Cup with handle (pola grafik saham)

Pola grafik saham Cup with handle (cangkir bertangkai) adalah pola grafik saham untuk investor yang serius pada saham-saham yang pertumbuhannya tinggi. 

Ada delapan pola dasar yang sangat prinsip yaitu:

  1. cup with handle (cangkir bertangkai),
  2. double bottom (bawah ganda),
  3. flat base (datar),
  4. ascending base (berjenjang)),
  5. base on base (dasar diatas dasar),
  6. high, tight flag (bendera kecil tangkai panjang),
  7. IPO base dan
  8. saucer (piring).

Diantara kedelapan pola diatas, cup with handle tetap menjadi yang paling sukses hingga saat ini.

Apa yang Harus Diperhatikan dalam pola Cup-with-Handle

1. Tren naik sebelumnya minimal 30%

Untuk membentuk pola grafik yang tepat, Anda harus memiliki tren naik sebelumnya. Gagasan di balik dasar pola (base pattern) adalah bahwa setelah melakukan lari (kenaikan) yang layak, saham mulai membentuk batu loncatan saat mengambil nafas dan bersiap untuk pendakian yang lebih tinggi.

2. Kedalaman Dasar: 15% -30%

Kedalaman alas — diukur dari puncak di sisi kiri cup hingga titik terendah cup — harus antara 15% dan 30%. Pada situasi bear market (tren pasar secara menyeluruh turun) yang parah, kedalamannya mungkin 40% – 50%. Sebagai aturan umum, carilah saham yang bertahan relatif baik selama koreksi pasar. Jadi jika satu saham di daftar pantauan Anda turun 35% sementara kedalaman dasar yang lain hanya 20%, semuanya sama, saham dengan penurunan 20% bisa membentuk basis yang lebih kuat.

3. Panjang dasar: Setidaknya 7 minggu

– Minggu turun pertama di pangkalan dihitung sebagai Minggu #1.

Panjang minimum untuk cup with handle adalah 7 minggu, tetapi beberapa dapat bertahan lebih lama — beberapa bulan atau bahkan satu tahun atau lebih. Berhati-hatilah dengan pola apa pun yang berbentuk cup with handle tetapi hanya, katakanlah, 5 minggu. Itu biasanya tidak cukup waktu bagi saham untuk mengkonsolidasikan keuntungan sebelumnya, dan basis tersebut memiliki peluang lebih tinggi untuk gagal.

4. Handle

– Volume handle harus ringan — kedalaman handle harus 10%-12%, harus terbentuk di setengah bagian atas alas. Ujung handle harus berada dalam kisaran 15% dari tinggi lama di sisi kiri cup.

 

 

 

Pegangan harus menjadi tarikan ringan pada volume yang relatif ringan. Ini adalah guncangan dari pemegang yang lebih lemah — mereka yang tidak berkomitmen untuk memegang saham dalam jangka waktu yang lebih lama. Penurunan tajam lebih dari 12% -15% pada volume besar dapat mengindikasikan aksi jual yang lebih serius yang mungkin mencegah saham meluncurkan langkah yang sukses.

Pegangan harus terbentuk di bagian atas alas. Jika mulai terbentuk terlalu cepat (yaitu, di bagian bawah basis), itu bisa berarti pembelian institusional, saat ini, tidak sekuat yang dibutuhkan untuk mendorong saham lebih tinggi.

Siapa pemegang yang lebih lemah yang terguncang di pegangan? Biasanya, mereka adalah investor yang terlambat membeli, tepat di akhir tren naik sebelumnya. (Lihat Poin 1, di atas). Ketika stok dijual untuk membentuk sisi kiri pangkalan, mereka menderita kerugian yang tajam. Mendapatkan keuntungan bukan lagi tujuan mereka. Mereka hanya berharap untuk menutup sebagian dari kerugian mereka. Jadi saat saham mendekati harga tertinggi itu — dan titik impas pemegang yang lebih lemah — mereka mulai menjual.

Inilah mengapa shakeout itu sehat: Jika Anda memiliki banyak pemegang saham yang lemah, setiap kali harga saham naik, mereka melompat untuk menjual, yang mendorong harga kembali turun. Begitu mereka keluar dari gambar, lebih mudah bagi saham untuk bergerak lebih tinggi.

