Berita Intraco Penta Tbk (INTA)

Berita Intraco Penta Tbk (INTA)

PT Intraco Penta Tbk (INTA) mendapatkan principal alat berat baru yaitu Sinotruk.
Melalui anak usahanya bernama PT Intraco Penta Wahana, perseroan akan memasarkan
alat berat produksi perusahaan asal China. Tahun ini, perseroan berniat untuk menjual
650 unit Sinotruk. Pasar yang dituju adalah pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.
Sepanjang tahun 2011, perseroan berhasil menjual alat berat sebanyak 1.580
unit. Jumlah tersebut naik 89,22% dari penjualan alat berat tahun 2010 sebesar 835 unit.

Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan kenaikan penjualan alat berat 30%.
Salah satu strateginya adalah dengan membuka cabang penjualan baru. Di tahun 2012,
perseroan berencana membangun lima cabang penjualan baru di Sulawesi dan Maluku.
Kebutuhan investasi untuk pembangunan tiap cabang adalah sebesar US$ 3 juta. Total
kebutuhan investasi bagi pembangunan lima cabang mencapai US$ 15 juta. Perseroan
akan menutup kebutuhan ini dari kas internal.

Berita Tbk : PTPP, MYOR, BBCA, AALI, ANTM, JSMR, INTA,

Berita Perusahaan Tbk

PT PP Tbk (PTPP)

PT PP Tbk (PTPP) membukukan laba bersih sebesar Rp 44,98 miliar pada semester
I-2011. Laba tersebut melonjak 78,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu
sebesar Rp 25,2 miliar. Kenaikan laba bersih perseroan seiring dengan peningkatan
laba usaha sebesar 71,1% dari Rp 89,03 miliar menjadi Rp 152,4 miliar. Adapun pendapatan
perusahaan pada semester I-2011, mencapai Rp 1,67 triliun atau naik 23,7%
dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,35 triliun. Pertumbuhan
kinerja perseroan ditopang oleh keberhasilan perseroan menjalankan efisiensi biaya
pelaksanaan proyek hingga 1%. Hingga Juli 2011, perseroan berhasil membukukan
kontrak baru sebesar Rp 12 triliun hingga kuartal III-2011. Perseroan optimis pendapatan
tahun ini dapat mencapai Rp 8,4 triliun, melonjak 90,9% dibandingkan periode
yang sama 2010 sebesar Rp 4,4 triliun. (Positive)

PT Mayora Indah Tbk (MYOR)

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) akan mencairkan fasilitas pinjaman sebesar Rp 500
miliar pada semester II-2011 dari total fasilitas pinjaman sebesar Rp 950 miliar.
Bunga pinjaman mengacu pada LIBOR ditambah 1,5%-2%. Pinjaman itu berasal dari
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebesar Rp 300 miliar, Mizuho Bank sebesar Rp 300
miliar, dan ANZ Bank sebesar Rp 350 miliar. Jatuh temponya hingga 2018. Dana
tersebut akan dipakai untuk membiayai capex tahun ini sebesar Rp 700 miliar. Pencairan
pinjaman dibagi dalam dua tahap yaitu Rp 200 miliar pada semester I dan Rp
500 miliar pada semester II tahun ini. Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan
sebesar Rp 8,6 triliun meningkat 19,4% dibandingkan 2010 senilai Rp 7,2 triliun. Laba
bersih diproyeksi naik 4,3% menjadi Rp 505,3 miliar. (Positive)

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) telah mengucurkan dana Rp 800 miliar sepanjang
semester I-2011. Dana tersebut merupakan bagian dari capex tahun ini sebesar Rp
1,5 triliun. Dana tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur, pabrik baru dan
perawatan kebun kelapa sawit. Sampai semester I, penggunaan dana capex mencapai
53,3%. Perseroan menghabiskan 25% dari capex yaitu sebesar Rp 800 miliar untuk
membangun infrastruktur. Sedangkan pembangunan pabrik baru dan replacement
pabrik lama 30% dan perawatan kebun 45%. (Positive)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kemungkinan untuk menerbitkan obligasi berdominasi
rupiah yang setara dengan US$ 350 juta pada akhir tahun ini dan mencari project
financing senilai US$ 650 juta untuk membiayai proyek feronikel di Buli, Halmahera
Timur, Maluku Utara. Proyek tersebut diperkirakan memiliki kapasitas produksi 27.000
ton Ni per tahun dan beroperasi secara komersial pada semester II/2014. (Positive)

PT Jasa Marga Tbk (JSMR)

