Saham unggulan 2020 untuk investasi (EPS & ROE bagus)

Saham unggulan 2020 dipilih berdasarkan EPS dan ROE. Saham-saham yang dipilih harus memenuhi kriteria EPS (Earning Per Share | Laba per lembar saham)  yang selalu meningkat. Peningkatan EPS ini juga signifikan terhadap modal dimana ROE (Return On Equity | Tingkat Keuntungan terhadap Modal) memiliki rasio sekitar 20% atau lebih. Data EPS dan ROE bersumber dari situs Reuters.

Daftar saham di halaman ini diperbaharui di SahamU 20

Saham unggulan 2020 untuk investasi

Berikut daftar saham unggulan 2020 yang baik untuk investasi dengan membuat portofolio saham. Anda dapat melakukan analisis fundamental saham lebih rinci untuk memilihnya menjadi 3 atau 5 jenis saham saja menjadi portofolio saham.

1. KINO – Kino Indonesia Tbk

Sektor : Industri Barang Konsumsi

Sub sektor : Kosmetik dan keperluan rumah tangga

Kapitalisasi pasar : 3,8 trilyun

Saham Blue Chip : tidak

Saham syariah : Ya

1.1 EPS

Diluted normalized EPS
2020 Q1 2019 A 2018 A 2017 A 2016 A
40 218 104 76 110
8% 109% 38% -31%

Catatan:

Diluted normalized EPS maksudnya EPS yang sudah disesuaikan dengan perubahan jumlah saham beredar.

1.2 ROE

2019 A
22%

2. CLEO – Sariguna Primatirta Tbk

Sektor : Industri Barang Konsumsi

Sub sektor : Makanan dan Minuman

Kapitalisasi pasar : 5,8 trilyun

Saham Blue Chip : tidak

Saham syariah : Ya

2.1 EPS

Diluted normalized EPS
2020 Q1 2019 A 2018 A 2017 A 2016 A
12 6 5 6
93% 14% -11%

2.2 ROE

2019 A
19%

3. MNCN – Media Nusantara Citra Tbk

Sektor : Perdagangan, jasa dan investasi

Sub sektor : Percetakan, periklanan dan media

Kapitalisasi pasar : 12,3 trilyun

Saham Blue Chip : tidak

Saham syariah : Ya

3.1 EPS

Diluted normalized EPS
2020 Q1 2019 A 2018 A 2017 A 2016 A
180 120 109 99
50% 10% 10%

3.2 ROE

2019 A
21%

4. ULTJ – Ultrajaya Milk Industry Tbk

Sektor : Industri Barang Konsumsi

Sub sektor : Makanan dan Minuman

Kapitalisasi pasar : 16 trilyun

Saham Blue Chip : tidak

Saham syariah : Ya

4.1 EPS

Diluted normalized EPS
2020 Q1 2019 A 2018 A 2017 A 2016 A
91 61 62 61
49% -1% 1%

4.2 ROE

2019 A
20%

5. BTPS – Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk

Sektor : Keuangan

Sub sektor : Bank

Kapitalisasi pasar : 16,7 trilyun

Saham Blue Chip : tidak

Saham syariah : Ya

5.1 EPS

Diluted normalized EPS
2020 Q1 2019 A 2018 A 2017 A 2016 A
52 182 130 97 59
39% 40% 34% 63%

5.2 ROE

2019 A
30%

6. ACES – Ace Hardware Indonesia Tbk

Sektor : Perdagangan, jasa dan investasi

Sub sektor : Perdagangan eceran

Kapitalisasi pasar : 24,4 trilyun

Saham Blue Chip : tidak

Saham syariah : Ya

6.1 EPS

Diluted normalized EPS
2020 Q1 2019 A 2018 A 2017 A 2016 A
28 23 16 15
24% 38% 7%

