Berita tbk : ASII, JSMR, SMCB, SMGR, INCO, BMRI, BJBR, ANTM, GJTL, APLN

Berita perusahaan Tbk

PT Astra International Tbk (ASII)

PT Astra International Tbk (ASII) melalui anak usahanya PT Astratel Nusantara
akan mengakuisisi 95% saham perusahaan jalan tol dalam negeri. Perseroan telah
meneken perjanjian bersyarat untuk membeli saham perusahaan tersebut. Selama
semester I-2011, laba perseroan naik 95% menjadi Rp 351 miliar. (Positive)

PT Jasa Marga Tbk (JSMR)

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) telah merealisasikan dana Rp 800 miliar sepanjang semester
I-2011 atau sekitar 22,8% dari total belanja modal sebesar Rp 3,5 triliun. Realisasi
capex baru maksimal pada semester II karena perseroan akan mulai membangun
sejumlah jalan tol salah satunya ruas tol Ungaran-Bawen (12 Km). Pada semester
I-2011, pendapatan perseroan naik 11,9% dibandingkan periode yang sama tahun
lalu sebesar Rp 2,1 triliun. Laba bersih naik 16% dari Rp 644 miliar menjadi Rp 751
miliar. Perseroan optimis pendapatan akhir tahun dapat mencapai Rp 4,8 triliun.
(Positive)

PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB)

PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar
Rp 457 miliar dibandinkang periode yang sama 2010 sebesar Rp 370 miliar atau naik
sebesar 23,5%. Pendapatan perseroan naik 24,1% dari Rp 2,85 triliun menjadi Rp
3,54 triliun. Pertumbuhan pendapatan semester I-2011 ditopang oleh peningkatan
volume penjualan. Perseroan mampu membukukan volume penjualan clonker dan semen
sebanyak 4,2 juta ton. (Positive)

PT Semen Gresik Tbk (SMGR)

PT Semen Gresik Tbk (SMGR) membukukan laba bersih perseroan naik 15,1%
menjadi Rp 1,87 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
sebesar RP 1,64 triliun. Perseroab mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 14,1%
dari Rp 6,6 triliun menjadri Rp 7,6 triliun. (Positive)

PT Intraco Nickel Indonesia Tbk (INCO)

PT Intraco Nickel Indonesia Tbk (INCO) membukukan laba bersih sebesar US$
238,1 juta pada semester I-2011. Laba tersebut naik 9% dibandingkan periode yang
sama tahun lalu US$ 218,8 juta. Kenaikan laba bersih ditopang oleh peningkatan produksi
dan penjualan. Namun kenaikan laba sedikit tertahan menyusul penurunan
harga jual rata-rata nikel dalam matte. Perseroan menyiapkan dana sebesar US$ 500
juta untuk ekspansi di Blok Bahodopi, Sulawesi Tengah. Dana tersebut akan digunakan
untuk membangun infrastruktur di wilayah tersebut. (Positive)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengucurkan kredit senilai total Rp 390
miliar kepada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) IV. Kredit tersebut akan digunakan
untuk mengembangkan pelabuhan di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Tenor untuk
kredit tersebut selama lima tahun dengan grace period enam bulan. Pelindo IV akan
menggunakan fasilitas kredit itu untuk pengadaan alat-alat fasilitas bongkar muat peri
kemas, serta perlengkapanya guna peningkatan kapasitas. (Positive)

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) merealisasikan
penyaluran kredit sebesar Rp 26,6 triliun pada semester I-2011. Penyaluran
tersebut tumbuh 24,03% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 21,45
triliun. Perseroan optimis outstanding penyaluran kredit bisa tembus mencapai Rp 30
triliun hingga akhir tahun ini atau tumbuh 22-27%. (Positive)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencetak kenaikan penjualan sebesar 13% menjadi
Rp 4,9 triliun pada semester I-2011 dibandingkan dengan perolehan pada semester
I-2010 sebesar Rp 4,34 triliun. Kenaikan penjualan ditopang oelh peningkatan penjualan
komoditas emas, bijih nikel dan harga komoditas. (Positive)

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) membukukan laba bersih semester I-2011 sebesar
Rp 427 miliar. Laba bersih tersebut turun 447% dibandingkan periode yang sam tahun
lalu. (Negative)

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatat laba bersih semester I-2011 sebesar
Rp 379,5 miliar meningkat 105,9% YoY. Laba tersebut didukung oleh peningkatan
penjualan sebesar 127% YoY. (Positive)

Laporan keuangan PT INCO International Tbk (INCO) kuartal 3 tahun 2010 : laba bersih naik 198%

PT INCO International Tbk (INCO) berhasil membukukan lonjakan laba bersih di kuartal 3 tahun 2010 sebesar 198% dari 110 juta dollar menjadi 328 juta dollar.  EPS naik dari USD 0,01 menjadi USD 0,03.  Penjualan naik 80% dari 526 juta dollar menjadi 947 juta dollar.  Sedangkan laba usaha naik 193% dari 144 juta dollar menjadi 422 juta dollar.

Laporan keuangan selengkapnya : INCO-2010–Q3

Analisa INCO sejalan dengan kenaikan harga nikel

Seiring meningkatkan harga komodoti secara umum, harga nikel di London Metal Exchange juga mengalami tren naik.  Kuartal 1 dan kuartal 2 tahun 2010, INCO berhasil menaikkan EPS nya sangat signifikan. 

Analisa secara grafik, tren harga INCO setelah mengalami 2 kali koreksi, perlahan sedang berusaha keluar dari area konsolidasi.  Pola grafis huruf W (double buttom) yang terbentuk selama lebih dari setahun, cukup memberi ruang bagi INCO untuk lepas dari area konsolidasi.

INCO – Pola grafik huruf W – double buttom

Cermati pergerakan harga INCO, dan bila diperdagangkan diangka acuan beli 5200, dan volume perdagangan hari itu cukup ramai, siap-siap membeli.

Laporan keuangan PT INCO Indonesia Tbk kuartal 2 (semester 1) tahun 2010 : laba bersih melesat 541%

PT INCO Indonesia Tbk di kwartal ke 2 (semester I) tahun 2010 berhasil membukukan laba bersih sebesar USD 218,8 Juta, meningkat 541% dibandingkan dengan  periode yang sama di tahun 2009 yaitu USD 34,6 Juta.  Peningkatan laba bersih ini ditunjang oleh meningkatnya pendapatan perusahaan sebesar  124% dari USD 276,4 Juta menjadi USD 619,2 Juta. Laba usaha meningkat 815% dari USD 32,4 Juta menjadi USD 293,6 Juta.

Laporan keuangan selengkapnya : INCO-2010–Q2

Exit mobile version