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) siap mengucurkan dana sebesar Rp 288 miliar untuk
mengerjakan proyek tol Serangan– Tanjong Benoa di Bali sepanjang 11.5 Km. Pengerjaan
fisik rencananya akan mulai pada Oktober 2012. Total investasi proyek ini mencapai
Rp 1,6 triliun. Sebanyak 70% investasi dibiayai dari pinjaman bank, sementara
30% dari ekuitas konsorsium. (Positive)

PT Intraco Penta Tbk (INTA)

PT Intraco Penta Tbk (INTA) di semester I-2011 telah mendapatkan pemesanan
438 unit alat berat. Perseroan memastikan dapat menjual 1.175 unit alat berat.
Perseroan hampir mencapai target penjualan di tahun ini sekitar 1.200 unit. Dengan
demikian, saat ini perseroan telah memastikan penjualan sekitar 91% dari target
2011. Nilai penjualan tersebut mencapai US$ 216 juta. (Positive)

Berita perusahaan: BRMS, INTA, BTPN, ADHI, BJBR, KAEF

Berita Perusahaan

PT Bumi Resource Minerals Tbk (BRMS)

PT Bumi Resource Minerals Tbk (BRMS) telah menghabiskan Rp 1,752 triliun dana
hasil IPO periode 30 Juni 2011. Sisa dana yang dimiliki perseroan sebanyak Rp 222,67
miliar. Dana yang telah dihabiskan perseroan mayoritas digunakan untuk bayar utang
sebesar Rp 1,341 triliun. Sementara sebagian kecil dananya digunakan untuk belanja
modal dan modal kerja sebesar Rp 410,69 miliar. (Positive)

PT Intraco Penta Tbk (INTA)

PT Intraco Penta Tbk (INTA) menargetkan penjualan alat berat di semester II-
2011 hanya sebesar 500-600 unit untuk mencapai target penjualan di 2011 yang sebesar
1.293 unit. Penjualan alat berat perseroan di semester I sebanyak 755 unit atau
naik 125% dibandingkan realisasi penjualan di semester I 2010 sebanyak 335 unit.
Selain itu, perseroan telah membukukan penjualan on hand di semester I sebanyak
300 unit yang hanya tinggal menunggu pengiriman. (Positive)

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN)

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mencatatkan laba bersih sebesar
Rp 585,1 miliar pada semester I 2011 atau naik 63,03% dibandingkan periode
yang sama 2010 yang tercatat Rp 358,9 miliar. Salah satu penopang pertumbuhan
laba adalah kenaikan penyaluran kredit. Kredit perseroan ttumbuh 33% menjadi Rp
26,7 triliun pada Juni 2011 atau tumbuh 32,84% dibandingkan periode yang sama
2010 yang tercatat Rp 20,1 triliun. Kenaikan kredit perseroan yang cukup tinggi didorong
oleh pengembangan program untuk nasabag purnabakti berupa program Pensiun
Sehat dan Sejahtera (PSS) dan program Capacity to Grow (C2G) untuk nasabah
pelaku usaha mikro dan kecil. (Positive)

PT Adhi Karya Tbk (ADHI)

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan laba usaha sebesar Rp 102,6 miliar pada
semester I-2011. Laba tersebut naik 35,5% dibandingkan periode yang sama tahun
lalu Rp 75,2 miliar. Meskipun demikian, laba bersih perseroan hingga pertengahan tahun
ini turun 6,5% menjadi Rp 21,6 miliar dibandingkan periode yang sama 2010 sebesar
Rp 23,09 miliar. Tahun ini, perseroan membidik kontrak baru sebesar Rp 12,5
triliun. Dengan demikian, perseroan akan mengejar sisanya sekitar Rp 8,4 triliun pada
semester II. Adapun pendapatan perseroan hingga akhir 2011 diproyeksikan mencapai
Rp 9,1 triliun dengan laba bersih Rp 203 miliar. (Negative)

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) hingga Juni
2011 membukukan peningkatan volume usaha atau aset sebesar 21,34% menjadi Rp
47,73 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pencapain aset usaha perseroan
telah mendekati target aset setahun penuh 2011 perseroan yang dicanangkan
sebesar Rp 50 triliun. Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dari
tabunga, giro dan deposito meningkat 8,71% dari Rp 32,07 triliun pada 2010 menjadi
Rp 34,86 triliun pada Juni 2011. (Positive)

PT Kimia Farma Tbk (KAEF)

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan menambah kepemilikan saham di anak usahanya
yaitu PT Sinkona Indonesia Lestari hingga diatas 50% dari saat ini sebesar 15%.
Perseroan menganggarkan dana Rp 20 miliar–Rp 25 miliar untuk menambah saham di
anak usahanya tersebut. (Positive)

