Analisis CAN SLIM saham JSMR (Jasa Marga tbk)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk merupakan pemain utama dalam hal konstruksi jalan tol di Indonesia.

Analisa CAN SLIM saham JSMR

Huruf C & A : Current quarter earning & Annual earning increase

Laba kuartal terakhir, laba tahunan meningkat

Berikut ringkasan kinerja keuangan Jasa Marga Tbk

  2009   (A) 2010   (A) 2011   (A) 2012 (Q3)
1. Peningkatan        
  a. EPS (Earning Per Shares) +41% +20% +12% +38%
  b. Penjualan (pendapatan) +10% +19% +13% +38%
  c. Laba operasi (laba usaha) +10% +31% +15% +30%
2. ROE (Return On Equity) 14% 15% 14% 18%
3. DER (Dept to Equity Ratio) 1,25 1,45 1,32 1,13

Catatan: ROE 2012 sudah disetahunkan (annualize).  A=Annualize ; Q3 = 3rd quarter

Huruf C : Current quarter earning

Laba kuartal terakhir

Laporan keuangan sekarang (terakhir) yang baru saja dilaporkan adalah kuartal 3 tahun 2012. EPS meningkat 38% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011. Penjualan juga meningkat 38%. Laba usaha meningkat 30%.  Dari sini dapat disimpulkan bahwa laba secara dominan diperoleh dari hasil operasi perusahaan (perbedaan peningkatan laba usaha dengan peningkatan EPS tidak terlalu jauh).

Dibandingkan dengan modal (equity), laba yang diperoleh cukup tinggi dimana ROE mencapai 18%. Namun ini masih dibawah nilai patokan yang dipakai Saham OK (Saham OK mematok ROE minimal 25%).  Namun ROE ini masih jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan suku bunga bank maupun return dari obligasi.

Rasio hutang terhadap modal (Dept to Equity Ratio) sebesar 1,13 kali dari modal yang dimiliki.  Rasio hutang ini termasuk besar.  Sebagai pembanding, Unilever (UNVR) memiliki DER dibawah 0,5 kali.  Tapi saya belum pernah tahu bahwa Jasa Marga pernah wanprestasi dalam membayar hutang.  Jadi kita bisa simpulkan bahwa meskipun DER Jasa Marga cukup tinggi, namun masuk kategori lancar alias Jasa Marga sanggup membayar hutang-hutangnya.

Huruf A : Annual earning increase

Laba tahunan meningkat

Dari indikator EPS, pendapatan dan laba operasi, Jasa Marga selalu berhasil menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Perusahaan yang berkembang yang memiliki pasar berkesinambungan pasti EPS, pendapatan dan laba operasinya selalu naik.

Huruf N : New management, new product, new high

Manajemen baru, produk baru, harga saham tertinggi baru

Harga saham Jasa Marga baru saja mencapai harga tertingginya diharga 6000 pada tanggal 27 Agustus 2012.

Manajemen puncak Jasa Marga baru saja diganti di akhir Januari 2012.  Penggantian manajemen ini tentu tidak lain bertujuan untuk semakin meningkatkan kinerja perusahaan Jasa Marga.

Produk baru yang diharapkan dari Jasa Marga tentunya terbangunnya beberapa ruas jalan tol baru.  Ditahun-tahun mendatang ada beberapa ruas jalan tol yang akan digarap oleh Jasa Marga , diantaranya :

(anda bisa cari sendiri berita-berita tentang jalan tol baru yang akan digarap Jasa Marga melalui Googling)

Huruf S : Supply and demand

Permintaan dan penawaran

Sama halnya dengan perdagangan di sektor ril, harga barang naik apabila permintaan jauh melebihi penawaran (persediaan barang). Harga saham pun dipengaruhi oleh hukum permintaan dan penawaran.  Cermati bila ada permintaan yang makin meningkat di saham JSMR.  Ini bisa diketahui dengan melihat volume transaksi harian melalui grafik.