Dan bagaimana dengan investor besar yang telah mengambil saham sebagai saham membentuk sisi kanan cangkir? Mereka lebih berkomitmen dan memegang saham mereka. Itu sebabnya volume pegangannya ringan: Hanya pemegang yang lebih lemah yang menjual. Investor institusional besar menunggu dengan harapan kenaikan baru.

Titik Beli Ideal: 10 sen di atas puncak pegangan
– Rentang Pembelian: hingga 5% di atas titik beli yang ideal.

Jika puncak di pegangannya adalah, katakanlah, 30, maka Anda menambahkan 10 sen untuk mendapatkan titik beli yang ideal sebesar 30,10. Kisaran pembelian adalah dari 30,10 hingga 31,60, 5% di atas titik beli yang ideal.

Untuk hasil terbaik, beli sedekat mungkin dengan titik beli yang ideal. Jika Anda tidak dapat mengamati pasar di siang hari, Anda dapat mengatur pesanan bersyarat sebelumnya. Perdagangan tersebut secara otomatis dipicu jika saham mencapai harga pembelian target Anda. Tanyakan kepada layanan pialang Anda bagaimana cara mengaturnya.

Jangan Beli Saham yang Diperpanjang

Setelah saham naik lebih dari 5% di atas titik beli yang ideal, itu dianggap diperpanjang atau di luar kisaran pembelian yang tepat. Saham sering mundur sedikit setelah breakout. Jadi jika Anda membeli diperpanjang, ada kemungkinan lebih tinggi Anda akan terguncang keluar dari saham karena memicu aturan jual 7% -8%.

Volume pada hari breakout: Setidaknya 40% -50% di atas rata-rata
Pada hari saham menembus titik beli idealnya, volume harus setidaknya 40% -50% lebih tinggi dari biasanya untuk saham tersebut. Itu menunjukkan pembelian institusional yang kuat. Pada banyak breakout, Anda akan melihat lonjakan volume 100%, 200% atau lebih di atas rata-rata. Volume yang ringan atau di bawah rata-rata bisa berarti pergerakan harga hanyalah tipuan belaka, dan sahamnya belum cukup siap untuk pergerakan besar.

 

 

Referensi : Investor’s business daily

Perusahaan pertambangan 2017-2021 di BEI

Perusahaan pertambangan 2017-2021 di BEI menurut klasifikasi JASICA terdiri dari 4 kelompok pertambangan yaitu  pertambangan minyak dan gas, pertambangan batubara, pertambangan logam dan mineral, serta pertambangan batu-batuan. Berikut tabel Perusahaan pertambangan 2017-2021 di BEI.

Perusahaan pertambangan 2017-2021 di BEI

Berikut data tabel  Perusahaan pertambangan 2017-2021 di BEI dalam format PDF.

[pdf-embedder url=”https://www.sahamu.com/wp-content/uploads/2021/12/Perusahaan-Tambang-2017-2021.pdf” title=”Perusahaan Tambang 2017-2021″]

 

Download PDF : Perusahaan Tambang 2017-2021 di BEI

Analisis saham IRRA 2021 (metode CAN SLIM)

PT Itama Ranoraya Tbk (kode saham IRRA) adalah perusahaan publik di bidang kesehatan yang bergerak mengedepankan peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi sejak awal tahun 2000. PT Itama Ranoraya Tbk menjadi penyedia layanan kesehatan yang bermitra dengan prinsipal kesehatan terkemuka baik lokal maupun internasional seperti Oneject, Abbott, Terumo, HMD, BD (Becton, Dickinson and Company). IRRA melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 15 Oktober 2019 dan dikelompokkkan kedalam industri Penyedia & Distribusi Perlengkapan Kesehatan.Untuk memprediksi bagaimana pergerakan harga saham IRRA kedepan, kita akan lakukan analisis saham IRRA dengan motode  CAN SLIM.

Analisis saham IRRA motode CAN SLIM

Current quarter earning (laba kuartal sekarang) – Analisis CAN SLIM saham IRRA

Dalam analisis CAN SLIM saham IRRA yang pertama dilakukan adalah menganalisis poin-poin penting dilaporan keuangan kwartal terakhir. Berikut data keuangan kwartal terakhir yang sudah dipublikasikan(kuartal 3 tahun 2021)

Data keuangan Year To Date (YTD)

  30-Sep-2021
(YTD)
30-Sep-2020
(YTD)
Pertumbuhan
(YTD)
Pendapatan (milyar) (BEI)
Total revenues
1086,3 141,1 + 670%
Laba operasi (milyar) (BEI)
Operating income
116,5 11,4 + 922%
Laba bersih (milyar) (BEI)
Net income
84,9 9,0 843%
Laba per lembar saham (BEI)
Diluted Normalized EPS
53 6 783%

