Analisa saham BORN (Borneo Lumbung Energy): crossing MA

Analisa saham BORN (PT Borneo Lumbung Energy & Metal)

Analisa Fundamental

2011 2010 2009 2008
Annual Annual Annual Annual
Pertumbuhan Earning Per Share (EPS) +69% +~ n/a n/a
Pertumbuhan Laba Operasi (Usaha) +169% +1971% n/a n/a
Pertumbuhan Pendapatan (Penjualan) +121% +1269% n/a n/a
Tingkat Return On Equity (ROE) 22% 6% n/a n/a
Rasio hutang (dept to equity ratio – DER)          0.81          0.30 n/a n/a

EPS Borneo di tahun 2010 (dibandingkan dengan 2009) meningkat sebesar +~ (tak terhingga). Ini terjadi karena EPS ditahun 2009 adalah negatif (perusahaan merugi), sedangkan ditahun 2010 sudah membukukan keuntungan. Ditahun 2011 EPS kembali meningkat  (dibanding 2010) sebesar 69%.

Dari sisi operasi, di tahun 2010 (dibandingkan dengan tahun 2009) laba operasi meningkat tajam. Ini berarti pada tahun 2009, hasil dari operasi sebenarnya untung, namun secara keseluruhan disebabkan beban biaya lain-lain, perusahaan merugi di 2009. Tahun 2011 (dibandingkan 2010) laba operasi kembali meningkat 169%. Dibandingkan dengan EPS yang meningkat 69% maka EPS secara berasal dari operasi perusahaan.

Dari sisi pendapatan (penjualan) hampir sejalan dengan pertumbuhan laba operasi.

Tingkat keuntungan perusahaan (laba bersih) dibandingkan dengan modal (return on equity) , tahun 2010 masih 6% (sementara EPS, laba operasi dan pendapatan meningkat tajam). Ini masuk akal karena BORN melakukan IPO di tahun 2010 sehingga modal perusahaan  (modal sebelum IPO ditambah dengan modal hasil IPO) bertambah besar. Ditahun 2011, ROE berhasil naik ke 22% (kinerja perusahaan yang baik umumnya memiliki ROE diatas 20%)

Dari sisi rasio  hutang terhadap modal, tahun 2010 cukup kecil yang hanya 0,3 x modal.  Ditahun 2011 rasio membesar menjadi 0,8 x modal.

Berikut snapshoot dari kinerja 2011 & 2010 PT Borneo Lumbung Energy & Metal :

2011 2010
(Dalam Rupiah)
Jumlah Asset 15,373,809,000,000 8,523,960,000,000
Hutang 6,889,825,000,000 1,946,199,000,000
Ekuitas 8,483,984,000,000 6,577,761,000,000
Penjualan 6,084,311,000,000 2,751,793,000,000
Laba kotor 3,383,151,000,000 1,330,570,000,000
Laba operasi 2,532,627,000,000 939,677,000,000
Laba bersih 1,827,621,000,000 348,859,000,000
EPS 103 61

Secara keseluruhan, kinerja BORN sangat baik.

Analisa teknikal

  Saat tren naik, grafik harga saham akan memiliki urutan harga dan MA (Moving Average) sebagai berikut:

  • Harga akan berada diatas MA 20 (Moving Average 20 days),
  • MA 20 akan berada diatas MA 50,
  • MA 50 akan berada diatas MA 100, dan
  • MA 100 akan berada diatas MA 200

Berdasarkan harga penutupan terakhir (per tanggal 5 April 2012) saham BORN ditutup di harga 870. Harga penutupan ini sudah berada diatas MA20, MA50 dan MA100.

MA20 sudah hampir memotong keatas MA50. Dan bila ini terjadi (mungkin terjadi pada perdagangan hari berikutnya) berarti urutan (harga dan MA) sesuai tren sudah sejalan. Tinggal menunggu untuk melewati MA 200.

Resisten yang dekat ada di harga 900. Dan jika resisten ini bisa ditembus (breakout), harga bisa bergerak hingga mendekati MA200 (sekitar harga 1000). Namun bisa juga MA200 langsung dilewati sehingga tren kenaikkan akan menuju ke sekitar 1730. Tergantung kondisi market secara umum (regional) dan yang jelas tergantung DEMAND and SUPPLY.

Perlu diingat bahwa berdasarkan RUPS tanggal 30 Desember 2011, disetujui pembelian saham kembali (buy back) sebanyak maksimal 4% atau 707.720.000 lembar atau setara  1.415.440 lot.

Apakah anda sudah beli saham BORN?. Saya sudah beli kemaren :
D

Laba bersih PT Bumi Resources Tbk (BUMI) anjlok 19%

Kinerja PT Bumi Resources Tbk sepanjang tahun 2011 masih terseok-terseok. Perusahaan tambang yang melantai di bursa dengan kode saham BUMI ini berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, laba bersih anjlok dari USD 266 juta di tahun 2010 menjadi USD 215 juta di tahun 2011 atau anjlok sekitar 19%.

Pendapatan mengalami kenaikan cukup tajam dari USD 2.9 milyar di tahun 2010 menjadi USD 4 milyar di tahun 2011. Ini berarti disisi pendapatan (penjualan) mengalami kenaikan sekitar 36,7%.

Laba usaha juga naik cukup tajam dari USD 652 juta di tahun 2010 menjadi USD 1,2 milyar di tahun 2011. Ini berarti ada lonjakan laba usaha sekitar 84%.

