Berita Tbk : IMAS, UNTR, BKSL, GJTL, BUMI, ANTM, HMSP

Berita Perusahaan Tbk

PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS)

Saham PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) dibeli kembali oleh PT Tritunggal
Intipermata (TIP) sebanyak 4,78 juta saham. Pembelian dilakukan pada harga
Rp 12 ribu per saham, sehingga nilainya mencapai Rp 57,3 miliar. Pembelian dilakukan
pada 29 Juli 2011. Tujuan dari pembelian tersebut adalah sebagai investasi
jangka panjang. TIP tidak mengeksekusi haknya saat perseroan melakukan HMETD.
Perseroan mendapatkan dana sebesar Rp 2,76 triliun dari hasil right issue. Dananya
digunakan untuk membayar utang dan memperkuat divisi bisnis otomotif dan pembiayaan.
(Positive)

PT United Tractors Tbk (UNTR)

PT United Tractors Tbk (UNTR) menaikkan target penjualan alat berat tahun ini
menjadi 8000 unit yang dari sebelumnya sebanyak 7.500 unit. Hal ini diiringi oleh
tingginya realisasi penjualan sampai semester I-2011 yang naik 59% menjadi 4.333
unit. Divisi alat berat menyumbangkan 51% dari total pendapatan konsolidasi perseroan
selama semester I-2011 sebesar Rp 18,08 triliun. Laba bersih perseroan melonjak
33% menjadi Rp 2,54 triliun. (Positive)

PT Sentul City Tbk (BKSL)

PT Sentul City Tbk (BKSL) berencana untuk melepas 10% saham tanpa hak memesan
efek terlebih dahulu. Perseroan segera menerbitkan 2,85 miliar saham baru seri C.
Harga pelaksanaanya Rp 117 per saham. Dari penerbitan saham baru ini, perseroan
akan mendapatkan dana sebesar Rp 333,91 miliar. Penerbitan saham baru akan dilaksanakan
pada 11 Agustus 2011. Dana tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi
perusahaan properti terafilisiasi PT Aftanesia Raya. Perseroan akan membeli saham
pendiri dan saham baru Aftanesia Raya. Perseroan mengalokasikan dana Rp 276,81
miliar untuk membeli saham baru dan sebesar Rp 2 miliar untuk membeli saham
pendiri Aftanesia, dan sisanya Rp 55,1 miliar akan dipakai untuk modal kerja dan
pengembangan usaha. (Positive)

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) berpeluang memasok 4.000 ban original equipment
(OE) kepada produsen mobil asal Malaysia, Proton per bulan sampai Januari 2012. Pasokan
akan berlangsung mulai November 2011. Perseroan optimis dapat mencapai
target penjualan sebesar 25% tahun ini, dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 9,85 triliun.
Ini disebabkan karena 80% dari kenaikan harga bahan baku dapat dialihkan
kepada konsumen. Pada semester I-2011, perseroan telah menaikkan harga jual 10%
dan rencananya perseroan masih akan menaikkan harga jual pada semester II.
(Positive)

PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengestimasikan penjualan semester I 2011 naik
30% menjadi US$ 2,76 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 2,13
miliar. Pertumbuhan seiring kenaikan harga jual rata-rata batu bara. Harga jual ratarata
meningkat 36% YoY dari US$ 67 per ton menjadi US$ 91 per ton pada tahun ini.
Dengan kenaikan harga jual tersebut laba bersih perseroan diperkirakan meningkat
signifikan dari semester I-2010 yang mencapai US$ 134,57 juta. (Positive)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) telah merealisasikan capex sebesar Rp 75,2 miliar
untuk kegiatan eksplorasi sepanjang semester I 2011. Fokus kegiatan eksplorasi pada
komoditas nikel, emas, bauksit, dan batu bara. (Positive)

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP)

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) menurunkan nilai goodwill sebesar
79% menjadi Rp 49 miliar per kuartal II-2011 dari Rp 237 miliar pada kuartal I-2011.
Penurunan itu terjadi seiring ditutupnya operasional Sampoerna Joo Lan Sdn Bhd,
anak usahanya di Malaysia yang 100% sahamnya dimiliki oleh perseroan. (Negative)

Berita tbk : ASII, JSMR, SMCB, SMGR, INCO, BMRI, BJBR, ANTM, GJTL, APLN

Berita perusahaan Tbk

PT Astra International Tbk (ASII)

PT Astra International Tbk (ASII) melalui anak usahanya PT Astratel Nusantara
akan mengakuisisi 95% saham perusahaan jalan tol dalam negeri. Perseroan telah
meneken perjanjian bersyarat untuk membeli saham perusahaan tersebut. Selama
semester I-2011, laba perseroan naik 95% menjadi Rp 351 miliar. (Positive)

PT Jasa Marga Tbk (JSMR)