Data keuangan per kwartal 2021 vs 2020

  Q4 Q3 Q2 Q1
Pendapatan (milyar) (Reuters)
Total revenues
  521,1
61,7
+752%
337,0
52,7
+539%
228,2
26,7
+755%
Laba operasi (milyar) (Reuters)
Operating income
  48,8
7,6
+542%
41,5
2,4
+1.629%
26,2
1,4
+1.771%
Laba bersih (milyar) (Reuters)
Net income
  34,1
5,2
+556%
30,0
1,5
+1.900%
20,8
2,2
+845%
Laba per lembar saham (Reuters)
Diluted Normalized EPS
  19
4
+375%
20
1
+1.900%
14
1
+1.300%

Rasio-rasio keuangan

  • Return On Asset (Annual) : 14,06 %
  • Return On Average Equity (TTM) : 19,24%
  • Return On Investment (TTM) : 32,07 %

Sumber data : BEI &  Reuters

Annual Earning Increase (laba tahunan meningkat) – Analisis saham IRRA

Selanjutnya, dalam analisis CAN SLIM saham IRRA, kita lakukan analisis terhadap laporan keuangan tahunan perusahaan. Berikut data keuangan tahunan dari 2016-2020.

  2020 2019 2018 2017 2016
Pendapatan (milyar)
Total revenues
563,9 281,8 265,6 225,2 13,0
Pertumbuhan + 100% + 6% + 18% + 1632%
Laba operasi (milyar)
Operating income
78,2 43,4 43,1 36,0 1,1
Pertumbuhan + 80% + 0,7% + 20% + 3172%
Laba bersih (milyar)
Net income
60,5 33,2 32,3 24,0 0,7
Pertumbuhan + 82% + 3% + 35% + 3329%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
39,79 26,21 26,88 19,98 0,59
Pertumbuhan + 52% – 3% + 35% + 3286%

Sumber data : Reuters

New management, new product, new high (manajemen baru, produk baru, harga tertinggi baru)

Tanggal 23 Juni 2021 PT Itama Ranoraya Tbk menyampaikan fakta material bahwa PT Itama Ranoraya akan masuk ke segmen ritel. Berikut hal yang diuraikan dalam penyampaian informasi fakta material tersebut:

PT. Itama Ranoraya Tbk optimis target pertumbuhan tahun ini  sebesar 80%-100% bisa kembali diraih. Optimisme ini didukung oleh hasil performa perseroan dalam bulan pertama tahun ini (5M2021). Periode 5M2021, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp331,0 miliar atau tumbuh 366% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp71,02 miliar. Produk in vitro berupa antigen test masih penyumbang terbesar penjualan perseroan. Diikuti produk Abbott lainnya seperti Reagen dan Mesin plasma yaitu Terumo. Di semester I tahun ini, penjualan didominasi oleh segmen ritel (NonAPBN/APBD), dan ini yang membuat pertumbuhan naik signifikan.

Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk Heru Firdausi Syarif menjelaskan bahwa, sebelumnya pelanggan perseroan mayoritas adalah institusi pemerintah seperti untuk program imunisasi, pengadaan peralatan medis di rumah sakit – rumah sakit Pemerintah, sehingga membuat perolehan pendapatan secara kuartalan terdistribusi di kuartal III dan IV. Tahun ini, perseroan mulai memperkuat segmen ritel atau nonPemerintah untuk semakin memperbesar pangsa pasar produknya, dan diversivikasi segmen pelanggan yang lebih solid. “Tahun sebelumnya, porsi penjualan dari order pemerintah sangat besar dan masuknya di buku kuartal III dan IV. Sejak kuartal IV tahun lalu kami mulai masuk ke pelanggan Non-APBN/APBD baik swasta maupun ritel termasuk membuka kerjasama dengan layanan kesehatan sebagai chenel distribusi produk kami. Ini yang membuat lonjakan perolehan penjualan kami di semester I ini. Segmen swasta dan ritel relatif merata secara kuartalan, berbeda dengan segmen Pemerintah yang biasanya mulai terlihat di kuartal III dan puncaknya kuartal IV”, ungkap Heru.