Sementara laba perlembar saham (earning per share) mengalami sedikit kenaikan yaitu dari USD 9,83 di tahun 2010 menjadi USD 10,37 ditahun 2011 atau meningkat sekitar 5,5% saja.

Hutang Bumi Resources selama 2011 juga meningkat. Pada tahun 2010, rasio hutang terhadap modal (dept to equity ratio) hanya 3,34 kali.  Sedangkan di tahun 2011, dept to equity ration (DER) naik menjadi 4,27 kali.

Inkonsistensi antara pendapatan, laba usaha dan laba bersih terjadi karena adanya pos pengeluaran lain-lain di tahun 2011 yang sangat besar yaitu sebesar USD 625,7 juta. Ini jauh diatas pengeluaran di tahun 2010 yang hanya USD 121,1 juta.

Laba PT Bayan Resources Tbk (BYAN) meningkat 270%

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) membukukan pertumbuhan pendapatan komprehensif yang signifikan sekitar 270,07% menjadi Rp2,08 triliun sepanjang 2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya hanya Rp564,199 miliar.

“Kinerja yang cemerlang selama 2011 didukung oleh pendapatan perseroan yang turut meningkat tajam 51,34% menjadi Rp13,23 triliun dari Rp8,74 triliun pada 2010,” kata Direktur Utama BYAN Chin Wai Fong di Jakarta, Jumat (30/3).

Ia menambahkan seiring dengan meningkatnya pendapatan, biaya turut naik 40,04% menjadi Rp9,38 triliun semala 2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp6,70 triliun.

Perusahaan tambang batubara ini terpaksa menderita rugi kurs sebesar Rp103,90 miliar selama 2011 dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya berhasil mengantongi keuntungan dari kurs Rp55,17 miliar.

Beban penjualan perseroan turut meningkat 42,54% menjadi Rp774,38 miliar selama 2011 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp543,26 miliar.

Hingga 2011, total aset perseroan tercatat sebesar Rp14,38 triliun atau mengalami pertumbuhan 71,83% dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya Rp8,37 triliun.

Direktur BYAN, Jenny Quantero menargetkan produksi dan penjualan batubara perseroan sekitar 18-20 juta ton pada 2012. Harga rata-rata penjualan sekitar US$95 juta.

Selain itu, perseroan juga tengah mencari dana berkisar US$700 juta-US$900 juta. Pinjaman tersebut untuk ekspansi, belanja modal, dan refinancing.

Sumber : IMQ

Berita ITMG (PT Indo Tambangraya Megah Tbk): kinerja 2011

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan laba bersih sebesar US$ 546 juta pada 2011 atau melonjak 167% dibandingkan 2010 senilai US$ 204 juta. Kenaikan itu dipicu peningkatan pendapatan sebesar 43% menjadi US$ 2,3 miliar dari US$ 1,6 miliar. Adapun laba bersih per saham mencapai US$ 0,48 atau Rp 4,320 dari sebelumnya US$ 0,18. Lonjakan laba bersih perseroan didorong oleh peningkatan volume penjualan batubara dan harga jual rata-rata.

Tahun ini, perseroan menargetkan produksi naik 8% menjadi 27 juta ton. Tandung Mayang dan Bharinto akan menjadi motor pertumbuhan produksi. Perseroan juga berniat untuk mempertahankan rasio dividen 75% untuk tahun buku 2011. Rasio ini digunakan perseroan dalam membagikan dividen interim 2011. Perseroan akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2011 sebesar Rp 1,3 triliun atau setara dengan Rp 1,168 per saham. Perseroan juga menyiapkan belanja modal sebesar US$ 223 juta pada 2012. Dana capex berasal dari kas internal. Dana tersebut akan digunakan untuk keperluan anak usaha dan konsesi pertambangan.

Berita INDY (PT Indika Energy Tbk) : akuisisi tambang

Berita INDY (PT Indika Energy Tbk) : Akuisisi tambang

PT Indika Energy Tbk (INDY) mengakusisi 85% saham perusahaan batu bara PT Multi Tambangjaya Utama senilai US$ 132 juta. Akuisisi itu dilakukan melalui anak perusahaan perseroan yaitu PT Indika Indonesia Resources dan Indika Capital Pte Ltd. Kesepakatan jual beli itu, yang diteken pada 15 Februari 2012, juga mencakup pengambilalihan hak pemasaran batu bara di Multi Tambangjaya.

Multi Tambangjaya adalah perusahaan dengan kegiatan usahan pertambangan batu bara yang berlokasi di Kalimantan Tengah. Pelaksanaan akuisisi saham dan hak pemasaran batu bara Multi Tambangjaya akan berlaku efektif setelah dipenuhinya syarat pendahuluan seperti persetujuan otoritas yang berwenang,
rampungnya penelahaan, dan uji tuntas terhadap Multi Tambangjaya.

Berita INDY (PT Indika Energy Tbk) : penjualan kembali saham Petrosea

Perseroan belum lama ini menjual kembali 28,99 juta saham Petrosea atau setara 28,75% dari total saham yang ditempatkan oleh Petrosea. Jumlah tersebut sudah termasuk fasilitas green shoe sebesar 3,75%. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan mengantongi dana segar US$ 116,3 juta atau setara Rp 1,04 triliun. Dana hasil penjualan saham Petrosea akan digunakan untuk mengembangkan usaha perseroan sesuai dengan model bisnis persetroan, yakni resources, service dan infrastructure.

Exit mobile version