Laba bersih PT Bumi Resources Tbk (BUMI) anjlok 19%

Kinerja PT Bumi Resources Tbk sepanjang tahun 2011 masih terseok-terseok. Perusahaan tambang yang melantai di bursa dengan kode saham BUMI ini berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, laba bersih anjlok dari USD 266 juta di tahun 2010 menjadi USD 215 juta di tahun 2011 atau anjlok sekitar 19%.

Pendapatan mengalami kenaikan cukup tajam dari USD 2.9 milyar di tahun 2010 menjadi USD 4 milyar di tahun 2011. Ini berarti disisi pendapatan (penjualan) mengalami kenaikan sekitar 36,7%.

Laba usaha juga naik cukup tajam dari USD 652 juta di tahun 2010 menjadi USD 1,2 milyar di tahun 2011. Ini berarti ada lonjakan laba usaha sekitar 84%.

Sementara laba perlembar saham (earning per share) mengalami sedikit kenaikan yaitu dari USD 9,83 di tahun 2010 menjadi USD 10,37 ditahun 2011 atau meningkat sekitar 5,5% saja.

Hutang Bumi Resources selama 2011 juga meningkat. Pada tahun 2010, rasio hutang terhadap modal (dept to equity ratio) hanya 3,34 kali.  Sedangkan di tahun 2011, dept to equity ration (DER) naik menjadi 4,27 kali.

Inkonsistensi antara pendapatan, laba usaha dan laba bersih terjadi karena adanya pos pengeluaran lain-lain di tahun 2011 yang sangat besar yaitu sebesar USD 625,7 juta. Ini jauh diatas pengeluaran di tahun 2010 yang hanya USD 121,1 juta.

Berita ITMG (PT Indo Tambangraya Megah Tbk): kinerja 2011

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan laba bersih sebesar US$ 546 juta pada 2011 atau melonjak 167% dibandingkan 2010 senilai US$ 204 juta. Kenaikan itu dipicu peningkatan pendapatan sebesar 43% menjadi US$ 2,3 miliar dari US$ 1,6 miliar. Adapun laba bersih per saham mencapai US$ 0,48 atau Rp 4,320 dari sebelumnya US$ 0,18. Lonjakan laba bersih perseroan didorong oleh peningkatan volume penjualan batubara dan harga jual rata-rata.

Tahun ini, perseroan menargetkan produksi naik 8% menjadi 27 juta ton. Tandung Mayang dan Bharinto akan menjadi motor pertumbuhan produksi. Perseroan juga berniat untuk mempertahankan rasio dividen 75% untuk tahun buku 2011. Rasio ini digunakan perseroan dalam membagikan dividen interim 2011. Perseroan akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2011 sebesar Rp 1,3 triliun atau setara dengan Rp 1,168 per saham. Perseroan juga menyiapkan belanja modal sebesar US$ 223 juta pada 2012. Dana capex berasal dari kas internal. Dana tersebut akan digunakan untuk keperluan anak usaha dan konsesi pertambangan.

Exit mobile version