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) telah merealisasikan dana Rp 800 miliar sepanjang semester
I-2011 atau sekitar 22,8% dari total belanja modal sebesar Rp 3,5 triliun. Realisasi
capex baru maksimal pada semester II karena perseroan akan mulai membangun
sejumlah jalan tol salah satunya ruas tol Ungaran-Bawen (12 Km). Pada semester
I-2011, pendapatan perseroan naik 11,9% dibandingkan periode yang sama tahun
lalu sebesar Rp 2,1 triliun. Laba bersih naik 16% dari Rp 644 miliar menjadi Rp 751
miliar. Perseroan optimis pendapatan akhir tahun dapat mencapai Rp 4,8 triliun.
(Positive)

PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB)

PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar
Rp 457 miliar dibandinkang periode yang sama 2010 sebesar Rp 370 miliar atau naik
sebesar 23,5%. Pendapatan perseroan naik 24,1% dari Rp 2,85 triliun menjadi Rp
3,54 triliun. Pertumbuhan pendapatan semester I-2011 ditopang oleh peningkatan
volume penjualan. Perseroan mampu membukukan volume penjualan clonker dan semen
sebanyak 4,2 juta ton. (Positive)

PT Semen Gresik Tbk (SMGR)

PT Semen Gresik Tbk (SMGR) membukukan laba bersih perseroan naik 15,1%
menjadi Rp 1,87 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
sebesar RP 1,64 triliun. Perseroab mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 14,1%
dari Rp 6,6 triliun menjadri Rp 7,6 triliun. (Positive)

PT Intraco Nickel Indonesia Tbk (INCO)

PT Intraco Nickel Indonesia Tbk (INCO) membukukan laba bersih sebesar US$
238,1 juta pada semester I-2011. Laba tersebut naik 9% dibandingkan periode yang
sama tahun lalu US$ 218,8 juta. Kenaikan laba bersih ditopang oleh peningkatan produksi
dan penjualan. Namun kenaikan laba sedikit tertahan menyusul penurunan
harga jual rata-rata nikel dalam matte. Perseroan menyiapkan dana sebesar US$ 500
juta untuk ekspansi di Blok Bahodopi, Sulawesi Tengah. Dana tersebut akan digunakan
untuk membangun infrastruktur di wilayah tersebut. (Positive)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengucurkan kredit senilai total Rp 390
miliar kepada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) IV. Kredit tersebut akan digunakan
untuk mengembangkan pelabuhan di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Tenor untuk
kredit tersebut selama lima tahun dengan grace period enam bulan. Pelindo IV akan
menggunakan fasilitas kredit itu untuk pengadaan alat-alat fasilitas bongkar muat peri
kemas, serta perlengkapanya guna peningkatan kapasitas. (Positive)

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) merealisasikan
penyaluran kredit sebesar Rp 26,6 triliun pada semester I-2011. Penyaluran
tersebut tumbuh 24,03% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 21,45
triliun. Perseroan optimis outstanding penyaluran kredit bisa tembus mencapai Rp 30
triliun hingga akhir tahun ini atau tumbuh 22-27%. (Positive)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencetak kenaikan penjualan sebesar 13% menjadi
Rp 4,9 triliun pada semester I-2011 dibandingkan dengan perolehan pada semester
I-2010 sebesar Rp 4,34 triliun. Kenaikan penjualan ditopang oelh peningkatan penjualan
komoditas emas, bijih nikel dan harga komoditas. (Positive)

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) membukukan laba bersih semester I-2011 sebesar
Rp 427 miliar. Laba bersih tersebut turun 447% dibandingkan periode yang sam tahun
lalu. (Negative)

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatat laba bersih semester I-2011 sebesar
Rp 379,5 miliar meningkat 105,9% YoY. Laba tersebut didukung oleh peningkatan
penjualan sebesar 127% YoY. (Positive)

Gajah Tunggal ( GJTL ) bidik penjualan US$ 2 miliar pada 2016

Berita PT Gajah Tunggal Tbk ( GJTL )

PT Gajah Tunggal Tbk ( GJTL ) membidik penjualan sebesar US$ 2 miliar pada 2016.
Tahun lalu, pendapatan produsen ban nasional tersebut tembus US$ 1 miliar. Perseroan
menyiapkan investasi yang substansial terutama setelah setelah ekspansi 2012-
2013. Perseroan akan mengalokasikan dana US$ 20 juta per tahun. Dana tersebut
akan digunakan untuk membeli mesin-mesin baru.

Dalam lima tahun terakhir, perseroan
telah menghabiskan dana sekitar US$ 200 juta. Perseroan memperkirakan pendapatan
perseroan pada semester I-2011 menurun dikarenakan harga bahan baku
melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Dengan demikian, perseroan mempertimbangkan
untuk menaikkan kembali harga jual ban guna mencapai target penjualan
tahun ini sebesar Rp 12,3 triliun. (Negative)

Exit mobile version