Kenaikan yang cepat untuk segmen ritel juga dikarenakan produk peseroan seperti Swab Antigen Test yang kini menjadi convenience goods yang dikonsumsi secara reguler. Dan ditambah dengan status produk Swab Antigent Test perseroan dengan merk Panbio sebagai produk rekomendasi WHO karena akurasi hasilnya. Pada awal pekan lalu, Perseroan telah melakukan kerjasama melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan PT Kimia Farma Diagnostik yang merupakan anak usaha dari PT Kimia Farma Apotek yang memiliki jaringan 422 klinik dan 73 Laboratorium untuk penyediaan alat test Swab Antigent Test Panbio. Dengan kerjasama tersebut IRRA menargetkan tambahan penjualan 300.000 unit Panbio per bulannya.

Kategori segmen ritel yang menjadi target perseroan termasuk rumah sakit dan klinik-klinik laboratorium swasta dan jasa layanan kesehatan eHealth Services. Direktur Pemasaran PT Itama Ranoraya Hendry Hermen mengungkapkan tahun ini Perseroan menambah cukup signifikan SDM terutama bagian penjualan untuk masuk ke segmen ritel, masuknya perseroan di segmen ritel akan semakin lengkap dengan tambahan produk baru perseroan yaitu Avimac yang merupakan imunomodulator untuk peningkat imun tubuh. “Avimac sudah mulai berkontribusi di penjualan kuartal III dan di awal, kami targetkan bisa terjual 150.000 botol, dengan kontribusi terhadap pendapatan mencapai 4%-5% di tahun ini”, ungkap Hendry.

“Kami optimis tahun ini , bisa kembali membukukan pertumbuhan seperti tahun lalu , apalagi jika melihat performa kami di semester I tahun ini yang ditopang segmen Ritel. Di semester II , selain dari instansi pemerintah, kami akan terus mengoptimalkan segmen ritel baik melalui penjualan secara langsung maupun melalui kerjasama-kerjasama seperti yang telah kami lakukan dengan PT Kimia Farma Diagnostika. Jadi tahun depan selain pertumbuhan organik, pertumbuhan dari ekspansi inorgaik sudah bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan perseroan, sehingga perseroan bisa menjaga ritme pertumbuhannya tetap tinggi” Tutup Heru

Pola Grafik – Analisis Saham IRRA

Harga tertinggi saham IRRA adalah 4390 yang terjadi pada tanggal 13 Januari 2021. Harga saham kemudian mengalami pelemahan. Setelah konsolidasi sekitar 10 bulan, harga mulai naik kembali dan membentuk pola saucer with handle. Buy point atau resistance point ada di 2190.

Grafik harga mingguan saham IRRA 2021 – pola Saucer with handle

Saat ini harga melemah sedikit dalam proses membentuk handle. Bersiap-siap beli (buy) bila harga bergerak menuju  buy point ( ada yang menyebut pivot point adanya juga yang menyebut dengan resisten) di 2190. Jika harga saham IRRA berhasil menembus buy point alias berhasil breakout, maka besar kemungkinan harga saham IRRA akan melejit ke harga tertinggi baru, melampaui  4390.

Supply and demand (penawaran dan permintaan)

Sejak 21 Juni 2021, perdagangan saham IRRA mulai ramai dan volume transaksi meningkat. Pergerakan naik turun harga saham cukup lebar dan ditutup dengan harga yang naik tinggi pada 2 1 Juli 2021. Ini menandakan permintaan atau minat investor untuk membeli saham IRRA meningkat drastis.

Leader or laggard (pemimpin atau pecundang)

Saham IRRA berada di sektor Penyedia & Distribusi Perlengkapan Kesehatan  sendirian. Tidak ada pembanding perusahaan yang satu sektor industri dengan IRRA.

Tingkat likuiditasnya dibursa cukup tinggi sehingga saham IRRA cocok sebagai saham untuk investasi untuk tipikal investing (menahan saham cukup lama) dan juga cocok untuk tipikal trading.

