Laporan keuangan tahunan 2010 : Laba bersih PT Elnusa Tbk (ELSA) menukik 86%

PT Elnusa Tbk mengalami kemerosotan laba bersih yang sangat tajam dikurun waktu 2010.  Laba bersih turun sebesar 86% menjadi 63,9 milyar dibanding dengan laba bersih yang diperoleh di tahun 2009 yang sebesar 466,2 milyar.  Meski pandapatan naik 15% dari 3,7 trilyun menjadi 4,2 trilyun, namun tidak mampu menaikkan laba operasi.  Laba operasi turun 52% dari 276,3 milyar menjadi 134,1 milyar. 

Perusahaan BUMN yang bergerak di sektor pertambangan minyak ini hanya memperoleh laba per lembar saham (EPS) Rp 9 per lembar saham, atau turun 86% dibanding EPS yang dicapai di tahun 2009 yang sebesar Rp 65 per lembar saham.  Emiten berkode ELSA ini juga mengalami penurunan laba bersih terhadap modal (ROE : return on equity) yang hanya 3%, jauh dibawah pencapaian ditahun 2009 yang mencapai 24%.  Sementara rasio hutang terhadap modal (DER: dept to equity ratio) meningkat menjadi 0.90 kali, naik hampir dua kali lipat dibanding rasio hutang ditahun 2009 yang hanya 0,59 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : ELSA-Laporan Keuangan 2010

Laba bersih Bukit Asam (PTBA) 2010 anjlok 26,36%

PT Bukit Asam Tbk  mengalami kemerosotan laba bersih sebesar 26,36% dari 2,73 trilyun di tahun 2009 menjadi 2,01 trilyun ditahun 2010.  Penjualan juga merosot 11,6% dari 8,95 trilyun menjadi 7,91 trilyun.  Sedangkan laba usaha (laba operasi) anjlok 35,06% dari 3,55 trilyun menjadi 2,3 trilyun.  Sejalan dengan penurunan laba bersih, laba per lembar saham atau earning per share (EPS) juga merosot 26,35% dari Rp 1184 menjadi Rp 882 per lembar saham.

Namun, perusahaan BUMN di sektor tambang batubara yang melantai di bursa saham Indonesia dengan kode saham PTBA ini masih membukukan rasio laba bersih terhadap modal atau return on equity yang tetap tinggi yaitu 31,55%.  Sedangkan rasio hutang terhadp modal atau dept to equity ration (DER) sebesar 0,37 kali.

Laporan keuangan selengkapnya: PTBA-2010-tahunan-laporan-keuangan

Laba bersih Harum Energy (HRUM) 2010 naik 7,43%

PT Harum Energy Tbk hanya cetak kenaikan laba bersih 7,43 % dari 767 milyar di tahun 2009 menjadi 824 milyar di tahun 2010.  Laba bersih per lembar saham atau earning per share (EPS) juga naik 5,35% dari Rp 306,99 menjadi Rp 323,41per lembar saham. 

Namun perusaahan yang bergerak di sektor tambang batubara ini dengan kode saham HRUM ini justru mengalami penurunan penjualan (pendapatan) 2,52% dari 4,6 trilyun menjadi 4,49 trilyun.  Laba usaha (laba operasi) juga mengalami penurunan 6,5% dari 1,22 trilyun menjadi 1,14 trilyun.

Meski laba bersih naik tipis, rasio laba bersih terhadap modal atau retun on equity (ROE) masih cukup tinggi yaitu sebesar 35,84%.  Sedangkan rasio hutang terhadap modal atau dept to equity ration (DER) sebesar 0,51 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : Laporan keuangan tahunan 2010 Harum Energy (HRUM)

Laba operasi Borneo (BORN) 2010 melesat 1971%

PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk membukukan kenaikan laba bersih yang sangat signifikan.  Tahun 2009 merugi sebesar 99,8 milyar, sedangkan tahun 2010 berhasil untung 348,8 milyar.  Perusahaan yang melantai di bursa saham Indonesia dengan kode saham BORN merupakan pendatang baru yang baru IPO tahun 2010.  Penjualan (pendapatan) naik drastis 1269%.  Sedangkan laba operasi juga naik drastis 1971%.

Hanya saja laba bersih ini tidak teralu signifikan jika dibandingkan dengan ekuitas perusahaan.  Rasio laba bersih terhadap modal atau return on equity (ROE) hanya 5,91%.  Laba bersih per lembar saham atau earning per share (EPS) juga berhasil positif sejalan dengan laba bersih menjadi Rp 61 per lembar saham dibanding tahun 2009 yag negatif Rp 80 per lembar saham.  Sedangkan rasio hutang terhadap modal atau dept to equity ratio (DER) sebesar 0,30 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : BORN-2010-tahunan-laporan-keuangan

Laba bersih Charoen Pokphand (CPIN) 2010 naik 37%

PT Charoen Pokphand Tbk di tahun 2010 membukan kenaikan laba bersih 37% dibandingkan tahun 2009 dari 1,6 trilyun menjadi 2,2 trilyun. Perusahaan dengan kode saham CPIN ini juga membukukan kenaikan penjualan (pendapatan) sebesar 3,5% dari 14,6 trilyun menjadi 15,1 trilyun. Laba operasi juga naik 34% dari 2,1 trilyun menjadi 2,8 trilyun. Ini mengindikasikan bahwa laba bersihyang diperoleh dominan didapat dari operasional perusahaan.

Laba bersih per lembar saham (earning per share atau EPS) juga naik 37% dari Rp 98 menjadi Rp 135 per lembar saham.  Rasio laba bersih terhadap modal (return on equity atau ROE) sangat tinggi yang mencapai 50%.  Sedangkan jumlah hutang berhasil diturunkan dengan menurunnya rasio hutang terhadap modal (dept to equity ratio atau DER) menjadi 0,46 yang sebelumnya di 2009 rasio ini mencapai 0,82.

Selengkapnya : Laporan Keuangan tahunan 2010 Charoen Pokphand (CPIN)

Exit mobile version