Huruf L : Leader or laggard

Pemimpin atau pecundang

Jasa Marga berada satu sub sektor dengan Cipta Marga Nusaphala Persada (CMNP).  Jasa Marga adalah pemimpinnya (leader).

Huruf I : Institutional sponsorship

Institusi sponsor 

Institusi mana saja yang mengendalikan (berinvestasi) di saham Jasa Marga?. Salah satunya adalah PT Jamsostek (Persero) yang memiliki (berinvestasi) di saham JSMR sebesar 1,49%. Beberapa institusi lain tentunya bisa bank, perusahaan asuransi atau perusahaan investasi lainnya. Saya agak kesulitan untuk bisa mendapatkan informasi tentang institusi apa saja selain Jamsostek yang sedang memiliki saham JSMR.   Tetapi intinya adalah, saham akan bergerak naik apabila intitusi pengendali adalah yang bertipe longterm investment. Sehingga tidak akan terjadi penjualan besar-besaran dalam waktu singkat.  Dan Jamsostek adalah tipikal yang long term investment (gak mungkin lah Jamsostek berinvestasi di saham gorengan :D).

Huruf M : Market direction

Arah pasar

Bursa Indonesia memiliki tren yang sedang naik. Fluktuasi kecil-kecilan dari indeks menunjukkan tingkat gambling di bursa menurun.  Bursa terkeret naik oleh saham-saham yang memang memiliki kinerja bagus (setelah laporan keuangan kuartal 3 keluar).  Potensi koreksi tentu saja selalu ada. Dalam tren naik tentu ada saat turunnya.

Grafik IHSG per 30 Oktober 2012

 Dari grafik harga saham JSMR berikut, terlihat sebuah pola yang mendatar (lebih dikenal juga dengan istilah Flat Base Pattern).

Grafik harga saham JSMR : pola datar (flat base pattern)

Pola pergerakan harga mulai mendatar sejak 20 Juli 2012.  Tren mendatar sudah berlangsung selama lebih kurang 16 minggu. Pada perdagangan kemaren (30 Oktober 2012) saham JSMR mulai sedikit naik namun volume transaksi masih tipis (demand masih kecil). Dengan keluarnya laporan dari kuartal 3 yang cukup baik, memungkinkan saham JSMR kembali mampu breakout (menembus) harga resistennya di 6000.

Cermati perdagangan harga saham JSMR.  Jika saat diperdagangkan diharga resisten atau buy point yaitu 6000, dan jika volume perdagangan cukup ramai, boleh siap-siap untuk membeli.  Sebagaimana normalnya, saham-saham dengan fundamental bagus dan breakout dari sebuah pola grafik akan cendrung makin naik mencapai 20% (atau lebih) dalam beberapa minggu (kadang hanya dalam beberapa hari).

Anda berminat? Sama dooong…. 😀

 

 

Berita Tbk : PTPP, MYOR, BBCA, AALI, ANTM, JSMR, INTA,

Berita Perusahaan Tbk

PT PP Tbk (PTPP)

PT PP Tbk (PTPP) membukukan laba bersih sebesar Rp 44,98 miliar pada semester
I-2011. Laba tersebut melonjak 78,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu
sebesar Rp 25,2 miliar. Kenaikan laba bersih perseroan seiring dengan peningkatan
laba usaha sebesar 71,1% dari Rp 89,03 miliar menjadi Rp 152,4 miliar. Adapun pendapatan
perusahaan pada semester I-2011, mencapai Rp 1,67 triliun atau naik 23,7%
dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,35 triliun. Pertumbuhan
kinerja perseroan ditopang oleh keberhasilan perseroan menjalankan efisiensi biaya
pelaksanaan proyek hingga 1%. Hingga Juli 2011, perseroan berhasil membukukan
kontrak baru sebesar Rp 12 triliun hingga kuartal III-2011. Perseroan optimis pendapatan
tahun ini dapat mencapai Rp 8,4 triliun, melonjak 90,9% dibandingkan periode
yang sama 2010 sebesar Rp 4,4 triliun. (Positive)