Institutional sponsorship (institusi pemegang saham mayoritas)

Berdasarkan data dari Biro Administrasi Efek per tanggal 23 Juni 2021, kepemilikan saham IRRA adalah:

Nama Jenis Jumlah Persentase
DR. Tjandra Yoga Aditama
Komisaris 
Kurang dari 5% 0 0%
Dodi Nurzani
Direksi
Kurang dari 5% 0 0%
Nanan Meinanta
Komisaris
Kurang dari 5% 0 0%
Heru Firdausi Syarif
Direksi
Kurang dari 5% 0 0%
Pratoto Satno Raharjo
Direksi
Kurang dari 5% 0 0%
Hendry Herman
Direksi
Kurang dari 5% 0 0%
PT Global Dinamika
Pengendali
Lebih dari 5% 1.116.000.000 69,75%
PT Neumedik Jaya Lebih dari 5% 84.000.000 5,25%
Saham Treasury Lebih dari 5% 100.000.000 6,25%
Masyarakat Kurang dari 5% 300.000.000 18,75%

Terlihat bahwa top manajemen (direktur dan komisaris) tidak memiliki kepelikan di saham IRRA.

Market direction (arah pasar) – Analisis saham IRRA

Indeks Dow Jones

Untuk mencermati arah pasar, yang pertama perlu dicermati pergerakan indeks Dow Jones. Saat ini pasar Amerika masih bergerak dengan tren bullish.

Grafik indeks Dow Jones per 7 Desember 2021

IHSG

Grafik IHSG per 2021-12-07

IHSG menunjukkan tren sideways.

Tetap fokuskan investasi  anda pada saham dari perusahaan yang memiliki kinerja bagus. Hindari melakukan kesalahan investor saham yang sangak klasik.

Analisis saham BAJA 2021 (metode CAN SLIM)

PT. Saranacentral Bajatama Tbk (kode saham BAJA) didirikan tanggal 04 Oktober 1993 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1997. Pada tanggal 08 Desember 2011, BAJA memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BAJA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 400.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham serta harga penawaran Rp250,- per saham. Seluruh saham Perusahaan telah didaftarkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 21 Desember 2011. BAJA dikelompokkkan kedalam industri baja dan besi (sektor B144 IDX-IC). Untuk memprediksi bagaimana pergerakan harga saham BAJA dalam waktu dekat, kita akan lakukan analisis saham BAJA secara fundamental dan teknikal dengan motode  CAN SLIM.

Analisis saham BAJA metode CAN SLIM

Current quarter earning (laba kuartal sekarang) – Analisis fundamental BAJA

Dalam analisis CAN SLIM saham BAJA,  yang pertama dilakukan adalah menganalisis poin-poin penting dilaporan keuangan kwartal terakhir. Berikut data keuangan kwartal terakhir yang sudah dipublikasikan(kuartal 3 tahun 2021)

Data keuangan BAJA Year To Date (YTD)

  30-Sep-2021
(YTD)
30-Sep-2020
(YTD)
Pertumbuhan
(YTD)
Pendapatan (milyar) 
Total revenues
1.180,0 916,1 + 29%
Laba operasi (milyar)
Operating income
168,9 43,8 + 286%
Laba bersih (milyar)
Net income
122,1 (0,7) +++%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
67,84 (0,41) +++%

Sumber data: softcopy laporan keuangan BAJA di website BEI

Data keuangan BAJA per kuartal 2021 vs 2020

Quarterly
  Q4 Q3 Q2 Q1  
Pendapatan (milyar)
Total revenues
  455,6
326,3
+40%
347,9
241,2
+44%
376,5
348,7
+8%
2021
2020
Growth
Laba operasi (milyar)
Operating income
  49,5
27,2
+82%
50,4
11,9
+324%
69,0
4,8
+1351%
2021
2020
Growth
Laba bersih (milyar)
Net income
  44,1
3,3
+1257%
35,7
93,2
-62%
42,3
-97,2
+++%
2021
2020
Growth
Laba per lembar saham 
Diluted Normalized EPS
  24,01
2,92
+723%
19,98
51,88
-61%
23,85
-55,21
+++%
2021
2020
Growth

Sumber data: softcopy laporan keuangan BAJA di website BEI

Rasio-rasio keuangan

  • Return On Asset (Annual) : 6,9 % (Reuters)
  • Return On Equity (YTD) : 49,19% (BEI)
  • Return On Equity (TTM): 21,59% (Reuters)
  • Return On Investment (TTM) : 102,66% (Reuters)

Sumber data : BEI & Reuters

Annual Earning Increase (laba tahunan meningkat) – Analisis fundamental BAJA

Selanjutnya, dalam analisis CAN SLIM saham BAJA, kita lakukan analisis terhadap laporan keuangan tahunan perusahaan. Berikut data keuangan tahunan dari 2016-2020.

