Analisa saham SIMP (Salim Ivomas): pola cup with handle

Salim Ivomas merupakan saham yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia. Anak perusahaan Indofood Sukses Makmur Tbk  (INDF) yang bergerak di sektor perkebunan ini IPO tanggal 9 Juni 2011. Sebelum IPO, pada tanggal 8 Desember 2010, Perusahaan mengakuisisi 42.111.000 saham LSIP (PT London Sumatera Plantation Tbk) dari IndoAgri (pemegang saham pengendali tidak langsung Perusahaan), yang mewakili 3,08% dari jumlah modal saham beredar LSIP, dengan harga keseluruhan sebesar Rp488.488.000.000, sehingga kepemilikan Perusahaan Salim Ivomas pada LSIP meningkat dari 56,40% menjadi 59,48%.

Analisa saham SIMP (PT Salim Ivomas Pratama Tbk)

Per laporan keuangan 31 Desember 2011, pemegang saham Salim Ivomas adalah :

1. Indofood Agri Resources Ltd., Singapura : 11.387.745.000 lembar (72%)
2. PT Indofood Sukses Makmur Tbk : 1.012.185.000 lembar (6,4%)
3. Publik (dibawah 5%) : 3.416.380.000 lembar (21,6%)

Analisa Fundamental

  2011 2010 Growth
(Dalam Rupiah)
Jumlah Asset 25.510.399.000.000 21.063.714.000.000 + 21 %
Hutang 10.339.209.000.000 11.324.638.000.000 – 8,7 %
Ekuitas 15.171.190.000.000 9.739.076.000.000 + 56 %
Penjualan 12.605.311.000.000 9.484.281.000.000 + 33 %
Laba kotor 4.341.783.000.000 3.545.468.000.000 + 22,5 %
Laba operasi 3.126.466.000.000 2.239.538.000.000  + 40 %
Laba bersih 2.251.296.000.000 1.395.191.000.000 + 61 %
EPS (terdilusi) 115 77 + 49 %
ROE                         15% 14% + 7 %
DER 0.68 1.16  – 41 % %

Data laporan keuangan menunjukkan kinerja Salim Ivomas yang solid. EPS meningkat 49% sementara rasio hutang menyusut jauh.

Analisa Teknikal

Secara teknikal, pergerakan harga saham SIMP membentuk pola grafik cangkir bertangkai (cup with handle). Konsolidasi diwilayah tangkai sudah terjadi selama 9 minggu.

Dari grafik diatas terlihat sudah ada tanda-tanda saham SIMP akan menembus harga resistennya (buy point atau pivot point) yaitu diharga 1450, namun karena situasi bursa yang melemah cukup tajam membuat ancang-ancang breakout (menembus harga resisten) menjadi tertunda.

Cermati pergerakan harga saham SIMP. Jika sudah diperdagangkan diharga buy point dan volume perdagangan saat itu meningkat diatas 50% dari volume rata-rata (perhatikan grafik untuk memudahkan pencermatan), saat itu anda boleh siap-siap masuk untuk membeli.  Tidak ada larangan untuk membeli dibawah harga acuan beli (buy point) namun pergerakan harga yang cepat adalah saat menembus buy point (pergerakan menuju buy point semakin smooth semakin baik karena semakin bisa untuk diantisipasi).

Anda berminat? Siapkan uang cash anda 😀

Laba bersih PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) naik 84,13%

Perusahaan perkebunan, PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA), mencetak laba bersih senilai Rp185,42 miliar atau tumbuh 84,13% dibanding periode yang sama 2010 yang mencapai Rp100,70 miliar.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan Selasa (27/2), Direktur Keuangan JAWA Bambang Sugianto Ibrahim mengatakan pertumbuhan laba bersih ini seiring dengan meningkatnya penjualan bersih sebesar Rp647,05 miliar, naik dibanding periode sebelumnya sebesar Rp413,43 miliar.

