Saham tangguh yang bertahan dari gempuran bursa

Saham tangguh

Sekarang adalah minggu ke enam bursa Indonesia diguncang dengan akumulasi penurunan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) hampir 14%. Individual saham terpental lebih jauh lagi. Yang mengalami penurunan paling tajam adalah sektor pertambangan. Hampir semua saham tambang terjungkal sekitar 40%.  Secara rata-rata individual saham mengalami penurunan 30% atau lebih.

Hanya segelintir saham saja yang masih mampu bertahan dari gempuran bursa dengan penurunan yang masih dalam kategori konsolidasi normal. Dan yang masih bertahan didominasi oleh saham-saham defensif dari sektor barang konsumsi (consumer goods). Berikut dari daftar tersebut:

 

 

A. Sektor Barang Konsumsi

1. MYOR ( Mayora Indah Tbk )

 

 

2. UNVR ( Unilever Indonesia Tbk )

 

3. KLBF ( Kalbe Farma Tbk )

 

4. TSPC ( Tempo Scan Pasific Tbk )

 

5. ICBP ( Indofood CBP Sukses Makmur Tbk )

 

B. Sektor Energi

6. PGAS ( Perusahaan Gas Negara Tbk )

 

C. Sektor Tambang

7. GTBO ( Garda Tujuh Buana Tbk )

 

D. Sektor Jasa (Telekomunikasi)

8. TLKM ( Telkomunikasi Indonesia Tbk )

 

E. Sektor Manufaktur (Otomotif)

9. ASII ( Astra International )

 

F. Sekor Keuangan (Bank)

10. BMRI ( Bank Mandiri Tbk )

Laporan keuangan tahunan 2010: laba bersih PT Astra International Tbk (ASII) melesat 43%

PT Astra International Tbk berhasil menutup tahun 2010 dengan kenaikan laba bersih yang meselat 43% dibandingkan dengan hasil yang diperoleh pada tahun 2009. Laba bersih naik dari 10,04 trilyun menjadi 14,37 trilyun.

Perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham ASII ini juga melangalami kenaikan pendapatan sebesar 32% dari 98,5 trilyun menjadi 130 trilyun. Laba usaha juga mengalami kenaikan 15% dari 12,8 trilyun menjadi 14,7 trilyun. Sedangkan laba per lembar saham (EPS) melonjak 43% dari Rp 2.480 menjadi Rp 3.549 per lembar saham.  Pencapaian tahun 2010 juga masih mengindikasikan kinerja yang sangat solid dimana ROE (return on equity atau laba terhadap modal) mencapai 29%.  Sedangkan hutang terhadap modal (DER/dept to equity ratio) sebesar 1,28.  Ini sedikit lebih tinggi dibanding tahun 2009 yang hanya 1,22.
Laporan keuangan ASII selengkapnya : Laporan keuangan tahunan 2010 ASII

Exit mobile version