Analisa KLBF (Kalbe Farma) – cup with handle

PT Kalbe Farma Tbk, merupakan salah satu perusahaan farmasi yang melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham KLBF.

Analisa fundamental

Berikut ringkasan kinerja keuangan PT Kalbe Farma Tbk.

  2012 2011 2010 2009 2008
  Q1 A A A A
Peningkatan EPS +24% +15% +41% +35% +3%
Peningkatan pendapatan +28% +7% +13% +15% +13%
Peningkatan laba operasi +26% +9% +14% n/a n/a
Return on equity (ROE) 24% 23% 24% 22% 20%
Debt to equity ratio (DER) 0,25 0,27 0,31 0,39 0,38

Analisa huruf  C & A dalam formulasi CAN SLIM

Laba (per lembar saham) kuartal terakhir yaitu kuartal 1 tahun 2012 (C -> current quarter earning) meningkat sebesar 24% (EPS) dibandingkan dengan laba yang diperoleh di kuartal 1 tahun 2011.

Peningkatan laba tiap tahun (A -> annual earning increase) stabil diatas 15% dalam 4 tahun terakhir (peningkatan EPS tahun 2012, 2011, 2010, 2009).

Pada kuartal 1 tahun 2012, prosentase peningkatan EPS (24%) dan laba operasi (26%) hampir seimbang. Ini untuk memastikan bahwa laba yang diperoleh merupakan hasil dari operasi perusahaan (secara dominan).

Dari sisi hutang, rasio hutang terhadap modal (DER -> dept to equity ratio) cendrung menurun. Penurunan jumlah hutang akan mengurangi biaya bunga yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada kreditor.

Analisa huruf L dalam formulasi CAN SLIM

Perusahaan farmasi yang melantai di BEI selain Kalbe Farma Tbk ada Tempo Scan Pasific Tbk (TSPC), Kimia Farma Tbk (KAEF), Indo Farma Tbk (INAF) dan beberapa yang lainnya. Kalbe Farma merupakan pemimpin pasar(L -> Leader or laggard) jika dibandingkan dengan perusahaan sejenis di sektornya. Pemimpin baik dari segi aktifitas perdagangan di bursa (likuid) maupun dari segi kapitalisasi pasar.

Analisa huruf N dalam formulasi CAN SLIM

Kalbe Farma telah melakukan riset dan mengalokasikan dana untuk riset produk baru senilai 120 milyar (Info Bank News 3 Des 2011). Disamping itu Kalbe Farma juga melakukan investasi untuk pembangunan pabrik baru senilai 200 milyar (Bisnis Indonesia 13 Februari 2012).  Ini memberikan indikasi akan munculnya produk-produk unggulan baru dari Kalbe Farma (N -> New product, New management, New high)

Analisa Teknikal

Analisa huruf M dalam CAN SLIM

Pasar secara umum masih down trend akibat krisis global di Eropa. Pada guncangan bursa dalam 4 minggu sebelumnya, Kalbe Farma juga terkoreksi, namun cepat membaik dikala penurunan di bursa mulai mereda. Secara individual, arah pergerakan harga saham Kalbe Farma (M -> market direction) mulai tren naik dan mencoba menembus harga resistennya.

Dalam grafik harga saham mingguan, terlihat pola harga yang menyerupai cangkir bertangkai (cup with handle).  Pola cangkir terbentuk selama lebih kurang 7 bulan. Lalu mengalami koreksi normal membentuk tangkai (handle). Konsolidasi di wilayah tangkai sudha berlangsung selama 7 minggu.

Pada penutupan sore ini (13 Juni 2012) saham Kalbe Farma ditutup diharga 3975. Ini sudah mendekati harga resisten yang harus ditembus yaitu 4050 (buy point).   Amati terus pergerakan harga Kalbe Farma, dan jika sudah diperdagangkan di buy point, siap-siap untuk membeli.

Disarankan untuk tidak mendahului (membeli dibawah buy point). Membeli di buy point adalah untuk memastikan bahwa ada permintaan (demand) yang besar sehingga harga Kalbe Farma mampu melambung melewati harga resisten (buy point). Jika membeli dibawah buy point, harga masih cendrung berfluktuasi dikisaran sempit. Dan bagi anda yang tidak sabaran, situasi ini akan menjengkelkan. Disamping itu, saham yang masih berada dibawah buy point berpotensi melemah kembali jika situasi bursa (secara umum) melemah. Pelemahan bisa cukup dalam.  Pola cup with handle yang gagal breakout (menembus resisten) akan cendrung terkoreksi membentuk pola double buttom.  Dan jika ini yang terjadi, saham Kalbe Farma bisa terpental ke buttom sebelumnya dikisaran 2600.

