Saham tangguh yang bertahan dari gempuran bursa

Saham tangguh

Sekarang adalah minggu ke enam bursa Indonesia diguncang dengan akumulasi penurunan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) hampir 14%. Individual saham terpental lebih jauh lagi. Yang mengalami penurunan paling tajam adalah sektor pertambangan. Hampir semua saham tambang terjungkal sekitar 40%.  Secara rata-rata individual saham mengalami penurunan 30% atau lebih.

Hanya segelintir saham saja yang masih mampu bertahan dari gempuran bursa dengan penurunan yang masih dalam kategori konsolidasi normal. Dan yang masih bertahan didominasi oleh saham-saham defensif dari sektor barang konsumsi (consumer goods). Berikut dari daftar tersebut:

 

 

A. Sektor Barang Konsumsi

1. MYOR ( Mayora Indah Tbk )

 

 

2. UNVR ( Unilever Indonesia Tbk )

 

3. KLBF ( Kalbe Farma Tbk )

 

4. TSPC ( Tempo Scan Pasific Tbk )

 

5. ICBP ( Indofood CBP Sukses Makmur Tbk )

 

B. Sektor Energi

6. PGAS ( Perusahaan Gas Negara Tbk )

 

C. Sektor Tambang

7. GTBO ( Garda Tujuh Buana Tbk )

 

D. Sektor Jasa (Telekomunikasi)

8. TLKM ( Telkomunikasi Indonesia Tbk )

 

E. Sektor Manufaktur (Otomotif)

9. ASII ( Astra International )

 

F. Sekor Keuangan (Bank)

10. BMRI ( Bank Mandiri Tbk )

Indofood CBP ( ICBP ) bangun pabrik saus di Semarang

Berita PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ( ICBP )

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ( ICBP ) tahun ini membangun pabrik saus
sambal senilai Rp 50 miliar di Semarang, Jawa Tengah. Pabrik tersebut akan meningkatkan
kapasitas produksi perseroan sebesar 100% setelah mulai beroperasi pada
2012.

Dana pembangunan pabrik tersebut akan diambil sebagian dari anggaran
belanja modal. Tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 1,8 triliun
tahun ini. Capex tersebut juga akan digunakan untuk membangun pabrik susu di
Jawa Timur serta penambahan kapasitas produksi divisi mie instan dan food seasoning.
(Positive)

Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) laba bersih 2010 terbang 704%

Laba bersih PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) 2010 meroket 704%.  Tahun 2009 laba bersih 212,7 milyar, sedangkan di tahun 2010 mencapai 1,7 trilyun.  Perusahaan yang baru melantai dibursa saham Indonesia ini memperoleh laba bersih yang meningkat tajam hasil dari restrukturisasi dan penggabungan unit-unit usaha menjelang Initial Public Offering (IPO) Oktober 2010.  Anak perusahaan Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ini juga membukukan peingkatan penjulana yang melesat 384% dari 4 trilyun mejnadi 18 trilyun. Sedangkan laba usaha (laba operasi) juga naik 564% dari 398 milyar menjadi 2,6 trilyun.

Perusahaan yang bergerak disektor barang-barang konsumsi (consumer goods) ini juga membukukan laba bersih perlembar saham (EPS) yang melonjak 684% dari Rp 46 menjadi Rp 344 per lembar saham.  Rasio laba bersih terhadap modal atau return on equity (ROE) cukup tinggi yakni mencapai 19%.  Sedangkan rasio hutang terhadap modal atau dept to equity ratio (DER) mencapai 0,50 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : ICBP-2010-tahunan-laporan-keuangan

Exit mobile version