  2020 2019 2018 2017 2016
Pendapatan (milyar)
Total revenues
1.205,0 1.072,6 1.279,8 1.218,3 978,8
Pertumbuhan + 12% – 16% + 5% + 25%
Laba operasi (milyar)
Operating income
48,8 5,0 (90,4) (28,6) 53,6
Pertumbuhan + 876% +++% —% —%
Laba bersih (milyar)
Net income
55,1 1,1 (96,7) (23,0) 34,4
Pertumbuhan + 4.909% +++% —% —%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
30,62 0,58 (53,75) (12,74) 19,06
Pertumbuhan + 5.179% +++% —% —%

Sumber data : Reuters

Secara fundamental BAJA mulai membaik kinerja keuangan di tahun 2020, Di tahun 2021 perbaikan kinerja ini terus berlanjut.

New management, new product, new high (manajemen baru, produk baru, harga tertinggi baru)

Manajemen

Pada tanggal 29 Juni 2021, BAJA mengumumkan rencana untuk melakukan PMHMETD I, dengan mengeluarkan sejumlah saham sebanyakbanyaknya 610.000.000 (enam ratus sepuluh juta) saham baru dengan nilai nominal setiap saham sebesar Rp100 (seratus Rupiah) yang dilakukan dengan mengacu pada POJK 32/2015 juncto POJK 14/2019. Baca Pengumuman right issue BAJA.

Sesuai dengan ketentuan Pasal 8 ayat (3) POJK 32/2015, jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPS atas rencana PMHMETD I sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan. Perseroan berencana untuk melaksanakan penambahan modal dalam periode 12 (dua belas) bulan
tersebut.

Rapat Umum Pemegang Saham BAJA tanggal 9 Agustus 2021 menyetujui Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“PMHMETD I”). Baca Risalah RUPS BAJA. Dengan demikian maka HMETD akan dilaksanakan dalam rentang waktu antara 9 Agustus 2021 – 8 Agustus 2022 (12 bulan).

Sebesar 98,42% hasil HMETD akan digunakan untuk melunasi perseroan kepada PT Sarana Steel dengan poko pinjaman sebesar USD 20.000.000.

Produk

Pola Grafik – Analisis Saham BAJA

Harga tertinggi saham BAJA adalah 1705 yang terjadi pada tanggal 9 Mei 2014. Harga saham kemudian anjlok drastis dikarenakan memburuknya kinerja perusahaan. Saham BAJA terpuruk hingga harga 50 pada tanggal 13 Maret 2020. Tahun 2020 hingga kwartal 3 2021, BAJA menunjukkan kinerja yang makin membaik. Harga saham mulai bergerak naik.

Grafik harga mingguan saham BAJA 8-Des-2021

Grafik harga saham BAJA secara mingguan membentuk pola menyerupai huruf W atau double buttom. Buy point atau least resistance point atau harga yang paling resisten ada di 456. Cermati bila harga mulai mendekati buy point. Jika perdagangan ramai dan volume tinggi, tunggu hingga breakout (harga menembus buy point). Buy saat breakout.

Supply and demand (penawaran dan permintaan)

Sejak 9 April 2021, perdagangan saham BAJA mulai ramai dan volume transaksi meningkat. Pergerakan naik turun harga saham cukup lebar dan ditutup dengan harga yang naik tinggi pada 25 Mei 2021. Ini menandakan permintaan atau minat investor untuk membeli saham BAJA meningkat drastis.

Leader or laggard (pemimpin atau pecundang)

Saham BAJA berada di sektor besi dan baja bersama KRAS ( Krakatau Steel) dan beberapa perusahaan lainnya. Kapitalisas saham BAJA tidak besar (kurang dari 1 trilyun per harga penutupan 8 Desember 2021). Namun diantara perusahaan dalam satu sektor, BAJA memiliki kinerja yang lebih baik mulai tahun 2020 dan berlanjut di tahun 2021.

Tingkat likuiditasnya dibursa kurang tinggi sehingga saham BAJA cocok sebagai saham untuk investasi untuk tipikal investing (menahan saham cukup lama) dan kurang cocok untuk tipikal trading.

