Volume penjualan Indocement (INTP) 2011 naik 15,2%

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatatkan total penjualan sepanjang 2011 sekitar 16 juta ton atau meningkat 15,2% dari 13,9 juta ton pada 2010 lalu.

Menurut paparan publik Indocement, penjualan domestik meningkat 19,9%, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang sebesar 17,7%. Oleh karena itu, pangsa pasar Indocement meningkat dari 30,9% menjadi 31,5%.

Penjualan ekspor menurun 41,5% menjadi 0,6 juta ton, karena Indocement lebih fokus memenuhi permintaan domestik yang tinggi.

“Pertumbuhan volume penjualan dipacu keseriusan perseroan guna memenuhi kebutuhan pasar domestik,” demikian pernyataan perseroan di Jakarta, Selasa (20/3).

Indocement siap memenuhi peningkatan pasar domestik di masa datang. Hingga 2011, total konsumsi semen domestik mencapai 48 juta ton, bertumbuh 17,7% dibandingkan tahun sebelumnya dengan volume 40,8 juta ton.

Permintaan domestik pada saat ini dan masa depan akan tumbuh positif, lebih lagi dengan adanya pembangunan infrastruktur yang akan menarik masyarakat untuk membangun di sekitar proyek infrastruktur. Hal ini akan memicu efek bola salju pada peningkatan konsumsi domestik.

Perseroan berencana membangun pabrik penggilingan semen baru dengan kapasitas 1,9 juta ton per tahun. Pabrik ini dibangun di Citeureup untuk mengantisipasi tingginya permintaan domestik. Perseroan dalam rencana tahap akhir membangun pabrik semen yang lokasinya sudah ada dengan kapasitas 4,4 juta ton per tahun.

Selain itu, perseroan juga tengah melakukan studi akhir untuk membangun dua pabrik semen baru (green field) dengan kapasitas produksi masing-masing 2-2,5 juta ton per tahun, satu di Jawa Tengah dan lainnya di luar Pulau Jawa.

Permintaan domestik pada tahun ini diperkirakan tumbuh berkisar 8-10%. Pertumbuhan yang sangat positif di dua bulan pertama 2012 sebesar 19,4%.

Sumber : IMQ 

Berita Indocement Tunggal Prakasa (INTP)

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menargetkan pangsa pasar 32%-33% dari total pasar semen nasional yang diperkirakan mencapai 52 juta ton di 2012.  Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan tahun ini seiring tumbuhnya konsumsi semen
di pasar domestik.

Hingga akhir 2011 volume penjualan perseroan telah melampaui target. Hal itu disebabkan pertumbuhan konsumsi semen domestik yang juga tinggi. Perseroan tahun lalu menargetkan pangsa pasar sebesar 31% dari total penjualan semen nasional. Realisasi penjualan semen sepanjang 2011 mencapai 49,2 juta ton atau tumbuh 12,8% dibanding penjualan 2010. Saat ini, kapasitas produksi perseroan adalah sebesar 18,6 juta ton semen per tahun.

Analisa saham INTP: pola grafik huruf W (double buttom)

Analisa fundamental saham INTP

Saham INTP (Indocement Tunggal Prakasa Tbk) Kinerja Indo cement dalam 5 tahun terakhir sangat kokoh dan tumbuh.  Hingga kuartal ketiga tahun 2011, EPS masih tetap tumbuh 9%.  Pendapatan (penjualan) selama 5 tahun juga selalu meningkat. Rasio laba terhadap modal (return on equity) tetap terjaga diatas 20%.  Sedangkan rasio hutang terhadap modal (dept to equity ratio) cukup rendah dan stabil.  Secara fundamental, saham INTP sangat baik dan memiliki prospek yang terus meningkat.

  2011 2010 2009 2008 2007
  Q3 A A A A
Pertumbuhan EPS +9% +17% +57% +78% +66%
Pertumbuhan pendapatan +21% +5% +8% +34% +16%
Pertumbuhan laba operasi +7% +9% n/a n/a n/a
Return on equity (ROE) 18% 25% 26% 21% n/a
Debt to equity ratio (DER) 0.15 0.17 0.24 0.33 n/a

Analisa teknikal saham INTP

Secara teknikal, grafik saham INTP membentuk pola huruf W (double buttom).  Lembah kedua terbentuk karena situasi bursa secara umum yang cendrung lemah (bearish).  Namun posisi penutupan terakhir sudah mendekati harga tahanannya.  Antisipasi gerakan harga saham INTP.  Bila sudah diperdagangkan di harga acuan belinya yaitu 17.900, dan jika perdagangan saat itu cukup ramai di saham INTP, siap-siaplah untuk membeli.

Analisa saham BWPT (BW Plantation)

Analisa saham SMGR (Semen Gresik)

Analisa saham SMSM (Selamat Sempurna)

Analisa saham HEXA (Hexindo Adiperkasa)

Sudahkan tren turun bursa berakhir?

Analisa SWOT saham, properti & bisnis ril

Analisa saham CPIN (Charoen Pokhpand)

Analisa saham TBLA (Tunas Baru Lampung)

Laporan keuangan tahunan 2010 : Laba bersih Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP) naik 17,4%

 

 

Laba bersih PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk ditahun 2010 naik 17,4 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009 dari 2,75 trilyun menjadi 3,22 trilyun.  Perusahaan yang memproduksi semen yang melantai di bursa saham Indonesia (BEI) dengan kode saham INTP ini juga berhasil membukukan kenaikan pendapatan/penjualan  sebesar 5,3% dari 10,6 trilyun menjadi 11,14 trilyun.  

Laba usaha/laba operasi naik 8,9% dari 3,69 trilyun menjadi 4,02 trilyun.  Laba bersih per lembar saham atau earning per share (EPS) naik sejalan dengan kenaikan laba bersih sebesar 17,4%.  Rasio laba bersih terhadap terhadap midal atau return on equity (ROE) masih cukup tinggi sebesar 24,7%.  Sedangkan rasio hutang terhadap modal cukup rendah sebesar 0,17 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : Laporan keuangan tahunan INTP 2010

Exit mobile version