PT Mayora Indah Tbk (MYOR)

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) akan mencairkan fasilitas pinjaman sebesar Rp 500
miliar pada semester II-2011 dari total fasilitas pinjaman sebesar Rp 950 miliar.
Bunga pinjaman mengacu pada LIBOR ditambah 1,5%-2%. Pinjaman itu berasal dari
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebesar Rp 300 miliar, Mizuho Bank sebesar Rp 300
miliar, dan ANZ Bank sebesar Rp 350 miliar. Jatuh temponya hingga 2018. Dana
tersebut akan dipakai untuk membiayai capex tahun ini sebesar Rp 700 miliar. Pencairan
pinjaman dibagi dalam dua tahap yaitu Rp 200 miliar pada semester I dan Rp
500 miliar pada semester II tahun ini. Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan
sebesar Rp 8,6 triliun meningkat 19,4% dibandingkan 2010 senilai Rp 7,2 triliun. Laba
bersih diproyeksi naik 4,3% menjadi Rp 505,3 miliar. (Positive)

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) telah mengucurkan dana Rp 800 miliar sepanjang
semester I-2011. Dana tersebut merupakan bagian dari capex tahun ini sebesar Rp
1,5 triliun. Dana tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur, pabrik baru dan
perawatan kebun kelapa sawit. Sampai semester I, penggunaan dana capex mencapai
53,3%. Perseroan menghabiskan 25% dari capex yaitu sebesar Rp 800 miliar untuk
membangun infrastruktur. Sedangkan pembangunan pabrik baru dan replacement
pabrik lama 30% dan perawatan kebun 45%. (Positive)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kemungkinan untuk menerbitkan obligasi berdominasi
rupiah yang setara dengan US$ 350 juta pada akhir tahun ini dan mencari project
financing senilai US$ 650 juta untuk membiayai proyek feronikel di Buli, Halmahera
Timur, Maluku Utara. Proyek tersebut diperkirakan memiliki kapasitas produksi 27.000
ton Ni per tahun dan beroperasi secara komersial pada semester II/2014. (Positive)

PT Jasa Marga Tbk (JSMR)

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) siap mengucurkan dana sebesar Rp 288 miliar untuk
mengerjakan proyek tol Serangan– Tanjong Benoa di Bali sepanjang 11.5 Km. Pengerjaan
fisik rencananya akan mulai pada Oktober 2012. Total investasi proyek ini mencapai
Rp 1,6 triliun. Sebanyak 70% investasi dibiayai dari pinjaman bank, sementara
30% dari ekuitas konsorsium. (Positive)

PT Intraco Penta Tbk (INTA)

PT Intraco Penta Tbk (INTA) di semester I-2011 telah mendapatkan pemesanan
438 unit alat berat. Perseroan memastikan dapat menjual 1.175 unit alat berat.
Perseroan hampir mencapai target penjualan di tahun ini sekitar 1.200 unit. Dengan
demikian, saat ini perseroan telah memastikan penjualan sekitar 91% dari target
2011. Nilai penjualan tersebut mencapai US$ 216 juta. (Positive)

Berita tbk : ASII, JSMR, SMCB, SMGR, INCO, BMRI, BJBR, ANTM, GJTL, APLN

Berita perusahaan Tbk

PT Astra International Tbk (ASII)

PT Astra International Tbk (ASII) melalui anak usahanya PT Astratel Nusantara
akan mengakuisisi 95% saham perusahaan jalan tol dalam negeri. Perseroan telah
meneken perjanjian bersyarat untuk membeli saham perusahaan tersebut. Selama
semester I-2011, laba perseroan naik 95% menjadi Rp 351 miliar. (Positive)

PT Jasa Marga Tbk (JSMR)