Berita perusahaan: KLBF, ASRI, ADHI, HRUM, BDMN, UNTR, INTA

Berita Perusahaan

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menganggarkan dana akuisisi sebesar Rp 500 miliar
sampai Rp 1 triliun tahun ini. Akuisisi dilakukan untuk mendorong pertumbuhan pendapatan
perusahaan. Perseroan akan mengakuisisi perusahaan yang bergerak di
bidang industri farmasi dan consumer goods. Anggaran akuisisi tersebut berasal dari
penjualan treasury stock perseroan sebesar 7,7% ang akan dilepas kepada investor.
Nilai dari treasury stock perseroan bisa mencapai Rp 2,2 triliun. Perseroan menargetkan
akuisisi tersebut dapat terealisasi tahun ini. (Positive)

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) telah mengakuisisi lahan seluas 75 hectare di
Bintan, Kepulauan Riau. Perseroan berencana untuk mengembangkan lahan ini untuk
proyek kawasan industri dan pergudangan. Lahan tersebut dibeli perseroan pada 2008
dengan harga sekitar Rp 22,5 miliar. Saat ini perseroan masih berupaya untuk
menambah land bank di Bintan. Dalam jangka panjang, land bank ditargetkan bisa
mencapai 250 hektare. (Positive)

PT Adhi Karya Tbk (ADHI)

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) telah menandatangani kontrak senilai Rp 4,1 triliun pada
semester I-2011 atau setara dengan 32,8% dari kontrak baru pada tahun ini sebesar
Rp 12,5 triliun. Kontrak-kontrak baru tersebut berasal dari proyek engineering, procurement
and construction pembangkit listrik, minyak dan gas, serta pembangunan
gedung dan infrastruktur lainnya. Realisasi kontrak yang dicapai pada semester I tahun
ini naik 35% dibandingkan dengan nilai kontrak semester yang sama 2010 sebesar
Rp 8,1 triliun. (Positive)

PT Harum Energy Tbk (HRUM)

PT Harum Energy Tbk (HRUM) memiliki sisa dana IPO sebesar Rp 563,3 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk keperluan peningkatan produksi batu bara.
Hingga semester I–2011 perseroan baru menggunakan Rp 434,6 miliar atau sekitar
56,4% dari total perolehan IPO sebesar Rp 997,9 miliar. Alokasi dana IPO terbesar untuk
pengembangan sahan produksi batu bara sebesar Rp 440 miliar. Saat ini dana untuk
pos pengembangan itu telah terpakai sebesar 76,2%. Alokasi dana IPO untuk
pengembangan usaha pengangkutan batu bara dan usaha pengangkutan batu bara
dan pendanaan kebutuhan modal kerja yang mencapai sekitar Rp 413,91 miliar.
(Positive)

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) akan menerbitkan saham baru (right
issue) untuk menghadapi resiko permodalan dalam ekspansi bisnis tahun ini. Rencana
tersebut telah disampaikan kepada Bapepam-LK dan BEI. Penerbitan saham baru akan
dilakukan melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu bagi pemegang saham.
Dana hasil penerbitan saham baru akan digunakan untuk memperkuat permodalan
sehingga mampu mendukung pertumbuhan kredit dan meningkatkan pangsa pasar
perseroan. (Positive)

PT United Tractors Tbk (UNTR)

PT United Tractors Tbk (UNTR) telah menghabiskan dana hasil penawaran umum
terbatas (right issue) sebesar US$ 332 juta atau sekitar 47% dari total dana US$ 700
juta ( Rp 6,07 triliun). Perseroan akan menggunakan dana right issue untuk keperluan
anak usahanya, PT Pamapersada Nusantara. Selain itu perseroan akan mengakuisisi
perusahaan pertambangan batu bara. Perseroan menghabiskan dana rights issue sebesar
US$ 122 juta untuk akuisisi. Sisa dana US$ 60 juta dipakai untuk capex
Pamapersada dan US$ 150 juta untuk membayar utang. (Positive)

PT Intraco Penta Tbk (INTA)

PT Intraco Penta Tbk (INTA) berencana untuk menerbitkan surat utang jangka
panjang menengah (Medium Term Note) senilai Rp 200 miliar pada kuartal III-2011.
Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk membiayai modal kerja anak usahanya
di sektor pembiayaan yaitu PT Intan Baruprana Finance (IBF) Setelah menerbitkan
MTN, setelah itu perseroan akan mengeluarkan right issue dengan nilai yang besar.
Perseroan akan menggunakan dana hasil right issue untuk mengakuisisi perusahaan
tambang batu bara. (Positive)

Exit mobile version