Berita INDY (PT Indika Energy Tbk) : akuisisi tambang

Berita INDY (PT Indika Energy Tbk) : Akuisisi tambang

PT Indika Energy Tbk (INDY) mengakusisi 85% saham perusahaan batu bara PT Multi Tambangjaya Utama senilai US$ 132 juta. Akuisisi itu dilakukan melalui anak perusahaan perseroan yaitu PT Indika Indonesia Resources dan Indika Capital Pte Ltd. Kesepakatan jual beli itu, yang diteken pada 15 Februari 2012, juga mencakup pengambilalihan hak pemasaran batu bara di Multi Tambangjaya.

Multi Tambangjaya adalah perusahaan dengan kegiatan usahan pertambangan batu bara yang berlokasi di Kalimantan Tengah. Pelaksanaan akuisisi saham dan hak pemasaran batu bara Multi Tambangjaya akan berlaku efektif setelah dipenuhinya syarat pendahuluan seperti persetujuan otoritas yang berwenang,
rampungnya penelahaan, dan uji tuntas terhadap Multi Tambangjaya.

Berita INDY (PT Indika Energy Tbk) : penjualan kembali saham Petrosea

Perseroan belum lama ini menjual kembali 28,99 juta saham Petrosea atau setara 28,75% dari total saham yang ditempatkan oleh Petrosea. Jumlah tersebut sudah termasuk fasilitas green shoe sebesar 3,75%. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan mengantongi dana segar US$ 116,3 juta atau setara Rp 1,04 triliun. Dana hasil penjualan saham Petrosea akan digunakan untuk mengembangkan usaha perseroan sesuai dengan model bisnis persetroan, yakni resources, service dan infrastructure.

Laba bersih PT Timah Tbk (TINS) 2010 meroket 201%

PT Timah Tbk (TINS)  kembali berhasil membukukan kenaikan laba bersih yang fantastis di 2010.  Naik 201% dari 313,7 milyar di tahun 2009 menjadi 947,9 milyar di tahun 2010.  Penjualan (pendapatan) juga naik 8,16% dari 7,7 trilyun menjadi 8,3 trilyun.  Sedangkan laba operasi (laba usaha) meroket 90,28%.  Laba bersih per lembar saham atau earning per share (EPS) juga meroket sejalan dengan kenaikan laba bersih.  EPS naik 203% dari Rp 62 menjadi Rp 188 per lembar saham.

Perusahaan BUMN yang bergerak di sektor tambang timah ini juga membukukan rasion laba bersih terhadap modal atau return on equity yang mengesankan yaitu 23%.  Sedangkan hutang semakin berkurang dengan rasio hutang terhadap modal atau dept to equity ratio (DER) menjadi 0,40 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : TINS-2010-tahunan-laporan-keuangan

Laba bersih Bukit Asam (PTBA) 2010 anjlok 26,36%

PT Bukit Asam Tbk  mengalami kemerosotan laba bersih sebesar 26,36% dari 2,73 trilyun di tahun 2009 menjadi 2,01 trilyun ditahun 2010.  Penjualan juga merosot 11,6% dari 8,95 trilyun menjadi 7,91 trilyun.  Sedangkan laba usaha (laba operasi) anjlok 35,06% dari 3,55 trilyun menjadi 2,3 trilyun.  Sejalan dengan penurunan laba bersih, laba per lembar saham atau earning per share (EPS) juga merosot 26,35% dari Rp 1184 menjadi Rp 882 per lembar saham.

Namun, perusahaan BUMN di sektor tambang batubara yang melantai di bursa saham Indonesia dengan kode saham PTBA ini masih membukukan rasio laba bersih terhadap modal atau return on equity yang tetap tinggi yaitu 31,55%.  Sedangkan rasio hutang terhadp modal atau dept to equity ration (DER) sebesar 0,37 kali.

Laporan keuangan selengkapnya: PTBA-2010-tahunan-laporan-keuangan

Laba bersih Harum Energy (HRUM) 2010 naik 7,43%

PT Harum Energy Tbk hanya cetak kenaikan laba bersih 7,43 % dari 767 milyar di tahun 2009 menjadi 824 milyar di tahun 2010.  Laba bersih per lembar saham atau earning per share (EPS) juga naik 5,35% dari Rp 306,99 menjadi Rp 323,41per lembar saham. 

Namun perusaahan yang bergerak di sektor tambang batubara ini dengan kode saham HRUM ini justru mengalami penurunan penjualan (pendapatan) 2,52% dari 4,6 trilyun menjadi 4,49 trilyun.  Laba usaha (laba operasi) juga mengalami penurunan 6,5% dari 1,22 trilyun menjadi 1,14 trilyun.

Meski laba bersih naik tipis, rasio laba bersih terhadap modal atau retun on equity (ROE) masih cukup tinggi yaitu sebesar 35,84%.  Sedangkan rasio hutang terhadap modal atau dept to equity ration (DER) sebesar 0,51 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : Laporan keuangan tahunan 2010 Harum Energy (HRUM)

Laba operasi Borneo (BORN) 2010 melesat 1971%

PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk membukukan kenaikan laba bersih yang sangat signifikan.  Tahun 2009 merugi sebesar 99,8 milyar, sedangkan tahun 2010 berhasil untung 348,8 milyar.  Perusahaan yang melantai di bursa saham Indonesia dengan kode saham BORN merupakan pendatang baru yang baru IPO tahun 2010.  Penjualan (pendapatan) naik drastis 1269%.  Sedangkan laba operasi juga naik drastis 1971%.

Hanya saja laba bersih ini tidak teralu signifikan jika dibandingkan dengan ekuitas perusahaan.  Rasio laba bersih terhadap modal atau return on equity (ROE) hanya 5,91%.  Laba bersih per lembar saham atau earning per share (EPS) juga berhasil positif sejalan dengan laba bersih menjadi Rp 61 per lembar saham dibanding tahun 2009 yag negatif Rp 80 per lembar saham.  Sedangkan rasio hutang terhadap modal atau dept to equity ratio (DER) sebesar 0,30 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : BORN-2010-tahunan-laporan-keuangan

Exit mobile version