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) telah merealisasikan dana Rp 800 miliar sepanjang semester
I-2011 atau sekitar 22,8% dari total belanja modal sebesar Rp 3,5 triliun. Realisasi
capex baru maksimal pada semester II karena perseroan akan mulai membangun
sejumlah jalan tol salah satunya ruas tol Ungaran-Bawen (12 Km). Pada semester
I-2011, pendapatan perseroan naik 11,9% dibandingkan periode yang sama tahun
lalu sebesar Rp 2,1 triliun. Laba bersih naik 16% dari Rp 644 miliar menjadi Rp 751
miliar. Perseroan optimis pendapatan akhir tahun dapat mencapai Rp 4,8 triliun.
(Positive)

PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB)

PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar
Rp 457 miliar dibandinkang periode yang sama 2010 sebesar Rp 370 miliar atau naik
sebesar 23,5%. Pendapatan perseroan naik 24,1% dari Rp 2,85 triliun menjadi Rp
3,54 triliun. Pertumbuhan pendapatan semester I-2011 ditopang oleh peningkatan
volume penjualan. Perseroan mampu membukukan volume penjualan clonker dan semen
sebanyak 4,2 juta ton. (Positive)

PT Semen Gresik Tbk (SMGR)

PT Semen Gresik Tbk (SMGR) membukukan laba bersih perseroan naik 15,1%
menjadi Rp 1,87 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
sebesar RP 1,64 triliun. Perseroab mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 14,1%
dari Rp 6,6 triliun menjadri Rp 7,6 triliun. (Positive)

PT Intraco Nickel Indonesia Tbk (INCO)

PT Intraco Nickel Indonesia Tbk (INCO) membukukan laba bersih sebesar US$
238,1 juta pada semester I-2011. Laba tersebut naik 9% dibandingkan periode yang
sama tahun lalu US$ 218,8 juta. Kenaikan laba bersih ditopang oleh peningkatan produksi
dan penjualan. Namun kenaikan laba sedikit tertahan menyusul penurunan
harga jual rata-rata nikel dalam matte. Perseroan menyiapkan dana sebesar US$ 500
juta untuk ekspansi di Blok Bahodopi, Sulawesi Tengah. Dana tersebut akan digunakan
untuk membangun infrastruktur di wilayah tersebut. (Positive)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengucurkan kredit senilai total Rp 390
miliar kepada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) IV. Kredit tersebut akan digunakan
untuk mengembangkan pelabuhan di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Tenor untuk
kredit tersebut selama lima tahun dengan grace period enam bulan. Pelindo IV akan
menggunakan fasilitas kredit itu untuk pengadaan alat-alat fasilitas bongkar muat peri
kemas, serta perlengkapanya guna peningkatan kapasitas. (Positive)

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) merealisasikan
penyaluran kredit sebesar Rp 26,6 triliun pada semester I-2011. Penyaluran
tersebut tumbuh 24,03% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 21,45
triliun. Perseroan optimis outstanding penyaluran kredit bisa tembus mencapai Rp 30
triliun hingga akhir tahun ini atau tumbuh 22-27%. (Positive)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencetak kenaikan penjualan sebesar 13% menjadi
Rp 4,9 triliun pada semester I-2011 dibandingkan dengan perolehan pada semester
I-2010 sebesar Rp 4,34 triliun. Kenaikan penjualan ditopang oelh peningkatan penjualan
komoditas emas, bijih nikel dan harga komoditas. (Positive)

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) membukukan laba bersih semester I-2011 sebesar
Rp 427 miliar. Laba bersih tersebut turun 447% dibandingkan periode yang sam tahun
lalu. (Negative)

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatat laba bersih semester I-2011 sebesar
Rp 379,5 miliar meningkat 105,9% YoY. Laba tersebut didukung oleh peningkatan
penjualan sebesar 127% YoY. (Positive)

