Indosat akan keluar dari New York Stock Exchange

Melalui situsnya www.indosat.com mengumumkan bahwa Indosat akan keluar dari New York Stock Exchange ( NYSE ).

Berikut petikan pengumuman tersebut :

Indosat akan keluar dari New York Stock Exchange

PT Indosat Tbk (“Indosat” atau “Perusahaan”) (Kode Saham: ISAT: IDX, IIT: NYSE) hari ini mengumumkan bahwa Indosat berencana untuk menghapuskan pencatatan American Depositary Receipts (“ADRs”) miliknya dari New York Stock Exchange (“NYSE”), dan ADRs milik Indosat tersebut tidak akan terdaftar dan juga tidak dapat ditawarkan pada bursa efek nasional lainnya di Amerika Serikat. Perusahaan berencana untuk mengajukan Form 25 kepada U.S. Securities and Exchange Commission (“SEC”) dan memperkirakan bahwa penghapusan pencatatan akan berlaku efektif pada atau sekitar tanggal 16 Mei 2013.

Program ADR Indosat mulanya dilaksanakan pada tahun 1994 untuk memberikan akses likuiditas dari para investor yang tidak dapat menanamkan modalnya secara langsung di pasar domestik Indonesia. Dalam waktu-waktu berikutnya, Bursa Efek Indonesia (“BEI”) telah berkembang secara signifikan dan telah menjadi basis permodalan institusi luar negeri yang besar. Berdasarkan hal tersebut, Direksi dan Dewan Komisaris Indosat telah mendukung permintaan Pemerintah Indonesia untuk meninjau kembali pencatatan yang dilakukan dan yakin bahwa BEI akan dapat mencukupi kebutuhan modal Perusahaan di masa mendatang. Selanjutnya, penghapusan pencatatan akan juga mengurangi biaya administrasi terkait dengan pencatatan di NSYE.

Sebelum dilakukannya penghapusan pencatatan, ADR akan tetap berkedudukan sama dengan saham yang dicatatkan di BEI. Setelah dilakukannya penghapusan pencatatan, investor akan tetap dapat membeli dan menjual saham melalui BEI. Program ADR akan dihentikan sesuai dengan syarat dan ketentuannya. Indosat akan tetap sepenuhnya berkomitmen untuk melayani investornya di Amerika Serikat dan mengacu kepada standar transparansi tertinggi dalam pelaporan keuangan dan keterbukaan tata kelola perusahaan.

Sehubungan dengan Indosat akan keluar dari New York Stock Exchange ini, Indosat berencana untuk menghentikan pendaftaran sahamnya di SEC sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Amerika Serikat.

Alexander Rusli, Direktur Utama dan CEO Indosat mengatakan: “BEI saat ini mendapatkan manfaat dari investor luar negeri, dan sebagian besar dari para pemegang ADR kami yang telah ada pada saat ini juga memiliki saham-saham yang tercatat pada BEI. Penghapusan pencatatatan ADRs kami merupakan salah satu contoh dari rencana penghematan biaya yang sedang dilakukan dan usaha kami untuk meningkatkan efisiensi administrasi di bisnis kami. Kami tetap memiliki komitmen untuk melakukan pemenuhan standar internasional dalam pelaporan keuangan dan tata kelola perusahaan, dan kami yakin bahwa para investor ADR kami yang ada pada saat ini akan mendukung rencana kami.

Untuk keterangan lebih lanjut terkait Indosat akan keluar dari New York Stock Exchange dapat menghubungi:

PT Indosat Tbk PT Indosat Tbk
Investor Relations Sekretaris Perusahaan
Tel: 62-21-30442615 Tel: 62-21-30442614
Fax : 62-21-30003757 Fax: 62-21-30003754
Email : investor@indosat.com
Website : www.indosat.com

Berita tbk : UNVR, BNGA, BWPT, ISAT, AUTO, SMRA, BBRI

Berita Perusahaan Tbk

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencetak laba sebesar Rp 2,068 triliun di semester
pertama tahun ini. Laba tersebut naik 16,9% dari tahun sebelumnya pada periode
yang sama sebesar Rp 1,769 triliun. Perseroan juga membukukan pertumbuhan
penjualan bersih menjadi Rp 11,464 triliun di semester pertama tahun 2011 dibandingkan
tahun sebelumnya sebesar Rp 9,922 triliun. Perseroan juga mencatat kenaikan
laba usaha dari Rp 2,361 triliun pada periode enam bulan pertama di 2010 menjadi Rp
3,163 triliun di tahun ini. (Positive)