Institutional sponsorship (institusi pemegang saham mayoritas)

Berdasarkan data dari Biro Administrasi Efek per tanggal 5 Oktober 2021, kepemilikan saham BAJA adalah:

Nama Jenis Jumlah Persentase
Soediarto Soerjoprahono
Komisaris Utama
Lebih dari 5% 146.000.000 8,11%
Ibnu Susanto
Komisaris
Lebih dari 5% 296.016.000 16,45%
Bastianus Fritz Josef Lumanauw
Komisaris (Independen)
Kurang dari 5% 0%
Handaja Susanto
Direktur Utama
Lebih dari 5% 296.096.000 16,45%
Pandji Surya Soerjoprahono
Direktur
Lebih dari 5% 296.400.000 16,47%
Entario Widjaja Susanto
Direktur
Lebih dari 5% 296.016.000 16,45%
Laksmono Tirta Kusumo Kurang dari 5% 43.792.000 2,43%
Anton Sebastian Kurang dari 5% 25.760.000 1,43%
Masyarakat Kurang dari 5% 399.920.000 22,22%

Terlihat bahwa top manajemen (direktur dan komisaris) juga memiliki  kepemilikan di saham BAJA. Ini pertanda bagus. 

Market direction (arah pasar) – Analisis saham BAJA

Indeks Dow Jones

Untuk mencermati arah pasar, yang pertama perlu dicermati pergerakan indeks Dow Jones. Saat ini pasar Amerika masih bergerak dengan tren bullish.

Grafik Indeks Dow Jones – 5 Nov 2021

IHSG

IHSG mencoba keluar dari zona sideways menuju tren bullish.

Grafik IHSG – 5 Nov 2021
 

Tetap fokuskan investasi  anda pada saham dari perusahaan yang memiliki kinerja bagus. Hindari melakukan kesalahan investor saham yang sangak klasik.

Analisis saham DGNS 2021 (metode CAN SLIM)

DGNS adalah kode saham dari PT  Diagnos Laboratorium Utama Tbk. yang mulai melantai di bursa IDX dengan IPO pada tanggal 15 Januari 2021. DGNS berada satu sektor dengan PRDA (PT Prodia Widyahusada Tbk.) yaitu di sektor Penyedia Jasa Kesehatan (F121).  Untuk memprediksi bagaimana pergerakan harga saham DGNS kedepan, kita akan lakukan analisis saham DGNS dengan metode  CAN SLIM.

Diagnos Laboratorium  didirikan pada tanggal 29 Agustus 2007, anak perusahaan dari PT Bunda Investama Indonesia. Diagnos Laboratorium merupakan bagian dari BMHS (Bundamedik Healthcare System). Hadir sebagai kebutuhan masyarakat, yang berdiri dengan visi dan misi yang jelas. Kami menyediakan kualitas tinggi, handal, dan layanan laboratorium yang konsisten untuk semua mitra dan pelanggan Diagnos. Diagnos Laboratorium lahir dari ekspektasi laboratorium yang memenuhi syarat, lengkap dan berorientasi pasien.

Analisis saham DGNS metode CAN SLIM

Current quarter earning (laba kuartal sekarang) – Analisis CAN SLIM saham DGNS

Dalam analisis CAN SLIM saham DGNS yang pertama dilakukan adalah menganalisis poin-poin penting dilaporan keuangan kwartal terakhir. Berikut data keuangan kwartal terakhir yang sudah dipublikasikan(kuartal 3 tahun 2021).

Data keuangan DGNS Year To Date (YTD)

  30-Sep-21
(YTD)
30-Sep-20
(YTD)
Pertumbuhan
(YTD)
Pendapatan (milyar)
Total revenues
250,8 100,7 + 149%
Laba operasi (milyar)
Operating income
85,7 37,8 + 127%
Laba bersih (milyar)
Net income
64,0 27,8 + 130%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
51,18 27,75 + 84%

Sumber data: softcopy laporan keuangan DGNS di website BEI

Data keuangan DGNS per kuartal 2021 vs 2020

Quarterly
  Q4 Q3 Q2 Q1  
Pendapatan (milyar) 
Total revenues
  82,0
56,4
+46%
80,9
28,7
+182%
87,9
15,6
+462%
2021
2020
Growth
Laba operasi (milyar) 
Operating income
  25,1
25,7
– 2%
32,3
9,5
+240%
28,3
2,6
+998%
2021
2020
Growth
Laba bersih (milyar) 
Net income
  17,9
19,5
– 8%
24,3
6,6
+266%
21,8
1,6
+1287%
2021
2020
Growth
Laba per lembar saham 
Diluted Normalized EPS
  14,31
19,55
– 27%
19,87
7,2
+176%
17
1
+1600%
2021
2020
Growth

Sumber data: softcopy laporan keuangan DGNS di website BEI

Rasio-rasio keuangan DGNS

  • Return On Asset (Annual) : 54,9 % (Reuters)
  • Return On Equity (YTD) : 32 % (BEI)
  • Return On Equity (TTM) : – % (Reuters)
  • Return On Investment (Annual) : 69,29 % (Reuters)

Sumber data : BEIReuters

Annual Earning Increase (laba tahunan meningkat) – Analisis saham DGNS

Selanjutnya, dalam analisis CAN SLIM saham DGNS, kita lakukan analisis terhadap laporan keuangan tahunan perusahaan. Berikut data keuangan tahunan dari 2016-2020.