Selalu kendalikan emosi anda di bursa 🙂

Berita Tbk : AUTO, SMRA, SMGR, ASII, CPIN, ENRG, ASRI, KLBF, BMRI, BBCA, BBRI

Berita Perusahaan Tbk

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO)

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) membukukan laba bersih Rp 524,94 miliar di semester pertama tahun ini, Laba tersebut turun 12,9% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 602,38 miliar. Turunnya laba akibat tingginya beban usaha. Pendapatan usaha perseroan naik 17% menjadi Rp 3,56 triliun di paruh pertama tahun ini dari Rp 3,05 triliun di tahun sebelumnya. Namun, beban usaha yang naik lebih tinggi menjadi sebesar Rp 2,96 triliun dari sebelumnya Rp 2,49 triliun. (Negative)

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatat kenaikan laba bersih sebesar 52,5% di semester pertama tahun ini. Perseroan meraih laba bersih senilai Rp 155,349 miliar, dibandingkan laba periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 101,844 miliar. Kenaikan laba ditopang pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 38,5% menjadi Rp 938,579 miliar di akhir Juni tahun ini. Laba perseroan juga ditopang dengan tambahan pemasukan dari pendapatan bunga. (Positive)

PT Semen Gresik Tbk (SMGR)

PT Semen Gresik Tbk (SMGR) mencatat laba sebesar Rp 1,897 triliun di semester I -2011 atau naik 15,67% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,64 triliun. Kenaikan laba tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan . Pendapatan perseroan hingga Juni 2011 tercatat Rp 7,605 triliun naik 14,17% dari periode yang sama tahun lalu Rp 6,661 triliun. (Positive)

PT Astra International Tbk (ASII)

PT Astra International Tbk (ASII) mencetak laba bersih Rp 8,5 triliun pada semester I-2011, melonjak 33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 6,4 triliun. Kenaikan itu ditopang oleh naiknya pendapatan hingga 24% menjadi Rp 76,2 triliun. (Positive)

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) berhasil mencetak laba bersih perseroan
sebesar Rp 1,256 triliun semester I-2011. Laba bersih perseroan tersebut naik
33,20% dibandingkan laba tahun sebelumnya pada periode yang sama sebesar Rp
943 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan sebesar
26,27% menjadi Rp 8,781 triliun. (Positive)

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar
58% pada semester I-2011 menjadi Rp 865,5 miliar, dibandingkan periode yang
sama tahun lalu sebesar Rp 543,4 miliar. Kenaikan tersebut ditopang oleh peningkatan
produksi minyak dan gas. (Positive)

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) berhasil mencatat laba bersih semester I-2011
sebesar Rp 289 miliar. Laba bersih tersebut naik 133,06% dibandingkan periode yang
sama tahun sebelumnya sebesar Rp 124 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut ditopang
oleh kenaikan penjualan sebesar 78,3% menjadi Rp 706 miliar. (Positive)

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memberikan laba bersih sebesar Rp 675 miliar pada
semester I-2011 atau naik 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 572
miliar. Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh efisiensi yang terbukti dapat mengimbangi
kenaikan harga bahan baku. (Positive)

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 6,3 triliun.
Laba bersih tersebut naik 56,7% YoY. Kenaikan laba bersih tersebut disebabkan kenaikan
kredit 26,9% menjadi Rp 26,7 triliun. (Positive)

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih sebesar Rp 4,8 triliun
per Juni 2011 atau naik 20,4% dari Rp 3,98 triliun tahun lalu. (Positive)

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membukukan laba bersih sebesar Rp 6,8
triliun. Laba bersih tersebut naik 58% YoY. Laba tersebut didukung oleh kenaikan pendapatan
bunga bersih sebesar 23,3%. (Positive)

Berita perusahaan: KLBF, ASRI, ADHI, HRUM, BDMN, UNTR, INTA

Berita Perusahaan

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menganggarkan dana akuisisi sebesar Rp 500 miliar
sampai Rp 1 triliun tahun ini. Akuisisi dilakukan untuk mendorong pertumbuhan pendapatan
perusahaan. Perseroan akan mengakuisisi perusahaan yang bergerak di
bidang industri farmasi dan consumer goods. Anggaran akuisisi tersebut berasal dari
penjualan treasury stock perseroan sebesar 7,7% ang akan dilepas kepada investor.
Nilai dari treasury stock perseroan bisa mencapai Rp 2,2 triliun. Perseroan menargetkan
akuisisi tersebut dapat terealisasi tahun ini. (Positive)

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) telah mengakuisisi lahan seluas 75 hectare di
Bintan, Kepulauan Riau. Perseroan berencana untuk mengembangkan lahan ini untuk
proyek kawasan industri dan pergudangan. Lahan tersebut dibeli perseroan pada 2008
dengan harga sekitar Rp 22,5 miliar. Saat ini perseroan masih berupaya untuk
menambah land bank di Bintan. Dalam jangka panjang, land bank ditargetkan bisa
mencapai 250 hektare. (Positive)