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA)

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) memberikan fasilitas pembiayaan lebih dari Rp
100 miliar kepada Sungai Budi Group. Pembiayaan tersebut akan digunakan untuk
supplier-supplier dari anak usaha Sungai Budi Grup Pada tahun ini perseroan menargetkan
pembiayaan kredit korporasi mencapai 20%. Saat ini, setengah dari target telah
tercapai. (Positive)

PT BW Plantation Tbk (BWPT)

PT BW Plantation Tbk (BWPT) sepanjang semester I mencatat kenaikan pendapatan
sebesar 73% menjadi Rp 476,95 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar
Rp 275,67 miliar. Kenaikan volume penjualan dan harga jual CPO menjadi faktor
penopang pertumbuhan pendapatan itu. Perseroan juga mencatat pertumbuhan laba
bersih sebesar 99,4% menjadi Rp 170,55 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar
Rp 85,55 miliar. (Positive)

PT Indosat Tbk (ISAT)

Lembaga pemeringkat utang Fitch Ratings meningkatkan outlook utang jangka panjang
dalam mata uang rupiah PT Indosat Tbk (ISAT) dari stabil menjadi positif. Peringkat
utangnya sendiri berada pada level BBB-. Sementara peringkat utang jangka
panjang dalam mata uang asing tetap BBB– dengan outlook stabil. Perubahan outlook
tersebut mencerminkan profil kredit perseroan yang membaik selama tahun lalu dan
terus mengalami perbaikan pada tahun ini. (Positive)

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO)

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) diberikan pinjaman oleh tiga bank sebanyak Rp 430
miliar. Ketiga bank tersebut adalah Bank OCBC NISP (Rp 200 miliar), Bank Mizuho Indonesia
(Rp 200 miliar), dan Bank Internasional Indonesia (BII) (Rp 30 miliar). Pinjaman
itu digunakan untuk membiayai capex tahun ini sebesar Rp 1,1 triliun. Tenor tiga
pinjaman itu mencapai 1-3 tahun dan bunganya mencapai BI rate plus 5%. Sebanyak
60% capex dibiayai dari pinjaman bank, sementara sisanya dari kas internal. Perseroan
membutuhkan tambahan pinjaman sekitar Rp 230 miliar untuk menutup pendanaan
capex. (Positive)

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengucurkan dana sebesar RP 800 miliar
sepanjang semester I-2011. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan Summarecon
Mal Serpong (SMS) tahap II, Summarecon Mal Bekasi (SMB) tahap I dan
akuisisi lahan di Bandung, Jawa Barat. Dana ekspansi tersebut merupakan bagian dari
capex tahun ini sebesar Rp 1,5 triliun. Hingga semester I, perseroan sudah memakai
53% dari dana capex. Hingga semester I-2011, pendapatan perseroan mencapai Rp
938 miliar, naik 39% dibandingkan periode yang sama 2010 senilai Rp 677 miliar.
Peningkatan pendapatan ditopang oleh unit bisnis property development dan property
investement. (Positive)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) hingga akhir Juni 2011 telah
merealisasikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 31,39 triliun. Pencapaian
ini bertambah Rp 8,67 triliun atau tumbuh 38,16% dibandingkan akhir tahun
lalu Rp 22,72 triliun. Dalam enam bulan ke depan perseroan tinggal menyalurkan KUR
baru sebesar Rp 1,33 triliun untuk memenuhi target yang ditetapkan pemerintah.
(Positive)

Laporan keuangan PT Indosat Tbk (ISAT) kuartal 3 tahun 2010 : laba bersih merosot 63%

PT Indosat Tbk (ISAT) mengalami kemerosotan laba bersih di kuartal 3 tahun 2010 sebesar 63% dibanding periode yang sama tahun 2009 yaitu dari 1,5 trilyun menjadi 531 milyar. 

EPS turun 64% dari Rp 266,8 menjadi Rp 97,7 per lembar saham.  Pendapatan naik 8% dari 13,7 trilyun menjadi 14,8 trilyun.  Sedangkan laba usaha turun 1 % dari 2,59 trilyun menjadi 2,56 trilyun.

Laporan keuangan selengkapnya : ISAT-2010–Q3

Exit mobile version