6.2 ROE

2019 A
23%

7. SIDO – Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk

Sektor : Industri Barang Konsumsi

Sub sektor : Farmasi

Kapitalisasi pasar : 18,9 trilyun

Saham Blue Chip : tidak

Saham syariah : Ya

7.1 EPS

Diluted normalized EPS
2020 Q1 2019 A 2018 A 2017 A 2016 A
16 54 45 36 33
11% 22% 24% 10%

7.2 ROE

2019 A
27%

8. MYOR – Mayora Indah Tbk

Sektor : Industri Barang Konsumsi

Sub sektor : Makanan dan Minuman

Kapitalisasi pasar : 48 trilyun

Saham Blue Chip : ya

Saham syariah : Ya

8.1 EPS

Diluted normalized EPS
2020 Q1 2019 A 2018 A 2017 A 2016 A
89 77 71 61
16% 8% 18%

8.2 ROE

2019 A
22%

9. ICBP – Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

Sektor : Industri Barang Konsumsi

Sub sektor : Makanan dan Minuman

Kapitalisasi pasar : 116,6 trilyun

Saham Blue Chip : ya

Saham syariah : Ya

9.1 EPS

Diluted normalized EPS
2020 Q1 2019 A 2018 A 2017 A 2016 A
435 392 347 319
11% 13% 9%

9.2 ROE

2019 A
21%

10. BBCA – Bank Central Asia Tbk

Sektor : Keuangan

Sub sektor : Bank

Kapitalisasi pasar : 631 trilyun

Saham Blue Chip : ya

Saham syariah : tidak

10.1 EPS

Diluted normalized EPS
2020 Q1 2019 A 2018 A 2017 A 2016 A
1159 1043 952 836
11% 10% 14%

10.2 ROE

2019 A
18%

11. BBRI – Bank Rakya Indonesia (Persero) Tbk

Sektor : Keuangan

Sub sektor : Bank

Kapitalisasi pasar : 321 trilyun

Saham Blue Chip : ya

Saham syariah : tidak

11.1 EPS

Diluted normalized EPS
2020 Q1 2019 A 2018 A 2017 A 2016 A
235 225 206 187
4% 9% 10%

11.2 ROE

2019 A
18%

12. KLBF – Kalbe Farma Tbk

Sektor : Industri Barang Konsumsi

Sub sektor : Farmasi

Kapitalisasi pasar : 65,5trilyun

Saham Blue Chip : ya

Saham syariah : Ya

12.1 EPS

Diluted normalized EPS
2020 Q1 2019 A 2018 A 2017 A 2016 A
53 52 51 49
2% 2% 4%

12.2 ROE

2019 A
16%

13. UNVR – Unilever Indonesia Tbk

Sektor : Industri Barang Konsumsi

Sub sektor : Kosmetik dan keperluan rumah tangga

Kapitalisasi pasar : 317 trilyun

Saham Blue Chip : ya

Saham syariah : Ya

13.1 EPS

Diluted normalized EPS
2020 Q1 2019 A 2018 A 2017 A 2016 A
49 201 239 184 168
4% -16% 30% 9%

13.2 ROE

2019 A
117%

Indofood CBP ( ICBP ) bangun pabrik saus di Semarang

Berita PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ( ICBP )

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ( ICBP ) tahun ini membangun pabrik saus
sambal senilai Rp 50 miliar di Semarang, Jawa Tengah. Pabrik tersebut akan meningkatkan
kapasitas produksi perseroan sebesar 100% setelah mulai beroperasi pada
2012.

Dana pembangunan pabrik tersebut akan diambil sebagian dari anggaran
belanja modal. Tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 1,8 triliun
tahun ini. Capex tersebut juga akan digunakan untuk membangun pabrik susu di
Jawa Timur serta penambahan kapasitas produksi divisi mie instan dan food seasoning.
(Positive)

Berita perusahaan : BNII, AKRA, WIKA, ICBP, BWPT, ADRO, SGRO,

Berita Perusahaan

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII)

