Berita TINS (PT Timah Tbk)

PT Timah Tbk (TINS) akan investasi pengembangan industri hilir tahun ini senilai Rp500 miliar. Pendanaan bersumber dari kas internal dan eksternal. Pengembangan pabrik tin solder untuk elektronik dan tin chemical untuk plastik sesuai dengan rencana perseroan untuk meningkatkan hilirisasi produk bijih dan logam timah menjadi produk turunan.

Produk turunan timah dinilai mampu memberikan nilai tambah lebih besar. Biaya pengembangan hilirisasi timah akan dialokasikanya dalam belanja modal. Pendanaan belanja modal bersumber dari kas internal dan eksternal. Perseroan akan menyiapkan belanja modal tahun ini sebesar Rp 2 triliun.

Berita Tbk: MEDC, BMRI, BBNI, BNII, KRAS, TINS, APLN,

Berita Perusahaan Tbk

PT Medco Energy Tbk (MEDC)

PT Medco Energy Tbk (MEDC) mendapat fasilitas pinjaman sebesar US$ 150 juta
dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Pinjaman ini berjangka waktu 5 tahun.
Dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan pembiayaan kembali perseroan yang
telah jatuh tempo serta kebutuhan-kebutuhan lain seperti modal kerja dan operasional
kebutuhan usaha. (Positive)

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memberikan fasilitas pembiayaan kepada PT Pelabuhan
Indonesia II sebesar Rp 11 triliun atau setara dengan US$ 1,28 miliar. Fasilitas
tersebut akan jatuh tempo pada 2014 mendatang. Dana tersebut akan digunakan untuk
pembiayaan pembangunan terminal peti kemas Kalibaru Tahap I, guna meningkatkan
kemampuan Pelabuhan Utama Tanjung Priok dalam melayani kapal-kapal peti kemas
berkapasitas besar hingga diatas 5.000, serta mengantisipasi peningkatan arus
barang perdagangan domestik dan internasional lewat pelabuhan. (Positive)

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) hanya menargetkan pertumbuhan kredit
investasi sebesar 10% pada 2011 menjadi Rp 25 triliun. Target tersebut dibawah target
keseluruhan kredit perseroan sekitar 17%-20% Pertumbuhan kredit tersebut terhambat
oleh penyerapan dana di sektor infrastruktur. Hingga semester I-2011 perseroan
mencatat kredit belum dicairkan sekitar Rp 20 triliun. Kredit yang belum dicairkan
tersebut antara lain adalah kredit di sektor konstruksi, listrik, pertambangan,
minyak dan gas dan konsumer ritel. (Negative)

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII)

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) menargetkan volume transaksi perbankan
online sebesar Rp 400 triliun hingga akhir 2011 dengan peluncuran BII Corporate
Online Banking. Saat ini, ada 15 perusahaan yang diajak bekerja sama untuk
layanan tersebut dengan nilai volume transaksi sekitar Rp 2 triliun. (Positive)

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menggandeng BUMN Tiongkok, Metallurgical Corporation
of China Ltd (MCC) CERI untuk membangun pabrik besi dengan sistem tanur
tinggi berkapasitas 1,5 juta ton setahun, Nilai proyek ini mencapai Rp 5,92 triliun. Dua
perseroan ini telah meneken kontrak pembangunan pada 29 Juli 2011. Pembangunan
pabrik tersebut dibiayai dari pinjaman dan kas internal. Perseroan juga akan mencari
pinjaman dari bank Tiongkok dengan jumlah maksimal Rp 5,09 triliun. Sisanya akan
dibiayai oleh kas internal. (Positive)

PT Timah Tbk (TINS)

PT Timah Tbk (TINS) telah merealisasikan capex sebanyak Rp 190 miliar atau sekitar
35% dari total capex sebanyak Rp 1,4 triliun sepanjang semester I-2011. Perseroan
menggunakan dana tersebut untuk biaya tahap awal beberapa proyek serta
pengembangan usahanya seperti penyelesaian proyek pembangunan bucket wheel
dredges (BWD) tahap pertama. Proyek ini berlokasi di Bangka-Belitung dan Riau. Alokasi
total dana untuk proyek ini sebesar Rp 480 miliar. (Positive)

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menetapkan nilai obligasi maksimum sebesar
Rp 800 miliar guna untuk menopang modal kerja pada tahun ini. Surat utang
tersebut dinamai obligasi I/2011 itu diterbitkan dalam dua seri dengan tenor masingmasing
3 tahun dan 5 tahun. Perseroan menunjuk empat penjamin emisi yakni PT
Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Securities Deutsche Bank dan PT Standard
Chatered Securities. Perseroan telah menjajaki alternatif pendanaan untuk membiayai
belanja modal senilai Rp 3 triliun pada tahun ini. Selain menerbitkan obligasi perseoan
juga akan meminjam dana dari bank guna memenuhi kebutuhan pendanaan tersebut.
(Positive)

