PT Grand Kartech Tbk akan melaksanakan penawaran saham perdana atau IPO (Initial Publik Offering). Adapun jadwal IPO Grand Kartech adalah ebagai berikut :
Kode Saham
:
KRAH
Tanggal Efektif
:
29 Oktober 2013
Masa Penawaran
:
30 Oktober – 1 November 2013
Tanggal Penjatahan
:
6-Nov-13
Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik
:
7-Nov-13
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan
:
7-Nov-13
Tanggal Pencatatan pada Bursa Efek Indonesia
:
8-Nov-13
Nilai Nominal Saham
:
Rp100
Harga Penawaran Saham
:
Rp275
Jumlah Saham yang ditawarkan
:
163.640.000 Unit
Penjamin Pelaksana Emisi Efek
:
PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas dan PT Investindo Nusantara Sekuritas
Salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dibidang manufaktur semen akan melakukan IPO (initial public offering) di bulan Juni 2013. Berikut ringkasannya.
Estimasi PER 2013 13,7x – 18,76x, asumsi laba bersih naik 22% dibanding 2012 menjadi Rp 365 miliar
Aktifitas produksi :
Kapasitas produksi 2012 1,2 juta ton.
Struktur penawaran ipo :
Saham yang dilepas 23,7% atau sebanyak 2,3 miliar saham
Harga per saham Rp 500-685
Masa book building 29 mei – 7juni 2013
Profil Semen Baturaja
PT Semen Baturaja (Perssero) didirikan pada tanggal 14 November 1974 oleh PT.Semen Gresik dengan saham 45% dan PT.Semen padang 55%. Pada tanggal 9 November 1979 sttus Perusahaan berubah dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi Persero dengan komposisi saham Pemerintah Republik Indonesia 88%,PT.Semen Padang 7% dan PT.Semen Gresik 5%. Sejak tahun 1991 diambil alih secara keseluruhan oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Produksi yang di hasilkan oleh PT Semen Baturaja (Persero) adalah Semen Portland Type I dan Semen Portland Komposit (SPK) dengan lokasi pabrik di Baturaja,Palembang dan Panjang. Pusat Produksi terletak di Baturaja yaitu Produksi Terak. Sedangkan proses penggilingan dan pengantongan semen selain dilaksanakan di Pabrik Palembang dan panjang yang selanjutnya siap untuk didistribusikan ke daerah-daerah pemasaran.
Untuk penyempurnaan peralatan yang sudah ada dalam rangka pencapaian kapasitas tepasang yaitu sebesar 500.000 ton semen per tahun, sekaligus persiapan untuk meningkatkan kapasitas terpasang PT Semen Baturaja (Persero) melaksanakan Proyek Optimalisasi I (OPT l). proyek ini dimulai tahun 1992 dan selesai tahun 1994 dengan kapasitas terpasang meningkat menjadi 550.000 ton semen per tahun.
Sebagai tindak lanjut proyek OPT I, pada tahun 1996 Perseroan melaksanakan Proyek Optimalisasi ll (OPT ll), untuk meningkatkan kapasitas menjadi sebesar 1.250.000 ton semen per tahun. Proyek OPT ll selesi tahun 2001 dan telah berproduksi sampai dengan sekarang.
Bahan baku produksi berupa Batu Kapur dan Tanah Liat diperoleh dari pertambangan Batu Kapur dan Tanah Liat milik Perseroan yang berlokasi hanya 1,2 km dari pabrik di Baturaja.
Sedangkan bahan baku pendukung sepertiPasir Silika diperoleh dari tambang rakyat disekitar Baturaja, Pasir Besi diperoleh dari tambang rakyat di provinsi Lampung, gypsum dibeli dari Petro Kimia Gresik dan impor dari Thailand, sedangkan kantong semen diperoleh dari produsen kantong jadi di dalam negeri.
Pada tanggal 20 juni 2004 PT Semen Baturaja (Persero) menerbitkan Obligasi I sebesar Rp. 200 milyar. Emisi obligai ini merupakan program lanjutan Restrukturisasi keuangan dalam rangka meningkatkan profitabilitas sekaligus likuiditas Perusahaan.
Daerah pemasaran utama PT Semen Baturaja (Persero) adalah Sumatra Selatan dan Lampung merupakan wilayah di Indonesia yang menikmati pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dan stabil. Pada tahun 2011,pertumbuhan nasional mencapai 9% sedangkan rata-rata pertumbuhan Sumbagsel mencapai 6%. Hal ini memberi peluang bagi Semen Baturaja untuk meningkatkan penjualan dan mencapai kapasitas terpasang.
Setelah diselesaikannya penambahan kapasitas produksi pada tahun 2011,peluang untuk meningkatkan pendapatan di masa dating terbuka lebar. Selain itu secara historis kamampuan perusahaan dalam mengelola masalah operasional dan menjaga profitabilitas operasi terbukti cukup baik.
Dalam menyalurkan produknya Perusahaan menggunakan distributor dengan jaringan yang tersebar di seluruh wilayah Sumatra Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, Banten dan sekitarnya. Sebagian besar penjualan atau transaksi Perusahaan dilakukan dalam bentuk tunai,sedangkan untuk penebusan semen secara kredit para distributor di wajibkan untuk menyediakan jaminan dalam bentuk bank garasi dan/atau bentuk jaminan lainnya.