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) telah menyalurkan kredit ke segmen
small medium enterprises (SME) dan komersial kurang lebih sebesar Rp 22 triliun
hingga Juni 2011 atau hampir mencapai target akhir tahun 2011. Perseroan menargetkan
penyaluran kredit ke segmen small medium enterprises dan komersial tumbuh
minimal 20% atau sebesar Rp 3,78 triliun menjadi Rp 22,68 triliun pada 2011 dari sebelumnya
Rp 18,9 triliun pada 2011. Salah satu pendorong tingginya penyaluran
kredit ke sektor small medium enterprises dan komersial adalah penyaluran dengan
skema supply chain management. (Positive)

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) hingga Juni 2011 masih menyisakan 44,86% atau
sekitar Rp 238,49 miliar dari dana right issue Rp 531,52 miliar yang dilakukan Januari
2010. Pos anggaran yang belum banyak digunakan adalah pembangunan tangki dan
fasilitas dermaga baru sebesar Rp 68,5 miliar atau sekitar 22,3% dari alokasi dana Rp
307 miliar. Dana tersebut merupakan bagian dari belanja modal. (Positive)

PT Wijaya Karya TbK (WIKA)

PT Wijaya Karya TbK (WIKA) dan PT Pertamina (Persero) siap menggandeng produsen
aspal buton untuk meningkatkan kapasitas produksi sehingga mampu memenuhi
kebutuhan pasar dalam negeri. Selama ini utilitas aspal buton masih rendah
yaitu sebesar 25 ribu-30 ribu ton dari kebutuhan aspal nasional sebesar 1,2 juta ton
per tahun. (Positive)

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

Dana hasil IPO PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) telah terserap sebesar
67% atau Rp 4,06 triliun hingga semester I-2011. Realisasi penggunaan dana IPO
itu ditujukan untuk pelunasan utang dan belanja modal perseroan. Sisa dana sebesar
Rp 2,02 triliun akan dipakai untuk membiayai belanja modal perseroan terutama guna
penambahan kapasitas produksi. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal
sebesar Rp 1,8 triliun untuk menambah kapasitas produksi divisi dairy dan divisi mi
instan. (Positive)

PT BW Plantation Tbk (BWPT)

Produksi CPO PT BW Plantation Tbk (BWPT) naik 54% menjadi 59,638 ton di semester
I dibandingkan periode yang sama tahun lalu 38,662 ton. Kenaikan produksi di
periode itu didorong pertumbuhan luas areal tanaman menghasilkan sebesar 4,393 ha
yang merupakan hasil penanaman di tahun 2007. Selain kenaikan produksi CPO , produksi
tandan buah segar juga tumbuh 50% menjadi 250.573 ton dari periode yang
sama tahun lalu 168.185 ton. (Positive)

PT Adaro Energy Tbk (ADRO)

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan meningkatkan kapasitas pelabuhan muat kelanis,
Kalimantan Tengah menjadi 80 juta per tahun dari sebelumnya 55 juta ton per
tahun. Proyek tersebut diperkirakan menelan dana US$ 100 juta dan ditargetkan tuntas
pada semester II-2012. Ekspansi Pelabuhan Kelanis sejalan dengan rencana
penambahan kapasitas produksi menjadi 80 juta ton pada 2012. Tahun lalu, produksi
batubara ini mencapai 42,2 juta ton. (Positive)

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO)

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) telah merealisasikan belanja modal (capex) sebesar
Rp 99 miliar hingga 31 Maret 2011. Penggunaan dana tersebut hanya sekitar 9,9%
dari total capex tahun ini Rp 1 triliun. Perseroan telah menggunakan dana tersebut
untuk aset perkebunan, aset tetap dan pembiayaan usaha sagu yang masung masing
50%, 25%,dan 25%. Perseroan akan memanfaatkan pinjaman bank dan kas internal
untuk membiayai capex dengan komposisi 65% dan 35%. Perseroan tengah menjajaki
pinjaman jangka panjang dari beberapa bank lokal antai lain BNI dan BRI. Selain itu,
perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman bank yang belum terpakai yaitu dari Bank
Mandiri. (Positive)

Exit mobile version