Berita perusahaan BBCA, PTBA, STAR, ELTY, BMRI, TINS, ANTM,

Berita perusahaan

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan melakukan subdebt sebanyak Rp 2 triliun apabila CAR perseroan turun mencapai 13%. Penurunan CAR ini akan terjadi apabila pertumbuhan kredit pada semester dua melebihi target. Sekarang CAR perseroan ber-jumlah 14,7%. Target perseroan pada 2011 ini sebanyak Rp 30 triliun. Namun apabila kredit melonjak sampai Rp 40 triliun sampai akhir tahun ini, maka CAR perseroan akan tergerus. (Neutral)

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA)

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) memprediksi memperoleh penda-patan untuk semester I/2011 sebesar Rp 5 triliun atau naik sekitar 30-35% dari pe-riode yang sama tahun 2010. Hal tersebut diakibatkan oleh naiknya volume penjualan batubara perseroan menjadi 6,5 juta ton dibandingkan dengan semester I/2010 yang sebesar 4,5 juta ton. Perseroan optimis pendapatan perseroan akan melebihi target sebesar Rp 11 triliun. Laba bersih untuk tahun 2011 diprediksi sebesar Rp 3 triliun atau naik 49,25% dibandingkan dengan tahun 2010. (Positive)

PT Star Petrochem Tbk (STAR)

PT Star Petrochem Tbk (STAR) menargetkan pendapatan naik 244,14% pada tahun 2011 menjadi Rp 382 miliar. Sedangkan pada tahun 2010 pendapatan perseroan hanya sebesar Rp 111 miliar. Laba bersih diprediksi akan mengalami peningkatan se-besar 286,11% menjadi Rp 13,9 miliar. (Positive)

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY)

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) memprediksi pendapatan semester I/2011 akan mengalami kenaikan sebesar 30% menjadi Rp 700 miliar dibandingkan dengan periode yang sama 2010. Kontribusi terbesar pendapatan perseroan berasal dari sek-tor city property dan landed residential. (Positive)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) telah berhasil membukukan outstanding kredit revitalisasi perkebunan senilai Rp 6 triliun sampai dengan akhir bulan Mei 2011. Untuk tahun ini batas kredit reviltalisasi perkebunan mencapai Rp 9 triliun. (Positive)

PT Timah Tbk (TINS)

PT Timah Tbk (TINS) memprediksi pertumbuhan kinerja usahanya dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal tersebut didukung dengan adanya kenaikan harga jual rata-rata sebesar 31,58% menjadi US$ 25.000 dibandingkan den-gan US$ 19.000 sebelumnya. Namun volume penjualan perseroan mengalami penu-runan dari 19.000 ton pada semester I/2010 menjadi 18.000 pada semester I/2011. Dengan demikian, diprediksi pendapatan perseroan mencapai US$ 450 juta atau naik 2,03% dibandingkan dengan periode semester I/2010 yang sebesar US$ 441,06 juta. (Positive)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan segera menunjuk konsorsium bank dan bank investasi yang akan mencarikan pembiayaan sebesar US$ 1 miliar. Pembiayaan terse-but ditujukan salah satunya untuk membiayai proyek feronikel di Buli, Halmahera Timur, Maluku Utara. Perseroan saat ini sedang menyeleksi 27 bank dan investasi as-ing dan lokal. Perseroan bekerjasama dengan PT Perusahaan Listrik Negara dan PT Hutama Karya dalam pengerjaan proyek bernilai US$ 1,4 miliar tersebut. (Positive)

Laba bersih PT Timah Tbk (TINS) 2010 meroket 201%

PT Timah Tbk (TINS)  kembali berhasil membukukan kenaikan laba bersih yang fantastis di 2010.  Naik 201% dari 313,7 milyar di tahun 2009 menjadi 947,9 milyar di tahun 2010.  Penjualan (pendapatan) juga naik 8,16% dari 7,7 trilyun menjadi 8,3 trilyun.  Sedangkan laba operasi (laba usaha) meroket 90,28%.  Laba bersih per lembar saham atau earning per share (EPS) juga meroket sejalan dengan kenaikan laba bersih.  EPS naik 203% dari Rp 62 menjadi Rp 188 per lembar saham.

Perusahaan BUMN yang bergerak di sektor tambang timah ini juga membukukan rasion laba bersih terhadap modal atau return on equity yang mengesankan yaitu 23%.  Sedangkan hutang semakin berkurang dengan rasio hutang terhadap modal atau dept to equity ratio (DER) menjadi 0,40 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : TINS-2010-tahunan-laporan-keuangan

Exit mobile version