PT Adhi Karya Tbk (ADHI)

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) telah menandatangani kontrak senilai Rp 4,1 triliun pada
semester I-2011 atau setara dengan 32,8% dari kontrak baru pada tahun ini sebesar
Rp 12,5 triliun. Kontrak-kontrak baru tersebut berasal dari proyek engineering, procurement
and construction pembangkit listrik, minyak dan gas, serta pembangunan
gedung dan infrastruktur lainnya. Realisasi kontrak yang dicapai pada semester I tahun
ini naik 35% dibandingkan dengan nilai kontrak semester yang sama 2010 sebesar
Rp 8,1 triliun. (Positive)

PT Harum Energy Tbk (HRUM)

PT Harum Energy Tbk (HRUM) memiliki sisa dana IPO sebesar Rp 563,3 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk keperluan peningkatan produksi batu bara.
Hingga semester I–2011 perseroan baru menggunakan Rp 434,6 miliar atau sekitar
56,4% dari total perolehan IPO sebesar Rp 997,9 miliar. Alokasi dana IPO terbesar untuk
pengembangan sahan produksi batu bara sebesar Rp 440 miliar. Saat ini dana untuk
pos pengembangan itu telah terpakai sebesar 76,2%. Alokasi dana IPO untuk
pengembangan usaha pengangkutan batu bara dan usaha pengangkutan batu bara
dan pendanaan kebutuhan modal kerja yang mencapai sekitar Rp 413,91 miliar.
(Positive)

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) akan menerbitkan saham baru (right
issue) untuk menghadapi resiko permodalan dalam ekspansi bisnis tahun ini. Rencana
tersebut telah disampaikan kepada Bapepam-LK dan BEI. Penerbitan saham baru akan
dilakukan melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu bagi pemegang saham.
Dana hasil penerbitan saham baru akan digunakan untuk memperkuat permodalan
sehingga mampu mendukung pertumbuhan kredit dan meningkatkan pangsa pasar
perseroan. (Positive)

PT United Tractors Tbk (UNTR)

PT United Tractors Tbk (UNTR) telah menghabiskan dana hasil penawaran umum
terbatas (right issue) sebesar US$ 332 juta atau sekitar 47% dari total dana US$ 700
juta ( Rp 6,07 triliun). Perseroan akan menggunakan dana right issue untuk keperluan
anak usahanya, PT Pamapersada Nusantara. Selain itu perseroan akan mengakuisisi
perusahaan pertambangan batu bara. Perseroan menghabiskan dana rights issue sebesar
US$ 122 juta untuk akuisisi. Sisa dana US$ 60 juta dipakai untuk capex
Pamapersada dan US$ 150 juta untuk membayar utang. (Positive)

PT Intraco Penta Tbk (INTA)

PT Intraco Penta Tbk (INTA) berencana untuk menerbitkan surat utang jangka
panjang menengah (Medium Term Note) senilai Rp 200 miliar pada kuartal III-2011.
Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk membiayai modal kerja anak usahanya
di sektor pembiayaan yaitu PT Intan Baruprana Finance (IBF) Setelah menerbitkan
MTN, setelah itu perseroan akan mengeluarkan right issue dengan nilai yang besar.
Perseroan akan menggunakan dana hasil right issue untuk mengakuisisi perusahaan
tambang batu bara. (Positive)

Laba bersih Kalbe Farma (KLBF) 2010 naik 38,43%

PT Kalbe Farma Tbk berhasil membukukan kenaikan laba bersih 38,43% dari 929 milyar di tahun 2009 menjadi 1,29 trilyun di tahun 2010.  Kalbe berhasil mempertahankan kenaikkan laba bersih berturut-turut sejak tahun 2004.   Perusahaan farmasi yang melantai dibursa saham Indonesia dengan kode saham KLBF ini juga berhasil meningkatkan penjualan (pendapatan) 12,53% dari 9,1 trilyun menjasi 10,2 trilyun.  Laba usaha (laba operasi) juga naik 14,37% dari 1,6 trilyun menjadi 1,8 trilyun.

Laba per lembar saham atau earning per share (EPS) juga naik sejalan dengan kenaikan laba bersih.  EPS naik 41,24% dari Rp 97 menjadi Rp 137 per lembar saham. Rasio laba bersih terhadap modal atau return on equity (ROE) juga sangat meyakinkan yaitu 23,93%.  Sedangkan rasio hutang terhadap modal atau dept to equity reation (DER) cukup rendah sebesar 0,31 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : KLBF-2010-laporan-keuangan-tahunan

Exit mobile version