Deviden 2011

Deviden 2011
Ticker 	Status 	DPS (IDR) 	Cum Date 	Ex Date 	Recording 	Payment 	 
BYAN 	 	80 	24-Juni-2011 	27-Juni-2011 	30-Juni-2011 	13-Juli-2011 	 
KLBF 	 	70 	27-Juni-2011 	28-Juni-2011 	01-Juni-2011 	13-Juli-2011 	 
BISI 	 	10 	27-Juni-2011 	28-Juni-2011 	01-Juni-2011 	14-Juli-2011 	 
KRAS 	 	6 	27-Juni-2011 	28-Juni-2011 	01-Juni-2011 	15-Juli-2011 	 
SMRA 	 	10 	28-Juni-2011 	30-Juni-2011 	04-Juli-2011 	18-Juli-2011 	 
SGRO 	 	108 	30-Juni-2011 	01-Juli-2011 	05-Juli-2011 	18-Juli-2011 	 
ASRI 	 	4,03 	01-Juli-2011 	04-Juli-2011 	06-Juli-2011 	20-Juli-2011 	 
ELSA 	 	2,66 	01-Juli-2011 	04-Juli-2011 	06-Juli-2011 	20-Juli-2011 	 
BSDE 	 	6 	05-Juli-2011 	06-Juli-2011 	08-Juli-2011 	22-Juli-2011 	 
ADHI 	 	32,3493 	04-Juli-2011 	05-Juli-2011 	07-Juli-2011 	20-Juli-2011 
	 
BSDE 	 	6 	05-Juli-2011 	06-Juli-2011 	08-Juli-2011 	22-Juli-2011 	 
ANTM 	 	70,71 	06-Juli-2011 	07-Juli-2011 	11-Juli-2011 	25-Juli-2011 	 
JSMR 	 	105,69 	06-Juli-2011 	07-Juli-2011 	11-Juli-2011 	25-Juli-2011 	 
KAEF 	 	4.995 	07-Juli-2011 	08-Juli-2011 	12-Juli-2011 	26-Juli-2011 	 
CTRP 	 	7 	11-Juli-2011 	12-Juli-2011 	14-Juli-2011 	28-Juli-2011 	 
CTRS 	 	13 	11-Juli-2011 	12-Juli-2011 	14-Juli-2011 	28-Juli-2011 	 
INDY 	 	26 	12-Juli-2011 	13-Juli-2011 	15-Juli--2011 	29-Juli-2011 	 
MYOR 	 	130 	13-Juli-2011 	14-Juli-2011 	18-Juli-2011 	01-Agustus-2011	 
BRAU 	 	3,55 	14-Juli-2011 	15-Juli-2011 	19-Juli-2011 	02-Agustus-2011	 
GDYR 	 	250 	14-Juli-2011 	15-Juli-2011 	19-Juli-2011 	02-Agustus-2011	 
PGAS 	 	144.24 	19-Juli-2011 	20-Juli-2011 	22-Juli-2011 	04-Agustus-2011	 
ISAT 	 	59.55 	19-Juli-2011 	20-Juli-2011 	22-Juli-2011 	05-Agustus-2011	 
GGRM 	 	880 	25-Juli-2011 	26-Juli-2011 	28-Juli-2011 	08-Agustus-2011	 
BUMI 	 	41,78 	27-Juli-2011 	28-Juli-2011 	01-Agustus-2011 15-Agustus-2011

Laporan keuangan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) kuartal 3 tahun 2010 : laba bersih meningkat 31%

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) berhasil membukukan kenaikan laba bersih di kuartal 3 tahun 2010 sebesar 31% dibanding periode yang sama tahun 2009 yaitu dari 735 milyar menjadi 961 milyar. 

EPS naik 32% dari Rp 108 menjadi Rp 142 per lembar saham.  Pendapatan naik 23% dari 2,6 trilyun menjadi 3,2 trilyun.  Sedangkan laba usaha naik 44% dari 1,1 trilyun menjadi 1,6 trilyun.

Laporan keuangan selengkapnya : JSMR-2010–Q3

Exit mobile version