  2020 2019 2018 2017 2016
Pendapatan (milyar)
Total revenues
183,2 51,3 38,5 14,0
Pertumbuhan + 257% + 33% + 175%
Laba operasi (milyar)
Operating income
67,0 12,6 12,2 1,8
Pertumbuhan + 432% + 3% + 578%
Laba bersih (milyar)
Net income
52,7 9,3 9,3 1,4
Pertumbuhan + 467% + 0% + 564%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
52,69 7,42 7,41 1,11
Pertumbuhan + 610% + 0.1% + 568%

Sumber data : Reuters

New management, new product, new high (manajemen baru, produk baru, harga tertinggi baru)

RUPS  Diagnos Laboratorium Utama Tbk pada tanggal 28 Juli 2021 menetapkan beberapa keputusan diantaranya menetapkan susunan direksi dan komisaris. 

Susunan Direksi 

  1. Direktur Utama : Ir. Mesha Rizal Sini
  2. Direktur : Renobulan Rizal Sini Suheimi 
  3. Direktur : Dennis Jacobus

Susunan Komisari

  1. Komisaris Utama : Ivan Rizal Sini
  2. Komisaris : Nurhadi Yudiyantho
  3. Komisaris : Rudy B Tjahjadi

Setelah IPO, Diagnos Laboratorium Utama melakukan terobosan dan pengembangan sebagaimana yaitu :

Pola Grafik – Analisis Saham DGNS

Harga tertinggi saham DGNS adalah 1485 yang terjadi pada tanggal 5 Juli 2021. Harga kemudian mengalami koreksi hampir 6 bulan dan berfluktuasi mendatar dikisaran 750-800. Grafik menunjukkan ada kemungkinan untuk menuju golden cross

Grafik harga mingguan saham DGNS per 07 Desember 2021

Supply and demand (penawaran dan permintaan)

Permintaan tertinggi terjadi pada 30 Nopember 2021 dimana volume perdagangan sangat tinggi dan harga bergerak naik.. Ini menandakan ada akumulasi dalam partai besar.

Leader or laggard (pemimpin atau pecundang)

Saham DGNS  bukanlah pemimpin dalam artian penggerak pasar karena kapitalisasinya kecil dan saham yang beredar di masyarakat saat ini hanya dikisaran 20%. Dibandingkan dengan PRDA (yang berada di sektor yang sama), kapitalisasi saham DGNS masih jauh lebih kecil.

Tingkat likuiditasnya dibursa cukup tinggi sehingga saham DGNS bisa  sebagai saham untuk investasi untuk tipikal investing (menahan saham cukup lama) dan juga untuk  tipikal trading.

Institutional sponsorship (institusi pemegang saham mayoritas)

Berdasarkan data dari Biro Administrasi Efek per tanggal 10 November 2021, kepemilikan saham DGNS adalah:

Nama Jenis Jumlah Persentase
PT Bunda Investama Lebih dari 5% 510.000.000 40,8%
PT Bundamedik Tbk Lebih dari 5% 490.000.000 39,2%
dr. Dennis Jacobus
Direksi
Kurang dari 5% 500.000 0,2%
Masyarakat Kurang dari 5% 249.500.000 19,8%

Terlihat bahwa salah seorang top manajemen (direksi) memiliki kepemilikan 0,2% di saham DGNS.

Market direction (arah pasar) – Analisis saham DGNS

Indeks Dow Jones

Untuk mencermati arah pasar, yang pertama perlu dicermati pergerakan indeks Dow Jones. Saat ini pasar Amerika masih bergerak dengan tren bullish.

Grafik indeks Dow Jones per 7 Desember 2021

IHSG

IHSG menunjukkan tren sideways.

Grafik IHSG per 2021-12-07

Tetap fokuskan investasi  anda pada saham dari perusahaan yang memiliki kinerja bagus. Hindari melakukan kesalahan investor saham yang sangak klasik.

Exit mobile version