“Sepanjang 2011 perseroan berhasil mencatatkan peningkatan penjualan bersih 56,50% menjadi Rp647,05 miliar,” ujarnya.

Bambang menambahkan penjualan bersih ini dikontribusikan oleh penjualan ekspor sebesar Rp82,73 miliar dan lokal senilai Rp564,32 miliar.

Hingga akhir Desember 2011 aset perseroan tercatat senilai Rp1,94 triliun, naik dibanding periode sebelumnya yang sebesar Rp1,04 triliun.

Sementara saham perseroan saat ini dikuasai sebesar 49% oleh PT Aji Lebur Seketi, 21% oleh PT Sinar Kasih Abadi dan masyarakat sebesar 30%.

Terkait kinerja 2012, Bambang mengatakan perseroan menganggarkan dana belanja modal (capex) sebesar Rp490 miliar.

“Belanja modal ini akan digunakan untuk membangun pabrik karet dan sawit, dan sekarang sedang dalam proses pengerjaan,” ucapnya.

Untuk pendanaan belanja modal ini, katanya, berasal dari sisa penawaran umum saham perdana (IPO) dan sebagian lagi dari pinjaman.

Download Laporan keuangan PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) tahunan 2011 (Audited)

Website PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Sumber : IMQ

Berita BW Plantation Tbk (BWPT)

PT BW Plantation Tbk (BWPT)

Produksi CPO BWPT

PT BW Plantation Tbk (BWPT) menargetkan produksi CPO pada tahun ini 130,812 ton, naik 25% dari total produksi yang diestimasi tahun lalu 104,650 ton. Target tersebut telah menyesuaikan dengan rencana perseroan memperbesar kapasitas produksi seiring dengan beroperasinya pabrik baru. Perseroan telah membangun pabrik kelapa sawit di Kalimantan Timur, tepatnya di Desa Senyiur dengan kapasitas produksi minyak sawit mentah 60 ton per jam.

Pengoperasian Pabrik BWPT

PT BW Plantation Tbk (BWPT) juga akan mengoperasikan pabrik yang dibangun sejak tahun lalu berkapasitas 30 ton per jam di Kalimantan Tengah pada kuartal I/2012, dimana pabrik ini menghabiskan dana sekitar Rp 60 miliar.

Laba 2011 kuartal 2 BW Plantation ( BWPT ) naik 99,35%

PT BW Plantation Tbk ( BWPT )

PT BW Plantation Tbk ( BWPT ) mencatat laba bersih Rp 170,552 miliar sepanjang
semester I-2011. Laba perseroan naik 99,35% dibandingkan periode yang sama tahun
lalu, dimana laba per saham juga meningkat menjadi Rp 42,25 dari periode sebelumnya
Rp 21,19.

Peningkatan laba terdorong oleh pendapatan usaha perseroan yang
tumbuh signifikan. Pendapatan perseroan tercatat Rp 476,947 miliar, naik 73,01%
dari periode sebelumnya Rp 275,673 miliar. (Positive)

Laba bersih BW Plantation ( BWPT ) tumbuh diatas 80%.

BeritaPT BW Plantation Tbk ( BWPT )

PT BW Plantation Tbk ( BWPT ) mencatat laba bersih semester I 2011 diprediksi
tumbuh diatas 80%. Kenaikan tersebut ditopang oleh peningkaan produksi TBS, CPO,
dan kernel perseroan naik diatas 40% dan harga jual naik 10%-15% dibandingkan
posisi yang sama pada tahun lalu.

Perseroan juga masih menuntaskan proses akuisisi
lahan baru seluas 50.000 ha hingga 100.000 ha, yang sebagian besar berlokasi di Kalimantan
Timur. Dengan pencapaian tersebut, perseroan optimis target pertumbuhan
laba bersih diatas 30% menjadi Rp 316,66 miliar pada tahun ini dibandingkan dengan
perolehan akhir tahun lalu sebesar Rp 243,59 miliar dapat dicapai. (Positive)

Exit mobile version