Nama dan singkatan kota di Indonesia yang diterbitkan oleh Badan Standarisasi Nasional ( BSN ) Indonesia dalam SNI 7657:2010 yang mengacu pada ISO 3166-2. Singkatan nama kota perlu distandarkan untuk kepentingan teknis dan administratif agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran. Daftar nama kota-kota di Tanah Air tersebut telah dibahas pada rapat konsensus yang melibatkan unsur pemerintah, pakar, dan instansi terkait. Metode yang dipakai adalah menggunakan tiga huruf kombinasi vokal dan konsonan. Berikut rincian singkatan kota Bandung.
Per tanggal 25 Januari 2021, Bursa Efek Indonesia mengganti klasifikasi JASICA dengan IDX-IC (IDX Industrial Classification).
Apa itu JASICA? JASICA merupakan singkatan dari Jakarta Stock Industrial Classification. JASICA adalah sistem klasifikasi sektoral yang digunakan untuk mengkategorikan perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ( d.h Bursa Efek Jakarta ). Pengkategorian ini berguna bagi peserta pasar modal sebagai alat dalam membuat sebuah keputusan investasi. Bursa Efek Indonesia juga menghitung indeks sektoral sebagai indikator kinerja untuk masing-masing grup industri. JASICA diperkenalkan pada tanggal 2 Janurai 1996.
Segmentasi bisnis JASICA secara umum berdasarkan pada Klasifikasi Bisnis Indonesia yang dipublikasikan oleh Biro Pusat Statistik ( BPS ) dan mengikuti Klasifikasi Standar Industri International atau International Standard Industrial Classification ( ISIC ). Karena luasnya variasi bisnis inti di Indonesia maka secara alami membutuhkan penyesuaian dari ISIC.
JASICA
[tabby title=”Tujuan”]
Tujuan JASICA
Tujuan dari JASICA adalah :
Untuk memberi peserta pasar modal pengetahuan dasar terhadap perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI ( IDX ).
Untuk menstandarkan klasifikasi industri, supaya dapat membuat perbandingan diantara perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI.
Untuk membantu investor dalam menganalisa dan mengevaluasi perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI.
[tabby title=”Struktur”]
Struktur JASICA
Kode dalam JASICA ditulis dengan bilangan yang umum ( 1-9 ). Nomor tersebut dipergunakan untuk mengidentifikasikan :
Sektor : 1 digit ( 1-9 ).
Pengelompokkan ini meliputi 9 sektor yang ditandai dengan bilangan 1 ( satu ) digit.
Sub sektor : 2 digit ( 11-99 ).
Sub sektor memberikan informasi yang lebih spesifik dari sebuah sektor. Setiap sektor meliputi subsektor yang memiliki bisnis inti yang mirip. Sub sektor ini memberi informasi spesifik tentang masing-masing grup dalam kategori. Subb sektor berakhir dengan bilangan 9 ( misalnya 19, 29, 39 dst. ).
Grup sektor dalam JASICA diklasifikasikan sebagai Primary, Secondary dan Tertiary tergantung pada aktifitas ekonomi utama dari tiap-tiap perusahaan yang terdaftar di BEI.
A. Primary Sectors:
1. Agriculture
2. Mining
B. Secondary Sectors (Industry and Manufacturing):
3. Basic Industry and Chemical
4. Miscellaneous Industry
5. Consumer Goods
C. Tertiary Sectors (Service):
6. Property, Real Estate and Building Construction
Forbes 2000 the world biggest companies memuat 2000 daftar perusahaan publik terbesar di dunia. Rangking ini dibuat berdasarkan penjualan, keuntungan, aset yang dimiliki dan market value.
Untuk edisi tahun 2016 yang dirilis 25 Mei 2016, ada 6 perusahaan publik Indonesia masuk ke dalam daftar tersebut.
Dari keempat perusahaan perbankan ( BRI, Mandiri, BCA, BNI ), 3 diantaranya ( BRI, Mandiri, BCA) mendapat ranking yang membaik ( angka ranking mengecil ). Hanya 1 yang rangkingnya memburuk yaitu BNI.
Perdagangan saham PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk dengan kode saham SOBI telah dihentikan di Bursa Efek Indonesia sejak tanggal 15 Agustus 2016 ( PENGUMUMAN IDX – Suspensi Perdagangan Saham SOBI ). Hal ini dikarenakan Sorini berencana untuk melakukan penghapusan pencatatan atas saham-sahamnya dari Bursa Efek Indonesia ( delisting ) dan merubah statusnya menjadi perusahaan tertutup ( go private ). Transaksi go private dan delisting Sorini menunggu persetujuan dari rapat umum pemegang saham ( RUPS ) yang akan segera diadakan.
Sorini telah menunjuk Bahana Securities sebagai penasehat keuangan untuk transaksi delisting dan go private ini. Para pemegang saham Sorini ( kode saham SOBI ) yang ingin bertanya atau minta informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Info go private dan delisting Sorini
PT Bahana Securities
Graha Niaga 19th floor
Jl. Jenderal Sudirman kav 58
Jakarta Selatan, JK 12190
Indeks LQ 45 terdiri dari 45 emiten dengan likuiditas (LiQuid) tinggi, yang diseleksi melalui beberapa kriteria pemilihan. Selain penilaian atas likuiditas, seleksi atas emiten-emiten tersebut juga mempertimbangkan kapitalisasi pasar. Sejak diluncurkan pada bulan Februari 1997 ukuran utama likuiditas transaksi adalah nilai transaksi di pasar reguler. Sesuai dengan perkembangan pasar dan untuk lebih mempertajam kriteria likuiditas, maka sejak review bulan Januari 2005, jumlah hari perdagangan dan frekuensi transaksi dimasukkan sebagai ukuran likuiditas. Berikut daftar saham LQ 45 Agustus 2016 – Januari 2017.
Saham LQ 45 Agustus 2016 – Januari 2017
Daftar saham LQ 45 periode Agustus 2016 – Januari 2017 di Bursa Efek Indonesia (BEI).