilaporkan media dan yang tertulis dilaporan keuangan
Media sangat cepat memberitakan EPS perusahaan. Namun sang penulis belum tentu benar-benar memahami tentang EPS. Kadang pemberitaan juga memiliki maksud terselubung (mengelabui). Belum pernah saya membaca atau mendengar media menyebutkan EPS basic atau EPS diluted. Hanya diberitakan EPS saja. Disinilah letak masalah yang “bisa menyesatkan”.
Ilustrasi
Misalkan diawal tahun 2011 saham perusahaan yang beredar adalah 1.000.000.000 (satu milyar) lembar.
Lalu pada tanggal 1 Desember 2011 perusahaan melakukan right issue dengan menerbitkan 5.000.000.000 (lima milyar) lembar saham baru.
Di tahun 2012 perusahaan melaporkan bahwa laba bersih yang diperoleh selama tahun 2011 adalah Rp 700.000.000.000 (tujuh ratus milyar rupiah).
Berapakah EPS perusahaan tersebut???
Dalam laporan keuangan yang dilaporkan perusahaan publik ada yang hanya menyebutkan :
Laba per saham dasar (Basic earning per share)
Ada juga perusahaan publik yang menyebutkan sekaligus:
Laba per saham dasar (Basic earning per share) dan
Laba per saham terdilusi (diluted earning per share)
A. Laba per saham dasar (basic earning per share)
Laba per saham dasar dari ilustrasi diatas adalah membagi laba bersih dengan rata-rata tertimbang (weighted average) dari jumlah saham beredar.
Saham awal : 1 milyar lembar selama 365 hari (1 Januari 2011 hingga 31 Desember 2011)
Saham right issue : 5 milyar lembar selama 31 hari (1 Desember 2011 hingga 31 Desember 2011)
Total rata-rata saham beredar: = [ ( 1 milyar x 365) + (5 milyar x 31) ] / [365+31] = 520 milyar / 396 = 1.313.131.313
Sehingga kita akan dapatkan Laba Per Saham Dasar : = 700.000.000.000 / 1.313.131.313 =Rp 533,08
B. Laba per saham terdilusi (diluted earning per share)
Jumlah saham beredar secara faktual adalah dengan menjumlahkan seluruh saham tanpa memandang berapa lama saham itu diterbitkan. Secara fakta, per 31 Desember 2011 jumlah saham yang beredar adalah 1 milyar lembar ditambah 5 milyar lembar sehingga total menjadi 6 milyar lembar.
Sehingga laba per saham terdilusi: = 700.000.000.000 / 6.000.000.000 = Rp 117
Ada perbedaan yang sangat mencolok dalam angka EPS antara basic dengan diluted. Pada masa tahun-tahun berikutnya eps tentunya akan dihitung dengan keseluruhan jumlah saham beredar tesebut (karena keduanya akan sama-sama dihitung berumur 365 hari). Basic EPS mungkin berguna bagi manajemen perusahaan dalam mengukur kinerja nya tahun itu, tetapi bagi anda investor analisa yang benar adalah menggunakan diluted EPS demi mengantisipasi kinerja perusahaan diwaktu mendatang karena bagaimanpun laba akan dibagi untuk seluruh kepemilikan saham.
Seandainya pada tahun sebelumnya ditahun 2010 perusahaan maleporkan EPS (basic maupun diluted) sebesar Rp 150 (seratus lima puluh rupiah) anda akan tercengang dengan kenaikan fantastis dari EPS yang diberitakan di media :