PT Nippon Indosari Tbk akan melaksanakan stock split saham ROTI. Sesuai dengan pengumuman dari Kustodian Sentral Efek Indonesia No: KSEI-26900/JKS/1113 tanggal 15 November 2013, jadwal stock split (pemecahan nominal saham) adalah sebagai berikut :
Emiten : NIPPON INDOSARI CORPINDO, PT
Kode dan Nama Saham : ROTI – NIPPON INDOSARI CORPINDO Tbk
Kode ISIN Saham Lama : ID1000115603 (Nilai Nominal Lama Rp. 100,-)
Kode ISIN Saham Baru : ID1000129703 (Nilai Nominal Baru Rp. 20,-)
Rasio Pemecahan Nilai Nominal Saham (Stock Split) dengan Nilai Nominal Lama Rp 100,- persaham menjadi
Nominal baru Rp 20,- per saham. Rasio pemecahan unit saham = 1:5
No
Kegiatan
Tanggal
1
Akhir perdagangan saham dengan Nilai Nominal Lama (Nominal Rp 100,- per saham) di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi
28 November 2013
2
Mulai perdagangan saham dengan Nilai Nominal Baru (Nominal Rp 20,- per saham) di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi
29 November 2013
3
Tanggal terakhir peny elesaian transaksi saham dengan Nilai Nominal Lama Rp 100,- Tanggal Pencatatan (Recording Date)
3 Desember 2013
4
Tanggal distribusi saham dengan Nilai Nominal Baru Rp 20,- Awal perdagangan saham di Pasar Tunai dengan Nilai Nominal Baru Rp 20,- per saham. Tanggal dimulainy a peny elesaian transaksi saham dengan Nilai Nominal Baru Rp 20,- per saham.
PT Medco Energi International Tbk (MEDC) membukukan laba bersih sebesar US$
19,9 juta pada semester I-2011. Laba tersebut naik 64,7% dibandingkan periode yang
sama tahun lalu yaitu sebesar Rp 12,1 juta. Kenaikan laba bersih tersebut ditopang
oleh peningkatan penjualan minyak dan gas bersih. Hingga Juni, produksi migas perusahaan
itu rata-rata mencapai 56,5 MBOEPD dibandingkan periode yang sama 2010
sebanyak 55,5 MBOEPD. Harga jual rata-rata juga naik dari US$ 80,5 per barel menjadi
US$ 113,2 per barel. (Positive)
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencetak laba bersih sebesar Rp 298 miliar pada
semester I-2011, melonjak 35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 221
miliar. Hal itu terjadi seiring naiknya pendapatan sebesar 29% menjadi Rp 1,88 triliun
dari sebelumnya Rp 1,46 triliun. (Positive)
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN)
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) menjajaki penerbitan obligasi
lanjutan pada semester II-2011. Saat ini perseroan masih mengantongi izin untuk
menerbitkan obligasi sebesar Rp 2 triliun. Obligasi tersebut akan diterbitkan secara
bertahap pada 2011 dan 2012. Dana obligasi tersebut akan digunakan untuk mendukung
ekspansi kredit perseroan. Pada 2011, perseroan menargetkan pertumbuhan
kredit mencapai sekitar 25%-30% dibandingkan tahun lalu. (Positive)
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF)
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) membukukan nilai pembiayaan baru
sebesar Rp 14,8 triliun pada semester I-2011, atau meningkat 34% dibandingkan periode
yang sama tahun lalu. Jumlah unit yang dibiayai tersebut sebanyak 933 ribu unit
atau tumbuh 24%. Peningkatan pembiayaan itu diiringi dengan terjaganya rasio utang
bermasalah perseroan pada tingkat 1,4%. (Positive)
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI)
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp
51,66 miliar pada semester I-2011. Laba bersih tersebut meningkat 25,9% dibandingkan
periode yang sama tahun lalu Rp 41,02 miliar. Peningkatan laba bersih didorong
pertumbuhan penjualan, kenaikan pendapatan operasi lain serta penurunan biaya
keuangan. Kenaikan penjualan pada semester I 2011 perseroan mencapai Rp 366,32
miliar atau meningkat 27,6% dibandingkan semester I tahun lalu Rp 287 miliar.
(Positive)
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membukukan kenaikan pendapatan
sebesar 57% menjadi Rp 440 miliar pada semester-I 2011 dengan pertumbuhan laba
bersih sebesar 55% menjadi Rp 247 miliar. Kenaikan pendapatan ini didorong kenaikan
penyewaan menara sepanjang semester I. (Positive)
PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
PT Mayora Indah Tbk (MYOR) berencana untuk menerbitkan obligasi Rp 300 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dana hingga Rp 950 miliar.
Kebutuhan dana tersebut ditujukan bagi penambahan gerai dan pelunasan utang
jatuh tempo. Perseroan akan mencari dana dari pinjaman sindikasi bank hingga Rp
650 miliar dan sisanya Rp 300 miliar melalui obligasi. (Positive)
PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP)
Indofood Agri Resources Ltd (Indoagri) merestrukturisasi kepemilikan sahamnya pada
PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Indoagri mengambil alih secara langsung
72% saham perseroan senilai Rp 12,52 triliun dari Indofood Oil & Fats Pte Ltd.
(Positive)
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk ( ROTI ) membukukan penjualan bersih sebesar
Rp 364,5 miliar pada semester I-2011 atau tumbuh 27% dibandingkan periode yang
sama tahun lalu sebesar Rp 287 miliar.
Peningkatan penjualan ditopang oleh tingginya
permintaan produk perseroan. Selain itu, rata-rata harga jual meningkat 10%. Hingga
akhir 2011, perseroan optimis dapat pendapatan dapat meningkat 20%-30%. Perseroan
juga tengah menjajaki pinjaman bank sebesar Rp 150-200 miliar untuk mendanai
pembangunan dua hingga tiga pabrik baru. (Positive)